Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
University of Nahdlatul Ulama Surabaya RepositoryNot a member yet
11472 research outputs found
Sort by
ANALISIS AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, PROTEIN, SERAT, ZAT BESI, DAN ORGANOLEPTIK SNACK BAR TEPUNG SORGUM DAN KACANG TUNGGAK
Indonesia menjadi salah satu negara dengan tingkat konsumsi camilan
yang tinggi. Camilan yang beredar sedikit memperhatikan kandungan gizinya.
Jenis makanan tersebut bersifat praktis yang mengandung tinggi kalori, tinggi
lemak, tinggi natrium, dan tinggi gula yang disebut junk food. Perlu adanya
pengembangan pangan fungsional untuk menekan konsumsi junk food salah
satunya yaitu snack bar. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan
aktivitas antioksidan, protein, serat, zat besi, dan organoleptik snack bar tepung
sorgum dan kacang tunggak.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan jenis Rancangan
Acak Lengkap (RAL). Penelitian dilakukan sebanyak 4 kali pengulangan yang
terdiri dari perbedaan pemberian formulasi tepung sorgum dan kacang tunggak
(0% : 0%, 50% : 50%, 60% : 40%, dan 70% : 30%). Uji organoleptik
menggunakan panelis tidak terlatih yang beranggotakan 25 orang mahasiswa gizi.
Analisis aktivitas antioksidan menggunakan uji DPPH, protein menggunakan uji
biuret, serat menggunakan uji gravimetri, dan zat besi menggunakan uji
spektrofotometri. Analisis statistik menggunakan krusskal wallis dan uji lanjutan
pairwise.
Hasil analisis menunjukkan perbedaan yang signifikan pada aktivitas
antioksidan (p-value = 0,003), protein (p-value = 0,003), serat (p-value = 0,003),
dan zat besi (p-value = 0,003). Pada uji organoleptik hedonik terdapat perbedaan
yang signifikan (p-value = 0,001), serta mutu hedonik warna (p-value = 0,001),
tekstur (p-value = 0,001). Namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada
mutu hedonik aroma (p-value = 0,056) dan rasa (p-value = 0,145). Kadar
antioksidan tertinggi terdapat pada F2, protein pada F4, serat pada F4, zat besi
pada F4, serta organoleptik uji hedonik pada F4, mutu hedonik warna pada F1,
tekstur pada F3, aroma pada F3, dan rasa pada F
HUBUNGAN ANTARA NEUTROFIL LIMFOSIT RASIO (NLR) DENGAN LAJU ENDAP DARAH (LED) PADA PASIEN TUBERKULOSIS
Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri berbentuk
batang yaitu Mycobacterium tuberculosis. Penderita Tuberkulosis akan mengalami
inflamasi, yang menyebabkan jumlah leukosit meningkat. Jumlah leukosit
berkaitan dengan fungsinya sebagai pertahanan. Ketika jumlah leukosit meningkat
maka jumlah neutrofil juga menglami peningkatan sebaliknya nilai limfosit akan
mengalami penurunan. Peningkatan jumlah neutrofil akan menyebabkan nilai
fibrinogen dan globulin plasma pada darah ikut meningkat, sehingga ketika terjadi
infeksi pada penderita Tuberkulosis jumlah leukosit akan mengalami pengendapan
yang lebih cepat karena bertambahnya jumlah sel darah, apabila jumlah neutrofil
tinggi maka, darah akan mengendap lebih cepat karena nilai fibrinogen dan globulin
plasma yang juga ikut meningkat sehingga Laju Endap Darah akan tinggi. Tujuan
penelitian ini yaitu untuk mengetahui Hubungan antara Neutrofil Limfosit Rasio
(NLR) dengan Laju Endap Darah (LED) pada Pasien Tuberkulosis. Jenis penelitian
ini adalah penelitian Observasional Analitik. Dengan desain yang digunakan yaitu
cross sectional. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis statistika menggunakan
Uji Correlation Pearson yang dilakukan pada 35 sampel didapatkan hasil nilai
signifikansi = 0,010 dimana nilai tersebut lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan
bahwa H0 ditolak dan H1 diterima yaitu ada hubungan yang signifikan antara NLR
dengan LED pada pasien TB. Dengan kata lain, korelasi yang diamati bukanlah
hasil kebetulan. Dari hasil analisis juga didapatkan data nilai (r) 0,432. Nilai ini
