42304 research outputs found
Sort by
Pengembangan Usaha Wolkaponik Pada Masyarakat Penjaringan Sari Surabaya
Kerja lapangan dilaksanakan di RT 02 RW 04 Penjaringansari Surabaya, guna mengatasi permasalahan yang muncul akibat pertumbuhan populasi dan dampak perubahan iklim global. Fokus utama program ini adalah memanfaatkan lahan pekarangan secara maksimal melalui urban farming, budidaya ikan, serta pengelolaan tanaman obat keluarga (TOGA). Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga, tetapi juga mendukung konsep pembangunan berkelanjutan dengan mengintegrasikan praktik ramah
lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa kendala yang muncul seperti kurangnya pengembangan usaha berbasis produktivitas, rendahnya jaminan kualitas produk herbal yang dihasilkan, serta belum optimalnya koordinasi antara budidaya tanaman dan ikan. Sehingga penyusunan model bisnis untuk pengembangan usaha, penerapan teknologi wolkaponik yang mengintegrasikan urban farming dan akuaponik. Hasil dari kerja lapangan ini menunjukkan
munculnya dampak positif yang signifikan. Warga setempat memperoleh peningkatan pemahaman mengenai teknologi pertanian terpadu, mengikuti pelatihan pembuatan produk herbal, dan berhasil membentuk kelompok tani perkotaan dengan visi menjaga keseimbangan alam dalam praktik sehari-hari. Kerja lapangan difokuskan pada pendampingan dan pelatihan, sehingga memberikan pengalaman belajar langsung yang berharga. Secara keseluruhan,
program ini telah memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan lokal, meningkatkan keindahan lingkungan, dan mendorong kesejahteraan masyarakat Penjaringansari
Tingkat Kepatuhan Datang Berobat Pada Lanjut Usia Dengan Hipertensi Setelah Pemberian Buklet Dan Kartu Datang Berobat Di Desa Kambingan Kecamatan Cerme
Perubahan pola hidup mengakibatkan terjadinya peningkatan angka kejadian penderita penyakit tidak menular. Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah secara konsisten berada diatas normal. Pada tahun 2018 kejadian hipertensi di Indonesia meningkat menjadi 34,1%. Di Jawa Timur hanya sekitar 49,70% yang mendapatkan layanan kesehatannya, hal ini disebabkan karena penderita hipertensi sering tidak ada keluhan. Data Puskesmas Cerme menunjukkan bahwa hanya 48,59% pasien hipertensi berobat secara teratur pada tahun 2023. Penelitian ini bertujuan melakukan evaluasi dan mengukur tingkat kepatuhan lansia dengan hipertensi, dengan cara menyediakan buklet serta kartu pantau minum obat yang digunakan sebagai alat untuk meningkatkan pemahaman, disiplin dan mengontrol lansia terkait pentingnya mengikuti pengobatan hipertensi. Penelitian ini menggunakan metode studi observasional dengan desain potong lintang. Data dikumpulkan dari data sekunder dan dinilai berdasarkan frekuensi kunjungan pasien. Data kontrol diambil dari kunjungan lansia dengan hipertensi sebelum intervensi. Hasilnya setelah diberikan intervensi, 43 responden terbagi menjadi 3 kelompok: 19 responden (44,2%) patuh, 22 responden (51,2%) cukup patuh, dan 2 responden (4,7%) kurang patuh dalam datang berobat. Perubahantingkat kepatuhan responden untuk datang berobat sebelum dan setelah diberikan buklet dan kartu datang berobat meningkat. Hasil uji statistik uji Mann-Whitney atau p-value sebesar 0,001. Terdapat pengaruh pemberian buklet dan kartu datang berobat dengan tingkat kepatuhan datang berobat pada lansia hipertensi di desa Kambingan kecamatan Cerm
Dynamic Study and PI Control of Milk Cooling Process
Latar belakang penelitian ini adalah untuk memahami proses operasi, yang merupakan tujuan utama dalam pengembangan model proses. Model ini sering digunakan untu pelatihan operator, perancangan proses, analisis sistem keselamatan, atau perancangan sistem kontrol. Model dinamis dari proses pendinginan susu dari suhu 36 C ke 4 C menggunakan air dingin yang tersedia pada suhu 2 C telah dilakukan. Air dingin dipertahankan pada suhu konstan dengan menggunakan unit refrigeran. Proses yang diteliti adalah tangki pendingin susu merek Packo milik KUD SAE Pujon (Malang - Indonesia). Metode neraca panas fundamental digunakan untuk menyusun model, yang menghasilkan proses fungsi transfer orde pertama. Untuk proses pendinginan selama 2 jam, nilai penguatan (gain) dan konstanta waktu masing-masing adalah 1,00 dan 42,3548 menit. Keseimbangan panas kemudian diperluas ke proses kontinu sehingga fungsi transfernya juga dapat diperoleh. Penelitian ini mensimulasikan dan menyelidiki perilaku proses batch dan kontinu. Identifikasi proses melalui data input-output juga diperkenalkan untuk proses kontinu. Model proses yang diperoleh dari sistem identifikasi toolbox sangat berguna dalam pengendalian, seperti dalam penentuan parameter penyetelan menggunakan metode Ziegler-Nichols untuk kontrol Proportional-Integral. Namun demikian, diperlukan asumsi sedikit waktu tunda dalam sistem karena metode Ziegler-Nichols tidak dapat diterapkan pada proses orde pertama tanpa waktu tunda
