Universitas Ahmad Dahlan

Universitas Ahmad Dahlan Repository
Not a member yet
    10023 research outputs found

    Analisis Yuridis Metode Omnibus dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan Ditinjau dari Sistem Hukum Indonesia

    No full text
    Tujuan penelitian dalam penelitian ini ada 2 (dua) yaitu; Pertama, untuk mengetahui apa yang melatarbelakangi penerapan metode omnibus didalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2022 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan; Kedua, untuk memahami proses pembentukan peraturan perundang-undangan dengan metode omnibus di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian hukum normatif (studi kepustakaan), yang mana penelitian hukum normatif mengacu pada penelitian yang berdasarkan pada peraturan perundang-undangan, teori hukum, buku, jurnal, serta putusan pengadilan. Hasil dari penelitian yang dilakukan yaitu, bahwa lahirnya metode omnibus dalam pembentukan peraturan perundang-undangan menjadi cahaya baru dalam pembentukan hukum Indonesia dewasa ini. Dengan disampaikannya dalam pidato oleh presiden Republik Indonesia ke-7 yaitu Joko Widodo dalam sidang paripurna Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia yang menyampaikan bahwa perlu adanya metode baru dalam pembentukan peraturan perundang-undangan yang dapat menampung banyak materi sekaligus, sehingga itulah dikenal secara luasmya metode omnibus. metode omnibus sebagai metode dalam pembentukan undang-undang merupakan suatu hal yang baik apabila diterapkan sesuai dengan pedoman pembentukan peraturan perundang-undangan, mengingat bahwa metode omnibus merupakan metode yang dapat menampung berbagai materi didalam satu undang-undang sekaligus, sehingga dapat memudahkan pembentukan undang-undang menjadi lebih cepat juga biaya yang murah. Metode omnibus yang digunakan sebagai metode pembentukan peraturan perundang-undangan dewasa ini masih terdapat beberapa persoalan dan problematika dalam penerapannya di Indonesia, yang mana tidak adanya pembatasan undang-undang yang dibentuk. Kapan pembentukan undang-undang dengan menggunakan metode omnibus dan kapan pembentukan undang-undang dengan cara biasa (single subjek rule), sehingga dalam penerapannya belum terlalu rinci dan mendetail terkait aturan yang ada dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2022 Tentang Perubahan Atas Kedua Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan

    Pengaruh Pendapatan, Gaya Hidup, dan Penggunaan Uang Elektronik (E-Money) terhadap Perilaku Konsumtif (Studi Kasus pada Karyawan PT Mustika Sembuluh 1)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Pendapatan, Gaya Hidup, Penggunaan Uang Elektronik (E-Money) Terhadap Perilaku Konsumtif (Studi Kasus Pada Karyawan PT Mustika Sembuluh 1). Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan yang bekerja di PT Mustika Sembuluh 1, yaitu berjumlah 957 karyawan. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari karyawan PT Mustika Sembuluh 1 yang berjumlah 120 orang. Penggambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini berupa pendekatan kuantitatif dan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan penyebaran kuesioner berupa google form. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan SPSS versi 20. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pendapatan (X1) berpengaruh signifikan dan positif terhadap Perilaku Konsumtif (Y), Gaya Hidup (X2) berpengaruh signifikan dan positif terhadap Perilaku Konsumtif (Y), dan Uang Elektronik (X3) berpengaruh signifikan dan positif terhadap Perilaku Konsumtif (Y)

    Analisis Gerakan Literasi Sekolah pada Kegiatan Kampus Mengajar Angkatan 6 pada Peserta Didik Kelas 5 di SD Negeri Wonolelo

