42304 research outputs found
Sort by
The trust-driven path to consumer engagement behaviors: Exploring the role of streamer and platform characteristics in live-streaming E-commerce
Live-streaming e-commerce is revolutionizing online retail by fostering real-time consumer engagement, yet limited research explores how streamer and platform characteristics jointly influence trust and drive consumer engagement behaviors (CEB). This study examines how streamer attributes (beauty, humor, passion, expertise, and warmth) and platform features (interactivity and personalization) shape trust in streamers and products, subsequently affecting CEB dimensions, including augmenting, co-developing, influencing, and mobilizing. Using data from 682 respondents and analyzing with Structural Equation Modeling (SEM) via SmartPLS 4.0, the findings reveal that beauty and interactivity are pivotal for trust in streamers, while expertise and personalization are critical for trust in products. Trust in streamers emerged as the strongest predictor of CEB, emphasizing its role in fostering consumer loyalty and interaction. This research contributes to theory by integrating socio-technical perspectives with trust-based consumer engagement frameworks, offering a holistic understanding of trust to cultivate CEB. Practically, the study highlights the importance of employing streamers with strong interpersonal appeal and creating interactive, personalized shopping experiences to boost trust and engagement. The study advances live-streaming e-commerce by providing insights and presenting an original, trust-driven model for enhancing consumer engagement
Hubungan antara Phubbing dengan Kepuasan Berpacaran Phubbee Emerging Adulthood
Kemajuan teknologi melalui gadget dapat memunculkan perilaku
phubbing yaitu tindakan pengabaian orang lain dengan menggunakan gadget .
Phubbing dapat terjadi karena adiksi, fear of missing out dan rendahnya self
control. Perilaku tersebut dapat berdampak pada kepuasan berpacaran. Tujuan
dari penelitian ini adalah mengidentifikasi apakah terdapat hubungan antara
perilaku phubbing terhadap kepuasan berpacaran phubbee pada emerging
adulthood . Emerging adulthood adalah masa-masa eksplorasi, khususnya
dalam hubungan berpacaran. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif
survei. Pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling dengan
jumlah sampel data adalah 178 responden di Surabaya melalui Google form .
Alat ukur yang digunakan adalah Relationship Assessment Scale (RAS) dan
Generic of Being Phubbed (GSBP). Hasil analisis menunjukkan adanya
hubungan yang signifikan antara perilaku phubbing dengan kepuasan
berpacaran phubbee pada emerging adulthood (r = -0.394 dan p = 0.000).
Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan semakin tinggi intensitas perilaku
phubbing yang dirasakan oleh phubbee maka tingkat kepuasan berpacaran
menurun
Implementasi Service Excellence Pada Divisi Front Office di Hotel Ciputra World Surabaya
Hotel Ciputra World Surabaya merupakan hotel bintang lima di Surabaya yang
diresmikan pada tanggal 27 November 2014 dan terletak di Jl. Mayjend Sungkono No. 87-89 Surabaya. Laporan Kerja Lapangan ini bertujuan mengidentifikasi implementasi service excellence pada divisi front office di Hotel Ciputra World Surabaya. Teori service excellence yang digunakan dapat dilihat dari 6 prinsip yaitu: Attitude (Sikap), Ability (Kemampuan), Appearance (Penampilan), Attention (Perhatian), Accountability (Tanggung Jawab), Action (Tindakan). Laporan Kerja Lapangan dapat disusun dengan cara melakukan praktek kerja lapangan di Hotel Ciputra World Surabaya yang dilakukan selama 6 bulan pada departemen front office khususnya di bagian receptionis dan guest relation officer. Pengamatan yang dilakukan selama praktek kerja dilakukan untuk membahas lebih dalam implementasi service excellence pada divisi front office di Hotel Ciputra World Surabaya. Berdasarkan pengamatan serta pengalaman selama melakukan praktek kerja lapangan di bagian receptionis dan guest relation officer, diketahui bahwa departemen front office di Hotel Ciputra World Surabaya masih belum memenuhi prinsip service excellence
Penerapan Social Media Marketing Pada Instagram Gallery Indag Jatim
Skripsi Laporan Kerja Lapangan ini bertujuan untuk menganalisis dan
mengevaluasi penerapan strategi social media marketing pada akun Instagram
Gallery Indag Jatim sebagai bagian dari upaya mendukung promosi produk UKM
Jawa Timur. Gallery Indag Jatim, yang dikelola oleh Dinas Perindustrian dan
Perdagangan Provinsi Jawa Timur, menghadapi tantangan dalam meningkatkan
keterlibatan audiens di media sosial akibat kurangnya konsistensi dan daya tarik
konten. Laporan ini disusun berdasarkan praktik kerja selama dua bulan (Oktober-November 2024) di Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri (PPDN) Disperindag Jatim. Melalui observasi, wawancara, dan analisis data, penelitian mengidentifikasi bahwa implementasi strategi social media marketing
membutuhkan pendekatan yang lebih terstruktur, mencakup teori 4C: context,
