10023 research outputs found
Sort by
Nilai-Nilai Pendidikan Tauhid dalam Qur’an Surat Luqman Ayat 13 Menurut Perspektif Tafsir Ibnu Katsir
NILAI-NILAI PENDIDIKAN TAUHID DALAM AL-QUR’AN SURAT LUQMAN AYAT 13 PERSPEKTIF IBNU KATSIR
Siti Nur Azizah (2000031134), Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Ahamad Dahlan Yogyakarta.
Maraknya kasus kenakalan remaja yang salah satu sebabnya adalah karena kurang dan lemahnya pemahaman mereka terhadap tauhid, mereka sering kali melakukan hal tersebut karena merasa tidak diawasi Allah. Seiring dengan perkembangan teknologi belum tentu berdampak positif bagi anak-anak remaja tentu bisa mengakibatkan terbentuknya karakter anak yang jauh dari nilai-nilai Islam yang murni, seperti contohnya, mempercayai zodiak atau khodam, terjadinya pergaulan bebas yang berujung pada seks bebas, dapat merusak generasi bangsa karena kurangnya penanaman nilai-nilai tauhid. Maka pendidikan tauhid penting agar bisa menjadi tonggak utama mengatasi penyimpangan moral pada anak remaja.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode studi pustaka (library research) bersumber dari beberapa jenis informasi dari kitab tafsir Ibnu Katsir/ Al-Qur’anul Adzim, buku, jurnal, Al-Qur’an, terjemahan Al- Qur’an dan sumber-sumber yang mendukung lainnya.
Hasil studi menujukkan bahwa pertama, surat Luqman ayat 13 memiliki kolerasi erat dengan nilai-nilai tauhid yaitu: meng-esakan Allah ta’ala ibadah, menumbuhkan rasa takut kepada Allah ta’ala. Menumbuhkan rasa syukur kepada Allah. Kedua, Pendidikan tauhid pada anak surat Luqman ayat 13 menekankan pentingnya: menanamkan keimanan dan ketauhidan sejak usia dini, pendidikan tauhid bisa diberikan melalui nasehat yang bijaksana, dan melalui keteladanan (uswatun hasanah, serta melalui pembiasaan (ta’wid). Ketiga, Relevansi Pendidikan Tauhid dalam Surat Luqman Ayat 13 dengan kurikulum pendidikan anak usia dini adalah: menekankan pentingnya mengenal dan mengesakan Allah, membentuk karakter anak, memberikan gambaran nasehat Luqman kepada anaknya
Metode Pembelajaran PAI pada Anak Berkebutuhan Khusus di SLB ABCD Tunas Kasih Donoharjo Sleman Yogyakarta
Pendidikan Agama Islam merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib diberikan dalam pendidikan formal. Pendidikan Agama Islam salah satunya bertujuan untuk membentuk kepribadian menurut ajaran Islam, oleh karena itu pembelajaran PAI bagi ABK harus dilakukan dengan menggunakan metode yang sesuai dengan peserta didiknya.
Tujuan penelitia ini untuk: mengetahui metode pembelajaran PAI beserta faktor pendukung dan penghambat di SLB ABCD Tunas Kasih Donoharjo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif yang mengumpulkan data melalui wawancara semi terstruktur, observasi terstruktur dan dokumentasi. Setelah semua terkumpul selanjutnya analisis data, dan penarikan kesimpulan, untuk pngecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber.
Hasil dri penelitian ini menunjukan bahwa: metode yang digunakan di SLB ABCD Tunas Kasih Donoharjo yaitu metode ceramah, metode hafalan, metode tanya jawab, metode praktek. Adapun faktor pendukung dan penghambat metode pembelajaran yang digunakan, faktor pnghambatnya yaitu guru sulit memfokuskan para siswanya pada saat pembelajaran berlangsung. Kemudian faktor pendukungnya yaitu keikutsertaan guru dalam proses pembelajaran menjadi contoh dan dapat meningkatkan minat belajar para siswa pada pembelajaran PAI
Efektivitas Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Sosiodrama dalam Meningkatkan Sikap Kepemimpinan bagi Pengurus OSIS di SMP Negeri 3 Godean
Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti pada tanggal 7 Maret 2024 di SMP N 3 Godean ada beberapa permasalahan yang peniliti peroleh, yaitu masih ada yang belum paham akan perannya dalam menjalankan tugasnya masing-masing, masih ada anggota OSIS yang terlambat sehingga tidak ikut serta dalam pelaksanaan kegiatan 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun), beberapa pengurus OSIS sulit untuk dikoordinasi agar melakukan tugasnya dengan baik, meskipun begitu sebagian dari mereka sudah memahami sikap kepemimpinan tetapi memang ada beberapa yang rendah dalam memahami sikap kepemimpinan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama dalam meningkatkan sikap kepemimpinan pengurus OSIS SMP Negeri 3 Godean.
Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif eksperimen dengan desain One-Group Pretest-Posttest. Populasi penelitian adalah pengurus OSIS yang berjumlah 48 peserta didik. Subjek penelitian sebanyak 8 peserta didik yang dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan skala sikap kepemimpinan. Hasil uji validitas menggunakan validitas isi dilakukan dengan meminta koreksi dan pendapat dari dosen ahli untuk memberikan penilaian pada setiap item dengan kualifikasi revisi, pakai dan hapus, dan Pearson Product Moment menunjukkan bahwa 30 item dinyatakan valid. Hasil uji reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach menghasilkan nilai 0,849 yang artinya skala sikap kepemimpinan reliabel. Teknik analisis data uji persyaratan menggunakan uji normalitas dengan uji Shapiro-Wilk. Uji hipotesis menggunakan Uji T (Paired Sample T-Test).
Sebelum diberikan perlakuan (pretest) menunjukkan skor rata-rata 94,25 dan sesudah diberikan perlakuan menunjukkan skor rata-rata 113,75. Berdasarkan teknik analisis data uji persyaratan yang menggunakan uji normalitas dengan Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa data terdistribusi normal dengan nilai signifikansi pretest 0,880 dan posttest 0,067 > 0,05. Uji hipotesis menggunakan Uji t (Paired Sample T-test) menunjukkan hasil nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, maka Hipotesis Nol (H0) ditolak dan Hipotesis alternatif (Ha) diterima artinya dapat diketahui bahwa ada perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan pretest maupun posttest, sehingga dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama efektif dalam meningkatkan sikap kepemimpinan peserta didik pengurus OSIS SMP Negeri 3 Godean
Inovasi Pengembangan Kompetensi Guru melalui Platform Merdeka Mengajar di SDN 001 Sembakungan Kabupaten Berau
Recky Hidayat 2025. Inovasi Pengembangan Kompetensi Guru Melalui Platform Merdeka Mengajar Di SDN 001 Sembakungan Kabupaten Berau. Tesis. Yogyakarta. Magister Managemen Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan.
Kualitas tenaga pendidik sebagai sumber daya manusia sangat dipengaruhi oleh kemajuan sistem pendidikan. Saat ini, banyak satuan pendidikan di Indonesia menghadapi tantangan dalam menerapkan inovasi pengembangan kompetensi guru, terutama terkait dengan adaptasi terhadap teknologi dan platform digital. Salah satu tantangan utama adalah kurangnya pemahaman dan keterampilan guru dalam memanfaatkan platform-platform pembelajaran modern, seperti Platform Merdeka Mengajar (PMM). Hal ini seringkali menyebabkan ketidaknyamanan guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran, sehingga berdampak pada efektivitas pengembangan kompetensi mereka. SDN 001 Sembakungan Kabupaten Berau menjadi contoh inspiratif dalam menerapkan inovasi pengembangan kompetensi guru melalui Platform Merdeka Mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran Platform Merdeka Mengajar dalam inovasi meningkatkan kompetensi guru di SDN 001 Sembakungan Kabupaten Berau.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggali informasi secara mendalam. Lokasi penelitian dilakukan di SDN 001 Sembakungan Kabupaten Berau, dengan teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Wawancara mendalam dengan beberapa yang menggunaka PMM. Untuk menganalisis data, peneliti menggunakan software NVivo sebagai alat bantu dalam mengorganisir dan menginterpretasikan data temuan lapangan, sehingga dapat menghasilkan kajian teoritis yang mendalam dan terstruktur.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan PMM berperan penting dalam meningkatkan kompetensi guru di SDN 001 Sembakungan. Platform Merdeka Mengajar (PMM) memberikan kontribusi dalam mendukung inovasi untuk peningkatan kompetensi guru seperti kompetensi pedagogik melalui menggunakan teknologi dalam pembelajaran, mengembangkan kurikulum atau silabus dengan kondisi siswa dan merancang pembelajaran, kompetensi profesional melalui partisipasi mengikuti webinar dan informasi inovasi pembelajaran, kompetensi kepribadian melalui fitur refleksi kompetensi dan fasilitas keterampilan digital, kompetensi sosial melalui komunitas guru, dan kolaborasi. Dengan demikian, pemanfaatan platform digital seperti PMM dapat menjadi solusi efektif dalam menghadapi tantangan pengembangan kompetensi guru, terutama dalam era digital yang menuntut adaptasi terhadap teknologi
Kalimat Imperatif dalam TikTok Hi Erisa dan Relevansinya dengan Modul Ajar Teks Prosedur
Putri, Sabrina Aisyah. 2025. “Kalimat Imperatif dalam Tiktok Hi Erisa dan
Relevansinya dengan Modul Ajar Teks Prosedur”. Skripsi. Yogyakarta: Universitas
Ahmad Dahlan.