Pengaruh Information Quality, Privacy, Security, Product Variety, Delivery Terhadap Satisfaction Dan Loyalty Pada Pengguna E-commerce Di Surabaya
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Information Quality,
Privacy, Security, Prroduct Variety, Delivery Terhadap Satisfaction dan Loyalty
Pada Pengguna E-commerce di Surabaya. Penelitian ini memiliki tujuh dimensi dari
variabel konstruktif Information Quality, Privacy, Security, Product Variety,
Delivery, Customer Satisfaction dan Loyalty Penelitian ini merupakan basic
research yang termasuk dalam jenis causal research. Teknik pengambilan sampel
yang digunakan daalm penelitian ini yaitu non-probability sampling dengan metode
purpose sampling. Pengolahan data penelitian menggunakan software SmartPls 4.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing variabel Information Quality,
Product Variety, Delivery berpengaruh signifikan terhadap Customer Satisfaction,
tetapi Securrity dan Privacy tidak berpengaruh terhadap Customer Satisfaction.
Customer Satisfaction berpengaruh terhadap Loyalty, tetapi Information Quality
tidak berpengaruh terhadap Loyalt
Potret Predator Seksual Anak
Publik sedang gempar atas berita seorang oknum pejabat kepolisian ditangkap melakukan pelecehan seksual anak di NTT. Yang bikin geleng-geleng, pelecehan seksual direkam dan diunggah di akun pornografi di Australia. Pelan namun pasti berita ini meyesakkan amanah petugas yang seharusnya menjadi pelindung justru predator seksual anak.
Pornografi anak mulai mengkhawatirkan jika melihat semakin banyak kasus kekerasan seksual dengan korban anak. Mirisnya, pelaku ‘tidak jauh’ dari korban, dengan hubungan dekat, keluarga bahkan aparat penegak hukum. Bagai serigala berbulu domba, kebuasan pelaku tersamar siap menunggu waktu tepat memakan korban.
Potret Predator seks
Seperti apa ciri predator seks? Jawabannya, tidak ada yang tahu dengan pasti. Kasus oknum pejabat membayar anak utk dilecehkan, direkam dan diunggah di situs porno luar negeri. Juga seorang yg tampak baik bahkan berprestasi hingga menjadi kepala instansi. Seorang ayah yg merudapaksa anak kandung di Bengkulu, Medan dan Bekasi menjadi tanda tanya besar figur seorang ayah. Ayah seolah kehilangan identitas pelindung kehidupan menjai predator anaknya sendiri. Komnas perempuan pada tahun 2023 sempat memberi peringatan, pelaku kekerasan berbasis Gender terbanyak justru orang dekat korban. Artinya, predator seksual ini dipandang baik, dipercaya dan dituruti korban anak. Banyak kasus mulai terkuak ketika ketahuan atau anak mengalami tanda-tanda tidak normal secara fisik atau psikis. Seolah seperti gunung es, kekerasan seksual yang muncul hanyalah bagian puncak kecil dibalik bongkahan kasus yang tidak tersingkap
Agensi Perempuan: Terperangkap dan Bangkit dari Pengkhianatan dalam Hubungan Intim Tanpa Status
Hubungan intim tanpa status sering kali menciptakan dinamika relasi kuasa yang tidak seimbang, yang memicu kekerasan emosional, pengkhianatan pasangan, dan keterjebakan yang mendalam. Relasi kuasa yang timpang ini sering kali mengarah pada pengendalian, manipulasi emosional, dan dominasi satu pihak terhadap pihak lain, menciptakan ketergantungan yang merugikan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana perempuan membangun agensi mereka dalam menghadapi hubungan abusive yang diwarnai perselingkuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus intrinsik dengan paradigma fenomenologi, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil analisis menemukan empat tema utama, yaitu Membangun Hubungan Tanpa Status Alur Hubungan Tanpa Status Mici yang Diwarnai Keterjebakan dan Perilaku Abusive Proses Bangkit Setelah Mengakhiri Hubungan serta Battered Woman Syndrome dan Agensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun keterjebakan dalam hubungan diperparah oleh manipulasi emosional dan pengkhianatan pasangan, dukungan sosial membantu partisipan membangun kekuatan emosional dan merebut kembali kendali atas hidupnya. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman mengenai dinamika hubungan intim tanpa status yang abusive, serta menjadi dasar untuk pengembangan intervensi psikologis yang lebih kontekstual dan efektif bagi korban kekerasan emosional, kekerasan seksual, dan perselingkuhan
Perancangan 5s Pada Pt Pos Indonesia Kcu Krembangan Surabaya
