10023 research outputs found
Sort by
Analisis kompetensi manajerial kepala sekolah dalam meningkatkan animo peserta didik: studi di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Al-Kholis Lampung Selatan
Dampak globalisasi pada pendidikan adalah munculnya sekolah-sekolah unggul, baik negeri maupun swasta, yang menawarkan fasilitas pendidikan yang memadai, program berkualitas, dan kurikulum berstandar nasional dan internasional. Hal ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Dalam situasi ini, kompetensi antar sekolah menjadi semakin ketat. Oleh karena itu, penting bagi sebuah sekolah untuk meningkatkan programnya agar meningkatkan citra sekolah dan meningkatkan animo peserta didik, sehingga sekolah dapat mempertahankan eksistensinya. Kepala sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas sekolah dan meningkatkan animo peserta didik. Adapun tujuan penelitian ini untuk 1) Untuk mengetahui bagaimana penerapan kompetensi manajerial kepala sekolah SMP IT dalam meningkatkan animo peserta didik. 2) Mengetahui apa saja kendala dan solusi kepala sekolah dalam menerapkan kompetensi manajerial untuk meningkatkan animo peserta didik.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian yaitu dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, dan pemilik Yayasan SMP IT Al-Kholis Lampung Selatan. Teknik pengumpulan data: observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data: reduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan.
Dari hasil analisis terlihat bahwa kompetensi manajerial kepala sekolah SMP IT Al-Kholis dalam meningkatkan animo peserta didik di SMP IT Al-Kholis berjalan dengan baik, terdapat program unggulan seperti tahfidz, tahsin tahasus dan program Al-Qur’an yang lainnya yang belum banyak di terapkan di sekolah sekolah lainnya. Dalam pemasaran sekolah SMP IT Al-Kholis memaksimalkan 7P (marketing mix) diantaranya Product (Produk), Price (Harga), Place (Tempat), Promotion (Promosi), People (Orang), Process (Proses), dan Physical Evidence (Bukti Fisik). SMP IT Al-Kholis juga melakukan pemberdayaan SDM, seperti pelatihan guru supaya guru dapat mengajar dengan efektif, peningkatan kualitas peserta didik, dan mengembangkan hubungan dengan masyarakat untuk membantu meningkatkan animo masyarakat terhadap sekolah
Keefektifan konseling kelompok teknik self instruction untuk menguatkan kepercayaan diri pada siswa fatherless kelas VIII SMPN 11 Yogyakarta
Keluarga berperan penting dalam tumbuh kembang anak serta pembentukan nilai-nilai agama, adat, dan masyarakat. Peran orang tua sangat penting dalam perkembangan psikologis anak. Ketidakseimbangan peran pengasuhan, seperti pada anak yang tumbuh tanpa ayah (fatherless), dapat berdampak negatif pada kepercayaan diri dan kesehatan mental anak. Layanan bimbingan dan konseling berperan penting dalam membantu anak-anak ini mengatasi masalah kepercayaan diri dan mencapai kesejahteraan psikologis. Salah satunya menggunakan layanan konseling kelompok teknik self instruction untuk menguatkan kepercayaan diri pada anak. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan konseling kelompok teknik self instruction untuk menguatkan kepercayaan diri pada siswa fatherless.
Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif metode desain pre-experimental dengan tipe one group pretest-posttest design. Subjek dalam peneltian ini berjumlah 5 siswa dengan menggunakan purposive sampling dengan kriteria yang mengalami tingkat kepercayaan diri yang rendah berdasarkan dari hasil skala. Metode pengumpul data yang digunakan adalah angket fatherless, dan skala kepercayaan diri. Teknik analisis data yang digunakan adalah paired sample t-test.
