10023 research outputs found
Sort by
Analisis Pelaksanaan Sholat Dhuha dalam Meningkatkan Karakter Religius Siswa di SMK Muhammadiyah Karangmojo Gunungkidul
Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kesadaran dan disiplin siswa dalam melaksanakan sholat dhuha, meskipun sekolah telah menerapkan kebijakan pembiasaan sholat dhuha sebagai bagian dari pembentukan karakter religius.Banyak siswa yang tidak mengikuti sholat dhuha dengan berbagai alasan, bahkan beberapa dari mereka yang mengikuti masih perlu diawasi atau dipaksa. Selain itu, terdapat siswa yang belum hafal bacaan sholat, yang menunjukkan masih lemahnya pemahaman dan kesadaran mereka terhadap ibadah ini. Fenomena ini bertentangan dengan visi SMK Muhammadiyah Karangmojo yang ingin menciptakan sumber daya manusia yang religius, unggul, dan berjiwa wirausaha. Secara ideal, pembiasaan ini seharusnya dapat menanamkan nilai-nilai religius seperti kedisiplinan dan rasa tanggung jawab dalam diri siswa.
Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, display data, dan verifikasi data. Untuk menguji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan metode dengan bahan referensi. Berdasarkan analisis data disimpulkan bahwa pelaksanaan Sholat Dhuha an program 5S di SMK Muhammadiyah Karangmojo secara signifikan berkontribusi dalam membentuk karakter religius siswa. Mayoritas siswa menjadi lebih disiplin dalam beribadah dan menunjukkan peningkatan dalam nilai-nilai ketaqwaan serta spiritualitas.
Guru Ismuba berperan aktif dalam mengingatkan, mengajak, dan memonitoring siswa-siswi untuk melaksanakan sholat dhuha setiap hari. Mereka berusaha menanamkan nilai-nilai ketaatan dalam beribadah guna memperkokoh keimanan siswa. Selain itu, guru juga memberikan evaluasi dan relaksasi bagi siswa yang kurang sadar akan pentingnya ibadah, misalnya dengan mengisi kultum setelah sholat dhuha atau dzuhur. Faktor Pendukung kesadaran siswa-siswi dalam menjalankan ibadah, sedangkan faktor penghambat adalah circle pergaulan, latar belakang sekolah yang berbeda dan kurangnya rasa kesadaran beribadah
Integration of Pixy2 Camera Sensor and Coordinate Transformation for Automatic Color-Based Implementation of a Pick-and-Place Arm Robot
Technology related to robotics has developed rapidly in recent years. In manufacturing production lines, an industrial pick-and-place robot is used to efficiently move objects from one location to another. In most approaches, this robot automates the repetitive task from one exact start position. However, the task of collecting objects from various positions in the robot workspace still introduces challenges in terms of object positional detection and movement accuracy. In this paper, an arm robot system equipped with automatic color-based object recognition and position control was proposed. The robot was able to detect multiple target object positions automatically without any need to plan a fixed movement beforehand. In the construction of the experiment platform, a Pixy2 camera sensor with color recognition ability was integrated into a 4-DoF Dobot Magician arm robot. Furthermore, a coordinate transformation was derived and implemented to achieve an accurate positional robot movement. The coordinate transformation performed a mapping from the Camera Coordinate System (CCS), which was initialized from image pixel values to the Robot Coordinate System (RCS), which was finalized to the robot’s actuator input signals. Prior to the implementation, the robot underwent a color calibration and position calibration. Thereafter, a set of color signatures was obtained and any object position in the camera’s field of view can be matched with any end-effector position in the robot’s workspace. Three experiment setups were conducted to evaluate the proposed system. Limited to one lighting condition, the robot was commanded to pick-and-place objects based on the criteria of all 3 colors, 1 specific color, and 2 specific colors. The robot performed perfectly to pick and place the objects, achieving a 100% success rate in terms of object color detection and pick-and-place. The positive results encouraged further investigation in different actuator actions and greater work areas
Prediction of Purchase Volume Coffee Shops in Surabaya Using Catboost with Leave-One-Out Cross Validation
Indonesia's coffee consumption grew from 265,000 tons in 2015 to 294,000 tons in 2020. Averaging 2% annual growth with a projected 368,000 tons by 2024. One of the coffee businesses is coffee shops, Coffee shop businesses often struggle to attract customers quickly, risking low purchase volume within their first five years. In their first year, challenges include management, company size, service quality, and customer preferences. This study adopts a quantitative approach and new solutions to develop a purchase prediction application based on machine learning and strategy to enhance purchase volumes for three coffee shops in Surabaya. It utilizes CatBoost, with LightGBM as a comparison, across multiple coffee shop locations. LOOCV (Leave-One-Out Cross-Validation) is used in this model to address research limitations, such as data overfitting and biases, while enhancing evaluation accuracy. As a result, the study established CatBoost as the superior model for purchase prediction, providing insights and practical applications in business forecasting. The Catboost model achieved an MAE of 0.91 and MAPE of 15%, outperforming LightGBM’s MAE of 1.13 and MAPE of 18%. These results confirmed CatBoost’s effectiveness for the coffee shop industry with good accuracy. This research also contributes to helping coffee shop owners in Surabaya understand market characteristics, such as the most profitable coffee types and high-customer-density locations. Additionally, it aids in optimizing purchase volume to leverage profit by developing new strategies based on prediction result. In conclusion, CatBoost accurately predicts purchase volume, helping coffee shops identify target markets and refine strategies based on customer preferences
Laporan Praktik Magang Penerapan Trouble Shooting Dan Maintenance Sistem It (It Support) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magetan
Perkembangan teknologi informasi yang pesat menuntut instansi pemerintah untuk memiliki sistem IT yang andal dalam mendukung pelayanan publik. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magetan sebagai lembaga pemerintah daerah sangat bergantung pada infrastruktur IT dalam menjalankan tugas dan fungsinya, namun kerap menghadapi permasalahan teknis yang dapat menghambat efektivitas kerja. Praktik magang ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung dalam menangani troubleshooting dan maintenance sistem IT di lingkungan instansi pemerintah.
