10023 research outputs found
Sort by
Strategi komunikasi pemasaran Kedai Kopi Sanskara untuk menarik minat konsumen
Penelitian yang bertujuan, untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi pemasaran kedai kopi sanskara untuk menarik minat konsumen. Penelitian ini menggunakan landasan konseptual STP (Segmentation, Targeting, and Positioning) dan Komponen 7P model Kotler dan Amstrong yaitu Product, Price, Place, Promotion, People, Process, Physical Evidence. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Teori Kotler dan Amstong 7P. Produk yaitu produk pada Kedai Kopi Sanskara adalah minuman kopi dan non kopi. Price atau harga yang dibandrol berbeda-beda dari tiap produk yang ditawarkan dan masih terbilang murah. Kedai Kopi Sanskara mempromosikan produknya dengan media sosial di Instagram dan aplikasi pengantar online seperti gofood, shopefood. Place atau Letak Kedai Kopi Sanskara ini sangatlah strategis di tengah kota dan tidak jauh dari kampus. People yaitu memperlakukan karyawan dengan sangat baik dan tidak terdapat batasan-batasan ketika bekerja mulai dari fashion maupun fisik. Process yaitu pada setiap akhir bulan melakukan evaluasi dan briefing mengenai pelayanan konsumen dan manajemen kedai. Pyhsical Evidence adalah karakteristik lingkungan fisik dari segi warnanya denga ciri khas warna putih orange, tata letak yang minimalis simple, dan fasilitas yang disediakan oleh kedai kopi ini.
Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Kedai Kopi Sanskara dari pendekatan STP disebutkan segmentasinya Kedai Kopi Sanskara yaitu lokasi terbilang strategi terletak di tengah-tengah kota dan termasuk zona potential. Kemudian targeting ditujukan kepada kalangan pekerja maupun mahasiswa yang memiliki minat atau rasa suka tersendiri terhadap kopi. Untuk positioningnya melakukan pemasaran dan juga membentuk produk minuman coffe serta non coffe yang memiliki ciri khas tersendiri dengan harga yang terjangkau
Pola komunikasi antara guru dan siswa tunagrahita ringan dalam proses pembelajaran di Sekolah Luar Biasa Damayanti Ngaglik Sleman
Dalam proses pengiriman dan penerimaan pesan, pola komunikasi didefinisikan sebagai hubungan antara dua atau lebih orang yang saling bertukar pesan. Guru mengajarkan dan memberikan pengertian yang baik dan bermanfaat bagi para peserta didik. Penyajian pelajaran hendaknya yang mudah dimengerti, diingat dan langsung diterapkan. Anak tunagrahita ringan ini terlihat normal seperti murid normal pada umumnya, hanya saja kecerdasan dalam dirinya terbatas, sehingga anak tersebut dalam kegiatan belajar mengajar harus diberikan proses pengajaran melalui suatu pendekatan secara pribadi.