Hasil analisis data uji normalitas kepercayaan diri siswa fatherless kelas VIII SMPN 11 Yogyakarta di atas dapat diketahui bahwa nilai Sig. Pretest 0,492 dan nilai Sig. Posttest 0.361 data tersebut menunjukkan hasil nilai Sig. Pretest dan nilai Sig. Posttest > dari 0,05 sehingga data dinyatakan berdistribusi normal. Dan berdasarkan Paired Sample T-test” di atas, diketahui nilai Sig. (2 tailed) (0,001) < α (0,05), maka Ha diterima dan Ho ditolak, artinya terdapat perubahan skor pretest dan posttest. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan konseling kelompok teknik self instruction efektif untuk menguatkan kepercayaan diri pada siswa fatherless
Pengaruh literasi keuangan, kemudahan penggunaan e-money, dan gaya hidup terhadap perilaku konsumtif pengguna aplikasi Tiktok Shop Generasi Z di Kota Yogyakarta
Literasi keuangan, kemudahan penggunaan e-money, dan gaya hidup adalah bagian dari faktor yang mempunyai pengaruh terhadap perilaku konsumtif, studi ini berguna mengetahui konsep akan literasi keuangan. Generasi Z Kota Yogyakarta (pada Kec. Umbulharjo, Wirobrajan, dan Kota Gede) memiliki pengetahuan keuangan yang berbeda-beda, dengan adanya kemudahan belanja online dan kemudahan penggunaa e-money tentu saja memudahkan Generasi Z berbelanja tanpa pemikiran yang matang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan, kemudahan penggunaan e-money, dan gaya hidup terhadap perilaku konsumtif pengguna aplikasi tiktok shop generasi z di Kota Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner secara online kepada responden. Responden pada penelitian ini merupakan generasi z yang pernah menggunakan tiktok shop di Kota Yogyakarta (pada Kec. Umbulharjo, Wirobrajan dan Kota Gede). Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling. pengaruh literasi keuangan, kemudahan penggunaan e-money, dan gaya hidup terhadap perilaku konsumtif pengguna aplikasi tiktok shop generasi z di Kota Yogyakarta diukur menggunakan bantuan SPSS versi 25. Hasil yang didapatkan adalah literasi keuangan dan kemudahan penggunaan e-money ditolak terhadap perilaku konsumtif sedangkan gaya hidup berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif
Implementasi pendidikan karakter tanggung jawab melalui ekstrakurikuler Pramuka pada peserta didik di SD Negeri Caturtunggal 6
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya karakter pada peserta didik, khususnya karakter tanggung jawab. Upaya dalam mengatasi masalah tersebut adalah dengan menanamkan sikap tanggung jawab kepada peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler, seperti ekstrakurikuler Pramuka di SD Negeri Caturtunggal 6. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan bagaimana implementasi pendidikan karakter tanggung jawab melalui ekstrakurikuler kepramukaan di SD Negeri Caturtunggal 6 dan 2) mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat implementasi pendidikan karakter tanggung jawab melalui ekstrakurikuler Pramuka di SD Negeri Caturtunggal 6.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, pembina Pramuka dan empat peserta didik yang mengikuti ekstrakurikuler Pramuka. Teknik dan instrumen pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter tanggung jawab melalui ekstrakurikuler Pramuka di SD Negeri Caturtunggal 6 terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Perencanaannya yaitu dengan menyiapkan RPK Pramuka, sarana dan prasarana dan materi yang akan digunakan dalam kegiatan Pramuka. Pelaksanaanya meliputi penerapan yang dilakukan melalui disiplin diri, bekerja sama dengan teman satu tim, tepat waktu saat berlatih, dapat mengontrol diri, gigih dan memenuhi kewajiban dalam menjalankan tugas. Evaluasinya yaitu pembina Pramuka menggunakan strategi khusus untuk menarik perhatian dari siswa saat menyampaikan materi dan memberikan pendampingan khusus bagi siswa yang dianggap kurang kesadarannya dalam menjalankan tugas. Kemudian untuk faktor pendukungnya adalah keteladanan, kemauan, dan kerjasama antara pembina Pramuka, siswa dan orang tua siswa. Sedangkan faktor pengambatnya adalah kurangnya kerjasama antara warga sekolah dengan orang tua siswa dan cuaca yang tidak menentu
