10023 research outputs found
Sort by
Implementasi Media Puzzle dalam Evaluasi Hafalan Al-Qur’an Siswa Kelas V di SDIT Baik (Bina Anak Islam Krapyak) Yogyakarta
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang terjadi di SDIT BAIK Krapyak yaitu siswa yang banyak hafalannya namun belum tentu mengetahui tulisan yang dihafalkannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengimplementasikan media puzzle dalam evaluasi hafalan kelas V di SDIT Baik Krapyak. Selain itu juga peneliti ingin mengetahui keefektivan media puzzle yang digunakan sebagai media evaluasi hafalan Al-Qur’an.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersumber dari satu orang guru tahfidz, dan satu orang koordinator guru tahfidz. Teknik pengumpulan data dikumpulkan melalui observasi, pengamatan secara langsung, dokumentasi dan wawancara. Adapun teknik analis data dilakukan melalui, reduksi data, penyajian data, dan penarikan keimpulan. Untuk menguji keabsahan data, maka dilakukan pengamatan secara terus menerus.
Hasil penelitian ini diperoleh melalui beberapa tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi penggunaan media puzzle dalam meningkatkan kualitas hafalan siswa. Pertama, pada tahap perencanaan sudah tersusun baik, dibuktikan dengan adanya persiapan guru sebelum melakukan pembelajaran dalam penggunaan media puzzle. Kedua, pada tahap pelaksanaan penggunaan media puzzle dapat terlaksana dengan baik yang dilakukan perkelompok dan indivudu dengan tujuan untuk mencapai kualitas hafalan siswa. Ketiga, pada tahap ini setiap siswa diukur melalui hasil evaluasi yang telah dilakukan oleh guru melalui tes evaluasi dalam menyusun media puzzle
Assessment of medication-related liver and kidney impairment in admitted patients in Depok, Indonesia: an observational study employing the Naranjo algorithm
Liver and kidney impairment caused by medications represents serious side effects that may extend hospital stays and increase the risk of patient death. Implementing strategies to recognize, document, and analyze cases of patient harm related to drug use is crucial for medicines optimization. This study aimed to evaluate the prevalence of medication-related liver and kidney impairment among hospitalized patients, while also identifying the specific medication categories implicated. A retrospective review of patient records was conducted at Universitas Indonesia Hospital (Depok, Indonesia), focusing on adult patients diagnosed with liver or kidney impairment during their 2021 hospital admission. The Naranjo algorithm was applied to assess the likelihood that these injuries were caused by medications. Among the 4,273 admitted patients, it was found that 1.01% experienced medication-related liver impairment (MRLI), while 0.77% experienced medication-related kidney impairment (MRKI). The most common medications associated with liver impairment were antibiotics (31.58%), cardiovascular medications (24.21%), pain relievers (14.74%), anti-ulcer medications (11.58%), antiviral medications (8.42%), antiemetics (8.42%), and antidiabetic medications (1.05%). In contrast, kidney disease was primarily linked to diuretics (29.76%), antibiotics (21.43%), ACE inhibitors/ARBs (21.43%), antiviral medications (9.52%), and NSAIDs (7.14%). Importantly, there was no statistically significant correlation between the occurrence of MRLI or MRKI and factors such as gender, age, body mass index (BMI), or the presence of other health conditions (p > 0.05). These findings underscore the need for heightened awareness regarding the potential for medication-related impairments in hospitalized patients and suggest that careful monitoring of medication use is essential to mitigate these risks
Cross-resistance to antibiotics of Escherichia coli in the inpatient installation of general regional hospital “X” Bali, Indonesia
