10023 research outputs found
Sort by
Digital marketing LA LI SA Farmer's Village dalam meningkatkan minat berkunjung wisatan
Pariwisata merupakan salah satu sektor industri jasa paling besar dalam menyumbangkan nilai devisa bagi Indonesia karena industri pariwisata memiliki dampak untuk perkembangan ekonomi dalam mendukung kesejahteraan masyarakat setempat. Untuk meningkatkan minat berkunjung wisatawan, dibutuhkan pengelolaan dan manajeman yang terstruktur agar pengembangan objek wisata lebih maksimal dengan penggunaan pemasaran digital. Seperti objek wisata La Li Sa Farmer’s Village yang merupakan salah satu destinasi wisata yang baru yang menerapkan pemasaran digital sebagai strategi untuk meningkatkan minat berkunjung wisatawan.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif serta menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi hasil. Peneliti menggunakan metode validitas data (uji validitas) dengan teknik triangulasi sumber data. Adapun lokasi penelitian bertempat objekwisata La Li Sa Farmer’s Village.
Hasil penelitian yang diperoleh oleh peneliti yakni untuk meningkatkan minat berkunjung wisatawan ke Objek wisata La Li Sa Farmer’s Village, pihak pengelola menerapkan enam saluran media sebagai strategi digital marketing yaitu search engine marketing (mesin pencari), online PR (hubungan masyarkat daring), online partnership (kerjasama daring), interactive display advertising (iklan interaktif daring), dan social media marketing (pemasaran media sosial). Strategi tersebut di lakukan oleh pihak pengelola objek wisata La Li Sa Farmer’s Village untuk mempromosikan objek wisata La Li Sa Farmer’s Village kepada publik agar jumlah kunjungan wisatawan ke objek wisata La Li Sa Farmer’s Village terus mengalami peningkatan
Nilai-nilai pendidikan Islam dalam Buku Seni Merayu Tuhan karya Husein Ja'far Al-Hadar dan relevansinya terhadap pendidikan Islam
Implementasi Pendidikan Islam di lapangan belum mencapai pada puncak kemaksimalan. Hal tersebut tercerminkan pada proses pembelajaran yang masih belum secara nyata untuk mengintegrasikan nilai-nilai keislaman pada siswa-siswinya. Apalagi ditambah dengan teknologi informasi yang mempengaruhi peserta didik dengan pengaruh budaya asing sehingga tidak sejalan dengan nilai-nilai keislaman. Pendidikan Islam telah memfasilitasi beberapa media untuk menginternalisasikan nilai-nilai keislaman, salah satunya dengan menggunakan media buku. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung di dalam buku yang berjudul "Seni Merayu Tuhan" karya Husein Ja'far Al-Hadar sehingga dapat difungsikan sebagai penanaman nilai-nilai pendidikan Islam.
Jenis penelitian ini menggunakan library research, yakni memanfaatkan bentuk dokumentasi, seperti buku dan artikel, serta berbagai bentuk tulisan lainnya sebagai data penelitian. Di lanjutkan dengan menganalisis data dengan metode content analysis, dimana metode ini digunakan untuk menafsirkan data yang telah ditemukan. Terakhir, dalam penyajian datanya menggunakan media tabel untuk memudahkan dalam pengklasifikasianya.
Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa terdapat nilai-nilai pendidikan Islam yang termaktub dalam buku "Seni Merayu Tuhan" karya Husein Ja'far. Nilai-nilai pendidikan Islam itu adalah: (1) nilai akidah/keimanan, meliputi: larangan menyekutukan Allah Swt. dan melakukan pujian kepada Allah Swt.; (2) nilai ibadah, meliputi: pengabdian kepada Allah Swt. dan keseimbangan kehidupan dunia dan akhirat; (3) nilai akhlak, meliputi: adab dalam berpakaian, lemah lembut dalam berkomunikasi, memaafkan orang lain, sabar, dan ikhlas; serta (4) nilai sosial, meliputi: mempunyai jiwa keadilan, menanamkan jiwa bergotong royong, mendidik bermusyawarah, pembaharuan, dan mendidik tanggung jawab. adapun relevansinya dengan pendidikan Islam adalah meyakini dan menyembah hanyak kepada Allah YME, mengajarkan cara-cara dalam beribadah kepada Allah dan melakukan peribadahan tersebut hanya kepada Allah Swt., memiliki akhlak mulia, membangun sikap sosial untuk membawa kesejahteraan bagi masyarakat
Penggunaan youtube dalam pembelajaran huruf hijaiyah Siswa Tunagrahita Kelas 2B di SLB Negeri Pembina Yogyakarta tahun ajaran 2022/2023
Kebutuhan variasi pembelajaran untuk peserta didik dengan keterbatasan kecerdasan memerlukan adanya kreativitas dari pihak pendidik. Salah satu bentuk inovasi ataupun kreativitas yang dikembangkan oleh pendidik di SLB Negeri Pembina Yogyakarta dalam mengajarkan materi huruf hijaiyah untuk siswa tunagrahita adalah memadukan penggunaan Youtube dan metode Drill. Hal ini menjadi solusi alternatif untuk mengatasi hambatan tersebut yang akan dikaji dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui mengenai penggunaan, hasil, serta faktor pendukung sekaligus penghambat dari penggunaan Youtube di SLB Negeri Pembina Yogyakarta.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui langkah-langkah pengamatan, tanya jawab dengan pihak terkait, dan pemanfaatan dokumentasi. Proses analisis data melibatkan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk memastikan validitas data, dilakukan triangulasi.
Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) pemanfaatan Youtube untuk menyampaikan materi huruf hijaiyah dilaksanakan dengan memilih video menarik dan relevan sesuai mata pelajaran, serta dikombinasikan dengan penerapan metode pembelajaran drill. 2) Dampak dari pemanfaatan Youtube sebagai media pembelajaran huruf hijaiyah bagi anak dengan gangguan kecerdasan menciptakan tingkat antusiasme tinggi di kalangan siswa tunagrahita untuk belajar dengan bantuan platform tersebut. 3) Faktor pendukung dari pemanfaatan Youtube dalam pelajaran hururf hijaiyah untuk anak dengan gangguan kecerdasan adalah ketersediaan berbagai video menarik di platform Youtube, yang dapat diselaraskan dengan kompetensi masing-masing peserta didik. Sebaliknya, faktor penghambatnya adalah kecenderungan peserta didik untuk menonton video yang tidak relevan dengan mata pelajaran, baik selama di kelas maupun di luar kelas
Problematika Kepala Sekolah dalam meningkatkan mutu kinerja Guru Ismuba di SMP Muhammadiyah 1 Godean Yogyakarta
Latar belakang masalah penelitian ini adalah adanya beberapa permasalahan
di dalam pelaksanaan tugas kepala sekolah sebagai manajer yang menyebabkan
tugas manajerial kepala sekolah tidak terlaksana secara optimal, diantaranya
efektifitas. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan bagaimana upaya
kepala sekolah dalam memberdayakan guru terhadap peningkatan kualitas
pembelajaran di SMP Muhammadiyah 1 Godean Yogyakarta. 2) mendeskrispsikan
mengetahui bagaimana tindakan kepala sekolah dalam menjalankan fungsi
manajerial terhadap mutu kinerja guru di SMP Muhammadiyah 1 Godean
Yogyakarta
Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan jenis metode
penelitian lapangan (field research), dengan pendekatan deskriptif kualitatif yaitu
peneliti memberikan gambaran dan mendeskripsikan secara mendalam terkait
dengan kenapa kepala sekolah sulit dalam memberdayakan guru terhadap
peningkatan kualitas pembelajaran, serta bagaimana tindakan kepala sekolah
dalam menjalankan fungsi manajerial terhadap mutu kinerja guru di SMP
Muhammadiyah 1 Godean Yogyakarta. Adapun teknik dalam pengumpulan data
yaitu melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan
melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dari hasil
penelitian tersebut.
Hasil penelitian yang telah dilakukan di SMP Muhammadiyah 1 Godean
Yogyakarta ini bahwa, faktor-faktor kesulitan kepala sekolah dalam
memberdayakan guru yaitu sering mengikuti agenda di luar, guru yang pindah dan
berhenti mengajar, tuntutan kurikulum yang beruba menghambat proses belajar,
guru yang mengajar sambil nyambi, sedangkan upaya kepala sekolah dalam
menjalankan fungsi manajerial terhadap mutu kinerja guru yaitu dengan memanage
waktu, memperbaiki sistem perekrutan guru, melakukan supervisi terkait penerapan
kurikulum, pemanfaatn sarana prasarana dengan membuka usaha koperasi sekolah
Analisis isi materi buku pendidikan agama Islam dan budi pekerti Sekolah Dasar Kelas 3 kurikulum 2013
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis isi materi buku Pendidikan Agama Islam dan budi pekerti kelas 3 Kurikulum 2013 dan untuk mengetahui standar buku ajar Pendidikan Agama Islam dan budi Pekerti kelas 3 kurikulum 2013 untuk jenjang sekolah dasar yang ideal. Karena bahan ajar dan kurikulum yang dipakai merupakan salah satu aspek yang dapat mewujudkan visi dan misi dalam Pendidikan, yaitu mencetak generasi yang unggul dan berakhlak mulia.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang representasi nilai-nilai agama Islam dan budi pekerti dalam buku tersebut. Sedangkan pengumpulan datanya menggunakan bahan bacaan yang tertulis serta dokumentasi dan analisis data yang digunakan adalah kajian pustaka.