Penerimaan konsumen terhadap brownies panggang dengan substitusi tepung mocaf (modified cassava flour)
Brownies sudah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai kudapan yang cukup mengenyangkan karena memiliki kandungan lemak dan telur yang tinggi. Brownies banyak disukai oleh semua kelompok usia dan status sosial. Secara umum brownies terbuat dari terigu, kemudian pada penelitian ini terbuat dari tepung mocaf (modified cassava flour). Tepung mocaf memiliki karakteristik yang mirip dengan terigu sehingga dapat memungkinkan menjadi pengganti terigu. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan tingkat kesukaan dan mengetahui sifat sensoris di tiap formulasi dari atribut warna, rasa, aroma, dan tekstur brownies panggang.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini dilakukan 2 tahap: uji beda untuk mengetahui pengaruh dua merek mocaf yang berbeda. Uji sensoris yaitu uji kesukaan dan uji deskriptif. Uji kesukaan untuk melihat tingkat kesukaan konsumen terhadap lima formulasi dengan perbandingan tepung mocaf dan terigu F1(100:0), F2(70:30), F3(50:50), F4(30:70), F5(0:100). Data uji kesukaan diolah menggunakan uji kruskal wallis dan mann whitney.
Hasil penelitian menunjukan pada uji beda panelis dapat membedakan warna, aroma, rasa, dan tekstur dari mocaf merek Berhasil dan Ladang Lima. Sedangkan pada uji sensoris terdapat perbedaan tingkat kesukaan pada atribut aroma, rasa dan tekstur tetapi tidak berpengaruh nyata pada tingkat kesukaan warna. Hasil uji 33 panelis tidak terlatih pada produk brownies panggang dengan substitusi tepung mocaf mendapatkan formulasi terpilih yaitu Brownies panggang dengan 70% tepung mocaf dan 30% terigu memiliki sifat sensoris warna coklat tua, kurang beraroma khas singkong, memiliki aftertaste tidak terasa langu, tekstur kurang lembut dan berpori cukup rapat
Prarancangan pabrik bisfenol-A dari fenol dan aseton kapasitas 2500 ton/tahun
Bisfenol-A (BPA) adalah senyawa kimia organik yang digunakan secara luas dalam industri untuk pembuatan berbagai produk plastik dan resin. BPA terutama digunakan sebagai bahan dasar dalam produksi polikarbonat, suatu jenis plastik yang memiliki sifat tahan lama, transparan, dan tahan terhadap suhu tinggi. Untuk memenuhi kebutuhan bisfenol-A, Indonesia masih mengimpor dari negara lain. Memepertimbangkan peluang ini, pabrik bisfenol-A berkapasitas 2500 ton/tahun dibangun di lahan seluas 10877 m2 di Bontang, Kalimantan Timur.
Proses pembuatan bisfenol-A dari aseton dan fenol melibatkan lima tahap utama yaitu, persiapan bahan baku, reaksi, pemisahan dan pemurnian produk, serta perancangan diagram alir. Pada tahap persiapan bahan baku, aseton dan fenol dengan kemurnian tinggi disiapkan dalam kondisi yang sesuai sebelum dicampur dalam mixer. Campuran kemudian dipompakan ke reaktor fixed bed, di mana reaksi eksotermis terjadi, menghasilkan bisfenol-A dengan konversi 80%. Produk campuran dari reaktor kemudian dipisahkan dalam flash drum dan separator untuk memurnikan aseton dan air. Setelah itu, campuran bisfenol-A dan fenol dikristalkan, diikuti dengan pemisahan menggunakan centrifuge. Produk bisfenol-A yang diperoleh disimpan dalam silo sebelum digunakan lebih lanjut.