Berdasarkan tujuan peneliti dan tinjauan pustaka, dalam melakukan penelitian mengenai pola komunikasi antara guru dan murid tunagrahita dalam proses belajar di SLB Damayanti Ngaglik Sleman, menggunakan 6 tahap model hubungan interpersonal menurut Joseph A. Devito seperti, contact, involvement, intimacy, deterioration, dissolution, repair. Dimana teori tersebut fokus pada teori hubungan interpersonal antara komunikator serta komunikan, baik hubungan yang satu arah maupun dua arah. Dengan penemuan hasil berupa komunikasi yang berlangsung diantara guru dengan siswa tunagrahita begitu kompleks yang tidak dapat dijadikan patokan yang paten disetiap kegiatannya, komunikasi dapat dilakukan secara langsung dan juga tidak langsung. Guru menjadi ujung tombak dalam ruang pendidikan dimana semakin runcing pemahaman guru mengenai teori dalam pembelajaran serta mengenai karakter tiap siswa diharapkan mampu membangun dunia belajar semakin baik lagi. Siswa yang mampu melakukan perintah sesuai arahan dengan baik perlu diberikan reward, berupa pujian
Pengaruh brand image media online terhadap tingkat kepercayaan di kalangan mahasiswa D.I. Yogyakarta
Pada era digitalisasi new media akhirnya muncul berbagai media yang
menyuguhkan pemberitaan dan isu-isu terkini melalui internet atau online. Beberapa
media memiliki ciri khas ataupun brand image masing-masing agar mendapatkan
pembaca yang lebih banyak lagi. Beberapa pembaca memiliki media yang dipercaya
untuk mereka membaca berita secara online. Begitu pula mahasiswa sebagai pembaca
berita melalui media online, sehingga harus pandai-pandai memilih media online
yang terpercaya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat adanya pengaruh
brand image media online dengan tingkat kepercayaan pada kalangan mahasiswa di
Daerah Istimewa Yogyakarta. Teknik sampel yang akan digunakan yaitu dengan
teknik cluster sampling dengan menyebarkan angket kepada 440 sampel yang
merupakan mahasiswa di Daerah Istimewa Yogyakarta. Analisis penelitian
menunjukkan hasil uji t bahwa frekuensi hasil t hitung > t tabel yaitu sebesar 60.592
yang lebih besar dari 1,648. Nilai signifikansi pada penelitian ini menunjukkan angka
0,000 atau kurang dari 0,05 sehingga dapat dikatakan hipotesis penelitian diterima.
Artinya brand image media online memiliki pengaruh yang signifikan terhadap
tingkat kepercayaan di kalangan mahasiswa D.I Yogyakarta
Pengaruh brand ambassador Bangtan Sonyeondan dan instagram marketing terhadap keputusan pembelian produk Lotte Xylitol Gum
Xylitol is a sweetener widely used in the food, cosmetic, and pharmaceutical industries. It is found in small amounts in various types of fruits. Since 2008, this industry has been continuously growing due to the increase in population and the growing awareness of maintaining oral health. BTS is the most expensive boy band in South Korea with the largest fan base worldwide. This study aims to examine the influence of brand ambassadors and Instagram marketing on purchasing decisions for xylitol gum products.
The research employs a quantitative explanatory method, using a survey in the form of a questionnaire and multiple linear regression analysis to determine the impact of brand ambassadors and Instagram marketing on purchasing decisions for Lotte Xylitol products, using the SPSS program for Windows. The population and sample for this study are Instagram followers of Lotte Xylitol, with a sample size of 100 individuals selected through purposive sampling.
The research concludes that (1) the Bangtan Sonyeondan brand ambassador does not have a positive influence on the purchasing decision of Lotte Xylitol products, thus rejecting hypothesis one. (2) Instagram marketing conducted by Lotte Xylitol has a positive influence on the purchasing decision of Lotte Xylitol products, confirming hypothesis two. (3) The variables of the Bangtan Sonyeondan brand ambassador and Instagram marketing together have a positive influence on the purchasing decision of Lotte Xylitol products, confirming hypothesis three
Penggunaan platform Shopee untuk pembelian Brand Fashion JINISO: Menggunakan Teoritechnologi Acceptance Model (TAM)
