6024 research outputs found
Sort by
Peran Home Industry Tahu Dalam Meningkatkan Perekonomian Keluarga Di Kecamatan Bukit Batu Menurut Perspektif Ekonomi Islam
Abstrak
Home Industry adalah rumah usaha produk barang atau juga disebut perusahaan kecil. Dikatakan sebagai perusahaan kecil karena jenis kegiatan ekonomi ini dipusatkan dirumah. Home industry tahu merupakan kegiatan usaha yang mampu memberikan lapangan pekerjaan, mengurangi pengangguran, dan dapat berperan dalam meningkatkan perekonomian keluarga.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan metode kualitatif deskriptif. Objek penelitian ini adalah peran home industry tahu dalam meningkatkan perekonomian keluarga di kecamatan bukit batu menurut prespektif ekonomi islam. Subjek utama dalam penelitian ini adalah pemilik home industry tahu. Sedangkan subjek tambahan atau informan dalam penelitian ini adalah karyawan home industry tahu dan istri pemilik home industry tahu. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran dan kendala home industry tahu dalam meningkatkan perekonomian keluarga di kecamatan bukit batu menurut prespektif ekonomi islam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran home industry tahu di kecamatan bukit batu mampu meningkatkan perekonomian keluarga hal ini dapat dibuktikan dengan terpenuhinya kebutuhan hidup berupa sandang, pangan, papan, kesehatan, dan pendidikan. Kendala yang dihadapi dalam menjalani usaha home industry ini yaitu dari segi permodalan. Berdasarkan tinjauan ekonomi islam bahwa usaha yang dijalankan ini sesuai dengan syariat islam mulai dari bahan baku, proses produksi, produk, dan tempat usaha.
Abstract
Home Industry is a goods product business house or also called a small company. It is said to be a small company because this type of economic activity is centered at home. Home industry tofu is a business activity that is able to provide jobs, reduce unemployment, and can play a role in improving the family economy.
This research is a field research with descriptive qualitative methods. The object of this study is the role of tofu home industry in improving the family economy in Bukit Batu District according to the perspective of Islamic economics. The main subject in this study was home industry owners tofu. While additional subjects or informants in this study are employees of the tofu home industry and wives of tofu home industry owners. Data collection was conducted using observation, interview, and documentation techniques. The purpose of this study is to determine the role and constraints of the tofu home industry in improving the family economy in Bukit Batu sub-district according to an Islamic economic perspective.
The results showed that the role of tofu home industry in Bukit Batu sub-district was able to improve the family economy, this can be proven by the fulfillment of the needs of life in the form of clothing, food, shelter, health, and education. The obstacles faced in running this home industry business are in terms of capital. Based on the Islamic economic review that the business carried out is in accordance with Islamic law starting from raw materials, production processes, products and place of business
Perubahan Sepihak Perjanjian Bagi Hasil Kebun Karet Di Desa Jemaras Kecamatan Cempaga Kabupaten Kotawaringin Timur
Abstrak
Penelitian dilatarbelakangi oleh perubahan sepihak perjanjian bagi hasil oleh pemilik kebun terhadap penyadap karet. Bagi hasil antara pemilik kebun dan penyadap karet merupakan bagi hasil yang sering terjadi di masyarakat. Dalam perjanjian yang disepakati, pembagian hasil ⅓ bagian yaitu satu bagian untuk pemilik kebun dan dua bagian untuk penyadap karet. Dengan tanggungan pemilik kebun menyediakan pupuk dan membayar pajak kebun karet, sedangkan yang ditanggung oleh penyadap seperti pisau sadap, sepatu bot, cuka karet, obat karet dan lain-lain. Perjanjian bagi hasil hanya dilakukan pemilik kebun dan penyadap karet secara lisan dan tidak adanya saksi diantara kedua belah pihak. Fokus penelitian (1) Mengapa pemilik kebun mengubah secara sepihak perjanjian bagi hasil kebun karet terhadap penyadap karet (2) Bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap praktik bagi hasil yang dilakukan antara pemilik kebun dengan penyadap karet di Desa Jemaras. Penelitian ini termasuk yuridis empiris yaitu dengan cara turun langsung ke lapangan untuk mendapatkan informasi mengenai perubahan sepihak perjanjian bagi hasil. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, serta dokumentasi. Adapun hasil penelitian adalah pemilik kebun mengubah secara sepihak perjanjian bagi hasil karena alasan akibat harga karet yang murah, sehingga pemilik kebun tidak bisa membeli pupuk untuk kebun karet dan akibat faktor cuaca yang tidak menentu, sehingga hal ini tidak sesuai dengan teori keadilan. Dan juga pemilik kebun tidak bertanggung jawab dengan perunahan sepihak tersebut, sehingga tidak sesuai dengan teori mas’uliyah.Tinjauan hukum Islam terhadap praktik bagi hasil yang dilakukan antara pemilik kebun dengan penyadap karet di Desa Jemaras penulis menemukan adanya sebagian pemilik kebun tidak menjalankan bagi hasil sesuai dengan syariat Islam sehingga terdapat unsur ketidakjelasan (garar) dalam akad yang digunakan pemilik kebun, hal ini tidak sesuai dengan syarat dan rukun dalam teori perjanjian syariah, sedangkan dalam teori mas’uliyah pemilik kebun sudah menjalankan tanggung jawabnya seperti minta maaf kepada penyadap karet dan membayar kembali uang yang sudah digunakannya.