menunjukkan adanya korelasi positif dengan derajat hubungan cukup kuat antara
NLR dengan LED yang juga berarti ketika nilai NLR meningkat, nilai LED juga
cenderung meningkat pula, begitupun sebaliknya
GAMBARAN PELAKSANAAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS SIMOMULYO SURABAYA
Pada tahun 2021, Kota Surabaya menghadapi tantangan besar dalam pengendalian penyakit tuberkulosis, dengan jumlah kasus yang dilaporkan mencapai 5.000, meningkat sebesar 20% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Penurunan efektivitas program pengendalian tuberkulosis disebabkan oleh pandemi COVID-19, yang mengakibatkan terbatasnya akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, keterlambatan diagnosis, dan perawatan yang tidak optimal bagi penderita tuberkulosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal Tuberkulosis di Puskesmas Simomulyo Surabaya. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan satu informan kunci (penanggung jawab tuberkulosis) dan dua informan utama (dokter dan tenaga analis laboratorium). Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara tematik, dengan validitas data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masalah utama terletak pada proses pelayanan, bukan pada input. Terdapat kendala dalam pemeriksaan klinis, pemeriksaan penunjang, dan edukasi terhadap orang terduga Tb. Masalah tersebut meliputi kurangnya komunikasi yang efektif antar tenaga kesehatan, penundaan dalam proses skrining, dan edukasi yang hanya diberikan setelah hasil laboratorium keluar, yang mengakibatkan pelayanan kepada orang terduga Tb tidak optimal. Diharapkan kerjasama yang lebih baik antar tenaga kesehatan dan lintas program di Puskesmas, serta peran masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan tuberkulosis, dapat mendorong tercapainya SPM bagi orang terduga Tb
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN SIRSAK (Annona Muricata L) TERHADAP KEMATIAN CACING Ascaridia Galli SECARA IN VITRO
Infeksi kecacingan adalah jenis penyakit infeksi yang disebabkan oleh
cacing yang dinilai cukup merugikan. Jenis cacing yang paling banyak
menyebabkan infeksi pada hewan unggas adalah Ascaridia galli yang
menimbul dampak kekurangan gizi dan terjadinya kelainan akibat pengaruh
migrasi larva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antihelmintik
ekstrak etanol daun sirsak terhadap mortalitas cacing Ascaridia galli. Jenis
penelitian ini adalah eksperimental dengan rancangan Post Test Only Group
Design untuk mengamati efek antihelmintik ekstrak daun sirsak (Annona
muricata L) terhadap kematian cacing Ascaridia galli, secara in vitro. Sampel
yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5 ekor cacing pada setiap perlakuan
konsentrasi dan dilakukan replikasi sebanyak 4 kali sehingga besar sampel
adalah sebanyak 6 sampel konsentrasi yakni 25%, 50%, 75%, dan 100%
dengan total cacing sebanyak 120 cacing. Analisis data dilakukan dengan
menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji post hoc, dan dilanjutkan
dengan uji hipotesis menggunakan anova. Hasil penelitian menunjukan bahwa
rata-rata kematian cacing pada konsentrasi 25% (231 menit), 50% (188 menit),
75% (166 menit), dan 100% (123 menit). Hipotesis (H1) diterima dengan nilai
sig sebesar 0,000 < 0,05 yang artinya terdapat efek antihelmintik pada
pemberian ekstrak etanol daun sirsak (Annona muricata L) dengan
menggunakan berbagai konsentrasi terhadap kematian cacing Ascaridia galli
PENGARUH PEMBERIAN JUS JAMBU BIJI MERAH DENGAN CHIA SEED TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL PADA TIKUS WISTAR JANTAN YANG DIINDUKSI DIET TINGGI LEMAK
Kelebihan gizi merupakan faktor risiko penyakit tidak menular seperti
kolesterol tinggi yang merupakan penyebab utama kematian secara global di dunia.