Metode pelaksanaan magang meliputi tiga tahapan utama: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahapan persiapan mencakup koordinasi administrasi dan penyusunan rencana kerja. Tahapan pelaksanaan dilakukan selama 14 minggu dengan fokus pada pengenalan sistem IT, troubleshooting masalah konektivitas jaringan dan aplikasi desktop, setup perangkat untuk kegiatan kantor, optimalisasi kinerja komputer, implementasi sistem backup dan keamanan jaringan, serta pembuatan dokumentasi SOP IT. Tahapan evaluasi dilakukan melalui monitoring harian dan penilaian akhir oleh pembimbing lapangan.
Hasil pelaksanaan magang menunjukkan tercapainya seluruh target kegiatan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Kontribusi utama meliputi: pembuatan database inventaris perangkat IT, penyusunan panduan troubleshooting IT dasar untuk 25 jenis masalah umum, penyelesaian berbagai kasus troubleshooting seperti masalah konektivitas jaringan pada 6 komputer dan perbaikan aplikasi SIMBI yang mengalami Runtime Error 339, optimalisasi performa komputer dengan peningkatan waktu booting dari 8 menit menjadi 2 menit, implementasi sistem backup berlapis menggunakan Cobian Backup, dan setup sistem keamanan jaringan menggunakan pfSense firewall. Kendala yang dihadapi seperti keterbatasan ruang penyimpanan, masalah kompatibilitas driver, dan kurangnya dokumentasi standar berhasil diatasi melalui optimalisasi sistem, update driver, dan penyusunan SOP.
Praktik magang ini memberikan pengalaman berharga dalam menghadapi permasalahan IT nyata di instansi pemerintah dan berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan sistem IT melalui troubleshooting, maintenance, dan dokumentasi yang sistematis.
Kata kunci: troubleshooting, maintenance, sistem IT, instansi pemerintah, optimalisas
From Tradition to Technology: Rethinking Mathematics Education through Ethnomathematics in Indonesia
Analisis Penerapan Prinsip Safeguard dalam Kasus Gugatan Uni Eropa terhadap Indonesia pada Sengketa Nikel
Peran Indonesia dalam perdagangan internasional, terutama dalam sektor nikel, mencerminkan keterlibatan aktifnya sebagai anggota World Trade Organization (WTO). Kesadaran akan pentingnya perdagangan internasional sebagai kunci pertumbuhan ekonomi tercermin dalam pemanfaatan sumber daya alam nikel sebagai sumber daya unggulan strategis. Meski demikian, dinamika perdagangan nikel menjadi kompleks akibat kebijakan kontroversial penghentian ekspor bijih nikel oleh Indonesia. Keputusan ini memicu respon Uni Eropa, yang menggugat Indonesia di tingkat internasional. Indonesia dapat mengambil tindakan preventif dengan menerapkan safeguard, seperti peningkatan tarif bea masuk atau pembatasan kuota impor sesuai dengan aturan WTO. Sebagai langkah alternatif, Indonesia dapat mempertimbangkan untuk menerapkan prinsip safeguard untuk melindungi sektor nikel domestik tanpa melanggar kewajiban WTO. Solusi alternatif ini dapat mengacu pada pengalaman Uni Eropa dalam menangani kasus serupa. Analisis mengenai implikasi gugatan Uni Eropa terhadap perdagangan nikel Indonesia menjadi fokus penting, dengan perhatian khusus pada penerapan prinsip safeguard. Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan menganalisis undang-undang terkait sengketa nikel antara Uni Eropa dan Indonesia. Selain itu dengan merujuk pada putusan terkait gugatan Uni Eropa, penelitian ini menerapkan analisis literatur hukum untuk memahami perbedaan regulasi hukum Indonesia dengan perdagangan internasional, terutama terkait prinsip safeguard. Penelitian ini menghasilkan rekomendasi untuk meningkatkan kejelasan dan kepastian hukum dalam penyelesaian sengketa nikel, dengan fokus pada perbaikan kebijakan dan regulasi hukum yang sesuai dengan norma-norma perdagangan internasional