Hasil analisis akan memberikan gambaran mengenai sejauh mana buku ini mencerminkan tujuan kurikulum terkait dengan pengembangan karakter dan nilai moral pada siswa kelas 3 sekolah dasar. Penelitian pertama, kemenarikan isi buku dalam sebuah buku teks dari Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 3 sekolah dasar, terdapat beberapa komponen yang harus dianalisis oleh peneliti yaitu kemenarikan gambar, kesesuaian huruf, tata letak gambar, kejelasan huruf dan lain sebagainya. Kedua, kekurangan materi dari pelajaran I hingga pelajaran XII terdapat 3 judul pelajaran yang memiliki kekurangan yaitu pada pelajaran VI, XI dan XII
Efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) terhadap keaktifan Siswa pada mata pelajaran PAI di MAN 1 Oku Selatan
Keaktifan siswa merupakan salah satu aspek yang terpenting didalam proses pembelajaran di suatu kelas tentunya terdapat model pembelajaran yang harus diterapkan atau digunakan salah satunya terdapat model pembelajaran kooperatif tipe team assisted individualization yaitu model yang dimana pada saat pembelajran dimulai untuk menciptakan keaktifannya bisa dengan membentuk kelompok yang memiliki manfaat supaya siswa memiliki sifat yang bertanggung jawab serta memiliki jiwa yang saling membantu sama lain bisa fokus untuk mata pelajaran PAI. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk dampak penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI terhadap tingkat keterlibatan siswa dalam suatu mata pelajaran PAI pada kelas XI Man 1 Oku selatan.
Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan model quasi Eksperimen, dimana pada saat pengumpulan datanya secara pengacakan (random) tetapi masih melibatkan pada penempatan partisipasi kesuatu kelompok, seperti menguji dalam bentuk pre- test dan post-test kepada peserta didik pada kelas tretment dan juga kelas kontrol.
Hasil dari penelitian ini adalah untuk kelas tretmen menghasilkan pada pre test 85 dan post test sebesar 85,76 dan untuk kelas eksperimen untuk pre test 89 sedangkan untuk post test 90,21, sehingga bisa dapat dismpulkan dengan menerapkan model pembelajaran TAI ini bisa lebih efektif dalam mengembangkan keaktifan pada siswa pada mata pelajaran PAI
Implementasi metode ummi dalam meningkatkan minat baca Qur'an Siswa di MI Muhammadiyah Plus Leksono Kecamatan Leksono Kabupaten Wonosobo
Al Qur’an merupakan mukjizat terbesar yang Allah turunkan kepada umat manusia sebagai sumber rujukan dalam berkehidupan. Sudah menjadi suatu kewajiban bagi umat manusia dalam mempelajari isinya. Pendidikan Al Qur’an merupakan pendidikan dasar yang harus ditanamkan kepada anak sejak usia dini. Tuntutan untuk membaca Al Qur’an dengan baik dan benar menjadikan munculnya berbagai macam metode. Bermacam metode digunakan dalam mempelajari Al Qur’an untuk mengurangi jumlah buta aksara Al Qur’an. Banyaknya metode tidak menjamin dapat mengurangi buta aksara Al Qur’an, karena tidak semua metode cocok untuk diterapkan di suatu instansi. Oleh karena itu, dibutuhkan penggunaan metode yang tepat dalam pembelajaran. Penelitian yang berjudul “Implementasi Metode Ummi dalam Meningkatkan Minat Baca Qur’an Siswa di MI Muhammadiyah Plus Leksono Kecamatan Leksono Kabupaten Wonosobo” dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui implementasi pembelajaran Al Qur’an dalam meningkatkan minat baca Qur’an siswa dengan penggunaan metode Ummi.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilakukan di MI Muhammadiyah Plus Leksono Kabupaten Wonosobo. Sumber data primer pada penelitian ini yaitu dengan mengambil 4 responden yang terdiri dari satu pimpinan, satu pengajar, dan dua siswa kelas V. Sedangkan pengambilan data sekunder dilakukan dengan mengambil dari arsip dokumentasi. Metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi sebagai validasi dari data yang diperoleh. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu menggunakan reduksi data dan penyajian data.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi metode Ummi dalam pembelajaran Al Qur’an di MI Muhammadiyah Plus Leksono sangat berpengaruh karena terbukti dapat meningkatkan minat baca Qur’an siswa. Implementasi metode Ummi di MI Muhammadiyah Plus Leksono yaitu dimulai dari perencanaan yang dilakukan dengan menyiapkan hal-hal yang diperlukan dalam pelaksanaan seperti kerjasama dengan Ummi Foundation, menyiapkan SDM pengajar, dan fasilitas dalam pelaksanaannya. Kemudian dalam pelaksanaannya, suasana pembelajaran dilakukan secara asik dan menyenangkan, disertai dengan fasilitas yang baik, langkah-langkahnya jelas dan terukur, teknik guru dalam menyampaikan materi dilakukan secara langsung, berulang, dan mendampingi dengan penuh kasih sayang. Evaluasi dilakukan baik secara sistem maupun capaian siswa, evaluasi sistem dilakukan dengan cara supervisi, dan evaluasi. Capaian siswa dilakukan dengan ujian kenaikan jilid, ujian munaqasyah, dan tasmi’ hafalan Al Qur’an. Terdapat 2 kendala dalam pelaksanaannya seperti kurangnya dukungan orang tua dan kurangnya SDM. Terdapat 5 solusi atau upaya dalam mengatasi permasalahan, yaitu supervisi, dukungan dari pimpinan, mengadakan pengajian kelas dan zona, fasilitas yang memadai, serta kualifikasi dan perekrutan pengajar metode Ummi.