communication, collaboration, dan connection. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa perbaikan visual konten, penggunaan caption yang informatif, serta interaksi dua arah dengan audiens berhasil meningkatkan engagement. Selain itu, kolaborasi dengan akun resmi Disperindag Jatim memberikan dampak positif pada visibilitas akun. Namun, pengembangan lebih lanjut seperti optimalisasi fitur Instagram dan konsistensi unggahan masih diperlukan untuk memperkuat branding dan meningkatkan promosi produk lokal secara berkelanjutan
Pembuatan Game Berbasis Farming Simulator dengan Empat Musim
Game farming simulator merupakan salah satu genre game terpopuler. Game ini memberikan pemain sebuah pengalaman bercocok tanam dan mengelola lahan pertanian secara virtual. Akan tetapi game farming simulator adalah sebuah game yang cenderung repetitif dengan core gameplay yang seringkali mirip antara game dengan genre yang serupa. Maka dari itu akan diputuskan untuk membuat game simulator dengan core gameplay tambahan yang diharapkan dapat mengurangi rasa kebosanan pemain. Sebelum memulai pembuatan game, akan dilakukan wawancara untuk mengetahui permasalahan yang dialami oleh pemain game farming simulator. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa narasumber, ditemukan permasalahan dimana pemain merasa bosan dengan kurangnya variasi gameplay yang biasanya dilihat pada game farming simulator. Setelah wawancara, pembuatan game akan dimulai dengan desain UI game. Proses pembuatan game akan dilakukan menggunakan game engine Unity. Validasi yang dilakukan berupa kuesioner kepuasan pemain terhadap game yang telah dibuat. Kesimpulan dari validasi tersebut adalah game farming simulator dengan tambahan gameplay hunting yang telah dibuat memiliki gameplay yang menarik dan dapat mengurangi tingkat kebosanan pemain selama bermain game
Implementasi Konsep 5r di Kantor Wilayah Bpjs Ketenagakerjaan Juanda
Laporan ini di susun berdasarkan hasil Praktik Kerja Lapangan pada BPJS
Ketenagakerjaan Juanda yang membahas mengenai konsep 5r dalam pengelolaan
ruangan dan berkas pada area gedung B Divisi Kepesertaan. Metode yang
digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Masalah yang muncul selama
magang berlangsung adalah ruangan kerja yang belum dikategorikan dan
beberapa fasilitas kantor jika digunakan membutuhkan waktu yang cukup lama
dengan demikian fasilitas tersebut tidak dapat digunakan dengan baik oleh
karyawan dan mahasiswa magang, selain itu permasalahan juga di temukan dalam
proses penyimpanan berkas perusahaan yang tidak tersusun dengan rapi, oleh
karena itu hal tersebut mengakibatkan proses pencarian berkas yang di perlukan
membutuhkan waktu yang cukup lama dalam proses pencarian. Implementasi
ruangan dan berkas menggunakan metode 5R bertujuan untuk mengatasi
permasalahan tersebut. Usulan Implementasi ini mengubah dan membuang
barang-barang yang sudah tidak layak pakai, penyusunan berkas dan membuat
jadwal audit untuk pengecekan proses Implementasi. Penilaian dan pengecekan
audit adalah hal yang paling penting dalam hal ini. Berdasarkan penilaian audit
dapat disimpulkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan perlu terus meningkatkan
konsep 5R di dalam ruangan Divisi Kepesertaan
The Romance Story of Panji Asmorobangun and Dewi Sekartaji in Silver Jewellery
The romance story of Panji Asmorobangun and Dewi Sekartaji has spread to various regions in Java (Indonesia) for a long time, even to the Southeast Asia regions and other parts of the world. Panji stories are fictitious and have multi-interpretations. Many researchers, archaeologists, and historians have studied these stories, and to preserve them, many cultural agents with government support have conducted numerous cultural activities that penetrated the creative economy sector. Several characters in the panji stories have manifested in comics, action figures, and many lifestyle products. However, to date, there has been no design for developing them in the form of jewellery. This study aimed to design and produce a silver jewellery product, a bracelet, inspired by and embodied with the romance story of Panji Asmorobangun and Dewi Sekartaji. The design and story’s embodiment employed the Transforming Tradition theory to interpret the transformation product with the
ATUMICS (Artifact-Technique-Utility-Material-IconConcept-Shape) method as the controlling parameter. The main principles of the ATUMICS method include settings, combination, and integration of the basic elements of tradition and modernity. The final products were the unique design and production of a silver bracelet with ornaments resembling the iconic styling of the relief at Candi Kendalisodo that pictures the love union of Panji Asmorobangun and Dewi Sekartaji. This study concluded that the produced silver jewellery could be further developed for another unique design and used to preserve the panji culture for the younger generation
How media visibility affects earnings management: the moderating effects of public ownership
Purpose – This research examines the relationship between media visibility and earnings management with the
moderating effect of public ownership in Indonesia. Previous studies documented that media visibility acts as a
watchdog and vice versa, as the media puts pressure on managers to manage earnings. This paper fills the gap by
considering public ownership in the framework.