Di era kemajuan teknologi yang semakin maju, peran sosial media menjadi sangat penting di kalangan semua orang. Salah satu sosial media yang sedang gencar di penjuru dunia ini adalah Shopee. Shopee adalah platform media sosial yang telah menjadi sangat populer dalam beberapa tahun terakhir, terutama di kalangan generasi muda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Penggunaan Platform Shopee untuk Pembelian Brand fashion Jiniso dengan Menggunakan Teori Technologi Acceptance Model (TAM). Penelitian ini dilakukan di Yogyakarta dengan menggunakan metode survei dengan kuesioner yang disebarkan dalam bentuk online melalui Google Form. Peneliti memperoleh responden sebanyak 180 pembeli Jiniso di Shopee. Peneliti menggunakan Partial Least Square (PLS) untuk menguji data penelitian. Hasil pengujian untuk model ini menunjukkan bahwa konstruk persepsi kemudahan, kepuasan dan kepercayaan berpengaruh signifikan terhadap tingkat penggunaan platform Shopee untuk pembelian brand fashion Jiniso. Sebaliknya, konstruk persepsi manfaat tidak berpengaruh terhadap tingkat penggunaan platform Shopee untuk pembelian brand fashion Jiniso. Implikasi dari penelitian ini bagi pihak shopee yaitu perlu terus berinovasi dan mengikuti tren terbaru dalam industri fashion untuk menjaga minat konsumen
Anteseden dan Konsekuensi Keputusan Pembelian pada Smartphone Iphone (Studi Kasus Seluruh Pengguna Smartphone Iphone di DI Yogyakarta)
Penelitian ini bertujuan untuk menguji anteseden (kualitas produk dan kepercayaan konsumen) serta campur tangan keputusan pembelian terhadap kepuasan konsumen terhadap smartphone iPhone di DI Yogyakarta, Indonesia. Studi ini menggunakan analisis Partial Least Square (PLS), suatu metodologi kuantitatif, untuk menganalisis data penelitian. Pengambilan sampel dilakukan secara purposif, dengan 72 responden yang dipilih dari pengguna smartphone iPhone di DI Yogyakarta, yang mewakili populasi penelitian. Formulir Google digunakan untuk manajemen kuesioner online, yang mencakup skala Likert dengan lima kemungkinan jawaban. Analisis data difasilitasi menggunakan smartPLS v.4.0.
Melalui kepuasan konsumen, faktor-faktor seperti kualitas produk dan kepercayaan konsumen. Dengan hasil pengujian kualitas produk tidak berpengaruh terhadap kepuasan, kepercayaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pembelian, kemudian kualitas produk dan kepercayaan konsumen berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, keputusan pembelian berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen, kualitas produk dan kepercayaan konsumen berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen dimediasi oleh keputusan pembelian
Study komparatif motivasi belajar Siswa dengan menggunakan media audio visual dan tanpa menggunakan media audio visual pada pembelajaran tarikh di SMP Muhammadiyah 9 Yogyakarta
Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah pentingnya motivasi belajar bagi siswa. Salah satu cara dalam meningkatkan motivasi belajar adalah dengan melibatkan media audio visual dalam pembelajarannya. Penggunaan media audio visual dalam proses pembelajaran diharapkan mampu menciptakan suasana yang menyenangkan khususnya pada pembelajaran tarikh. Tetapi, dalam implementasinya banyak guru yang masih menggunakan metode ceramah dalam pembelajaran tarikh. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “study komparatif motivasi belajar siswa dengan menggunakan media audio visual dan tanpa menggunakan media audio visual pada pembelajaran tarikh di SMP Muhammadiyah 9 Yogyakarta” Penelitian ini, dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat motivasi belajar siswa kelas eksperimen yang menggunakan media audio visual dan kelas kontrol tanpa menggunakan media audio visual dalam pembelajaran tarikh. Kemudian adakah perbedaan motivasi belajar yang signifikan antara kelas yang menggunakan media audio visual dan kelas yang tanpa menggunakan media audio visual dalam pembelajaran tarikhdi SMP Muhammadiyah 9 Yogyakarta.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen yang menggunakan dua kelas sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari kelas VII C sebagai kelas eksperimen dan kelas VII D sebagai kelas kontrol. Penarikan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling. Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data berupa angket (Kuesioner), observasi dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis Mann-Whitney dengan bantuan aplikasi SPSS Versi 25.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat motivasi belajar antara kelas eksperimen yang menggunakan media audio visual dalam pembelajaran tarikh termasuk kedalam kategori sedang dengan 16 peserta didik dengan persentase 61,54�n kelas kontrol yang tanpa menggunakan media audio visual dalam pembelajaran tarikh termasuk kedalam ketegori sedang dengan 15 peserta didik dengan persentase 57,69%. Kemudian berdasarkan uji hipotesis dengan menggunakan uji Mann-Whitney menunjukkan nilai asypmp. sig. (2-tailed) sebesar 0,469 > 0,05. Maka pada penelitian ini dinyatakan tidak ada perbedaan motivasi belajar yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dalam pembelajaran Tarikh di SMP Muhammadiyah 9 Yogyakarta
Pengaruh pemahaman metode resitasi terhadap motivasi belajar Siswa pada mata pelajaran PAI di SMP N 12 Yogyakarta
Permasalahan penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan yang ada di SMP N 12 Yogyakarta, yaitu: Pertama, terdapat beberapa siswa yang kurang aktif dalam mengikuti pelajaran di kelas dan asik mengobrol dengan temannya. Kedua, saat guru menjelaskan materi pelajaran masih ada beberapa siswa yang tidak memperhatikan gurunya. Ketiga, terdapat siswa yang masih malu untuk bertanya dan mengungkapkan pendapatnya. Keempat, masih terdapat siswa yang terlambat memasukkin kelas ketika jam pelajaran sudah dimulai. Kelima, sebagian siswa masih memiliki motivasi belajar yang rendah ini dibuktikan dengan pengerjaakan tugas yang diberikan oleh guru kurang maksimal. Keenam, siswa di SMP N 12 Yogyakarta memiliki motivasi yang rendah karena hasil belajar beberapa siswa masih dibawah KKM. Ketujuh, pembelajaran di SMP N 12 pada pelajaran PAI mayoritas menggunakan metode resitasi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui seberapa besar pemahaman metode resitasi pada pembelajaran PAI, (2) untuk mengetahui seberapa besar motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI, (3) untuk mengetahui pengaruh pemahaman metode resitasi terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI, dan (4) seberapa besar pengaruh pemahaman metode resitasi tehadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI.
Metode penelitian menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif melalui populasi kelas IX sebesar 192 siswa. Teknik
pengumpulan sampel menggunakan puposive sampling sehingga diperoleh sebanyak 170 siswa kelas IX yang beragama islam dengan pengambilan sampel
menggunakan kuesioner/angket. Uji yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji validitas dan reabilitas, sedangkan untuk uji olah data menggunakan uji normalitas, linearitas, dan uji regresi linear sederhana.
Hasil penelitian ini pada tingkat pemahaman metode resitasi pada pembelajaran PAI dalam kategori sedang dengan presentase 55,9%, tinggi 27,6%,
dan rendah 16,5%, sedangkan untuk tingkat motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI dalam kategori tinggi dengan presentase 45,9%, sedang 32,4%, dan rendah 21,8%. Untuk hasil regresi linear sederhana pada penelitian ini diperoleh hasil F Hitung yaitu 173.444 dengan angka signifikansi hitung 0,000 lebih kecil dari α 0,05 sehingga dapat dikatakan terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara pengaruh penggunaan metode resditasi terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMP N 12 Yogyakarata. Adapun besar pengaruh antara X terhadap Y dapat diketahui dari R square sebesar 50,8% dan memiliki tingkat hubungan yang kuat dengan nilai R sebesar 0,713
Gerakan Dakwah Aisyiyah terhadap tradisi masyarakat Balirejo Kota Yogyakarta
