10023 research outputs found
Sort by
Pengaruh penambahan sari bunga rosella (Hibiscuss sabdariffa) terhadap karakteristik fisikokimia dan sensori selai lembaran albedo semangka (Citrus vulgaris schard)
Albedo buah semangka mengandung vitamin A, vitamin C dan mineral dalam jumlah yang tinggi dan berpotensi menjadi selai lembaran. Akan tetapi albedo semangka berwarna putih kehijauan dan rasa yang hambar menjadikan selai lembaran kurang menarik, penambahan sari bunga rosella bertujuan memperbaiki tampilan warna dan rasa pada selai lembaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sari bunga rosella terhadap sifat fisiokimia dan sensoris selai lembaran albedo semangka.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktor yaitu penambahan sari bunga rosella dengan konsentrasi 1%, 2%, 3% dan 4%. Pengujian yang dilakukan pada penelitian ini yaitu uji tekstur (hardness, adhesiveness, cohesiveness), warna (lightness, redness, yellowness), kadar air, kadar abu, kadar serat kasar, derajat keasaman (pH), antosianin total dan organoleptik. Pengolahan data dari penelitian ini menggunakan One Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) apabila terdapat hasil yang berbeda nyata.
Hasil penelitian menunjukkan hardness selai lembaran berkisar antara 333,73 N - 414,38 N, cohesiveness 0,58 - 0,80, adhesiveness 22,60 Nmm - 34,09 Nmm. Warna selai lembaran Lightness (*L) 39,39 - 45,66, redness (*a) (-4,10) - 5,00, yellowness (*b) 11,22 - 11,84. Kadar air selai lembaran 24,11% - 32,64%, kadar abu 0,61% - 0,76%, kadar serat kasar 1,05% - 1,23% - 1,23%, derajat keasanaman (pH) 3,14 - 3,51, antosianin total 0,46 - 1,11 dan nilai organoleptik tertinggi pada selai lembaran albedo semangka yaitu F4 (penambahan sari bunga rosella 4%). Penambahan sari bunga rosella memberikan pengaruh nyata pada nilai Lightness (*L), redness (*a), kadar air, kadar abu, derajat keasaman (pH), antosianin total, uji organoleptik deskriptif dan hedonik, namun tidak memberikan pengaruh nyata pada nilai yellowness (*b), hardness, cohesiveness, adhesiveness
The analysis of the translation technique of Indonesian-English captions at Sonobudoyo Museum
Currently, the translation process for captions in Indonesia is increasingly developing, which is the impact of the development of the English language. The researcher analyzed the translation technique of captions at the Sonobudoyo Museum in Yogyakarta. The study's objectives are to find out the technique used to translate the captions at the Sonobudoyo Museum, the most common translation technique, and the least frequently translation technique.
This study is a qualitative descriptive study. The researcher collects the data using a digital camera and mobilizes himself to the Sonobudoyo Museum. The data was taken at the Sonobudoyo Museum, from 12 September 2022 to 12 October 2022. This study applied the theory of Molina and Albir (2002) to the analysis of the captions at the Sonobudoyo Museum. This study used a content analysis technique to analyze the data.