Obesitas dapat diatasi dengan mengonsumsi makanan tinggi serat dan antioksidan.
Makanan tinggi serat dan antioksidan akan menyerap asam empedu dan digantikan
oleh produksi asam empedu baru dari cadangan kolesterol tubuh, sehingga kadar
kolesterol menurun. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan kadar
kolesterol total pada tikus wistar jantan yang diinduksi diet tinggi lemak setelah
diberikan jus jambu biji merah dengan chia seed.
Jenis penelitian ini true experimental dengan menggunakan design
rancangan post test only control group design. Analisis data pertama yang dilakukan
yaitu uji normalitas Shapiro-Wilk untuk mengetahui data berdistribusi normal atau
tidak normal. Apabila data normal, akan dilanjutkan uji parametrik ANOVA one
way untuk membandingkan pengaruh dari 3 kelompok perlakuan (K, P1, dan P2),
kemudian dilanjutkan dengan uji Post Hoc Test Tukey untuk mengetahui kelompok
perlakuan mana yang berbeda. Apabila data atau hasil tidak normal, maka dilakukan
uji non parametrik Kruskal Wallis.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada
kadar kolesterol total kelompok kontrol (K), kelompok intervensi 1 (pemberian jus
jambu biji merah (P1)), dan kelompok intervensi 2 (pemberian jus jambu biji merah
dengan chia seed (P2)). Setelah diberikan jambu biji merah dengan tambahan chia
seed dengan kandungan vitamin C sebesar 228 mg pada jambu biji merah dan
vitamin C sebesar 1,6 mg pada chia seed akan mempengaruhi kadar kolesterol
dalam darah. Kadar kolesterol juga dipengaruhi oleh berat badan dan lingkar perut
HUBUNGAN KUALITAS MAKANAN, ASUPAN ZAT GIZI PROTEIN, LEMAK, KARBOHIDRAT DAN PENGETAHUAN GIZI DENGAN STATUS GIZI REMAJA PUTRI DI PONDOK PESANTREN QOMARUDDIN GRESIK
Status gizi merupakan kondisi tubuh yang dipengaruhi oleh keseimbangan
antara asupan dengan kebutuhan zat gizi yang dikeluarkan. Usia remaja sangat rentan
mengalami masalah gizi karena berada pada fase pertumbuhan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas makanan, asupan zat gizi protein,
lemak, karbohidrat dan pengetahuan gizi dengan status gizi remaja putri di Pondok
Pesantren Qomaruddin. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional
analitik dengan menggunakan metode cross sectional. Sampel yang digunakan
sebesar 84 remaja putri usia 16-18 tahun. Penelitian dilakukan pada 01 -12 Desember
2023 di Pondok Pesantren Qomaruddin Gresik. Analisis statistik yang digunakan
yaitu uji korelasi rank spearmen dengan tingkat signifikasi p= 0,05. Data yang
didapat diolah dianalisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan adanya
hubungan yang signifikan antara tingkat asupan protein (p=0,042), tingkat asupan
lemak (p=0,027), tingkat asupan karbohidrat (p=0,018), pengetahuan gizi (p=0,031)
dengan status gizi remaja putri dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara
kualitas makanan (p=0,888) dengan status gizi remaja putri. Kesimpulan pada
penelitian ini yaitu tidak terdapat hubungan kualitas makanan dengan status gizi
remaja putri. Namun, terdapat hubungan asupan zat gizi protein, lemak karbohidrat,
dan pengetahuan gizi dengan status gizi remaja putri. Diharapkan remaja putri dapat
meningkatkan pengetahuan gizi melalui media sosial atau mengikuti penyuluhan
serta meningkatkan asupan zat gizi makro untuk menjaga dan mencapai status gizi
yang baik
PENGARUH PEMAHAMAN PERPAJAKAN, PENERAPAN E-FILLING, KUALITAS PELAYANAN DAN SANKSI PERPAJAKAN TERHADAP WAJIB PATUH PAJAK SETELAH PANDEMI COVID-19 DI KPP SAWAHAN
Kepatuhan wajib pajak adalah suatu tindakan patuh terhadap