Kata kunci: Implementasi, Metode Ummi, Minat Baca Qur’an Sisw
Peran Guru pendidikan agama Islam dalam mengatasi bullying di SMP Negeri 5 Sungai Penuh Provinsi Jambi
Muhammad Imam Hanafiah (1800031126) Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Ahmad Dahlan
Bullying di sekolah tidak hanya memberikan dampak bagi korban, tetapi juga pada pelaku. Sebagai seorang pendidik, guru Pendidikan Agama Islam memiliki peran yang penting dalam mengatasi masalah bullying di sekolah. Guru Pendidikan Agama Islam memiliki akses terhadap siswa dalam kegiatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam serta aktivitas-aktivitas keagamaan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prilaku bullying yang sering terjadi di SMP Negri 5 Kota Sungai Penuh, mengetahui faktor penyebab terjadinya bullying di SMP Negeri 5 Kota Sungai Penuh dan mengetahui peran Guru PAI dalam mengatasi masalah bullying pada siswa SMP Negeri 5 Kota Sungai Penuh.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data primer diperoleh dari wawancara terhadap dua guru PAI dan wakil kepala sekolah bagian kesiswaan, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, artikel ilmiah, jurnal, serta skripsi. Teknik pengumpulan data didapatkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan kesimpulan.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa di SMPN 5 Sungai Penuh Provinsi Jambi meliputi: 1) Betuk bullying yang terjadi di SMPN 5 Sungai Penuh Provinsi Jambi lebih condong berbentuk verbal berupa memanggil nama teman dengan julukan, mengatai teman bodoh, dan mengejek teman. 2) Faktor faktor penyebab terjadinya bullying di SMPN 5 Sungai Penuh Provinsi Jambi yaitu faktor sekolah, faktor keluarga, pengaruh kelompok teman sebaya, dan faktor tayangan televisi atau pengaruh tontonan. 3) Peran guru Pendidikan Agama Islam dan sekolah dalam mengatasi bullying di SMPN 5 Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi yaitu guru sebagai model atau teladan, guru sebagai penasehat, guru sebagai motivator, dan guru sebagai pembimbing.
Kata Kunci : Guru, Pendidikan Agama islam, Bullying, Penaseha
An analysis of grammatical errors in writing recount text made by Junior High School Students at SMP Negeri 1 Kalasan
Writing is an active skill that needs to be mastered by English language learners. However, due to its complexity, many English learners often make errors in the writing process. This study aims to discover the types of grammatical errors and to know the most dominant errors made by the students in writing recount text. The researcher applied a qualitative method in this study. The subjects of this study were 32 students in class 8C of SMP Negeri 1 Kalasan in the academic year 2022/2023. The researcher used students’ written recount text documentation to collect the data. The documents were obtained from the English teacher of SMP Negeri 1 Kalasan. The researcher analyzed and classified the data using the surface strategy taxonomy theory by Dulay et al. (1982) about grammatical errors. The result of the research showed that there were four types of grammatical errors made by the students in writing recount text. These errors are omission errors, addition errors, misformation errors, and misordering errors. The researcher found errors in two subtypes of omission errors, namely content morpheme and grammatical morpheme, two subtypes of addition error, namely double marking and simple addition, and two subtypes of misformation error, namely archi-form and alternating form. Meanwhile, misordering errors did not have any subtypes. In this research, the researcher did not find errors that fall under the category of regularization addition errors. The researcher found that the most dominant error made by the students is misformation errors. Followed by the second dominant error is omission errors, the third is misordering errors, and the last is addition errors. Based on the findings, it can be concluded that the students still made many errors in writing recount text due to their lack of understanding of English grammar, especially in the past tense form of irregular verbs