Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
University of Nahdlatul Ulama Surabaya RepositoryNot a member yet
11472 research outputs found
Sort by
ANALISIS FAKTOR KEJADIAN POSTPARTUM BLUES PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUMBERBERAS KABUPATEN BANYUWANGI
Angka kejadian postpartum blues di Indonesia diperkirakan mencapai 50 – 70%
dari ibu nifas. Berdasarkan hasil studi pendahuluan sebagian besar ibu mengalami
tanda dan gejala yang mengarah pada kejadian postpartum blues seperti sulit tidur,
tidak ada nafsu makan, perasaan tidak berdaya atau kehilangan kontrol, terlalu cemas
atau tidak perhatian pada bayi dan perasaan berdebar. Tujuan penelitian ini adalah
untuk menggambarkan faktor kejadian postpartum blues pada ibu nifas.
Metode penelitian deskriptif dengan desain penelitian Cross Sectional. Tempat
penelitian di Wilayah Kerja Puskesmas Sumberberas Kabupaten Banyuwangi pada
bulan Juli – Agustus 2024. Populasi pada penelitian ini sebanyak 43 ibu nifas yang
mengalami postpartum blues sedangkan besar sampel sebanyak 30 responden. Teknik
pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dan cara pengumpulan data
menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini
menggunakan perhitungan statistik deskriptif.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ibu yang mengalami postpartum blues
hampir setengah (46,7%) berusia <20 tahun, hampir seluruh (83%) mendapat
dukungan keluarga yang cukup dan sebagian besar (70%) tidak siap menjadi seorang
ibu.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas
Sumberberas Kabupaten Banyuwangi yang mengalami postpartum blues banyak yang
berusia < 20 tahun dan banyak yang tidak siap menjadi ibu meskipun mendapat
dukungan keluarga yang cukup. Usia, dukungan keluarga dan kesiapan menjadi
seorang ibu merupakan faktor penyebab terjadinya postpartum blues pada ibu nifas.
Upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan memberikan penyuluhan dan pendampingan
pada ibu nifas
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN TEKNIK PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN PADA SISWI DI SMK WIDYA KARYA TAMAN SIDOARJO
Keputihan adalah kondisi yang umum terjadi pada remaja perempuan, dimana
keputihan ini menjadi masalah kedua yang paling sering dialami oleh remaja.
Apabila keputihan tidak diatasi akan menimbulkan rasa tidak nyaman dan tidak
percaya diri. Jika keputihan terus berlanjut bisa terjadi keputihan patologis, dan
dapat menyebabkan gangguan pada organ reproduksi. Tujuan penelitian untuk
mengetahui hubungan pengetahuan dan teknik personal hygiene dengan kejadian
keputihan pada siswi di SMK Widya Karya Taman Sidoarjo.
Metode Penelitian menggunakan analitik cross sectional. Populasi sebanyak 72
siswi SMK Widya Karya Taman Sidoarjo. Besar sampel dalam penelitian 61
responden, menggunakan probability sampling dengan simple random sampling.
Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan di uji dengan Spearman’s Rank.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswi memiliki
pengetahuan yang cukup, sebagian besar siswi melakukan personal hygiene dengan
baik, dan hampir seluruhnya responden mengalami keputihan. Hasil uji Spearman’s
Rank menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan (ρ-value 0,013),
teknik personal hygiene (ρ-value 0,000) dengan kejadian keputihan pada siswi
SMK Widya Karya Taman Sidoarjo.
Simpulan penelitian ini ada Hubungan antara Pengetahuan dan teknik Personal
Hygiene dengan Kejadian Keputihan pada Siswi di SMK Widya Karya Taman
Sidoarjo. Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan motivasi bagi remaja bahwa
betapa pentingnya menjaga kebersihan organ genetalia agar terhindar dari bahaya
keputihan
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PERSALINAN DENGAN KESIAPAN DALAM MENGHADAPI PERSALINAN DI TPMB WILAYAH KERJA DESA PACUH
Ibu hamil dalam menghadapi kesiapan persalinan sangat membutuhkan
dukungan dari keluarga dan lingkungan diantaranya. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pengetahuan ibu hamil
tentang persalinan dengan kesiapan dalam menghadapi persalinan.
Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Dengan populasi dan
sampel 44 ibu hamil trimester tiga yang dipilih secara purposive sampling. Data
dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup karakteristik demografis, tingkat
pengetahuan tentang persalinan, serta kesiapan ibu hamil. Analisis statistik
dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson untuk melihat hubungan antara
variabel pengetahuan dan kesiapan ibu hamil.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil, 50%
memiliki tingkat pendidikan SMA dan 50% tidak bekerja. Sebagian besar ibu
hamil memiliki tingkat pengetahuan yang cukup tentang persalinan (47, 4%),
sedangkan 40, 9% memiliki pengetahuan yang baik, dan 11, 4% memiliki
pengetahuan yang kurang. Kesiapan ibu hamil sebagian besar berada pada
kategori cukup (54, 5%).
Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang
signifikan antara pengetahuan ibu hamil tentang persalinan dengan kesiapan
mereka dalam menghadapi persalinan (Chi Square = 0, 000 atau kurang dari 0,
05).
Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan ibu hamil tentang
persalinan berperan penting dalam kesiapan mereka menghadapi persalinan. Oleh
karena itu, disarankan agar program edukasi bagi ibu hamil di TPMB diperkuat,
terutama terkait informasi mengenai persalinan, tanda-tanda bahaya kehamilan,
serta perawatan sebelum dan setelah persalinan, guna meningkatkan kesiapan ibu
hamil
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL PADA TRIMESTER III DI PMB ISTIADZAH SURABAYA
Kehamilan merupakan salah satu peristiwa terpenting dan momen tak
terlupakan dalam kehidupan wanita, juga bisa menjadi salah satu peristiwa paling
menegangkan dan krisis emosional jika tidak dikelola dengan baik dapat
menyebabkan terjadinya kecemasan. Studi pendahuluan yang diperoleh didapatkan
7 orang ibu hamil trimester III terdapat 6 orang (85,7%) mengalami kecemasan dan
1 orang (14,2%) tidak mengalami kecemasan. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui hubungan antara dukungan suami dengan tingkat kecemasan ibu hamil
trimester ketiga di PMB Isti’adzah Surabaya.
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan analitik observasional dengan
pendekatan cross sectional. Populasi seluruh ibu hamil trimester III sebesar 39
orang, besar sampel 36 orang. Pengambilan sampel probability sampling dengan
teknik random sampling. Variable independent dukungan suami dan varible
dependen tingkat kecemasan. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner
dukungan suami dan kuesioner skala HARS. Analisa data menggunakan uji Rank
spearman dengan kemaknaan α = 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 36 responden hampir setengahnya
(44.4%) dukungan suami cukup mendukung dan sebagian besar (55.6%)
kecemasan ringan. Dari hasil uji rank spearman’s dengan nilai kemaknaan α =
0,05 didapatkan nilai p = 0,000 yang berarti p < α maka H0 ditolak, yang berarti
ada hubungan antara dukungan suami dengan tingkat kecemasan ibu hamil pada
trimester III di PMB Isti’adzah Surabaya.
Simpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan dukungan suami dengan
tingkat kecemasan ibu hamil trimester III. Oleh karena itu diharapkan ibu hamil
trimester III mendapatkan dukungan suami penuh dan dapat memotivasi ibu hamil
agar lebih percaya diri dengan baik agar dapat mengubah cara berfikir menjadi
lebih baik serta menjalankan prosedur kesehatan ibu dan janin
PENGARUH SELF HYPNOSIS TERHADAP KECEMASAN IBU HAMIL DI KLINIK CITA SEHAT SURABAYA
Kecemasan merupakan kehawatiran tidak jelas yang menyebabkan spasma pada
pembuluh darah sehingga meningkatkan tekanan darah. Berdasarkan studi pendahuluan
yang dilakukan di Klinik Cita Sehat Surabaya didapatkan 20 ibu hamil sebanyak 16 (80%)
mengalami kecemasan, 4 (20%) tidak mengalami kecemasan. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui pengaruh self hypnosis terhadap kecemasan ibu hamil di Klinik
Cita Sehat Surabaya.
