10023 research outputs found
Sort by
Selisik relasi kuasa dalam pemberitaan project multatuli: analisis wacana kritis Norman Fairclough
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh isu dependensi media massa serta keterkaitannya sebagai alat legitimasi kekuasaan. Media massa dihadapkan pada persoalan keterlibatan atau afiliasi pihak-pihak berkepentingan yang hilirnya adalah pelanggengan atau legitimasi kekuasaan. Tujuan penelitian ini adalah menelisik relasi kuasa yang terkonstruksi dalam artikel Project Multatuli “Obituari dalam Empat Bagian: Untuk Rasdullah, Ketua Serikat Becak Jakarta”.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah artikel Project Multatuli bertajuk “Obituari dalam Empat Bagian: Untuk Rasdullah, Ketua Serikat Becak Jakarta”. Sementara, objek penelitian adalah relasi kuasa dalam tiga dimensi analisis wacana kritis Norman Fairclough. Metode dan teknik pengumpulan data adalah Simak Bebas Libat Cakap (SBLC) dengan teknik lanjutan catat, sedangkan metode dan teknik analisis data adalah padan ekstralingual dengan tiga dimensi analisis wacana kritis Norman Fairclough sebagai pisau analisisnya.
Berdasarkan hasil penelitian, analisis pada dimensi tekstual menunjukkan bahwa bahasa (gramatika) digunakan untuk membangun narasi argumentatif penceritaan pengalaman Rasdullah atas ketidakadilan yang dialaminya serta pandangan terhadap praktik kekuasaan elit yang oligarki. Dalam hal ini, bahasa merupakan manifestasi praktik kelas terdominasi dalam upaya resistansi. Analisis pada dimensi praktik kewacanaan menunjukkan derajat antar kewacanaan yang tinggi. Project Multatuli sebagai wujud perjuangan kelas terdominasi mencoba menggeser atau menggoyahkan tatanan wacana yang telah mapan. Tatanan wacana yang mapan tersebut merujuk pada produk dari praktik-praktik oleh negara etis. Publikasi (distribusi) melalui media sosial meningkatkan legitimasi media karena kemudahan aksesnya. Pada dimensi praktik sosial, terjadi praktik-praktik negara yang berorientasi kepada kepentingan elit (oligarkis) dengan mengesampingkan rakyat yang membahayakan demokrasi dan HAM. Negara dan masyarakat berada pada darurat kepentingan politis. Di sisi lain, Project Multatuli mencoba mengonstruksi kebenaran yang mendorong adanya perubahan sosial
Electric Vehicle Learning Simulator (EVLIS) Terintegrasi Industri: Prototipe untuk Meningkatkan Kesiapan Kerja Siswa SMK dalam Bidang Kendaraan Listrik
Efek Pemberian Stimulus Musik Dangdut dan Kafein Terhadap Kelelahan Kerja pada Karyawan CV Saka Kreasi Indo Yogyakarta
CV Saka Kreasi Indo merupakan suatu perusahaan yang memproduksi berbagai jenis souvenir. Berdasarkan observasi yang dilakukan karyawan pada ruangan produksi memiliki permasalahan kelelahan kerja pada karyawan, seperti pegal, jenuh, mengantuk dan merasa sulit untuk fokus karena pola kerja yang kerja yang monoton, dengan beban kerja yang ringan tetapi terjadi repetisi yang tinggi, hal ini tentu saja menjadi masalah bagi para pekerja karena akan mengganggu performa kerja karyawan.
Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan crosstab untuk melihat ada atau tidaknya dampak positif atau negatif dari pemberian stimulus musik dangdut dan kafein terhadap variabel kelelahan kerja. Objek penelitian ini ialah pekerja pada ruang produksi CV Saka Kreasi Indo. Pengukuran ini terbatas hanya di ruang produksi CV Saka Kreasi Indo. Berdasarkkan uji analisis deskriptif yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa variabel musik dangdut dan kafein memberikan dampak positif terhadap kelelahan kerja, hal ini dapat dilihat pada hasil mean,median, dan modus yang dihasilkan dari uji analisis deskriptif memiliki nilai > 2,50 hasil ini merupakan salah satu tanda dampak positif yang dialami pekerja.
