10023 research outputs found
Sort by
Hubungan antara nomophobia dan kepercayaan diri terhadap kecemasan sosial pada siswa MTS N 8 Gunungkidul
Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara nomophobia dan kepercayaan diri dengan kecemasan sosial pada siswa MTS Negeri 8 Gunungkidul. Sampel penelitian ini adalah 60 siswa kelas IX MTS Negeri 8 Gunungkidul. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, alat ukur yang digunakan adalah skala nomophobia, kepercayaan diri dan kecemasan sosial. Teknik sampling yang digunakan adalah clauster random sampling dengan cara spinner. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi berganda.Hasil penelitian ini menunjukan R= 0,758 dan p= 0,000 artinya ada hubungan yang sangat signifikan. Analisis korelasi parsial nomophobia dengan kecemasan sosial menunjukan r= -0,671 dan p= 0,000 artinya ada hubungan negatif yang sangat signifikan. Analisis korelasi parsial kepercayaan diri dengan kecemasan sosial menunjukan (r)= -0,374 dan p= 0,004 artinya ada hubungan negatif yang sangat signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang sangat signifikan antara nomophobia dan kepercayaan diri dengan kecemasan sosial. Ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara nomophobia dengan kecemasan sosial. Semakin rendah nomophobia semakin tinggi kecemasan sosial. Sebaliknya, semakin tinggi nomophobia semakin rendah kecemasan sosial. Ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara kepercayaan diri dengan kecemasan sosial. Semakin rendah kepercayaan diri semakin tinggi kecemasan sosial. Sebaliknya, semakin tinggi kepercayaan diri semakin rendah kecemasan sosial. Sumbangan efektif variabel nomophobia dan kepercayaan diri dengan kecemasan sosial adalah 55,5% yaitu variabel nomophobia dengan kecemasan sosial sebesar 44,295�n variabel kepercayaan diri dengan kecemasan sosial sebesar 13,313%
Hubungan antara work life balance dengan komitmen organisasi pada Pegawai Negeri Sipil di Pemerintahan Kabupaten Gunungkidul
Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan work life balance dengan komitmen organisasi pada pegawai negeri sipil (PNS) di Pemerintahan Kabupaten Gunungkidul. Pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling yaitu quota sampling. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan alat ukur skala psikologi sebagai alat pengumpulan data. Skala yang digunakan adalah skala work life balance dari Fisher, Bulger, dan Smith (2009) dan skala komitmen organisasi dari Mowday, Steers, dan Porter (1979). Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik statistik analisis product moment dengan bantuan komputer program SPSS 27.0.
Hasil analisis antara work life balance dan komitmen organisasi menunjukkan koefisien korelasi R = 0,092 dengan taraf signifikasi p = 0,042 (p < 0,05). Hasil ini membuktikan bahwa work life balance dengan komitmen organisasi memiliki hubungan yang signifikan pada pegawai negeri sipil (PNS) di Pemerintahan Kabupaten Gunungkidul. Diperoleh sumbangan efektif work life balance terhadap komitmen organisasi sebesar 0,846%. Hasil ini menunjukkan bahwa 0,846% sumbangan work life balance terhadap komitmen organisasi dan 99,154% merupakan sumbangan dari faktor lain yang tidak ada pada penelitian ini.
Berdasarkan perolehan data analisis penelitian, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara work life balance terhadap komitmen organisasi pada pegawai negeri sipil (PNS) di Pemerintahan Kabupaten Gunungkidul
Faktor sosialisasi dan pengetahuan terhadap minat berwakaf uang masyarakat Kabupaten Gunungkidul
Wakaf melalui uang merupakan salah satu filantropi Islam yang memiliki jangkauan yang lebih luas ditengah masyarakat dan memiliki potensi yang tinggi untuk membangun perekonominan dan mensejahterakan rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Faktor Sosilisasi dan Pengetahuan terhadap Minat Masyarakat Berwakaf Uang.
Penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan pendekatan deskritif. Populasi dalam penlitian ini adalah Masyarakat yang berdomisili di daerah Guunungkidul.Dengan sampel yang diambil sebanyak 100 orang. Penelitian ini menggunakan sampel dengan metode purposive sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data primer dengan teknik penyebaran kuesioner. Teknik analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda dengan alat analisis SPSS versi 24.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwasannya secara parsial variable Sosialisasi dan Pengetahuan terdapat Pengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Berwakaf Uang di Kabupaten Gunungkidul dengan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari nilai alpha yaitu 0,05 atau 5 %. Kemampuan prediksi dari kedua variabel Independen terhadap variabel dependen adalah 64,8% sedangkan sisanya yakni sebesar 35,2% lainya dikibatkan oleh faktor lain yang tidak terdapat dalam penelitian ini
Strategi kepala madrasah dalam menguatkan pengamalan beragama siswa MI Muhammadiyah Kenteng di tengah masyarakat multi religi melalui habituasi
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya madrasah yang terletak di tengah masyarakat multi religi. Sehingga dahulu banyak umat muslim yang terpengaruh dengan keyakinan agama non muslim. Berdirinya MI Muhammadiyah Kenteng menjadi penguat masyarakat muslim di sana. Melihat permasalahan tersebut peneliti melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui strategi kepala madrasah dalam menguatkan pengamalan beragama pada siswa yang berada di tengah masyarakat multi religi melalui habituasi.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan sumber data primer dan sekunder. Sumber data primer bersumber dari kepala madrasah, 2 guru ISMUBA, dan 4 perwakilan siswa kelas V dan III. Adapun sumber data sekunder berasal dari dokumen-dokumen yang berkaitan dengan penelitian. Teknik pengumpulan data yang peneliti lakukan ialah melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang dilakukan ialah reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan, serta uji keabasahan data.