Abstract
The research is motivated by a unilateral change in the profit-sharing agreement by the plantation owner against the rubber tappers. Profit sharing between plantation owners and rubber tappers is a profit sharing that often occurs in the community. In the agreed agreement, the division of results is ⅓ part, namely one part for the garden owner and two parts for the rubber tappers. With the dependents of the garden owner providing fertilizer and paying taxes on the rubber plantation, while those borne by the tappers such as tapping knives, boots, rubber vinegar, rubber medicine and others. The profit-sharing agreement is only carried out by the garden owner and rubber tappers verbally and there are no witnesses between the two parties. The research (1) Why did the plantation owner unilaterally change the profit-sharing agreement of the rubber plantation against the rubber tappers (2) How the review of Islamic law on the profit-sharing practices carried out between plantation owners and rubber tappers in Jemaras Village. This research includes empirical juridical, namely by going directly to the field to get information about unilateral changes in profit-sharing agreements. The data collection techniques used are interviews, observation, and documentation. The result of the research was that the garden owner unilaterally changed the profit-sharing agreement for reasons due to low rubber prices, so that the garden owner could not buy fertilizer for the rubber garden and due to uncertain weather factors, so this was not in accordance with the theory of justice. And also the garden owner is not responsible for the unilateral change, so it is not in accordance with the theory of mas'uliyah. The review of Islamic law on the practice of profit sharing carried out between garden owners and rubber tappers in Jemaras Village, the author found that some garden owners did not carry out profit sharing in accordance with Islamic law so that there was an element of uncertainty (garar) in the contract used by the garden owner, this is not in accordance with the terms and conditions in the theory of sharia agreements, while in the theory of mas'uliyah the garden owner has carried out his responsibilities such as apologizing to rubber tappers and paying back the money he has used
Praktik Jual Beli Batampah Di Kelurahan Ampah Kota Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur
Abstrak
Batampah berasal dari kata tampah yang berarti pesan. Praktik batampah yang dilakukan masyarakat Kelurahan Ampah mengacu pada kegiatan yang bukan memesan barang. Dalam praktiknya, pembeli yang mengajukan tampah tidak kunjung datang untuk mengambil dan membayar barang tersebut, sebagaimana jangka waktu yang telah disepakati diawal. Tujuan penelitian untuk mengetahui latar belakang dan proses batampah, serta perspektif hukum Islam tentang batampah.Jenis penelitian ini adalah Hukum Empiris atau dengan istilah lain biasa disebut penelitian hukum yuridis sosiologis yaitu meneliti bekerjanya hukum di masyarakat terkait dengan aturan hukum yang ada. Bisa juga disebut pula dengan penelitian lapangan (field research). Praktik Batampah dilakukan dengan tiga cara, yaitu pengajuan batampah, pemilihan barang, dan pembayaran barang. Berdasarkan rukun dan syarat dalam jual beli dalam praktik batampah sudah terpenuhi dan sempurna, tetapi terdapat suatu unsur israf dalam pengajuannya yaitu perbuatan memaksa diri sendiri melebihi kemampuan yang dilakukan pembeli. Sighat yang diucapkan oleh pembeli ketika mengajukan batampah merupakan sighat wa’ad (janji) dan bukan sighat akad. Dianjurkan untuk menghindari sifat israf bagi pembeli dalam praktik jual beli batampah yang dilakukan, disebabkan terdapat kemudharatan bagi pembeli. Apabila tetap dilaksanakan jual beli batampah dalam keadaan tidak mempunyai uang yang cukup, maka dapat melakukan bai’ at-taqsith (secara berangsur-angsur). Hendaknya untuk menyempunakan sighat janji (wa’ad) yang digunakan ketika pengajuan, yaitu mencantumkan keterangan pasti kapan waktu pengambilannya dan harus memenuhi janji tersebut.
