10023 research outputs found
Sort by
MIMPI TOKOH UTAMA DALAM WEBTOON DEDES KARYA EGISTIGI: KAJIAN PSIKOLOGI SIGMUND FREUD
Penelitian ini berfokus pada mimpi pada tokoh utama sebagai refleksi jiwa dan cara untuk mewujudkan keinginan tersembunyi. Teori yang digunakan adalah teori psikologi
mimpi yang dikemukakan oleh Sigmund Freud. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan isi manifes, isi laten, dan pengaruh mimpi terhadap kepribadian tokoh utama dalam Webtoon Dedes karya Egestigi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka, baca, simak, dan catat.Instrumen penelitian berupa kartu data dan sticky note. Analisis data dilakukan dengan memaknai data yang diklasifikasi berdasar isi manifes, isi laten, dan pengaruh mimpi terhadap kepribadian tokoh utama dan mendeskripsikan makna mimpi sehingga
berpengaruh pada kejiwaan tokoh utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klasifikasi mimpi pada tokoh utama paling dominan terjadi berdasarkan isi laten. Ini
menunjukkan bahwa setiap mimpi memiliki makna di sebaliknya. Mimpi merupakan pesan yang disampaikan melalui alam bawah dan hadir secara simbolik. Mimpi dalam Webtoon Dedes berperan penting dalam mengungkapkan konflik internal dan keinginan tersembunyi tokoh utama, yaitu Mita. Mimpi-mimpi tersebut menggambarkan perubahan psikologis dan emosional yang dialami tokoh utama
LAPORAN PRAKTIK STUDI INDEPENDEN REKOGNISI DATA ANALYTICS AND GEN AI REVOU TECH ACADEMY
Impact of Feature Selection on XGBoost Model with VGG16 Feature Extraction for Carbon Stock Estimation Using GEE and Drone Imagery
Carbon stocks are critical to climate change mitigation by capturing atmospheric carbon and storing it in biomass. However, carbon stock estimation faces challenges due to data complexity and the need for efficient analytical methods. This study introduces a carbon stock estimation method that integrates the XGBoost algorithm with VGG16 feature extraction and feature selection techniques to analyze GEE and Drone image datasets. The model is evaluated through four scenarios: without feature selection, using Information Gain, using Feature Importance, and using Recursive Feature Elimination. These scenarios aim to compare feature selection methods to identify the best one for processing complex environmental data. The experimental results show that RFE significantly outperforms other methods, achieving an average RMSE of 6651.62, MAE of 2297.57, and R² of 0.7673. These findings underscore the importance of feature selection in optimizing model performance, particularly for high-dimensional environmental datasets. RFE shows superior accuracy and efficiency by retaining the most relevant features but requires more computational resources. For applications that prioritize time and resource efficiency, Information Gain or Feature Importance can serve as a practical alternative with slightly reduced accuracy. This research highlights the value of integrating feature selection techniques into machine learning models for environmental data analysis. Future research could explore alternative feature extraction methods, combine RFE with other approaches, or apply advanced techniques such as Boruta or genetic algorithms. These efforts will further refine carbon stock estimation models, paving the way for broader applications in environmental data analysis
Hubungan Asupan Gula dari Minuman Berpemanis dengan Status Gizi pada Remaja di SMP Negeri 4 Yogyakarta
Latar Belakang : Minuman berpemanis merupakan jenis minuman dengan tambahan gula dalam sajian kemasan dan banyak dikonsumsi oleh kalangan remaja. Konsumsi minuman berpemanis memiliki hubungan dengan resiko overweight dan obesitas dikarenakan kandungan kadar gula yang tinggi. Jenis kandungan gula pada minuman kekinian yaitu sukrosa yang komposisi berasal dari 50% fruktosa dan 50% glukosa. Rekomendasi intake sugar atau asupan gula oleh WHO pada orang dewasa hingga anak-anak direkomendasikan maksimal 10�ri total asupan energi.
Tujuan : Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan gula dari minuman berpemanis dengan status gizi pada remaja di SMP Negeri 4 Yogyakarta.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, desain potong lintang (cross sectional). Teknik pengambilan sampel adalah proposinal random sampling dengan rumus Slovin sebanyak 86 responden dan menggunakan kuesioner. Uji statisitik yang digunakan yaitu analisis univariat untuk mengetahui distribusi data dan bivariat untuk mengetahui hubungan variabel dengan uji Chi-square .
Hasil : Diketahui distribusi responden mayoritas berusia 13 tahun (58,6%), laki-laki (52,7%) dengan status gizi normal (39,5%), 19 responden status gizi gemuk 22,1�n 8 responden status gizi obesitas 9,3%. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui pola konsumsi minuman berpemanis pada remaja SMP Negeri 4 Yogyakarta dari frekuensi minuman berpemanis diketahui konsumsi 1 – 2 sehari (44,2%), konsumsi 1 – 3 seminggu (38,4%) dan konsumsi 1 – 3 bulan (17,4%). Sedangkan, pada asupan kecukupan gula yaitu 60,5�ri 52 responden cukup mengkonsumsi gula 50g/hari. Kategori jenis minuman yang paling banyak dikonsumsi yaitu semua (perisa buah-buahan, sport drink, flavored drink, dan teh/kopi) kecuali jenis softdrink dengan rata-rata 18,6�ri 16 responden. Terdapat hubungan antara asupan gula dari minuman berpemanis dengan status gizi pada remaja di SMP Negeri 4 Yogyakarta yaitu p-value 0,000
Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara asupan gula dari minuman berpemanis dengan status gizi pada remaja di SMP Negeri 14 Yogayakarta