Analisis terhadap kondisi operasi pabrik Bisfenol-A menunjukkan bahwa industri ini termasuk berisiko tinggi. Berdasarkan analisis ekonomi, hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut: Return on Investment (ROI) sebelum pajak sebesar 44,72%, sesuai dengan standar minimum untuk industri berisiko tinggi. Pay Out Time (POT) sebelum pajak mencapai 2 tahun, sesuai dengan batas maksimum yang diterima. Break Even Point (BEP) sebesar 40%, dan Shut Down Point (SDP) sebesar 25,19%, keduanya berada dalam rentang umum untuk pendirian pabrik kimia. Discounted Cash Flow (DCF) sebesar 44,11%, lebih tinggi dari suku bunga pinjaman bank saat ini. Dengan demikian, pabrik Bisfenol-A berkapasitas 2500 ton/tahun layak untuk dipertimbangkan pendiriannya
Pengaruh tingkat inflasi, kurs rupiah, harga minyak dunia dan harga emas dunia terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode tahun 2014 - 2023
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data time series. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Tingkat Inflasi, Kurs Rupiah, Harga Minyak Dunia dan Harga Emas Dunia terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2014 – 2023. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sedangkan variabel independen Tingkat Inflasi, Kurs Rupiah, Harga Minyak Dunia dan Harga Emas Dunia.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh data tahun 2014 – 2023. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan Teknik Non-Probability Sampling dengan pendekatan purposive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 120 sampel. Data yang digunakan dalam penelitian penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data yang diperoleh secara tidak langsung melainkan melalui penyedia data, yang dimana dalam penelitian ini data bersumber dari website resmi Bank Indonesia dan Investing.com Indonesia. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan Uji Asumsi Klasik yang meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi. Pengujian terhadap seluruh hipotesis menggunakan analisis regresi linier berganda, yaitu dengan Uji Parsial (Uji t).
Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh bahwa hasil Tingkat Inflasi secara parsial berpengaruh signifikan dan negatif terhadap Indeks Harga Saham gabungan (IHSG), Kurs Rupiah secara parsial berpengaruh signifikan dan positif terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Harga Minyak Dunia secara parsial berpengaruh signifikan dan positif terhadap Indeks Harga Saham gabungan (HISG), Harga Emas Dunia tidak berpengaruh terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
Implementasi kurikulum merdeka dalam mewujudkan profil pelajar Pancasila dimensi kreatif di SD Muhammadiyah Demangan
Profil Pelajar Pancasila merupakan salah satu fokus utama dalam pengembangan Kurikulum Merdeka, dengan dimensi kreatif menjadi salah satu aspek penting yang harus dicapai oleh peserta didik. SD Muhammadiyah Demangan telah menerapkan Kurikulum Merdeka dalam rangka membentuk karakter siswa yang kreatif. Namun, implementasi yang efektif dan dampaknya terhadap pengembangan dimensi kreatif siswa masih belum banyak diteliti, sehingga penelitian ini menjadi penting untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Kurikulum Merdeka dalam membentuk profil pelajar Pancasila pada dimensi kreatif di SD Muhammadiyah Demangan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek penelitian meliputi Kepala Sekolah, Ketua Kurikulum, Guru Kelas I, Guru Kelas IV, dan Siswa Kelas IV di SD Muhammadiyah Demangan. Objek penelitian berfokus pada pelaksanaan proyek penguatan profil pelajar Pancasila dimensi kreatif yang terintegrasi dalam Kurikulum Merdeka. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Data yang diperoleh dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka di SD Muhammadiyah Demangan membentuk subdimensi kreatif dalam profil pelajar Pancasila. Kurikulum ini mendorong siswa untuk menghasilkan gagasan orisinal, karya, dan tindakan orisinal, serta mengembangkan keluwesan berpikir. Tujuan kurikulum, materi pembelajaran, strategi, dan evaluasi yang diterapkan mendukung pengembangan kreativitas siswa di berbagai tingkat kelas, mulai dari kelas I hingga kelas IV. Pendekatan berbasis proyek, kolaborasi, serta pemecahan masalah menjadi faktor kunci
