10023 research outputs found
Sort by
Strategi Komunikasi Persuasif Pondok Pesantren Putri Al-Fathimiyyah Paciran Lamongan dalam Mengurangi Pelanggaran Peraturan Pesantren
INTISARI
Dalam lembaga pendidikan termasuk pondok pesantren pasti memiliki peraturan yang mesti ditaati oleh setiap santri. Kebanyakan santri yang tinggal di pondok pesantren ialah santri pada tingkat SD-SMA, masih labil dalam kondisi psikologis sehingga mempengaruhi perilaku indisipliner yang sering dilakukan oleh para santri ini. Indisipliner yang dilakukan para santri dalam bentuk perilaku tidak mematuhi peraturan yang sudah dibuat oleh pondok pesantren, seperti: tindakan merokok, tidak mengaji, meninggalkan sholat berjamaah, memalsukan ttd ustadz/ustadzah, membolos/meninggalkan pondok pesantren tanpa izin, hingga bertemu dengan lawan jenis yang bukan mahrom, dll. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi persuasif pondok pesantren putri Al-Fathimiyyah Paciran Lamongan dalam mengurangi pelanggran peraturan pesantren.
Penelitian ini mengadopsi teori strategi komunikasi persuasif yang dikemukakan oleh (Soleh Soemirat, 2016), yang mencakup: Strategi Komunikasi Persuasif (Spesifikasi Tujuan Persuasi, Identifikasi Kategori Sasaran, Perumusan Strategi, dan Pemilihan Metode Persuasi) serta Hambatan Komunikasi Persuasi (Hambatan Mekanisme dan Hambatan Psikologis). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik analisis data seperti reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Selain itu, ada teknik validasi data seperti triangulasi sumber data, yang menggunakan berbagai metode pengumpulan data dan sumber untuk menguji kebenaran informasi tertentu.
Penelitian ini menghasilkan temuan yang menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Putri Al-Fathimiyyah menerapkan strategi komunikasi persuasif yang komprehensif dan terencana. Pondok pesantren ini berupaya menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi santrinya dengan memahami karakteristiknya, menetapkan tujuan yang jelas, dan mengatasi kendala yang ada. Melalui pendekatan emosional berbasis kekeluargaan, komunikasi persuasif diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam mengurangi pelanggaran peraturan di pesantren
Penerapan Metode Multimedia Development Life Cycle (MDLC) pada Pengembangan Metaverse Museum Muhammadiyah
Di Indonesia organisasi Muhammadiyah telah banyak mendirikan sekolah-sekolah yang menerapkan kurikulum Muhammadiyah. Salah satu sumber belajar Sejarah Muhammadiyah adalah Museum Muhammadiyah yang ada di Yogyakarta. Hal ini menjadi kendala karena tidak semua orang dapat berkunjung ke museum dengan alasan jarak dan biaya. Penting bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah dan lembaga lainnya untuk menyediakan sumber belajar yang beragam dan dapat diakses oleh semua anggota masyarakat yang tertarik mempelajari tentang Muhammadiyah dan warisannya. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah dengan mengembangkan Virtual Tour 360o, sehingga pengguna dapat mengelilingi museum tanpa perlu hadir secara fisik ditempat tersebut. Namun Virtual Tour 360o memiliki kelemahan pada interaksi antar pengguna dan kurangnya kehadiran yang nyata. Berangkat dari kelemahan yang ada, peneliti mengusulkan pendekatan virtual museum berbasis metaverse. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah mengembangkan aplikasi metaverse berupa virtual Museum Muhammadiyah yang layak dan efektif sebagai media edukasi dalam penelusuran warisan budaya.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Multimedia Development Life Cycle (MDLC). MDLC terdiri dari enam tahap yaitu Concept, Design, Material Collecting, Assembly, Testing, dan Distribution. Implementasi metaverse dikembangkan menggunakan perangkat lunak Unity Editor dan didistribusikan melalui platform metaverserse Spatial.io. Metaverse diuji dengan blackbox testing, pengujian SUS, dan uji normalitas gain.