Frekuensi jawaban tentang stimulus musik dangdut menunjukkan hasil yang positif, dari hasil jawaban kuisioner para responden merasa terbantu dengan stimulus musik dangdut dan kafein. Hasil uji crosstab pada penambahan stimulus musik dangdut dan kafein memiliki hasil < 0,005 angka ini menunjukkan bahwa respoden merasakan efek positif dari stimulus musik dangdut dan kafein. Dari 3 uji yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan stimulus musik dangdut dan kafein memberikan dampak positif terhadap kelelahan kerja yang dialami karyawan CV Saka Kreasi Indo
Effect of Learning Rate on VGG19 Model Architecture for Human Skin Disease Classification
The skin is the largest external organ that serves to protect human internal organs and is very sensitive to various diseases, so early detection is critical to reduce the risk and increase the chance of recovery. This study aims to classify skin disease types using a CNN algorithm with VGG19 architecture and learning rate adjustment to get a more optimal model, using a dataset from Kaggle consisting of 3,295 images with six classes, including several types of skin diseases and one healthy skin class. The preprocessing process includes dividing the data into training and testing sets, resizing the images to fit the VGG19 architecture, and normalization to scale the pixel values from 0-255 to a range of 0-1. The results show that a learning rate of 0.00003 produces the best performance with 97.29% accuracy, 97.36% precision, 97.29% recall, and 97.30% F1 score. These findings confirm that the CNN algorithm with VGG19 architecture can classify skin disease types well
Sarcasm Detection: A Comparative Analysis of RoBERTa-CNN vs RoBERTa-RNNArchit ectures
Increasingly advanced technology and the creation of social media and
the internet can become a forum for people to express things or
opinions. However, comments or views from users sometimes contain
sarcasm making it more difficult to understand. News headlines,
sometimes contain sarcasm which makes readers confused about the
content of the news. Therefore, in this research, a model was created for
sarcasm detection. Many methods are used for sarcasm detection, but
performance still needs to be improved. So this research aims to
compare the performance of two text classification methods,
Convolutional Neural Network (CNN) and Recurrent Neural Network
(RNN), in detecting sarcasm in English news headlines using RoBERTa
text transformation. RoBERTa produces a fixed-size vector of numbers
1x768. The research results show that CNN has better performance than
RNN. CNN achieved the highest average accuracy of 0.891, precision
of 0.878, recall of 0.874, and f1-score of 0.876, with a loss of 0.260 and
a processing time of 508.1 milliseconds per epoch. But overall highest
can reach in fold 6, 0.897 for validation accuracy, 0.883 for F1-score
and precision, and 0.882 for recall in CNN + RoBERTa model. On the
contrary, RNN shows an accuracy of 0.711, precision of 0.692, recall
of 0.620, f1-score 0.654, and loss of 0.564, with a longer processing
time of 116500 milliseconds per epoch. The 10-fold cross-validation evaluation method ensures the model performs well and avoids overfitting. So, it is recommended to use the combination of RoBERTa and CNN in other text classification applications that require high speed and accuracy. Further research is recommended to explore deeper CNN architectures or other architectural variations, such as Transformer
models for performance improvements
Gambaran Manajemen Risiko pada Pekerjaan Pemotongan dan Perbaikan Jumper Load Break Switch (LBS) dengan Metode Sentuh Langsung di PT PLN (Persero) UP3 Surakarta
Perlindungan hukum terhadap Sate Bandeng sebagai makanan khas Banten dalam perspektif kekayaan intelektual
Perlindungan hukum terhadap Sate Bandeng sebagai makanan khas Banten dalam
perspektif kekayaan intelektual menjadi fokus utama penelitian ini. Pelaksanaan
perlindungan tersebut dilakukan oleh pemerintah pusat melalui Dinas Pariwisata dan
Kebudayaan Provinsi Banten. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
bagaimana perlindungan hukum yang diberikan terhadap Sate Bandeng sebagai
makanan khas Provinsi Banten dari sudut pandang kekayaan intelektual, serta langkah
langkah yang diambil oleh pemerintah untuk mempertahankan eksistensi Sate Bandeng
sebagai warisan budaya kuliner khas Banten. Penelitian ini merupakan penelitian
hukum yuridis empiris, di mana data dikumpulkan melalui metode observasi langsung
dan wawancara mendalam dengan pihak-pihak terkait di Dinas Pariwisata dan
Kebudayaan Provinsi Banten. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Sate
Bandeng memiliki potensi untuk didaftarkan sebagai merek kolektif dan pengetahuan
tradisional, yang dapat memberikan perlindungan hukum terhadap keaslian dan nilai
nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Namun, terkait dengan indikasi geografis,
proses pendaftarannya masih terhambat oleh waktu yang cukup panjang. Meskipun
demikian, perlindungan terhadap Sate Bandeng sebagai kekayaan intelektual komunal
dianggap mendesak dan perlu segera dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.
Perlindungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa Sate Bandeng tetap terlindungi
sebagai warisan budaya yang memiliki nilai ekonomi dan budaya yang tinggi bagi
masyarakat Banten. Pemerintah diharapkan dapat lebih proaktif dalam mempercepat
proses perlindungan ini guna menjaga keberlanjutan dan pengakuan Sate Bandeng
sebagai bagian penting dari kekayaan kuliner Indonesia. Kesimpulannya, perlindungan
hukum yang tepat terhadap Sate Bandeng tidak hanya menjaga eksistensi makanan
khas banten ini, tetapi juga melestarikan warisan budaya yang menjadi identitas
Provinsi Banten di kancah nasional maupun internasional