Escherichia coli (E. coli) is a critical-priority group of Multidrug-resistant (MDR) bacteria and its spread can occur in hospital inpatient settings. Several studies showed that antibiotics consumption for inpatients can cause E. coli resistance to other antibiotics called cross-resistance. The aim of this study to determine the cross-resistance in E. coli to antibiotics in the inpatient installation of the regional general hospital "X" in Bali, Indonesia.This study was a non-experimental ecological study that utilized retrospective data from the inpatient installation databases at general hospital "X" in Bali, Indonesia. The independent variable is the antibiotics consumption defined as defined daily doses/100 bed-days and the dependent variable is the percentage of E. coli resistance during 2017-2020. To examine the presence of cross-resistance in E. coli, an analysis of the correlation between antibiotic usage and the percentage of E. coli resistance to different antibiotics will be performed. The Pearson correlation tests were used to analyze the correlation between the level of antibiotic consumption and the percentage of E. coli resistance to antibiotics. The results indicated a significant correlation between tetracycline consumption and increased resistance of E. coli to both meropenem and piperacillin-tazobactam (r=0.8-1.0; p<0.05). This showed that there is cross-resistance in E. coli. Tetracycline significantly correlates with increased E. coli resistance to meropenem and piperacillin-tazobactam. This suggests that the level of use of one antibiotic can influence E. coli's resistance to other antibiotics
Analisis Gaya Bahasa dalam Antologi Ad-Dumū’u Wal Ibtisāmāt Karya Kahlil Gibran (Kajian Stilistika)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan gaya bahasa dalam Antologi Ad dumū’u wal Ibtisaamat karya Kahlil Gibran yang meliputi berbagai bentuk figuratif seperti metafora, simile, paradoks, antitesis, hiperbola, beserta gaya pengulangan. Selain itu penelitian ini juga mengkaji nilai dan pesan moral yang termuat dalam puisi-puisi Kahlil Gibran.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur. Objek sumber data berasal dari naskah asli puisi Kahlil Gibran dalam buku Ad dumū’u wal Ibtisaamat yang diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia, serta berbagai referensi pendukung berupa jurnal ilmiah, artikel, dan buku. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teori stilistika dari Gorys Keraf untuk mengidentifikasi macam-macam bentuk gaya bahasa dan teori Wayne C Booth untuk menginterpretasi nilai moral yang tersirat dalam naskah tersebut.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat berbagai macam gaya bahasa yang terdeteksi diantaranya adalah penggunaan gaya bahasa Metafora, Simile, Personifikasi, Hiperbola, Simbolisme, Paralelisme, Repetisi, Antitesis. Gaya tersebut membentuk rangkaian struktur puisi yang mempunyai nilai seni yang khas dan mengandung esensi yang mendalam. Kahlil Gibran secara konsisten menggunakan gaya bahasa untuk memperkaya estetika puisinya serta memperdalam makna yang disampaikan. Frasa tersebut mampu menciptakan karakter yang khas terutama dalam tema-tema universal seperti kehidupan, cinta, kematian dan kebebasan. Pesan moral yang tertafsir melalui pendekatan teori Booth seperti pemahaman mendalam tentang kematian, kehidupan, kebebasan, eksistensi, cinta kasih, rasa syukur, bahagia, dan keindahan alam. Amanat moral ini mengarahkan kita pada pandangan hidup yang lebih luas dan terbuka. Sehingga puisi Gibran dapat berperan sebagai sarana etis bagi pembaca untuk merenungkan kembali nilai-nilai kehidupan
Pemanfaatan Film Berbahasa Arab sebagai Media Pembelajaran Bahasa Arab di MI Ma’arif Sambeng III Yogyakarta
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek bagaimana film berbahasa Arab
dimanfaatkan sebagai media pembelajaran dan bagaimana persepsi siswa kelas V
terhadap pemanfaatan film berbahasa Arab sebagai media pembelajaran bahasa
Arab di MI Ma’arif Sambang III Yogyakarta.