ABSTRAK
Penyebaran penggunaan kalimat imperatif sudah menyebar ke dalam media
sosial salah satunya adalah Tiktok, pemilihan Tiktok Hi Erisa sebagai subjek
penelitian yang dikaitkan dengan modul ajar teks prosedur kelas XII SMA akan
dibahas lebih mendalam pada penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini untuk
mendeksripsikan: (1) jenis kalimat imperatif dalam Tiktok Hi Erisa, (2) fungsi
kalimat imperatif dalam Tiktok Hi Erisa, (3) Kaitan kalimat imperatif dalam Tiktok
Hi Erisa dengan modul ajar teks prosedur.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah
konten memasak di Tiktok Hi Erisa. Objek penelitian ini adalah jenis kalimat
imperatif, fungsi kalimat imperatif, dan kaitannya dengan modul ajar teks prosedur
di SMA kelas XII. Metode dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah
metode Simak Bebas Libat Cakap (SBLC) dengan menggunakan teknik dasar
sadap. Instrumen penelitian yang digunakan adalah human instrument dan kartu
data. Teknik pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi peneliti. Metode
dan teknik analisis data menggunakan metode agih dan teknik dasar lesap.
Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Jenis kalimat imperatif dalam
Tiktok Hi Erisa totalnya 80 data, jenis perintah tegas ditemukan sebanyak 54 data
dan jenis perintah halus 3 data. Jenis kalimat larangan biasa terdapat 5 data. Jenis
kalimat imbauan terdapat 18 data. Peneliti menarik kesimpulan bahwa jenis kalimat
imperatif terbanyak terdapat dalam jenis kalimat perintah tegas. (2) Fungsi kalimat
imperatif dalam Tiktok Hi Erisa totalnya sebanyak 70 data, fungsi memerintah yang
sebenarnya sebanyak 45 data, fungsi mengajak sebanyak 17 data, fungsi melarang
sebanyak 5 data, dan fungsi mempersilahan sebanyak 3 data. Peneliti menarik
kesimpulan bahwa fungsi kalimat imperatif dalam Tiktok Hi Erisa terbanyak
terdapat dalam fungsi memerintah yang sebenarnya. (3) Keterkaitan kalimat
imperatif dalam Tiktok Hi Erisa dengan modul ajar teks prosedur di kelas XII SMA
dengan menerapkan elemen menulis dengan CP yaitu peserta didik mampu menulis
teks prosedur dengan memperhatikan unsur kebahasaan yang terdapat dalam teks
prosedur dan salah satunya adalah kalimat imperatif
The influence of perceived values on intentions to use halal cosmetics among engineering students at Universitas Muhammadiyah Yogyakarta:partial least squares-structural equation modeling
The Ministry of Industry of the Republic of Indonesia has emphasized the importance of cosmetics
as an essential need due to the increasing awareness of the general population. Various values, including
functional, conditional, emotional, social, epistemic, and religious, influence individuals in selecting
cosmetics, particularly halal cosmetics, given Indonesia's predominantly Muslim population. This study
aims to identify the factors influencing the adoption of halal cosmetics among students of the Faculty of
Engineering at Muhammadiyah University of Yogyakarta. This research employs a non-experimental
quantitative design using a survey method with a cross-sectional approach and a questionnaire as the
primary instrument. The sample consists of 137 students who use halal cosmetics, selected through
purposive sampling based on inclusion criteria, namely active students who have used or are currently
using halal cosmetics. Data analysis was conducted using the Partial Least Squares Structural Equation
Modeling (PLS-SEM) approach. The PLS-SEM analysis revealed that functional, conditional,
emotional, and epistemic values have a positive and statistically significant influence on the usage of
halal cosmetics, with p-values of 0.089, 0.001, 0.001, and 0.004, respectively. In contrast, social and
religious values showed no significant relationship with halal cosmetics usage, with p-values of 0.706
and 0.374, respectively. Therefore, this study concludes that the adoption of halal cosmetics among
students of the Faculty of Engineering at Muhammadiyah University of Yogyakarta is primarily driven