Desain penelitian menggunakan pra eksperimen dengan pendekatan one group
pretest and post test design, populasi ibu hamil yang mengalami kecemasan sebanyak 50
dengan sampel sebesar 44 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan sistem
simple random sampling. Variable indenpenden self hypnosis dan dependen kecemasan
ibu hamil. Instrument menggunakan skala HARS dan SOP self hypnosis. Intervensi
dilakukan 4 kali dalam seminggu dengan durasi 15 menit. Analisa data menggunakan uji
statistic Wilcoxon rank test dengan nilai probalitas a=0,05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 44 responden, sebelum diberikan self
hypnosis sebagian besar (65.9%) kecemasan ringan dan setelah diberikan self hypnosis
hampir seluruhnya (88.6%) tidak ada kecemasan. Dari hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai
ρ value sebesar 0,000 artinya nilai ρ value < α = 0,05 yang berarti ada pengaruh Self
Hypnosis Terhadap Kecemasan Ibu Hamil Di Klinik Cita Sehat Surabaya.
Simpulan dari penelitian ini ada pengaruh pemberian self hypnosis terhadap
kecemasan ibu hamil di Klinik Cita Sehat Surabaya. Oleh karena itu diharapkan Self
Hypnosis diterapkan pada ibu hamil sehingga mengatasi kecemasan pada kehamilan
HUBUNGAN STATUS EKONOMI DENGAN KEJADIAN WASTING PADA BALITA DI POSYANDU DESA ANGGASWANGI KECAMATAN SUKODONO KABUPATEN SIDOARJO
Wasting (gizi kurang) termasuk masalah gizi pada anak yang menjadi ancaman di
dunia karena merupakan salah satu penyebab kematian anak balita. Prevalensi wasting di
Anggaswangi pada tahun 2024 adalah 8,5%, hal ini masih jauh dari target yang telah di
tetapkan oleh WHO secara global pada tahun 2025 adalah <5%. Tujuan penelitian ini
adalah mengetahui hubungan status ekonomi dengan kejadian wasting di Desa
Anggaswangi Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo
Jenis penelitian analitik observasional dengan menggunakan cross sectional.
Populasi penelitian adalah semua anak bayi dan balita di Posyandu Desa Anggaswangi
Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo sejumlah 470 anak. Pengambilan sampel
menggunakan probability sampling menggunakan teknik cluster random sampling dengan
jumlah sampel 223 responden. Variabel independen status ekonomi dan variabel dependen
kejadian wasting. Pengumpulan data menggunakan pengukuran antropometri berdasarkan
BB/TB dan kuesioner status ekonomi keluarga. Data dianalisis menggunakan uji statistik
Rank Spearman.
Hasil penelitian dari 223 responden menunjukkan bahwa hampir seluruh responden
(84,8%) memiliki status ekonomi yang tinggi dan sejumlah 8,5% balita mengalami wasting
Hasil uji korelasi spearman didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,001. Karena nilai p
<0,01 maka H0 ditolak sehingga terdapat hubungan antara status ekonomi dengan kejadian
wasting di Posyandu Desa Anggaswangi Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo.
Kesimpulannya yaitu ada hubungan yang signifikan antara status ekonomi dengan
kejadian wasting di posyandu Desa Anggaswangi Kecamatan Sukodono Kabupaten
Sidoarjo. Bagi petugas posyandu diharapkan dapat melakukan penanganan dan pencegahan
wasting melalui penyuluhan sumber makanan padat gizi yang harganya terjangkau
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KECEMASAN PADA IBU HAMIL DI PMB SAMATTAR GRESIK
Kehamilan adalah proses fisiologis yang dialami oleh wanita, yang
melibatkan banyak perubahan psikologis, salah satunya adalah kecemasan.
