10023 research outputs found
Sort by
Tindak tutur ilokusi dalam novel Dikta dan Hukum karya Dhia’an Farah
Tindak tutur merupakan teori tentang bagaimana kita melakukan tindakan melalui kata-kata (speech act). Tindak tutur dapat ditemukan saat terjadinya peristiwa tuturan secara langsung atau tertulis seperti dalam novel Dikta dan Hukum. Adanya penelitian ini didasarkan pada kepopuleran novel Dikta dan Hukum karya Dhia’an Farah yang banyak diminati para pembaca di kalangan remaja. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur ilokusi dalam novel Dikta dan Hukum.
Penelitian ini menggunakan teori Searle sebagai pisau analisis. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah novel Dikta dan Hukum karya Dhia’an Farah, sedangkan objek penelitiannya adalah dialog dalam novel yang mengandung tindak tutur ilokusi. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak dan catat. Metode dan teknik analisis data yang digunakan adalah metode padan dengan menerapkan metode padan pragmatis.
Dari penelitian yang dilakukan, peneliti mendapatkan 47 data yang mengandung bentuk tindak tutur ilokusi dan 23 fungsi tindak tutur ilokusi. Hasil dari penelitian tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) bentuk tindak tutur ilokusi dalam novel Dikta dan Hukum terbagi atas 5, yaitu asertif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklaratif. Terdapat 17 bentuk asertif, 7 bentuk direktif, 11 bentuk ekspresif, 11 bentuk komisif, dan 1 bentuk deklaratif: (2) fungsi tindak tutur ilokusi dalam novel Dikta dan Hukum yang terbagi atas 4, yaitu kompetitif, konvival, kolaboratif, dan konfliktif. Terdapat 2 fungsi kompetitif, 9 fungsi konvival, 10 fungsi kolaboratif, dan 2 fungsi konfliktif
Elevating second grade writing skills at SMP Negeri 3 Berbah Sleman: a classroom action research on the impact of think pair share technique
Writing is a fundamental form of human expression, encompassing a vast array of styles, purposes, and mediums. Writing is required to English education to be a one of crucial components in learning English. "Think Pair Share" is a cooperative learning strategy commonly used in classrooms and group settings to encourage active engagement, collaboration, and discussion among participants. This research aims to identify and examine enhancements in students’ writing skills by implementing Think Pair Share technique. The main focus of this study is on second grade students at SMP Negeri 3 Berbah, Sleman which consist of 32 students. This research was conducted because previously researchers saw that students' writing levels and the lack of motivation were very low when implementing practical field experiences. This research using class action research involves planned action in real classroom situation using observation, interviews, tests, and diary notes in its implementation. The result of this research confirms that using the TPS Learning paradigm improves student’ performance in writing descriptive text. This is in accordance with the finding where the average value in pretest is 62,4 and increased to 81,2 after the implementation of TPS technique. The highest score obtained by students is 90 and the lowest is 70 where more than 80 percent of students have achieved the KKM score. The researcher concludes that the application of the Think Pair Share method effectively boosts the students' capacity to compose descriptive text at the 8 Grade level of SMP Negeri 3 Berbah, Sleman
Determinan kejadian diabetes mellitus di wilayah kerja Puskesmas Kalasan Kabupaten Sleman
Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit tidak menular yang masih menjadi Massalah kesehatan masyarakat. DM tipe 2 dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor - faktor yang tidak dapat diubah seperti usia, jenis kelamin, dan riwayat keturunan. Faktor yang dapat diubah yaitu aktivitas fisik, merokok, IMT, stres, dan gaya hidup. Kejadian DM di Puskesmas Kalasan tahun 2021 memiliki prevalensi 2,47%, prevalensi tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan prevalensi nasional. Metode: Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kalasan Kabupaten Sleman dengan menggunakan desain penelitian Cross Sectional dengan analisis univariat, bivariat (chi square), multivariat (regresi logistic). Sampel penelitian ini berjumlah 356 orang yang diperoleh dengan teknik Accidental Sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner Riskesdas 2018 dan tidak dilakukan uji validitas, kuesioner untuk mengukur variabel karateristik responden (usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan), riwayat keluarga, pola makan, IMT, aktivitas fisik, komorbid, merokok, dan stres Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan usia (p=0,000;RP=1,628), jenis kelamin (p=0,369RP=1,094), riwayat keluarga (p=0,000;RP=2,042), pola makan (p=0,000;RP=0,302), aktivitas fisik (p=0,012;RP=1,300), komorbid (p=0,000;RP=2,132), dan stres (p=0,002;RP=1,400). Tidak adanya hubungan antara jenis kelamin, tingkat pendidikan (p=0,249;RP=1,123), IMT (p>0,05), dan merokok (p=0,138;RP=0,844) dengan kejadian Diabetes Mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Kalasan Kabupaten Sleman. Kesimpulan: ada hubungan usia, riwayat keluarga, pola makan, aktivitas fisik, komorbid, dan stres. Tidak adanya hubungan antara jenis kelamin, tingkat pendidikan, IMT, merokok, serta faktor konsumsi sayur paling dominan terhadap kejadian Diabetes Mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Kalasan Kabupaten Sleman
Strategi pengurus ma’had tahfidzul Qur’an Imam Ibnu Katsir Pemalang untuk merealisasikan habituasi santri dalam menghafal Al-Qur’an
Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah ma’had tahfdzul Qur’an sebagai institusi pendidikan islam di Indonesia yang memainkan peran krusial dalam menjaga serta merealisasikan pembiasaan santri dalam menghafal Al-Qur’an. Pengurus dalam hal ini juga sering dihadapakan pada berbagai tantangan yang mempengaruhi kelancaran kegiatan dalam habituasi santri dalam menghafal Al-Qur’an. Permasalahan tersebut diantaranya adalah faktor internal, yaitu: rasa malas pada santri dan kondisi fisik pada santri; faktor eksternal, yaitu: pengaruh teknologi dan pegaruh lingkungan yang dialami oleh para santri. Oleh sebab itu perlunya pengurus dalam hal ini untuk bisa menerapkan straegi yang tepat, agar santri dapat mebiasakan diri dalam menghafal Al-Qur’an dengan baik dan benar. Ada pun tujuan dari penelitian ini adalah tujuan dari penelitian ini adalah,1) Mengetahui bagaimana strategi pendidik dalam pelaksanaan program yang di terapkan dari di Ma'had Tahfidzul Qur'an Imam Ibnu Katsir Pemalang dalam mencetak generasi Qur'ani serta pengamalan atau implementasinya agar manjadi kebiasaan (Habituasi) melalui program tahfidzul Qur'an. 2) Mengetahui apa saja kendala dan solusi/motivasi yang di berikan kepada pendidik ketika dalam proses menghafal Al-Qur’an.
Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui, observasi, wawancara dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang dilakukan di di Ma'had Tahfidzul Qur'an Imam Ibnu Katsir Pemalang sudah efektif, dengan metode yang digunakan yaitu metode talaqqi, takrir, sama’I, murajaah, dan mudarrosah. Adapun problematika yang timbul yaitu timbulnya rasa malas, banyaknya hafalan, kondisi fisik yang kurang baik, pengaruh teknologi, sering melakukan perbuatan tercela yang menyebabkan terjadi hambatan dalam menghafal. Tetapi problematika tersebut dapat diselesaikan dengan baik seperti melawan rasa malas dengan motivasi, selalu menjaga Kesehatan, memperbanyak murajaah, seselalu melakukan perbuatan terpuji, memanfaatkan teknologi dengan baik dan mencari lingkungan yang nyaman untuk mempermudah dalam menghafal Qur’an
Manajemen kurikulum berbasis karakter di era digital SMP Muhammadiyah 1 Weleri Kendal
ABSTRAK
Sucipto, 2024. Manajemen Kurikulum Berbasis Karakter Di Era Digital Di Smp Muhammadiyah 1 Weleri Kendal. Tesis. Yogyakarta: Magister Manajemen Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan
Kurikulum terdiri dari sistem yang dapat membentuk karakter generasi penerus bangsa, maka kurikulum manajemen yang efektif diharapkan memberikan kontribusi yang signifikan bagi kemajuan bangsa secara keseluruhan.