Hasil dari penelitian ini adalah strategi kepala madrasah dalam menguatkan pengamalan beragama siswa MI Muhammadiyah Kenteng di tengah masyarakat multi religi melalui habituasi yakni dengan mengadakan program-program keagamaan yang bersifat rutin. Seperti pembiasaan 1.) tadarus Al-Qur’an, 2.) mengaji iqro’, 3.) shalat dhuha berjamaah, 4.) shalat dhuhur berjamaah, 5.) shalat ashar berjamaah, 6.) hafalan Asmaul Husna, 7.) dzikir setelah shalat, 8.) infaq rutin, dan 9.) pengajian rutin. Faktor pendukungnya yakni kerja sama guru dan karyawan dalam pelaksanaan program madrasah, sarana dan prasarana yang memadai, serta dukungan dari masyarakat. Faktor penghambatnya ialah kelalaian guru dan karyawan terhadap tupoksinya, masyarakat sekitar yang tidak mendukung program madrasah, dan keuangan yang masih kurang. Adapun solusinya yakni bersilaturahmi dengan masyarakat dan menggandeng tokoh masyarakat untuk bekerjasama dalam kemajuan madrasah, serta mengembangkan usaha madrasah
Perbandingan persentase perubahan warna, survival rate dan pertumbuhan ikan cupang (Betta sp.) setelah penambahan ekstrak air daun ketapang (Terminalia catappa L.)
Ikan cupang (Betta sp.) yang merupakan ikan yang banyak digemari karena tubuhnya yang indah. Akan tetapi dalam pertumbuhannya, warna ikan cupang tidak maksimal. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perubahan warna, SR dan pertumbuhan ikan cupang setelah penambahan ekstrak daun ketapang. Ekstraksi daun ketapang dilakukan dengan metode maserasi dengan menggunakan pelarut air. Perlakuan yang diberikan yaitu Kontrol (100% air tawar), P1 (75% air tawar + 25% ekstrak daun ketapang), P2 (50% air tawar + 50% ekstrak daun ketapang), P3 (25% air tawar + 75% ekstrak daun ketapang), P4 (100% ekstrak daun ketapang). Setiap perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali dengan 5 ekor cupang setiap wadah. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak air daun ketapang pada perubahan warna yang tertinggi terjadi pada perlakuan D dengan nilai 71,6 ± 16,08 �n yang terendah kontrol dengan nilai 56,3 ± 18,04 %. Kemudian hasil analisis menunjukkan perubahan warna ikan cupang tidak berbeda nyata secara signifikan. Nilai SR paling tinggi yaitu pada perlakuan A dengan nilai 93,34 ± 0,58 �n terendah kontrol dengan nilai 73,3 ± 1,15%. Hasil analisis menunjukkan SR ikan cupang tidak berbeda nyata secara signifikan. Sedangkan pertambahan panjang dan pertambahan bobot tertinggi secara berurutan yaitu D dan B dengan nilai 5,97 ± 2,79 mm dan 2,87 ± 2,4 mg dan yang terendah yaitu perlakuan A dengan nilai 2,96 ± 0,10 mm dan 0,12 ± 0,004 mg. Hasil analisis menunjukkan baik Pertumbuhan bobot dan panjang ikan cupang tidak berbeda nyata secara signifikan
A semiotic analysis of the character Sun in Mobile Legends
Sun is one of the characters from the Mobile Legend Bang Bang game who has unique features that make him interesting to play. Sun has a human-like appearance but exhibits physical characteristics like an ape. This research aims to identify the denotative, connotative, and myth meanings of the signs present in the character Sun using Roland Barthes' semiotic theory.
This research uses qualitative methods and Roland Barthes's theory to analyze data. Meanwhile, the data collection methods used are observation and documentation. The data in this research is in the form of screen captures and descriptions of Sun's character as explained in the game. Then the data will be analyzed using Roland Barthes' theory, namely two-order signification, to find denotative, connotative, and myth that contained in the character Sun.
The results of this research show that denotative and connotative meanings can be found in research data. These two meanings are presented implicitly and explicitly which provide a more detailed explanation of Sun's character. furthermore, the myth built on the character Sun shows the relationship between the character Sun and the culture and ideology of today's society