Analisis konten edukasi keselamatan dan kesehatan (K3) di TikTok tahun 2024
Menurut data dari BPJS Ketenagakerjaan RI tahun 2022 kasus kecelakaan kerja masih meningkat sejak 2017 hingga 2022. Salah satu faktor penyebabnya yaitu angkatan kerja yang kurang berpengetahuan dan tidak berperilaku K3. Sesuai dengan Teori Domino yaitu kecelakaan kerja dapat terjadi karena kurangnya pengetahuan tentang K3. Peningkatan pengetahuan dapat dilakukan dengan pemanfaatan media promosi kesehatan, salah satunya yaitu media sosial. Pencarian informasi dimudahkan dengan adanya fitur tagar. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menganalisis konten edukasi K3 di TikTok berdasarkan tagar #keselamatandankesehatankerja di platform TikTok dalam rentang waktu Juni 2023 hingga Juni 2024. Analisis yang digunakan dengan mengidentifikasi what (apa), who (siapa), when (kapan), why (mengapa) dan how (bagaimana) isi konten. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasional. Teknik pemilihan sampel dengan metode quota sampling. Hasil: Terdapat 16 konten edukasi K3 yang menggunakan tagar #keselamatandankesehatankerja di rentang tersebut. Topik keselamatan berjumlah 10 konten dan topik kesehatan kerja berjumlah. Kesimpulan: Proporsi penggunaan tagar #keselamatandankesehatankerja di TikTok masih tergolong sedikit karena prioritas tren dan target audien menggunakannya platform TikTok sebagai media sosial hiburan
Implementasi Augmented Reality kedalam media edukasi pengenalan hewan untuk anak berkebutuhan khusus penyandang tuna grahita sedang tingkat SLB Negeri Penajam Paser Utara
Masalah yang sering dihadapi anak dengan kebutuhan khusus, khususnya anak
Tunagrahita di tingkat sekolah dasar, adalah kesulitan dalam menyelesaikan tugas yang
diberikan oleh guru, terutama dalam menulis dan menghafal. Di SLB Negeri Penajam Paser
Utara, siswa Tunagrahita mengalami kesulitan dalam membentuk huruf dan menulis secara
otomatis, serta dalam menghafal nama benda dan hewan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengembangkan media edukasi berbasis Augmented Reality (AR) yang dapat membantu proses
pembelajaran anak-anak penyandang Tunagrahita dengan mengenalkan jenis, nama, dan
karakteristik hewan melalui platform Android.
Metode penelitian ini melibatkan penerapan Augmented Reality (AR) sebagai media
pembelajaran menggunakan tools seperti Vuforia SDK, Unity, Blender, StudioOne 6, CapCut Pro
dan Figma. Perancangan sistem dilakukan dengan metode Multimedia Development Life Cycle
(MDLC), meliputi tahapan Concept, Design, Material Collecting, Assembly, dan Testing.
Implementasi AR menggunakan metode Marker Based Tracking, di mana kartu dengan gambar
hewan digunakan sebagai objek 2D yang dipindai untuk menampilkan model visual 3D.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa aplikasi ini mendapatkan respon positif dari segi
kemudahan penggunaan dan kualitas konten. Pengujian Software Evaluation Question (SEQ)
menghasilkan skor rata-rata 7, mengindikasikan tingkat kemudahan yang sangat baik dalam
navigasi, penggunaan fitur, dan aksesibilitas. Selain itu, pengujian kualitas media dan materi
menunjukkan rata-rata skor 6,75 dari skala 1-7, menunjukkan bahwa kualitas visual, audio,
konten, serta keterlibatan pengguna berada pada tingkat yang sangat memuaskan. Hasil ini
mengindikasikan bahwa aplikasi ini sudah memenuhi kebutuhan pengguna, meskipun terdapat
saran perbaikan minor terkait volume suara dan penambahan konten