by functional, conditional, emotional, and epistemic values rather than social or religious values
Begadang di Era Digital pada Kalangan Remaja (Studi Ma’anil Hadis)
ABSTRACT
This research aims to determine the quality of the hadith narrated by Ahmad number 18945 about staying up late, and explain the relevance of its history. This study uses a qualitative approach that can be referred to as a literature or library research method. The data sources are the application of Maktabus Syamilah, literature, sharia books, and books that are in accordance with the title. The results of this study show that the law of staying up late can be said to be haram if it is used with bad things, such as gambling, drinking alcohol, scrolling of social media that is not useful and there are many other bad things that cause harm to oneself and the environment, which is why the Prophet is very disliked to stay up late if used with bad things and it can be concluded that the hadith about staying up late is of sahih quality based on the review of takhrij
Pengaruh Intensitas Penggunaan Smartphone dan Kesepian terhadap Nomophobia pada Peserta Didik Kelas XI di SMA Negri 5 Yogyakarta
Kemajuan teknologi yang pesat turut mempengaruhi perilaku remaja, khususnya dalam penggunaan smartphone yang berlebihan. Kemajuan teknologi ini berbanding lurus dengan kesepian yang dirasakan remaja. Oleh karena itu, penggunaan smartphone yang berlebihan dan rasa kesepian dipandang berdampak pada munculnya gejala psikologis seperti nomophobia, yakni ketakutan berlebihan ketika jauh dari ponsel. Fenomena ini juga ditemui pada peserta didik kelas XI SMA Negeri 5 Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intensitas penggunaan smartphone terhadap nomophobia pada peserta didik, pengaruh kesepian terhadap nomophobia pada peserta didik, dan seberapa besar pengaruh intensitas penggunaan smartphone dan kesepian terhadap nomophobia.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Data dikumpulkan melalui penyebaran skala psikologis kepada peserta didik, yang terdiri dari skala intensitas penggunaan smartphone, skala kesepian, dan skala nomophobia. Jumlah populasi pada penelitian ini sebanyak 261 peserta didik, 36 peserta didik dijadikan uji validitas dengan menggunakan Teknik Simple Random Sampling, dan 225 peserta didik yang digunakan sebagai sampel pada penelitian ini. Instrumen yang digunakan telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda untuk melihat hubungan antar variabel yang diteliti.
Hasil analisis menunjukkan bahwa intensitas penggunaan smartphone dan kesepian memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nomophobia secara bersamaan. Selain itu, masing-masing variabel juga memberikan kontribusi secara mandiri. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa semakin sering peserta didik menggunakan ponsel pintar dan semakin tinggi tingkat kesepian yang dirasakan, maka kecenderungan mengalami nomophobia pun meningkat. Penelitian ini merekomendasikan agar pihak sekolah, khususnya guru bimbingan dan konseling, lebih aktif dalam memberikan edukasi serta pendampingan guna mencegah dan mengatasi masalah terkait nomophobia di kalangan remaja melalui layanan konseling individu dengan Teknik kontrak perilaku
Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina Refinery Unit VI Balongan Indramayu dalam Membangun Citra Perusahaan pada Mitra Binaan Wiralodra
Corporate Social Responsibility hadir di tengah-tengah masyarakat salah satunya ikut andil berkontribusi dalam memajukan seluruh aspek lingkungan dalam masyarakat, terutama menjawab permasalahan lingkungan sampah. Berdasarkan uraian tersebut maka dapat di peroleh rumusan masalah bagaimana Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Pertamina Refinery Unit VI dalam meningkatkan citra Perusahaan pada mitra binaan WIRALODRA. Dari perolehan rumusan masalah, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui “Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Pertamina Refinery Unit VI Balongan, Indramayu dalam membangun citra perusahaan pada Mitra Binaan WIRALODRA.
Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, serta dokumentasi. Teori yang digunakan adalah Teori Tripple Bottom Line TBL (People, Planet, dan Profit) yang dikemukakan oleh (Elkington : 1994).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra PT. Pertamina RU VI Balongan, Indramayu di mata Mitra Binaan WIRALODRA terbentuk secara positif melalui interpretasi dan pengalaman penerima manfaat sebanyak 80 persen dari 10 anggota kelompok wiralodra, serta program ini berdampak pada pemberdayaan masyarakat dan lingkungan, hal ini dibuktikan dengan data-data perusahaan yaitu penurunan emisi karbon sebesar 32,54 ton per tahun serta pengurangan emisi metana mencapai 4,98 ton pertahun dan dikaitkan berdasarkan Theory Triple Bottom Line. Namun, dinamika sosial yang bersifat fluktuatif masih menjadi faktor eksternal sehingga memerlukan perhatian dan pemantauan lebih lanjut
Muatan Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Perspektif Thomas Lickona dalam Buku PAI dan Budi Pekerti Kelas V SD
MUATAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PERSPEKTIF
THOMAS LICKONA DALAM BUKU PAI DAN BUDI PEKERTI
KELAS V SD
Wildan Taufiq (1800031149) Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama islam, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk; 1). Menganalisis dan mendeskripsikan muatan nilai-nilai pendidikan karakter dalam buku PAI dan Budi Pekerti kelas V SD dari perspektif Thomas Lickona, 2). Mengetahui urgensi nilai-nilai pendidikan karakter yang termuat dalam buku PAI dan Budi Pekerti Kelas V SD Tahun 2022 Kurikulum Merdeka.
Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan desain penelitian kepustakaan (library research) yang bersifat deskriptif-analisis dengan pendekatan studi dokumen atau teks (document study) guna untuk menganalisis, mereduksi, dan menginterpretasikan lalu menentukan sejauh mana buku PAI dan Budi Pekerti Kelas V SD Tahun 2022 Kurikulum Merdeka memuat nilai-nilai pendidikan karakter perspektif Tomas Lickona.
Hasil penelitian ini menujukkan; 1). Buku PAI dan Budi Pekerti Kelas V SD memuat nilai-nilai pendidikan karakter perspektif Tomas Lickona yang dideskripsikan dalam bentuk visual dan verbal. Penyajian dalam bentuk visual berupa gambar dan peta konsep yang ditampilkan pada satiap bab untuk diamati dan dipahami oleh peserta didik yang kemudian untuk dikomentari serta diberikan tanggapan sesuai materi pada masing-masing bab. Dengan menghadirkan gambar dalam teks deskriptif, pembaca diharapkan dapat melihat, mendengar, dan merasakan apa yang digambarkan dalam teks. Sedangkan dalam bentuk verbal berupa materi-materi yang dijelaskan melalui teks, kata-kata, atau kalimat yang menggambarkan nilai-nilai pendidikan karakter. Jadi melalui kombinasi visual dan verbal, buku teks tersebut dapat merangsang berbagai indera dan kemampuan kognitif siswa, sehingga memperkuat keterampilan komunikasi dan pemahaman konsep-konsep pendidikan karakter yang diusung oleh Tomas Lickona. 2). Urgensi nilai-nilai pendidikan dalam buku PAI dan Budi Pekerti Kelas V SD meluputi tujuh bagian yaitu sebagai pembentukan karakter sejak dini, membentuk perilaku etis dan berakhlak mulia dengan mengintegrasikan nilai agama dan moral, mengembangkan sikap empati dan kepedulian sosial, mencegah perilaku negatif, menyiapkan generasi yang bertanggung jawab, dan sebagai peningkatan kualitas kehidupan sosial bagi generasi penerus bangsa