    No full text
    Gerakan Literasi Sekolah merupakan suatu upaya kerjasama pemerintah dan sekolah Gerakan Literasi Sekolah merupakan inisiatif kolaboratif antara pemerintah dan institusi pendidikan untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa di Indonesia. Dalam hal ini, pemerintah meluncurkan kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, termasuk program Kampus Mengajar bagi mahasiswa, yang bertujuan untuk meningkatkan literasi di sekolah-sekolah dengan tingkat literasi rendah, terutama di daerah 3T (Terdepan, Terpencil, dan Terpelosok).. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah pasa peserta didik kelas 5 yang diadakan oleh mahasiswa Kampus Mengajar angkatan 6 di SD Negeri Wonolelo, lalu point yang menjadi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas 5, dua mahasiswa dari Kampus Mengajar Angkatan 6, dan tiga siswa kelas 5. Fokus penelitian adalah program Gerakan Literasi Sekolah di kelas 5 SD Negeri Wonolelo selama pelaksanaan Kampus Mengajar Angkatan 6. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Keabsahan data penelitian menggunakan triangulasi sumber yaitu subjek penelitian dan triangulasi data yaitu melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Peserta didik yang tadinya mempunyai nilai AKM literasi 58%,setelah dilakukannya program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SD Negeri Wonolelo mengalami peningkatan nilai AKM literasi 65%, dengan kenaikan 7%. Peningkatan ini dipicu kegiatan yang inovasi seperti kunjungan perpustakaan, pojok baca, pelestarian lingkungan, Ecoprint, dan pembuatan poster edukasi serta teknologi adaptif melalui media audio visual, seperti video edukasi, membantu siswa memahami dan mengingat informasi. (2) Konsep kegiatan Gerakan Literasi Sekolah yang baik, didukung oleh dukungan emosional dan fasilitas sekolah, menjadi faktor pendukung keberhasilannya. (3) Jadwal yang bersamaan antara kuliah mahasiswa dan kegiatan di sekolah, serta fasilitas yang belum semuannya meadi dan dapat digunakan menjadi faktor penghambat dalam pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah oleh mahasiswa Kampus Mengajar di SD Negeri Wonolelo

    Comparative trends and effectiveness of amlodipine and nifedipine as oral antihypertensives in preeclampsia management

    No full text
    The use of amlodipine in preeclampsia remains limited as it is not a treatment option officially. Whereas amlodipine's long half-life allows less frequent dosing in preeclampsia patients, potentially improving preeclampsia treatment more efficiently compared to nifedipine (standard medicine). Ensuring the effectiveness of amlodipine for preeclampsia is essential for optimizing delivery outcomes, in addition to efficiency aspects. However, the effectiveness study of amlodipine in preeclampsia patients is still not definitively known. This study aims to determine the prescription trends and effectiveness of amlodipine as an antihypertensive in preeclampsia. The study used a cross-sectional approach conducted at a one of the secondary healthcare facilities in Tasikmalaya, utilizing medical records from January 2019 to December 2023. The data were analyzed using Chi-Square test to determine the trends using and effectiveness of amlodipine compared to nifedipine in controlling blood pressure in preeclampsia. The study shows that the trends using of amlodipine in preeclampsia is decreasing over the past 5 years (2019 to 2023). This phenomenon may be influenced by limited evidence, established clinical practice guidelines, and priority of drug use. There was no significant difference in effectiveness of amlodipine compared to nifedipine in single therapy (p= 0.698) or dual therapy (p=0.1). Furthermore, the study found that amlodipine and nifedipine exhibited comparable effectiveness in controlling blood pressure in preeclampsia. Therefore, amlodipine may be considered as an alternative antihypertensive option for controlling blood pressure in preeclampsia