Jenis penelitian yang digunakan peneliti yaitu menggunakan penelitian
Kuantitatif Deskriptif, dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini
didapat melalui pertanyaan-pertanyaan yang diajukan menggunakan kuesioner
yang disebar secara langsung kepada siswa kelas V, adapun populasi siswa/i MI
Ma’arif Sambeng III pada penelitian ini berjumlah 115, dan sampel yang peneliti
ambil sejumlah 23 siswa dari kelas V, kemudian dilakukan wawancara kepada
guru/pengajar bahasa Arab di MI Ma’arif Sambeng III Yogyakarta.
Hasil penelitian ini adalah tentang pemanfaatan film berbahasa Arab
sebagai media pembelajaran bahasa Arab di MI Ma’arif Sambeng III Yogyakarta,
terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa dalam pembelajaran
bahasa Arab. Media ini mampu membuat pelajar lebih interaktif, mengurangi
kejenuhan dan meningkatkan minat belajar di MI Ma’arif Sambeng III
Yogyakarta. Penelitian ini dapat ditinjau berdasarkan persepsi siswa terhadap
pemanfaatan film berbahasa Arab sebagai media pembelajaran bahasa Arab yang
sangat positif, sebagian besar siswa kelas V merasa lebih termotivasi untuk belajar
bahasa Arab dan menganggap bahwa metode ini lebih menyenangkan
dibandingkan metode sebelumnya. Dalam hal ini pemanfaatan film berbahasa
Arab dapat menjadi referensi guru pengajar bahasa Arab untuk dapat diterapkan
sebagai metode pembelajaran bahasa Arab
Keefektifan Bimbingan Kelompok Teknik Role Playing untuk Meningkatkan Self Efficacy Siswa Kelas IX SMPN 1 Godean
Self Efficacy merupakan keyakinan individu terhadap kemampuan dirinya dalam menyelesaikan tugas atau menghadapi tantangan tertentu. Self Efficacy memegang peran penting dalam keberhasilan peserta didik. Dimana idealnya peserta didik memiliki Self Efficacy yang tinggi agar peserta didik dapat memahami kemampuan dirinya dan mampu menghadapi tantangan yang ada, namun dalam kenyataan di lapangan menunjukkan beberapa peserta didik yang menunjukkan perilaku Self Efficacy yang rendah, yaitu adanya peserta didik yang menghindari tugas yang sulit, kurangnya komitmen terhadap tujuan, membolos Pelajaran yang dirasa peserta didik sulit, dan ketidaktahuan peserta didik dengan potensi dirinya. Kondisi-kondisi yang telah di paparkan di atas tentu saja menandakan bahwa kondisi realita yang ada tidak sejalan dengan kondisi ideal. Permasalahan Self Efficacy yang rendah pada peserta didik perlu menjadi perhatian berbagai pihak termasuk dalam ranah Pendidikan, dalam hal ini guru BK menjadi fasilitator utama yang berperan untuk mengatasi Self Efficacy yang rendah. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan bimbingan kelompok Teknik Role Playing efektif untuk meningkatkan Self Efficacy siswa kelas IX SMP Negeri 1 Godean.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Godean dengan subjek penelitian 8 peserta didik. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling, dan pengumpulan data menggunakan instrument skala Self Efficacy yang sudah teruji validitas dan reliabilitasnya. Dari hasil uji validitas menggunakan SPSS 22 menyatakan bahwa 25 item dinyatakan valid, sedangkan hasil uji reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach menghasilkan nilai 0.927 yang menunjukkan bahwa skala Self Efficacy Reliabel. Penelitian ini melaksanakan uji hipotesis menggunakan Teknik Paired sample t-test di peroleh nilai sig. (2-tailed) sebesar 0.030 < (0.05) dan dinyatakan Ho di tolak dan Ha diterima. Sehingga disimpulkan bahwa Bimbingan Kelompok Teknik Role Playing efektif dalam meningkatkan Self Efficacy siswa.
Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa bimbingan kelompok Teknik Role Playing efektif dalam meningkatkan Self Efficacy siswa. Melalui bimbingan kelompok ini, peserta didik dapat belajar mengenai berbagai peran dalam situasi yang mirip dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini akan membantu peserta didik mengatasi ketakutan dan lebih yakin terhadap kemampuan dirinya. Kemudian kerja sama dan dukungan dari teman selama sesi bimbingan kelompok juga membantu meningkatkan keyakinan diri peserta didik
Pengaruh Persepsi Harga, Citra Merek dan Kepuasan Pelanggan terhadap Minat Beli Ulang pada Toko Online Nadira Hijab Yogyakarta
Nadira Hijab adalah toko muslimah fashion yang sangat populer di Daerah Istimewa Yogyakarta. toko ini menawarkan harga yang sangat terjangkau untuk remaja dan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Persepsi Harga, Citra Merek dan Kepuasan Pelanggan terhadap Minat Beli Ulang pada toko online Nadira Hijab Yogyakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang pernah melakukan pembelian produk lebih dari 1 kali berusia minimal 17 tahun keatas. Jumlah sampel yang dipilih dalam penelitian ini yaitu sebanyak 105 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan NonProbability Sampling dengan jenis Purposive Sampling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, sumber data yang digunakan adalah primer. Teknik pengumpulan data dengan menyebarkan kuesioner melalui Google Form. Analisis data ialah uji hipotesis (uji t) dengan pengolahan data menggunakan program Sofware SPSS (Statistic Package for the Social Sciences) versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persepsi harga berpengaruh signifikan dan positif terhadap minat beli ulang pada toko online nadira hijab yogyakarta. Citra Merek berpengaruh signifikan dan positif terhadap minat beli ulang pada toko online nadira hijab yogyakarta. Kepuasan Pelanggan berpengaruh signifikan dan positif terhadap minat beli ulang pada toko online nadira hijab yogyakarta
Peran Manajemen Kelas Tahsin Bersanad pada Pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an di SD Madya Ambulu
Data Kementerian Agama yang diperkuat oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) menyebutkan bahwa 65% umat Islam di Indonesia masih belum bisa membaca Alquran, dan adanya temuan menarik yang diperoleh PPPA Daarul Qur'an Provinsi DI Yogyakarta bersama BAZNAS RI dalam melakukan assessment tentang Sertifikasi Kompetensi Guru Alquran, dengan sampel 67 guru di Jateng, Jatim, dan Yogyakarta, yang tersebar dari program pendidikan Alquran di TPA, Pesantren, dan Rumah Tahfidz, didapatkan keterangan bahwa tingkat kelulusan mencapai 38,8%. Dari 25 unit kompetensi yang di-assessment, ada 14 unit kompetensi yang menjadi faktor ketidaklulusan, sehingga kesimpulannya, dikatakan bahwa Indonesia kekurangan guru mengaji bersertifikasi dan bersanad. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dilakukan di SD Madya Ambulu, yang secara khusus merupakan lembaga yang menjadi pelopor pengadaan pembelajaran BTA dan kelas tahfizh di Sekolah Dasar Tingkat se-kecamatan Ambulu. Berdasarkan hasil evaluasi oleh para guru pembimbing pasca corona, menunjukkan jika kualitas perkembangan bacaan siswa menunjukkan penurunan yang di sinyalir oleh adanya faktor penghambat dalam manajemen kelas yang ada sebelumnya, sehingga selanjutnya perlu di ubah. Maka itu penelitian ini bertujuan untuk menganilisis peran manajemen kelas tahsin bersanad dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Baca Tulis Alquran SD Madya Ambulu. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah temuan faktor pendukung dan penghambat dalam upaya memperbaiki bacaan Alquran siswa di SD Madya Ambulu melalui manajemen kelas tahsin bersanad. Guru berperan dalam alur pengelolaan kelas beserta pembelajarannya, dalam hal persiapan yang meliputi perencanaan, media, dan metodenya, juga pelaksanaan, pengawasan, serta penutup yang meliputi evaluasi dan refleksinya. Di dukung dengan artikel jurnal penelitian, juga buku-buku yang selaras dengan penelitian melahirkan kajian-kajian teori. Dengan standar muatan pembelajaran tahsin bersanad riwayat Imam Hafsh dari qiraat Imam Ashim Al-Kufi dari thariqah Imam Asy-Syathibiyah dalam manajamen kelasnya menjadikan penelitian ini penelitian yang baru, sebagai referensi, motivasi, dan solusi dalam upaya meningkatkan kualitas bacaan Alquran yang bersambung ke Rasuulullaah