Pemanfaatan alat dan teknik rekayasa industri, seperti metode 5S, telah
menjadi tren untuk meningkatkan produktivitas, kualitas, dan keberlanjutan,
termasuk di lingkungan kantor. Metode 5S yang diperkenalkan oleh Takashi Osada,
dirancang untuk menciptakan lingkungan kerja yang terorganisir, efisien, dan
bersih. Prinsip ini relevan dengan tantangan yang dihadapi PT Pos Indonesia KCU
Krembangan Surabaya, seperti pengelolaan gudang yang tidak rapi, dokumen yang
tidak tertata, serta kurangnya efisiensi operasional. Kondisi ini mengakibatkan
kesulitan pencarian barang dan dokumen, penurunan produktivitas, serta risiko
keselamatan kerja. Penelitian ini bertujuan merancang implementasi metode 5S
secara optimal untuk mengatasi masalah tersebut. Hasil observasi menunjukkan
penerapan metode 5S yang lebih baik dapat meningkatkan efisiensi kerja,
mengurangi pemborosan waktu, dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih
nyaman dan produktif. Selain itu, prinsip 5S mendukung tujuan manajemen mutu
dalam menjaga kualitas layanan dan menciptakan budaya kerja yang terorganisir
dan berkelanjutan. PT Pos Indonesia memiliki peran strategis dalam sektor logistik
nasional, sehingga optimalisasi metode 5S tidak hanya berdampak pada kinerja
internal, tetapi juga meningkatkan daya saing di tengah persaingan industri logistik
yang semakin ketat. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar untuk transformasi
operasional di PT Pos Indonesia KCU Krembangan Surabay
Perbarengan Perbuatan Pidana melakukan Video Call Sex dengan Identitas Palsu dan melakukan Pemerasan Ditinjau dari Undang-undang Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi
Tindakan video call sex dengan menggunakan identitas palsu yang dilanjutkan dengan pemerasan merupakan melalui media sosial merupakan perberengan perbuatan bentuk perbuatan berlanjut. Perbuatan berlanjut adalah ketika seseorang melakukan beberapa perbuatan dan perbuatan tersebut masing-masing merupakan kejahatan atau pelanggaran dan di antara perbuatan-perbuatan itu ada hubungan sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai satu perbuatan berlanjut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah perbarengan tindak pidana telah diterapkan dalam penjatuhan pidana pada kasus tindakan melakukan video call sex dengan identitas palsu dan tindakan pemerasan dapat dikenakan sebagai perbarengan perbuatan pidana. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum yuridis normatif. Hasil penelitian yang dilakukan terhadap kasus tindakan melakukan video call sex dengan identitas palsu dan dilanjutkan tindakan pemerasan telah memenuhi unsur perbarengan tindak pidana. Ini artinya dalam mendakwa perbuatannya, pelaku tindak pidana harus dikenakan perbarengan tindak pidana agar penjatuhan pidana terhadap pelaku sesuai dengan perbuatan yang dilakukan
Amyloid‐Related Imaging Abnormality (ARIA) Beyond the APOE‐ε4 Allele
Monoclonal antibodies (mAbs) have made significant progress in the treatment of Alzheimer's disease (AD). However, mAbs
are associated with adverse effects, including Amyloid‐Related Imaging Abnormality (ARIA), which manifests as edema or
effusion (ARIA‐E) and hemorrhage (ARIA‐H). The mechanisms behind these effects are not yet fully understood. Moreover,
spontaneous ARIA has been insufficiently explored, and mAb therapies, particularly lecanemab, have mainly focused on
patients with the APOE‐ε4 allele carrier. This review aims to address this gap by examining the mechanisms of spontaneous
ARIA, ARIA induced by mAbs, and the influence of genetic variants on ARIA development. The autoantibody‐Aβ‐mediated
immune response targets excessive Aβ deposits, increasing immune activity through microglial reactivity. The heightened
immune response, driven by Aβ accumulation in blood vessels, promotes angiopathy and inflammation, potentially con-
tributing to spontaneous ARIA. The APOE‐ε4 allele carrier is more strongly associated with ARIA‐E because it redistributes Aβ
deposition from the brain to blood vessels, influencing microglial reactivity. The redistribution enhances vascular integrity and
reduces the risk of ARIA‐H. However, it also increases the likelihood of ARIA‐E due to Aβ accumulation in the vasculature,
triggering inflammation. In contrast, the development of ARIA‐H is linked to increased TREM2 expression and microglial
reactivity, leading to impaired vascular integrity and disrupted matrix remodeling, which worsens the condition. Additionally,
the adverse effects of mAbs may extend beyond the APOE‐ε4 allele, possibly impacting other genetic variants involved in
microglial reactivity, Aβ redistribution, and vascular integrity