Kecemasan selama kehamilan dipengaruhi oleh beberapa faktor yang jika tidak
segera di tangani akan menimbulkan stres berlebih pada ibu yang akan berdampak
pula pada janin dan mengakibatkan komplikasi lain yang membahayakan. Tujuan
dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang
mempengaruhi kecemasan pada ibu hamil.
Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian
analitik observasional. Populasi yang digunakan yaitu semua ibu hamil yang
memeriksakan kehamilan nya di PMB Samattar. Pengambilan sampel dalam studi
ini menggunakan purposive sampling. Besar sampel penelitian ini adalah 100
responden, dengan variabel independen status kesehatan, paritas, usia kehamilan,
usia ibu, pendidikan, dukungan keluarga, dan kecemasan sebagai variabel dependen
nya. Penelitian ini dilakukan di PMB Samattar Kabupaten Gresik. Pengambilan
data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat,
bivariat (Chi-Square), dan Multivariat (Regresi Logistik).
Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa semua variabel berhubungan
dengan kecemasan ibu hamil, dan pada analisis multivariat menunjukkan bahwa
faktor yang paling berpengaruh terhadap kecemasan ibu hamil adalah status
kesehatan dengan OR=22,974.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh status kesehatan, paritas,
usia ibu, usia kehamilan, pendidikan dan dukungan keluarga terhadap kecemasan
ibu hamil. Faktor yang memiliki pengaruh paling kuat adalah status kesehatan dan
dukungan keluarga. Diharapkan tenaga kesehatan/ bidan setempat dapat
memberikan informasi dan edukasi kepada ibu mengenai faktor yang
mempengaruhi kecemasan
Individual and Health Care Provider Factors Influencing Stroke Self-Management Behaviour: A Cross-Sectional Study
Pengaruh Aromaterapi Lavender terhadap Kadar Gula Darah pada Lansia Diabetes Mellitus Tipe-2
Lansia yang menderita Diabetes Mellitus Tipe-2 hampir seluruhnya tidak dapat mengontrol kadar gula
darah, diakibatkan oleh ketidakpatuhan dalam manajemen terapi DM. Kadar gula darah yang tidak
terkontrol akan menyebabkan timbulnya komplikasi hingga kematian. Tujuan dari penelitian ini untuk
mengetahui pengaruh aromaterapi lavender terhadap kadar gula darah pada lansia diabetes mellitus tipe2
di Puskesmas Peneleh Surabaya. Desain penelitian menggunakan Pra Experimental dengan
pendekatan One group pre-post test design. Populasi lansia dengan Diabetes Mellitus Tipe-2 sebesar 40
orang dengan besar sampel sebesar 36 responden dengan pengambilan simple random sampling.
Variabel independen yaitu aromaterapi lavender dan variabel dependen yaitu kadar gula darah.
Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi, dan di analisis menggunakan uji Paired T-Test ,
α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar gula darah sebelum diberikan intervensi
aromaterapi lavender hampir seluruhnya berada pada kategori tinggi (diatas 400mg/dL), setelah
dilakukan intervensi selama 1 minggu dari hari ke-1 hingga hari ke-7 terjadi penurunan kadar gula darah
dengan rata-rata (128mg/dL). Berdasarkan uji Paired T-Test p = 0,000. Aromaterapi lavender
berpengaruh terhadap kadar gula darah pada lansia Diabetes Mellitus Tipe-2. Aromaterapi bisa menjadi
salah satu program edukasi yang diberikan puskemas ke masyarakat untuk menjaga kestabilan kadar
gula sehingga status kesehatan pasien dm tetap terjaga. Lansia dapat menerapkan cara non farmakologi
yang telah diajarkan selain itu juga dapat dilakukan terapi menghirup aromaterapi lainnya seperti
aromaterapi jasmine, aromaterapi jeruk dan masih banyak lagi