    Konflik Sosial Palestina selama Peristiwa Nakba dalam Film Farha

    No full text
    Film Farha merupakan film yang berlatar belakang di Palestina. Film ini digarap oleh sutradara asal Yordania, Darin J Sallam yang dirilis pada salah satu media steaming Netflix tahun 2021. Film tersebut berdasarkan peristiwa Nakba yang terjadi pada tahun 1948. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana keadaan masyarakat Palestina selama peristiwa Nakba dalam film Farha, dan bentuk-bentuk konflik sosial apa saja yang terjadi dalam film Farha, serta menjelaskan bagaimana dampak dari konflik sosial dalam film Farha. Metode penelitian sebagai pendekatan analisis adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan yaitu studi literatur dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Sumber data dalam penelitian ini yaitu film Farha dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penelitian ini, serta teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan metode menyimak dan mencatat. Penelitian ini menggunakan teori konflik sosial yang dikemukakan oleh Lewis A Coser. Hasil temuan dari penelitian ini menunjukkan keadaan masyarakat yang meliputi: (1) Peran Perempuan dan Pendidikan, (2) Komunitas dan Tradisi yang Erat, (3) Kekerasan dan Pengungsian. Adapun bentuk-bentuk dari konflik sosial yang terdapat dalam penelitian ini terbagi menjadi dua bagian yaitu bentuk konflik realistis dan Non-realistis. serta dampak yang terjadi di Palestina saat peristiwa Nakba yang meliputi: (1) Dampak Individu pada Trauma Psikologis dan Emosional, dan (2) Dampak Komunitas pada Disintegritas pada Pengungsian yang dialami oleh keluarga, masyarakat terkhususnya Farha

    Pengaruh Keharmonisan Keluarga terhadap Religiositas Siswa SMK Muhammadiyah Cangkringan Yogyakarta Kelas XI

    No full text
    Chindi Meliyana (2100031114), Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta. Religiositas merupakan salah satu indikator keberhasilan Pendidikan Agama Islam yang dipengaruhi oleh lingkungan sekolah dan pola asuh orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh keharmonisan keluarga terhadap tingkat religiositas siswa di SMK Muhammadiyah Cangkringan Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Muhammadiyah Cangkringan Yogyakarta dengan total populasi 205 siswa, dimana sampel penelitian diambil sebanyak 50 siswa menggunakan metode Arikunto, yakni 25% dari total populasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier sederhana yang diolah dengan aplikasi SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh positif antara keharmonisan keluarga dan religiositas siswa di SMK Muhammadiyah Cangkringan Yogyakarta. Hal ini dibuktikan dengan diterimanya Ha pada tingkat kepercayaan 95% dengan nilai signifikansi lebih kecil dari α 0,05. Selain itu, tingkat pengaruh keharmonisan keluarga terhadap religiositas siswa ditunjukkan oleh nilai R Square sebesar 18,9%, sementara 81,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Hasil uji regresi menunjukkan nilai p-value atau signifikansi sebesar 0,002, yang berarti terdapat pengaruh signifikan dengan nilai p-value lebih kecil dari α 0,05 pada tingkat kepercayaan 95%

    Pengaruh Religiusitas dan Dukungan Sosial terhadap Quarter Life Crisis Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan

    No full text
    Raikhan Daizona (210003193), Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Ahmad Dahlan Latar belakang dalam penelitian ini didasari oleh mahasiswa S1 Pendidikan Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan yang memiliki kecemasan akan masa depan yang berlebihan sehingga individu memiliki perasaan tidak tenang akan masa depannya, tidak maksimal dalam menyelesaikan suatu masalah sehingga mengurangi kepercayaan diri dan menghargai diri sendiri, serta memiliki emosi yang sulit untuk dikontrol. Mereka juga sulit menyesuaikan diri dengan baik di lingkungan sekitarnya. Dalam situasi ini, biasanya disebut dengan quarter life crisis. Quarter life crisis dipengaruhi oleh beberapa hal seperti religiusitas dan dukungan sosial. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Penelitian ini dilakukan di Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan dengan mengambil sampel sebanyak 227 mahasiswa dari total 553 mahasiswa. Penarikan sampel berdasarkan kaidah probability sampling dengan teknik simple random sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah religiusitas (X1) dan dukungan sosial (X2) sedangkan variabel terikatnya adalah quarter life crisis (Y). Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa kuesioner. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji regresi linier sederhana dan berganda dengan bantuan aplikasi SPSS 25 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh religiusitas (X1) terhadap quarter life crisis (Y) sebesar 32,9% pada tingkat kepercayaan 95%. Pengaruh dukungan sosial (X2) terhadap quarter life crisis (Y) sebesar 38,6% pada tingkat kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil analisis secara simultan, pengaruh religiusitas (X1) dan dukungan sosial (X2) terhadap quarter life crisis (Y) adalah sebesar 42,1% pada tingkat kepercayaan 95%