Design/methodology/approach – This research employs a sample of 1,285 firm-year observations from
nonfinancial listed companies in Indonesia from 2019 to 2021. Earnings management is calculated using the
Kasznik Model, and media visibility is measured using Google News for each year. We examine each firm’s
financial report to get public ownership data. We also run additional tests by examining earnings management
using the Kothari Model, real earnings management and analyzing samples based on the different profit levels.
Findings – Our research finds that media visibility influences real earnings management. The relationship
between media visibility and earnings management can be attributed to public ownership. In addition, our
research revealed that the influence of public ownership on media visibility and earnings management varies
across degrees of profitability.
Originality/value – This research contributes to media visibility and earnings management literature by
focusing on public ownership. Furthermore, the relationship between media visibility, public ownership and
earnings management is examined by categorizing the sample according to the firm’s profitability
Indonesian Consumer of View: The Journey of Bringing an Alternative Universe Idea to Life
Industri K-Pop telah berkembang pesat, tidak hanya di bidang musik tetapi juga di media sosial, yang memfasilitasi interaksi antara idola dan penggemar. Salah satu fenomena yang muncul adalah cerita Alternate Universe (AU), di mana idola K-Pop menjadi tokoh dalam cerita fiksi yang lebih terhubung dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman pembaca terhadap cerita AU di media sosial, khususnya di Twitter, serta dampaknya terhadap kehidupan mereka. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan wawancara semi-terstruktur dengan penikmat dan penulis AU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat terhadap K-Pop, hiburan, dan pelarian emosional menjadi motivasi utama dalam memilih cerita AU. Pembaca sering terhubung dengan cerita melalui elemen visual, karakter idola, dan genre tertentu. Pengalaman membaca AU juga berfungsi sebagai cara untuk mengatasi stres dan menemukan solusi emosional. Dibandingkan dengan aplikasi seperti Wattpad, media sosial seperti Twitter menawarkan pengalaman membaca yang lebih interaktif dan real-time. Penulis AU terinspirasi oleh kehidupan sehari-hari dan elemen kreatif lainnya, yang memungkinkan pembaca merasakan keterhubungan emosional lebih dalam. Kesimpulannya, AU tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga berfungsi sebagai mekanisme koping dan alat ekspresi diri yang berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari pembacanya
Penegakan Hukum atas Penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum yang tidak dilakukan oleh Pengembang Perumahan
Ketentuan Pasal 47 ayat (4) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman (selanjutnya disebut UU No. 1/2011) mengatur pengembang perumahan untuk menyerahkan prasarana, sarana, dan utilitas umum yang sudah selesai dibangun kepada pemerintah daerah. Dengan jangka waktu yang diberikan adalah satu tahun setelah masa pemeliharaan sebagaimana ketentuan Pasal 11 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2009 tentang Pedoman Penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Perumahan dan Pemukiman di Daerah. Meskipun telah diatur sedemikian, nyatanya masih banyak ditemukan pengembang perumahan yang tidak melakukan penyerahan prasarana, sarana, dan utilitas umum kepada pemerintah daerah. Akibatnya, pemerintah daerah tidak dapat memperbaiki atas kerusakan fasilitas yang ada pada perumahan tersebut sedangkan pengembang juga enggan untuk melakukan perbaikan. Hal ini tentu sangat merugikan masyarakat perumahan tersebut. Untuk itu pemerintah seharusnya melakukan penegakan hukum kepada pengembang yang bertindak tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Berdasarkan Pasal 50 angka 15 Undang- Undang Cipta Kerja yang mengubah Pasal 150 UU No. 1/2011, pengembang perumahan yang tidak memenuhi ketentuan dalam Pasal 47 ayat (4) dikenakan sanksi administratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sanksi administrasi yang paling tepat adalah peringatan tertulis, penghentian sementara atau tetap pada pengelolaan perumahan, pembekuan perizinan berusaha, pencabutan perizinan berusaha, dan denda administratif. Jenis sanksi administrasi tersebut memiliki relevansi terhadap pelanggaran yang diperbuat dan berdampak langsung pada pengembang perumahan