Abstract
Batampah comes from the word tampah which means message. The practice of batampah carried out by the people of Ampah Village refers to activities that are not ordering goods. In practice, buyers who apply for tampah do not come to collect and pay for the goods, according to the time period agreed at the beginning. The aim of the research is to find out the background and process of batampah, as well as the perspective of Islamic law regarding batampah. This type of research is Empirical Law or in other terms usually called sociological juridical legal research, namely examining the workings of law in society in relation to existing legal rules. It can also be called field research. Batampah practice is carried out in three ways, namely submitting batampah, selecting goods, and paying for goods. Based on the pillars and conditions of buying and selling in Batampah practice, they are fulfilled and perfect, but there is an element of gharar in the submission, namely the unclear time of delivery and payment made by the buyer. The sighat uttered by the buyer when proposing the batampah is the sighat wa'ad (promise) and not the sighat of the contract. It is recommended to avoid the practice of buying and selling batampah, because it is detrimental to both parties. If the batampah buying and selling is still carried out in a situation where you don't have enough money, you can do bai'' at-taqsith (gradually). It is necessary to perfect the promise sighat (wa'ad) used when submitting the application, namely including definite information about when it will be taken and the promise must be fulfilled
Pandangan Ulama Di Kota Palangka Raya Tentang Surat Edaran Kadar Zakat Fitrah Hasil Ketetapan Majelis Ulama Indonesia Kalimantan Tengah Tahun 2022
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh latar belakang hasil ketetapan MUI tentang kadar zakat fitrah ukuran 1 sha’ 2,8Kg dan pandangan ulama terkait keraguan ukuran atau takaran zakat fitrah, yang direspon ulama secara berbeda. Oleh sebab itu, penelitian difokuskan pada pandangan ulama dengan rumusan masalah: (1) latar belakang surat edaran tentang aturan kadar zakat fitrah hasil ketetapan, (2) Pandangan ulama kota Palangka Raya tentang kadar zakat fitrah hasil ketetapan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Tengah, (3) Argumentasi hukum yang digunakan ulama dalam menjawab tentang kadar zakat fitrah hasil ketetapan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Tengah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian empiris dalam hukum Islam, dengan pendekatan kualitatif Ushul Fiqh. Metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pengabsahan data dibuktikan dengan teknik triangulasi sumber, kemudian dianalisis melalui teori Ijtihad dan Maqashid Syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) latar belakang keluarnya surat edaran dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan tengah tahun 2022 karena adanya keraguan dalam kadar zakat fitrah dan bentuk kehati-hatian, (2) kemudian dalam pandangan ulama di Kota Palangka Raya tidak menyalahkan aturan yang terdahulu, akan tetapi lebih baik mengikuti aturan yang ditetapkan. Adapun pandangan ulama yang kurang setuju naiknya jumlah kadar zakat fitrah karna tidak ada kesatuan hukum yang universal. (3) Argumentasi hukum dalam pandangan ulama terkait kadar zakat fitrah, mengikuti fikih dengan takaran 2,5 kg, dan mengikuti ijtihad ulama dengan takaran zakat fitrah 2,8 kg. Oleh sebab itu, kadar zakat fitrah yang ditetapkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Tengah tahun 2022 adalah bentuk kehati-hatian agar tidak ada kekurangan dari ukuran 1 sha’ yang sebenarnya dan mencari yang terbaik.