Perancangan Gamified User Interface Aplikasi Belajar Mengaji Menggunakan Player Centered Design Studi Kasus Pesantren Mushola Adz-Dzikro Nalen Yogyakarta
Belajar mengaji merupakan kegiatan mempelajari cara membaca Al-Qur'an. Iqra salah satu metode belajar mengaji. Minat belajar mengaji pada anak-anak menjadi tantangan pada Pesantren Mushola Adz-Dzikro Nalen Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain prototype aplikasi pembelajaran menerapkan gamifikasi untuk meningkatkan minat dan efektivitas pembelajaran Al-Qur'an. Menggunakan metode player-centered design, aplikasi ini dirancang dengan fitur-fitur interaktif seperti hadiah, poin, level, papan peringkat, dan tantangan. Fitur-fitur tersebut diharapkan dapat meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan efektivitas belajar pengguna.
Proses perancangan aplikasi melibatkan lima tahap: understand player, understand mission, understand motivation, apply game mechanics, dan manage, measure, monitoring. Tahap understand player dilakukan melalui observasi dan wawancara untuk memahami kebutuhan, preferensi, dan gaya belajar pengguna. Hasil tahap ini kemudian digunakan sebagai dasar dalam merancang fitur dan penerapan mekanisme game yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
Hasil pengujian prototipe menunjukkan tingkat efektivitas sebesar 79%, efisiensi sebesar 94%, dan kepuasan pengguna sebesar 95%. Hal ini membuktikan bahwa penerapan gamifikasi dengan fitur-fitur yang dirancang secara khusus dapat meningkatkan minat belajar, efektivitas pembelajaran, dan kepuasan pengguna. Aplikasi ini juga dapat menjadi solusi alternatif dalam mengatasi keterbatasan waktu dalam belajar Al-Qur'an
Komunikasi Interpersonal Orang Tua dan Anak Korban Kekerasan Seksual (Studi Kasus pada Anak Penyintas Kekerasan Seksual di Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi Tahun 2024)
Penelitian ini berfokus pada komunikasi interpersonal antara orang tua dan anak penyintas kekerasan seksual di Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi. Penelitian ini didasari oleh meningkatnya kasus kekerasan seksual terhadap anak, yang memerlukan perhatian khusus dalam proses pemulihan. Dalam konteks ini, komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak menjadi sangat penting untuk mendukung proses pemulihan anak dari trauma yang dialami. Sehingga isu yang dapat diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana komunikasi interpersonal orang tua dan anak penyintas kekerasan seksual di Kecamatan Tambun Selatan. Dan bertujuan untuk mengetahui komunikasi interpersonal orang tua dan anak penyintas kekerasan seksual.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilaksanakan di Kecamatan Tambun Selatan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menerapkan teori Penetrasi Sosial yang dikembangkan oleh Irwin Altman & Dalmas Taylor.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang terbuka, empatik, dan mendukung dari orang tua sangat berpengaruh dalam membantu korban dalam memulihkan diri secara emosional dan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa orang tua yang proaktif dalam berkomunikasi dapat menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi anak anak mereka, sedangkan pola komunikasi yang pasif dapat meningkatkan risiko bagi korban terhadap kekerasan seksual. Oleh karena itu disarankan agar orang tua lebih aktif dalam menjalin komunikasi interpersonal yang sehat dan mendukung proses pemulihan anak