Penelitian ini bertujuan, untuk mengetahui proses teknologi digital dapat dioptimalkan untuk memfasilitasi pengembangan nilai-nilai karakter di SMP Muhammadiyah 1 Weleri, untuk mengetahui proses peran guru dalam manajemen kurikulum berbasis karakter di era digital mempengaruhi perkembangan karakter siswa, untuk mengetahui proses peran kepemimpinan sekolah dapat memotivasi dan mendorong implementasi manajemen kurikulum berbasis karakter dengan memanfaatkan teknologi.
Fokus masalah dalam penelitian ini yaitu Manajemen Kurikulum Berbasis Karakter Di Era Digital Di SMP Muhammadiyah 1 Weleri Kendal, Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dilakukan pada kondisi alamiah, dan bertujuan untuk memahami fenomena sosial melalui deskriptif data tertulis dan lisan. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, wakil kepala bagian kurikulum, wakil kepala bagian kesiswaan, dan guru. Pengumpulan data dapat dilakukan dengan empat cara: observasi, wawancara, dokumentasi, dan audiovisual. Ada dua jenis analisis data yang dapat digunakan, analisis yaitu sebelum peneliti pergi ke lapangan dan analisis data di lapangan.
Hasil penelitian ini meliputi, Perencanaan kurikulum di SMP Muhammadiyah 1 Weleri sebagai upaya peningkatan pendidikan karakter di era digital memerlukan pendekatan holistik yang memadukan nilai-nilai karakter dengan pemanfaatan teknologi digital. Peran Teknologi Digital untuk memfasilitasi pengembangan nilai – nilai karakter di sekolah, teknologi digital memiliki peran yang krusial dalam memfasilitasi pengembangan nilai-nilai karakter di SMP Muhammadiyah 1 Weleri. Peran Guru dalam Manajemen Kurikulum Berbasis Karakter di Era Digital, guru berperan sebagai fasilitator yang membantu mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam kurikulum dengan memanfaatkan teknologi digital sebagai alat pembelajaran. Guru bertanggung jawab untuk merancang dan mengelola pengalaman pembelajaran yang mendorong pengembangan karakter siswa. Peran Kepemimpinan Sekolah dalam Memotivasi dan Mendorong Implementasi Manajemen Kurikulum Berbasis Karakter dalam memanfaatkan teknologi, Kepala sekolah berfungsi sebagai agen perubahan yang menetapkan arah visi sekolah, termasuk penerapan nilai-nilai karakter di tengah perkembangan teknologi.
Kata kunci : Manajemen, Kurikulum Berbasis Karakter, Era Digita
Pengaruh kepemimpinan, kepuasan kerja dan komitmen organisasi terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) guru SMP Muhammadiyah se-Kota Yogyakarta
Permasalahan di lingkungan sekolah, seperti, pendekatan kepemimpinan yang otoriter dapat menghambat partisipasi dan keterlibatan warga sekolah, sementara kurangnya pengakuan terhadap prestasi guru dapat merendahkan motivasi untuk berkontribusi di luar tugas-tugas formal dan tidak komitmen terhadap organisasi sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui OCB pada guru SMP Muhammadiyah se-Kota Yogyakarta.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan ex-post facto untuk menjelaskan hubungan sebab-akibat antar variabel. Data dikumpulkan melalui angket dari 183 guru SMP Muhammadiyah Se-Kota Yogyakarta. Analisis data menggunakan analisis deskriptif, korelasi bivariate, dan uji regresi berganda (multivariate).