Abstract
This research background was motivated by the results of the MUI ruling regarding the levels of zakat fitrah size 1 sha’ and the views of scholars regarding doubts about about the size or measure of zakat fitrah, which the scholars respond to differently. Therefore, the study of the scholars’ views with the research problems: (1) the background of the circular letter regarding the rules for zakat fitrah levels as a result of the decision, (2) the views of the scholars in Palangka Raya regarding the levels of zakat fitrah as decision result of the Indonesian Ulema Council in Central Kalimantan, (3) Arguments the law used by the ulema in answering about the levels of zakat fitrah as decision result of the Indonesian Ulema Council in Central Kalimantan. This study was empirical research in Islamic law, with a qualitative approach to Ushul Fiqh. The methods of data collection were through interviews, observation, and documentation. The source triangulation technique proved the validity of the data, then analyzed through the theory of Ijtihad and Maqashid Syariah. The results showed that the background for the issuance of a circular from the Indonesian Ulema Council in Central Kalimantan in 2022 was due to doubts about the level of zakat fitrah and the form of caution, then in the view of the clergy in Palangka Raya City they did not blame the previous rules, but it is better to follow the rules set. As for the views of scholars who disagree with the increase in the amount of zakat fitrah because there was no universal legal entity. (3) Legal arguments in the view of scholars regarding the level of zakat fitrah, following fiqh with dose of 2,5 kg and following the ijtihad of scholars with a dose of zakat fitrah of 2,8 kg. Therefore, the level of zakat fitrah determined by the Indonesian Ulema Council in Central Kalimantan in 2022 was a form of caution so that there is no shortage of the actual size of 1 sha’ and looking for the best
Penghasilan Game Online Sebagai Sumber Nafkah Keluarga Perspektif Ulama Kota Palangka Raya
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan ulama Kota Palangka Raya terhadap praktik usaha game online sebagai sumber nafkah keluarga. Sebab, fenomena praktik usaha game online tidak jarang ditemukan di kota tersebut. Kepastian hukum menjadi sebuah keharusan dalam upaya untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat sebagai pedoman terutama terkait dengan status hukum usaha game online untuk sumber nafkah keluarga. Sehingga dengan demikian kepastian hukumnya wajib dicarikan kejelasannya. Permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan ke dalam bentuk pertanyaan : (1) Bagaimana Praktik usaha game online sebagai sumber nafkah keluarga, (2) Bagaimana status hukum nafkah keluarga yang dihasilkan dari game online perspektif ulama kota Palangka Raya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian empiris dalam hukum Islam, dengan pendekatan kualitatif. Sementara metode pengumpulan datanya melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pengabsahan data dibuktikan dengan teknik triangulasi sumber, kemudian dianalisis melalui teori maslahah dan żarī‘ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan ulama yang membolehkan dengan alasan segala bentuk muamalat diperbolehkan kecuali ada dalil yang mengharamkannya atau meniadakan kebolehannya, tidak ada yang dirugikan dan tidak melalaikan kewajiban buat dirinya dan keluarganya. Adapun pandangan ulama yang tidak membolehkan dengan alasan menghindari perkara syubhat dan perbuatan yang sia-sia.