    Chemical constituents of Kecombrang

    Get PDF

    BUKU AJAR TEORI SASTRA: FEMINISME, POSKOLONIAL DAN TANTANGAN KRITIS DI ERA KONTEMPORER

    Get PDF
    tudi sastra adalah bidang yang terus berkembang dan tumbuh subur di persimpangan berbagai perspektif, teori, dan metodologi. Selama beberapa dekade, teori sastra telah menyediakan kerangka kerja kritis untuk mengkaji teks dengan cara-cara yang melampaui pembacaan tradisional. Hal itu memungkinkan para akademisi untuk menginterogasi isu-isu identitas, kekuasaan, lingkungan, dan peran pembaca (Wajiran, 2022). Buku ini bertujuan untuk menjadi panduan komprehensif untuk paradigma teoretis utama dalam sastra. Buku ini berusaha menawarkan wawasan tentang arah kritik sastra di masa lalu, sekarang, dan masa depan. Dengan mengeksplorasi luasnya Teori Feminis, Teori Queer, Teori Pascakolonial, Teori Respons Pembaca, Teori Ekokritik, Teori Sastra Komparatif, dan perdebatan kontemporer, karya ini menerangi potensi transformatif dari pendekatan-pendekatan teoritis dalam memperkaya pemahaman kita tentang teks. Teori feminis, salah satu gerakan yang paling berpengaruh dalam studi sastra, berusaha untuk mengatasi ketidakseimbangan kekuasaan dan representasi antar gender dalam sastra. Teori ini berakar pada aktivisme tokoh-tokoh seperti Mary Wollstonecraft dan Simone de Beauvoir (Khudhair, 2023). Teori Feminis menginterogasi struktur patriarki, mengeksplorasi subjektivitas perempuan, dan meneliti penggambaran perempuan dalam teks sastra. Dari karya-karya terobosan Virginia Woolf hingga kritik interseksional dari Bell Hooks, Teori Feminis terus berkembang dengan memasukkan beragam suara, menantang gagasan universalis tentang gender, dan merangkul perspektif global. Terkait erat dengan teori feminis adalah Teori Queer, sebuah kerangka kerja kritis yang muncul dari pemikiran pascastrukturalis dan aktivisme komunitas LGBTQ+. Para cendekiawan seperti Judith Butler dan Eve Kosofsky Sedgwick merevolusi studi sastra dengan meragukan gagasan-gagasan yang sudah baku tentang gender dan seksualitas (Liu, 2022). Teori Queer menantang heteronormativitas, mempertanyakan kategorisasi biner, dan menekankan keluwesan dalam identitas dan interpretasi. Penerapannya dalam sastra mengungkap narasi subversif, subteks queer yang tersembunyi, dan cara-cara di mana teks-teks tersebut memperkuat atau mengganggu ideologi seksual yang dominan. Teori pascakolonial yang dipelopori oleh para cendekiawan seperti Edward Said, Homi K. Bhabha, dan Gayatri Chakravorty Spivak, membahas dampak jangka panjang dari kolonialisme terhadap budaya, identitas, dan sastra. Melalui konsep-konsep seperti Orientalisme, mimikri, dan hibriditas, teori pascakolonial menginterogasi dinamika kekuasaan antara penjajah dan terjajah (Grzȩda, 2013). Perspektif ini sangat penting dalam menganalisis bagaimana sastra menggambarkan perpindahan budaya, perlawanan, dan reklamasi identitas pribumi. Teori pascakolonial selanjutnya bersinggungan dengan teori feminis dan queer untuk mengeksplorasi penindasan yang dialami oleh kelompok-kelompok yang terpinggirkan

    GAMBARAN PERILAKU KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PEKERJA DI PT PERTAMINA GEOTHERMAL ENERGY TBK AREA KAMOJANG

    Get PDF

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Ahmad Dahlan Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