Hasil penelitian menunjukkan seluruh hipotesis alternatif teruji kebenarannya Hipotesis nihil ditolak. Dimana ada korelasi signifikan antara r X1-Y, = 0.635 (ts<0.5), r X2-Y, =0.73 (ts<0.5) dan, r X3-Y, =0.647(ts<0.5), serta r X1,2,3-Y =0.779. Persamaan regresi Y = 7.327+0.114X1 + 0.530X2 + 0.375X3, yang artinya tingkat OCB dapat diprediksi dengan menggunakan nilai konstanta 7.327 ditambah 0,114 X1 dotambah 0,530 digit X2, dan ditambah 0,375 digit X3. Sedangkan Koefisien Determinasi (R^2) menunjukkan nilai bahwa 77.9% dari variasi dalam variabel dependen Y1, sementara 32.1% diperkirakan dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini seperti kepribadian, budaya organisasi, motivasi dan lain sebagainya.
Penelitian juga menegaskan bahwa kepemimpinan, kepuasan kerja, dan komitmen organisasi memiliki dampak signifikan terhadap praktik Organization Citizenship Behavior (OCB) di SMP Muhammadiyah Se-Kota Yogyakarta. Oleh karena itu, upaya perlu dilakukan oleh sekolah untuk menerapkan pendekatan kepemimpinan holistik, memberikan penghargaan atas prestasi guru, dan memperkuat komitmen organisasi melalui inisiatif yang merangsang partisipasi aktif dan keterlibatan guru guna meningkatkan kualitas sekolah secara keseluruhan. Implikasi dari penelitian ini adalah pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan, membutuhkan kepemipinan holistik, menerapkan kebijakan promosi yang transparan, dan menginisiasi penumbuhan komitmen yang berkelanjutan. Rekomendasi praktis diantaranya menyelenggarakan pelatihan kepemimpinan holistik, melakukan survei kepuasan kerja secara rutin, dan mengembangkan inisiatif untuk mendorong komitmen organisasi
Faktor-faktor yang berhubungan dengan status vaksinasi Booster Covid-19 pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Natal Palingkau Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2024
Background: COVID-19 is a disease caused by SARS-CoV-2 which has spread worldwide,
the trend of COVID-19 cases in Indonesia has decreased but COVID-19 has not disappeared
completely so that to overcome COVID-19, herd immunity is needed which can be achieved if
70% of the community has vaccinated COVID-19, the elderly are a priority getting vaccines
because at risk of being infected with COVID-19, Based on observations that have been made,
it is found that the achievement of COVID-19 booster vaccination in the elderly in the Natai
Palingkau Health Center working area is still low is only 17.4%. The purpose of this study was
to determine the factors associated with the status of COVID-19 booster vaccination in the
elderly at the Natai Palingkau Public Health Center, West Kotawaringin Regency in 2024.
Method: A quantitative study, cross-sectional method and health belief model theoretical. The
sampling method used proportional random sampling, and the total sample was 114 elderly
people. The statistical test used was the chi-square test. Results: Factors associated with
COVID-19 booster vaccination status in older adults included perceived susceptibility (p=0.000
and PR=1.537), perceived severity (p=0.000 and PR=1.520) and perceived benefit (p=0.000
and PR =1.484), perceived barriers (p=0.000 and PR=6.039), motivation to action (p=0.001
and PR=1.432) and self-efficacy (p=0.000 and PR=1.554). Conclusion: All components of
health belief model were significantly associated with booster vaccination status, but health
workers need to inform older adults about the side effects and importance of booster
vaccination COVID-1
Perilaku pengunjung dalam membuang sampah di tempat wisata Alun - Alun Kidul Yogyakarta
Latar Belakang: Sampah menjadi penyebab utama pencemaran dan menurunkan estetika lingkungan di tempat wisata. Tingginya jumlah sampah terkait erat dengan kebiasaan pengunjung menggunakan produk plastik sehari-hari. Selain itu, perilaku membuang sampah plastik akan semakin meningkat seiring dengan peningkatan pola konsumsi masyarakat yang cenderung praktis. Faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pengetahuan, sikap, dan ketersediaan fasilitas turut memengaruhi perilaku tersebut, yang pada akhirnya memotivasi tindakan individu.