The result of this research is that Literal Translation was used 174 times, Pure Borrowing was used 37 times, Amplification was used 25 times, Reduction was used 17 times, Established Equivalent was used 8 times, Description was used 7 times, Modulation was used 4 times, and Compensation was 3 used times. Overall, there are 275 pieces of data collected from the Sonobudoyo Museum. The research highlights the diverse range of translation strategies employed in various contexts. While the Literal Translation was the common approach and the Compensation was the least frequent translation technique that the translator employed, other techniques were also utilized to ensure effective communication, cultural adaptation, and adherence to space constraints
Analisis dan perancangan aplikasi kamus BISINDO DIY berbasis mobile menggunakan metode unified software development process
Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari pihak satu ke pihak lainnya yang pada umumnya secara lisan maupun verbal (Ane, 2017). Berbeda dengan orang normal seorang difabel tunarungu memiliki cara tersendiri dalam melakukan komunikasi yang disebabkan oleh ketidakmampuannya dalam mendengar. Tunarungu adalah seseorang yang mengalami kehilangan atau kekurangan kemampuan mendengar yang menyebabkan adanya hambatan dalam perkembangan berbahasa (Rizky, 2016). Saat ini pandangan masyarakat normal kepada penyandang difabel tunarungu masih sangatlah minim. Hal ini dikarenakan kesulitan yang dialami orang normal untuk memahami komunikasi menggunakan bahasa isyarat. Disisi lain, perkembangan teknologi yang sangat pesat saat ini memudahkan berbagai macam kegiatan salah satunya adalah memanfaatkannya sebagai penunjang kemudahan media pembelajaran. Oleh karena itu penulis mengembangkan aplikasi Isyarat Kita berbasis mobile agar memudahkan masyarakat umum maupun difabel dapat belajar menggunakan BISINDO untuk kesehariannya. Dalam penggunaannya, aplikasi ini akan menyediakan fitur input pengubah speech-to-text lalu akan menampilkan gerakan isyarat BISINDO melalui video yang diperagakan langsung oleh juru bahasa isyarat tuli. Adapun batasan masalah dalam pengembangan aplikasi pada penelitian ini adalah hanya mengimplementasikan BISINDO yang berasal dari DIY. Oleh karena itu pengembangan aplikasi ini bekerja sama langsung dengan organisasi dan komunitas tuna rungu yang ada di DIY yakni Gerakan Untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (GERAKTIN) DIY , Pusat Bahasa Isyarat Indonesia (PUSBISINDO) DIY, dan Pusat Pelayanan Juru Bahasa Isyarat (JBI) DIY
Keefektifan bimbingan kelompok dengan teknik problem solving untuk meningkatkan komunikasi interpersonal siswa SMP Muhammadiyah 5 Yogyakarta
Keterampilan siswa dalam mengembangkan komunikasi interpersonal, terkhususnya dalam konteks sekolah, menjadi penting guna memperkokoh hubungan siswa dengan rekan sebaya dan guru, serta untuk memfasilitasi pembentukan jaringan sosial yang positif dan mendukung. Pada kenyataannya komunikasi interpersonal pada sebagian siswa belum terbentuk dengan baik, salah satunya yang terjadi di SMP Muhammadiyah 5 Yogyakarta. Sebagian siswa di SMP Muhammadiyah 5 Yogyakarta kesulitan dalam memulai dan mempertahankan percakapan, serta kurangnya keterampilan mendengarkan dan menyampaikan pendapat. Oleh sebab itu, perlu upaya efektif dari guru bimbingan dan konseling dalam upaya meningkatkan komunikasi interpersonal siswa. Salah satu upaya yang dimaksudkan yakni menggunakan layanan bimbingan kelompok dengan teknik problem solving. Studi ini berfokus untuk mengetahui keefektifan bimbingan kelompok dengan teknik problem solving untuk meningkatkan komunikasi interpersonal siswa di SMP Muhammadiyah 5 Yogyakarta.
Penelitian ini merupakan riset berjenis eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dan memanfaatkan desain pre-test post test control grup desain. Subjek yang dipilih untuk riset ini adalah siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 5 Yogyakarta dengan teknik penentuan subjek yang digunakan ialah simple random sampling. Studi ini memanfaatkan skala komunikasi interpersonal sebagai instrument pengumpulan data. Uji validitas dan reliabilitas skala komunikasi interpersonal menggunakan Rasch Model dengan bantuan aplikasi Winstep. Analisis data dalam riset ini menggunakan independent sample t test dengan bantuan aplikasi SPSS.
Hasil analisis data menunjukkan nilai sig. sebesar 0,047 (<0,05). Berdasarkan temuan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa bimbingan kelompok menggunakan teknik problem solving efektif untuk meningkatkan komunikasi interpersonal siswa. Output dari riset ini dapat dijadikan referensi bagi guru bimbingan dan konseling dalam membantu siswa untuk meningkatkan komunikasi interpersonal melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik problem solving