ketertiban pembayaran dan pelaporan perpajakan oleh wajib pajak. Wajib pajak diketahui patuh apabila telah memenuhi semua kewajiban perpajakannya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji Pengaruh Pemahaman Perpajak, Penerapan E-Filling, Kualitas Pelayanan, dan Sanski Perpajakan terhadap Wajib Patuh Pajak setelah pandemi Covid-19 pada KPP Sawahan Surabaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menyebarkan kuisoner. Metode pengembilan sampel dengan teknik skala likert. Data sampel yang digunakan sebanyak 39 wajib pajak yang terdaftar pada KPP Sawahan Surabaya. Metode Analisis yang digunakan adalah Analisis Regresi Linear Berganda dengan bantuan program SPSS Versi 22. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman perpajakan tidak berpengaruh signifikan terhadap wajib patuh pajak. Penerapan sistem E-Filling berpengaruh signifikan terhadap wajib patuh pajak, karena adanya sistem pajak online akan lebih muda dan cepat sehingga dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak dalam melapor dan membayar pajaknya. Kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap wajib patuh pajak. Sedangkan sanksi perpajakan tidak berpengaruh signifikan terhadap wajib patuh pajak
GAMBARAN SARANA SANITASI KESEHATAN LINGKUNGAN DI SEKOLAH DASAR KECAMATAN LABANG KABUPATEN BANGKALAN
Lingkungan hidup sebagai lingkungan sosial harus bersih dan sehat untuk mencegah penyebaran penyakit. Selain itu, sekolah juga berperan dalam menciptakan kesadaran. Dengan cara ini, hasil kerja sekolah dapat dijadikan sebagai metode untuk memperbaiki keadaan atau perilaku untuk mendapatkan keadaan yang lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi sarana sanitasi kesehatan lingkungan di sekolah dasar. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Pendekatan yang digunakan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian seluruh sekolah dasar negeri yang berada di kecamatan labang kabupaten bangkalan berjumlah 24 sekolah dasar. Sampel penelitian diperoleh dari total semua sekolah dasar negeri di 35 kecamatan labang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa semua SDN 100% sudah memenuhi syarat sarana air bersih, memenuhi syarat indikator jamban bersih, tersedia wadah air dan gayung. Terdapat 95% yang tidak memenuhi syarat indikator terkait tempat sampah bagi jamban perempuan. Terdapat 100% memenuhi syarat indikator CTPS di depan sekolah, air bekas CTPS di tampung di resapan air. Terdapat 95% tidak memenuhi syarat indikator satu unit CTPS di area jamban. Terdapat 95% memenuhi syarat indikator tangka septic dengan SNI 03-2398-2002. Terdapat 100% memenuhi syarat indikator tempat sampah di setiap depan kelas. Terdapat 100% tidak memenuhi syarat indikator tempat sampah tertutup pada jamban perempuan untuk membuang pembalut bekas pakai. Kesimpulan penelitian yaitu sarana air bersih semua SDN kecamatan labang sudah baik dan memenuhi syarat. Sarana jamban hampir seluruh SDN kecamatan labang belum memenuhi syarat. Sarana CTPS seluruh SDN memenuhi syarat. Sarana pengelolahan limbah cair hampir seluruh SDN memenuhi syarat. Sarana pengelolahan sampah seluruh SDN tidak memenuhi syarat. Saran penelitian sarana air bersih, sarana CTPS, sarana pengelolahan limbah cair yang sudah baik dan sudah memenuhi syarat harus di pertahankan. Sarana jamban dan pengelolahan sampah yang belum memenuhi syarat bisa di tingkatkan sesuai standar
HUBUNGAN ANGKA KECUKUPAN ENERGI DAN PROTEIN DENGAN LAMA RAWAT PASIEN KRITIS DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT (ICU) DI RUMAH SAKIT ISLAM SURABAYA A YANI
Pada pasien yang dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) beresiko tinggi
terjadi malnutrisi saat menjalani perawatan jangka panjang. Asupan energi dan
protein yang adekuat akan menjunjang proses homeostatis seperti bernafas,
bekerjanya fungsi jantung, GI tract, thermogenesi hingga mencegah adanya
resistensi anabolik. Asupan gizi yang tidak adekuat akan mempengaruhi sistem
imunitas, kardiovaskuler dan respirasi, sehingga risiko infeksi meningkat,
penyembuhan luka melambat dan lama rawat memanjang. Tujuan penelitian ini
adalah untuk menganalisis hubungan angka kecukupan energi dan protein dengan
lama rawat pasien kritis di ruang ICU RS Islam Surabaya A Yani.
Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik observasional menggunakan
pendekatan cross sectional. Populasi pasien rawat kritis di ruang ICU RS Islam
Surabaya A Yani adalah 41 pasien. Sampel yang digunakan sejumlah 30
responden. Data asupan energi dan protein didapatkan dari observasi visual
comstock selama 3x24 jam dan data lama rawat inap didapatkan dari catatan
rekam medis responden dimulai sejak tanggal masuk rumah sakit (MRS) hingga
tanggal keluar rumah sakit (KRS).
Dari hasil penelitian diketahui sebanyak 22 responden (73,3%) mengalami
defisit energi dengan rata-rata asupan energi 1034,5 kkal per hari dan sebanyak
27 responden (90%) mengalami defisit protein dengan rata-rata asupan protein 41
gram per hari. Dari hasil analisis menggunakan uji korelasi spearman dengan
tingkat kepercayaan 95% menunjukkan tidak ada hubungan antara asupan energi
dengan lama rawat inap (p-value 0,500). Tidak ada hubungan antara asupan
protein dengan lama rawat inap (p-value 0,248). Defisit energi dan protein tidak
behubungan dengan lama rawat pasien kritis di ruang ICU
ANALISIS BIOKOAGULASI MENGGUNAKAN DAUN JATI DAN DAUN BAMBU UNTUK MENURUNKAN KADAR TURBIDITY PADA AIR SUNGAI JAGIR WONOKROMO
Sungai Jagir merupakan aliran sungai yang menampung limbah dari beberapa sumber seperti pemukiman disekitar aliran sungai, industri, atau bahkan perkantoran. Sehingga mengakibatkan kandungan air yang tidak sesuai dengan baku mutu air limbah mulai dari mengalami kekeruhan hingga tingginya kadar TDS dalam air sungai. Jika dibiarkan begitu saja akan mengakibatkan berbagai masalah kesehatan terhadap masyarakat sekitar aliran sungai yang menggunakan air tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan kadar kekeruhan dan TDS pada air sungai yang menggunakan koagulan alami yakni ekstra daun jati dan daun bambu. Proses koagulasi ini masing-masing menggunakan dosis koaglan 0,5 mL, 1 mL, dan 3 mL, ekstra daun jati dan daun bamboo dengan waktu sedimentasi selama 30 menit, 60 menit, dan 90 menit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa koagulan ekstra daun jati dapat menurukan kadar turbidity sebesar 14% dengan total 2,62 NTU yakni dalam dosis 0,5 mL dengan watu sedimentasi selama 30 menit, dan menurunkan kadar TDS sebesar 337 mg/L pada dosis 1 mL dengan waktu sedimentasi 90 menit. Sedangkan Koagulan ekstra daun bambu menurunkan kadar turbidity sebesar 56% dengan jumlah 7,86 NTU yakni dengan dosis 1 mL dengan waktu sedimentasi selama 30 menit dan dapat menurunkan kadar TDS sebesar 342 mg/L dengan dosis 1 mL dengan waktu sedimentasi selama 30 menit