Metode: Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan metode korelasi dan rancangan penelitian menggunakan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 390 responden diambil menggunakan teknik Accidental Sampling. Data dianalisis dengan tahapan yaitu analisis univariat, analisis bivariat dengan uji chi square CI 95% (α = 0,05), analisis multivariat dengan uji regresi logistik berganda.
Hasil: Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara umur (P-value 0,000), pengetahuan (P-value 0,000), dan sikap (P-value 0,000) terhadap perilaku membuang sampah sembarangan pada wisatawan. Namun tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin (P-value 0,132), tingkat pendidikan (P-value 0,343), dan kecukupan fasilitas (P-value 0,948) dengan perilaku membuang sampah sembarangan pada wisatawan. Adapun tingkat pengetahuan (P-value 0,000; PR=4,762) merupakan variabel dominan yang berhubungan dengan praktik keamanan pangan pada pengunjung.Terdapat hubungan antara perilaku pengunjung dalam membuang sampah sembarangan dengan umur, pengetahuan tentang sampah, dan sikap membuang sampah sembarangan.
Kesimpulan: Ada hubungan pada variabel umur, tingkat pengethuan tentang sampah,sikap membuang sampah terhadap perilaku membunag sampah. Pengetahuan merupakan faktor paling dominan berhubungan dengan perilaku membuang sampah di Alun-Alun Kidul Yogyakarya
Interpretasi lafal hadis La Tusyaddu ar-Rihal Illa liSalasati Masajid dalam dunia pariwisata (Studi Ma'ani al Hadis)
Wisata adalah suatu aktivitas atau kegiatan perjalanan yang dilakukan seseorang untuk sementara waktu dengan cara berpindah dari tempat kediaman ke suatu daerah tujuan yang terletak di dalam negara ataupun luar negara, dengan alasan tidak menetap atau bekerja melainkan hanya untuk bersenang-senang, memenuhi rasa ingin tau, menghabiskan waktu senggang atau waktu libur. Destinasi atau objek wisata menjadi bahan pertimbangan wisatawan dalam memilih tempat wisata, banyak diantara pecinta wisata yang memilih destinasi berdasarkan keindahan tanpa memperhatikan nilai-nilai yang terdapat di dalamnya. Kondisi kepariwisataan ini memunculkan persoalan-persoalan di tengah masyarakat hal ini disebakan beredarnya hadis la tusyaddu ar rihal illa li salasati masaal dan leterlek. Sehingga kehujjahan dan makna dari hadis la tusyaddu ar rihal illa li salasati masajid perlu diteliti dan dikaji kembali.
Penelitian ini bersifat penelitian kualitatif menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yakni pemahaman berdasarkan fenomena dan gejala sosial. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Teknik analis data adalah analisis-deskriptif menggunakan teori ma’ani al hadis milik Yusuf al-Qaradawi dan teori takhrij al hadis} milik Syuhudi Ismail.
Dari penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa hadis la tusyaddu ar rihal illa li salasati masajid dinilai sahih ligahirihi meskipun terdapat satu jalur ad-Darimi dinilai hasan. Hadis tersebut dapat digunakan dan dijadikan hujjah dalam kehidupan. Adapun makna larangan yang terdapat dalam hadis dikhususkan bagi syaddu ar rihal dalam rangka ibadah dan pengagungan suatu tempat kecuali tiga masjid tersebut. Melakukan perjalanan dalam rangka menuntut ilmu, tadabur alam, piknik dan mengunjungi keluarga diperbolehkan serta tidak termasuk ke dalam larangan tersebut.