Dari hasil Blackbox Testing diketahui bahwa semua fitur yang ada pada metaverse dapat berjalan dengan baik. Pengujian System Usability Scale (SUS) terhadap 30 responden mendapatkan nilai 85,7 dari 100 sehingga metaverse Museum Muhammadiyah dapat diterima dengan baik dari sisi pengguna. Hasil pengujian normalitas gain adanya peningkatan antara hasil pretest dan posttest pada 23 dari 24 siswa
he Impact of Family Socioeconomic Status on Parental Involvement in Children's Education: Differences between High- and Low-SES Families in Indonesia
This study explores how family socioeconomic status (SES) affects parental involvement in children's education in Indonesia, specifically within home and school environments. Although parental involvement is essential for academic success, differences across SES groups in Indonesia are not yet fully understood. Using data from 160 families representing diverse SES backgrounds, this research employed t-tests and correlational analyses to examine the influence of SES on parental involvement. Results show that families with higher SES exhibit greater involvement in home-based educational activities, while involvement at school remains consistent across different SES levels. Additionally, notable gender differences emerged: mothers from high-SES families were significantly more involved compared to mothers from low-SES families, whereas fathers' involvement did not significantly differ based on SES. Correlational analyses further demonstrated that SES indicators, particularly parental education levels, were strongly associated with home-based involvement but had little relation to school-based involvement. Regression analysis confirmed that SES significantly predicts home involvement but not involvement at school. These findings underscore the importance of providing targeted support to promote home-based parental involvement among low-SES families. Future research should investigate qualitative factors, such as school policies and cultural norms, to better understand their impact on parental involvement
Studi Living Hadis tentang Etika Memilih Pemimpin Masyarakat di Desa Mamben Baru Lombok Timur
ABSTRAK
Studi ini berfokus pada living hadis sebagai pedoman etika dalam memilih pemimpin masyarakat di Desa Mamben Baru, Lombok Timur. Masyarakat desa sering menghadapi tantangan dalam memilih pemimpin yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki integritas dan moral yang baik. Penggunaan konsep living hadis, yang merujuk pada penerapan ajaran dan nilai-nilai hadis dalam kehidupan sehari- hari, diharapkan dapat memberikan panduan etis bagi warga desa dalam memilih pemimpin yang ideal.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Data dikumpulkan dari warga desa, tokoh agama, dan pemimpin lokal, yang diharapkan dapat memberikan perspektif mengenai pentingnya nilai-nilai hadis dalam konteks kepemimpinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Mamben Baru memiliki kesadaran yang tinggi terhadap etika kepemimpinan yang berbasis pada ajaran Islam, terutama dalam memilih pemimpin yang adil, jujur, dan bertanggung jawab.
Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa hadis yang sering dijadikan rujukan oleh masyarakat, serta bagaimana interpretasi dan pelaksanaan ajaran ini dalam pemilihan calon pemimpin. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi komunitas Muslim dalam meningkatkan kesadaran politik berbasis etika, serta memberikan kontribusi terhadap pengembangan masyarakat yang lebih baik di masa mendatang
Strategi Meningkatkan Kreativitas Siswa melalui Implementasi Talent Class
Pengembangan kreativitas siswa merupakan salah satu tujuan penting dalam pendidikan. Namun, rendahnya kreativitas siswa di sekolah masih menjadi masalah yang perlu diatasi, terutama di era yang menuntut kemampuan berpikir kritis, inovatif, dan adaptif. Hal ini diperparah dengan adanya kesenjangan antara harapan ideal pendidikan dan realita di lapangan, di mana banyak sekolah belum optimal dalam merancang dan mengimplementasikan strategi pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan kreativitas siswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang diimplementasikan dalam program Talent Class di SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring untuk meningkatkan kreativitas siswa. Penelitian ini juga mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang berkontribusi pada efektivitas program dan memberikan rekomendasi untuk sekolah lain yang ingin menerapkan program serupa untuk menumbuhkan kreativitas siswa.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan siswa, pelatih, coordinator program dan kepala sekolah, observasi partisipatif di kelas Talent Class, dan analisis dokumen terkait program Talent Class.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Talent Class di SMP M-Plus Gunungpring telah berhasil meningkatkan kreativitas siswa melalui identifikasi dan pengembangan minat dan bakat, penerapan metode pembelajaran inovatif, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, dukungan optimal dari guru, staf, dan orang tua, serta menghasilkan karya dan prestasi siswa yang kreatif dan inovatif. Sekolah perlu meningkatkan fasilitas dan sumber daya, guru dan staf perlu mengembangkan kompetensi, siswa perlu lebih aktif, dan orang tua perlu memberikan dukungan dan motivasi
Impact of Black Garlic extract on cardio-renal protection in hypertensive animal models
A strong link exists between arterial stiffening and cardiovascular conditions, particularly
hypertension. Hypertension, a significant contributor to mortality rates, particularly affects elderly
populations. The processed form of Allium sativum, known as black garlic, is renowned for its medicinal
properties, including its ability to lower blood pressure. This study examined the blood pressurelowering
effects of black garlic extract, employing male Wistar rats aged two to three months.The
experiment involved six distinct rat groups, each comprising of four animals. The two groups served as
controls, whereas the remaining four underwent different treatments. Captopril was administered to one
group at a dose of 2.5 mg/kg, whilst the remaining three groups were given black garlic extract as BG50,
BG100, and BG200. All groups, with the exception of the control normal, underwent a 28-day induction
protocol that included 25% fructose in drinking water, cholesterol (200 mg/kg), and propylthiouracil
(12.5 mg/kg). The test substances were administered starting on day 14 concurrently with the induction
phase. The evaluated parameters included blood pressure, arterial stiffness, nitric oxide (NO) levels, and
renal histopathology. Black garlic extract significantly lowered blood pressure, enhanced arterial
elasticity, and increased NO levels (p < 0.05) compared with the controls. Renal histopathological
analysis revealed protective effects, suggesting prevention of kidney damage. These findings suggest
that black garlic may have cardiorenal protective effects and could be useful for managing hypertension
and arterial stiffness
Resiliensi pada Mahasiswa Merantau yang Mengalami Broken Home
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran dan faktor-faktor yang mempengaruhi resiliensi pada mahasiswa merantau yang mengalami broken home melalui pendekatan kualitatif dengan menggunakan studi kasus. Penelitian ini menggunakan purposive sampling dalam pengambilan data dan menggunakan teknik wawancara. Menurut Reivich & Shatte individu yang resilien memiliki 7 aspek, yaitu; 1). Regulasi emosi, 2). Pengendalian Impuls, 3). Optimisme, 4) Empati, 5). Kemampuan Analisis Masalah, 6). Efikasi Diri, 7). Peningkatan Asek Positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek 1, 2, 3 memiliki resiliensi yang baik, subjek 1, 2, 3 dapat dipengaruhi oleh faktor untuk mencapai proses resiliensi, yakni faktor kepribadian, dinamika keluarga, aktifitas dalam organisasi, religiusitas, dan literasi media sosial. Namun untuk mencapai resiliensi ketiga subjek memiliki proses dan cara yang berbeda-beda, yaitu; Subjek 1 memilih untuk memperbanyak me time untuk bisa mengenal diri dan dapat menganalisis masalah dengan baik agar bisa tetap professional menjalankan perkuliahannya dengan baik, subjek 2 memilih untuk fokus terhadap keluarga dan memperbanyak relasi baik di kampus maupun dalam organisasi, subjek 3 memilih untuk memperbaiki komunikasi pada keluarga dan mengalihkan emosinya ke organisasi sosial