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masyarakat Balirejo Yogyakarta yang masih melestarikan tradisi-tradisi leluhur yang belum selaras dengan ajaran agama Islam. Masyarakat Balirejo dikenal dengan masyarakat yang sangat kental dengan pelaksanaan tradisi. Disamping itu masyarakat Balirejo juga dikenal aktif mengikuti pengajian-pengajian rutin yang diselanggarakan oleh 'Aisyiyah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apa saja tradisi leluhur yang belum selaras dengan ajaran agama Islam yang ada di Balirejo dan menganalisis bagaimana gerakan dakwah 'Aisyiyah terhadap tradisi tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan jenis studi lapangan. Adapun Objek dalam penelitian ini adalah pengamatan terhadap tradisi-tradisi leluhur yang belum selaras dengan ajaran agama Islam dan gerakan dakwah 'Aisyiyah terhadap tradisi tersebut. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil temuan dalam penelitian ini disajikan dalam dua temuan, temuan pertama menunjukkan bahwa tradisi leluhur yang belum selaras dengan ajaran agama Islam dan masih dilestarikan di Balirejo ada tiga: Pertama, tradisi tahlilan yang dikenal dengan memperingati wafatnya seseorang, dengan mneghadiahkan pahala lewat do'a. Kedua, tradisi malam Jum'at kliwon yang dikenal dengan malam yang keramat sehingga sebagian warga yang meyakini selalu menyediakan sesajen. Ketiga, tradisi larung kali yang dikenal dengan tradisi menghanyutkan tumpeng ke sungai dengan tujuan sebagai wujud rasa syukur dan terhindar dari bencana banjir. Kemudian hasil temuan kedua menunjukkan bahwa gerakan dakwah yang dilakukan 'Aisyiyah terhadap tradisi di Balirejo dengan mengadakan pengajian rutin yang dilaksanakan setiap hari Selasa dengan tema umum, Rabu dengan tema tafsir Al-Qur'an, Kamis dengan tema umum dan Sabtu dengan tema tafsir hadist. Selain pengajian rutin dakwah 'Aisyiyah juga mengadakan TPA untuk anak-anak Balirejo yang dilaksanakan pada Sabtu dan Minggu sore. Adapun rangkaian kegiatannya, ialah membaca do'a belajar, surah-surah pendek, nyanyian, baca Al-Qur'an dan do'a pulang. Dakwah 'Aisyiyah dilakukan untuk memperbaiki kualitas akidah dan ibadah masyarakat baik orang dewasa maupun anak-anak sehingga dengan kualitas akidah dan ibadah yang baik masyarakat mampu memilih tradisi yang perlu untuk dilestarikan dan tradisi yang harus ditinggalkan
Analisis metode pembelajaran pendidikan agama Islam di Sekolah Dasar perspektif pendidikan Ibnu Miskawah di Kelas 1 SD Negeri Kalangan Yogyakarta
Pendidikan agama memiliki peran krusial dalam membentuk karakter dan moral peserta didik. Sehingga Pendidikan seharusnya mampu menciptakan pengetahuan serta pendalaman terkait dengan karakter dan akhlakul karaimah, akan tetapi nyatanya banyak sekolahan yang tidak mampu menciptakan siswa yang berkarakter seperti tauran antar sekolah, maka sekolah membutuhkan metode dalam proses belajar yang baik sehingga dapat menciptakan siswa yang berkarakter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode pembelajaran PAI di SDN Kalangan Yogyakarta dan konsep pembelajaran perspektif Ibnu Miskawaih serta metode pembelajaran pendidikan agama Islam di SDN Kalangan terhadap pandangan Ibnu Miskawaih.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Objek penelitian ini berhubungan dengan pendidikan akhlak di SDN Kalangan Yogyakarta dengan menggunakan pemikiran Ibnu Miskawaih. Subjek penelitian SDN Kalangan dengan melibatkan kepala sekolah, guru PAI dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu Observasi yang dilakukan di SDN Kalangan terhadap cara pengajaran guru dan siswa, wawancara dilakukan pada kepala sekolah, guru PAI dan Siswa yang sekiranya dapat memberikan data, dan dokumentasi yang berkaitan dengan penelitian. Teknik analisis data melalui tiga tahapan yaitu tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun Teknik keabsahan data dilakukan peneliti dengan triangulasi data dan triangulasi Teknik.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa metode pembelajaran yang diaplikasikan di SDN Kalangan berupa metode ceramah, bermain, cerita dan diskusi hal ini terbilang efektif dalam proses belajar. Selain itu penelitian ini disajikan dalam bentuk sub bab yang dinarasikan, sesuai dengan pemikiran Ibnu Miskwaih terkait konsep dan metode pembelajaran yang terdapat dalam kitab “Tahdhib al-akhklak” karya Ibnu Miskawaih. Konsep pembelajaran seperti tujuan Pendidikan, moralitas dan proses pembelajaran, selain itu metode pembelajaran dibagi empat pembahasan tentang metode pembelajaran yaitu: ketekunan (muraja’ah), Pemahaman mendalam (Tafahhum), Kreativitas dan penerapan (istifadah), Pendidikan Karakter (tahdib) yang dikaitkan dengan metode pembelajaran PAI yang diaplikasikan di SDN Kalangan sepeti metode ceramah, bermain peran dan diskusi