Kata kunci: tiga masjid, destinasi wisata, syaddu ar riha
Strategi pembiayaan sarana dan prasarana untuk meningkatkan layanan pendidikan di SMA Negeri 13 Samarinda Kalimantan Timur
Bambang Supriyanto. 2024. Strategi Pembiayaan Sarana dan Prasarana Untuk Meningkatkan Layanan Pendidikan di SMA Negeri 13 Samarinda Kalimantan Timur
Tesis. Yogyakarta : Magister Manajemen Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan
Sarana dan prasarana pendidikan adalah bagian penting dalam sebuah layanan pendidikan. Seperti termaktub dalam Bab VII Pasal 42 Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang menyangkut Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan secara nasional dengan sangat jelas disebutkan bahwa sarana pendidikan yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang baik dan berkelanjutan wajib dimiliki oleh sekolah. Tujuan Penelitian ini adalah mengungkap strategi pembiayaan yang digunakan oleh kepala sekolah dalam mencari sumber anggaran sarana dan prasarana, untuk mengungkap strategi Pembiayaan yang digunakan oleh kepala sekolah dalam mengorganisasikan dan menggerakkan anggaran sarana dan prasarana, dan untuk mengungkap strategi pembiayaan sarana dan prasarana yang digunakan oleh kepala sekolah dalam penguatan kerjasama kemitraan dalam meningkatkan layanan pendidikan di SMA Negeri 13 Samarinda.
Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode observasi partisipatif dimana aspek yang diamati dalam observasi meliputi proses pengamatan bagian dalam dilakukan oleh observer dengan ikut mengambil bagian dalam kegiatan orang-orang yang akan diobservasi. Penelitian ini menggunakan 4 metode yaitu Observasi, wawancara mendalam, telaah dokumen (data sekunder) dan dokumentasi.
Hasil temuan penelitian Strategi Pembiayaan Sarana dan Prasarana Untuk Meningkatkan Layanan Pendidikan Di SMA Negeri 13 Samarinda Kalimantan Timur dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Strategi kepala sekolah dalam proses perencanaan anggaran sarana dan prasarana untuk meningkatkan layanan pendidikan di SMA Negeri 13 Samarinda dibagi 3 (tiga) yaitu : a. Mencari bantuan ke dinas terkait.. b. Pengajuan Proposal. c. Pembangunan Secara Mandiri. Pembangunan secara mandiri yang dilakukan oleh SMA Negeri 13 Samarinda adalah pembangunan sarana dan prasarana yang tidak dibantu oleh pemerintah. 2. Berdasarkan proses analisis data tentang strategi kepala sekolah dalam pengorganisasian dan penggerakan anggaran sarana dan prasarana dapat dibagi menjadi 3 (tiga) yaitu: a. Penggunaan dana skala prioritas. b. Optimalisasi dana bosnas dan bosda. c. Sumbangan Sukarela. 3. Berdasarkan proses analisis data tentang strategi kepala sekolah dalam membangun kemitraan dan sinergitas antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sumber daya masyarakat/ komite sekolah dalam meningkatkan sarana dan prasarana di SMA Negeri 13 Samarinda dibagi menjadi 4 (empat) yaitu: a. Memanfaatkan aplikasi e-Krisna. b. Pendekatan dengan instansi terkait. c. Memposting di media social. d. Memanfaatkan Ruang yang tidak digunakan/ Prasarana yang belum diberdayakan. Memanfaatkan ruangan yang kosong/ prasarana yang belum diberdayakan merupakan alternative yang baik untuk memenuhi sarana dan prasarana sekolah, hal ini dapat dipahami bahwa penggunaan ruangan kosong relative lebih murah dalam hal rehabilitasinya