Abstract
This study aims to determine the views of Palangka Raya City scholars on the practice of online game business as a source of family income. Because, the phenomenon of online game business practices is not uncommon to be found in the city. Legal certainty is a must in an effort to provide an explanation to the public as a guideline, especially related to the legal status of online gaming businesses for family livelihoods. Thus, the certainty of the law must be sought for clarity. Therefore the research is focused on scholars with the formulation of the problem: (1) How is the practice of online game business as a source of family income, (2) What is the legal status of family maintenance resulting from online games from the perspective of the scholars of the city of Palangka Raya. This research is a type of empirical research in Islamic law, with qualitative approach. Methods of data collection through interviews, observation, and documentation. The validity of the data is proven by the source triangulation technique, then analyzed through the maslahah and żarī‘ah theories. The results of the study show that the view of the scholars who allow it on the grounds that all forms of muamalat are permissible unless there is an argument that forbids it or negates its permissibility, no one is harmed and does not neglect obligations for himself and his family. As for the view of the scholars who do not allow it on the grounds of avoiding doubtful matters and actions that are in vain
Disiplin Kerja Aparatur Sipil Negara Pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian Dan Pengembangan Provinsi Kalimantan Tengah
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi permasalahan yang mana terdapat ada beberapa Aparatur Sipil Negara yang masih kurang disiplin dalam memasuki jam masuk kerja dan jam pulang kerja. Adapun rumusan masalahnya adalah (1) Bagaimana Kebijakan Pimpinan dalam Meningkatkan Efektivitas Kerja melalui Disiplin Kerja Bagi Aparatur Sipil Negara di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kalimantan Tengah. (2) Apa Kendala Aparatur Sipil Negara dalam Meningkatkan Efektivitas Disipin Kerja di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kalimantan Tengah. Jenis penelitian dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris dan pendekatan penelitian sosio legal dalam bentuk kualitatif. Data dan sumber data yang digunakan data primer yang diperoleh secara lansung dari lapangan dan data sekunder yang berupa Undang-undang, buku, jurnal, skripsi, dan lainnya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dihimpun dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian (1) Kebijakan pimpinan untuk meningkatkan efektivitas disiplin kerja terhadap Aparatur Sipil Negara di Badan Perencanaan Pembanguan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kalimantan Tengah sudah berjalan dengan efektif, karena pembinaan secara berkala yang dilakukan oleh pimpinan untuk meningkatkan efektivitas disiplin kerja salah satunya adalah dengan menerapkan berbagai macam aturan disiplin kerja dan sanksi bagi siapapun yang melanggarnya. (2) Kendala bagi Aparatur Sipil Negara untuk meningkatkan Efektivitas Disiplin Kerja di Badan Perencanaan Pembanguan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kalimantan Tengah bahwa kurangnya kesadaran pegawai dalam menerapkan disiplinan kerja.
Abstract
This research is motivated by the problem that there are still some State Civil Servants who lack discipline in entering and leaving work hours. The formulation of the problem is (1) What is the Leadership Policy in Increasing Work Effectiveness through Work Discipline of State Civil Apparatus at the Regional Development Planning, Research and Development Agency of Central Kalimantan Province. (2) What are the obstacles to the State Civil Service in increasing the effectiveness of work discipline at the Central Kalimantan Province Regional Development Planning, Research and Development Agency. This type of research uses empirical legal research and a socio-legal research approach in qualitative form. The data and data sources used are primary data obtained directly from the field and secondary data in the form of laws, books, journals, theses and others. Data collection techniques in this research were collected using observation, interviews and documentation methods. Research Results (1) The leadership policy to increase the effectiveness of the work discipline of State Civil Apparatus at the Regional Development Planning, Research and Development Agency of Central Kalimantan Province has been effective, because regular coaching is carried out by the leadership to increase the effectiveness of work discipline, one of which is by implementing various kinds of rules. work discipline and sanctions for anyone who violates it. (2) There is obstacle to the State Civil Apparatus in increasing the Effectiveness of Work Discipline at the Central Kalimantan Province Regional Development Planning, Research and Development Agency, namely lack of employee awareness in implementing work discipline
Peranan Damang Dalam Penyelesaian Sengketa Hak Atas Tanah Di Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya
Abstrak
Penelitian ini di latar belakangi oleh tradisi adat dayak yang dipegang teguh oleh masyarakat Kalimantan Tengah termasuk para tokoh adat dayak seperti damang kepala adat yang dianggap sebagai pelopor dalam menengakkan tradisi adat dayak. Adapun fokus masalah : bagaimana proses penyelesaian sengketa hak atas tanah yang dilakukan oleh damang di Kecamatan Jekan Raya.?, dan bagaimana hasil penyelesaian mediasi yang dicapai oleh damang dalam menyelesaikan sengketa hak atas tanah di Kecamatan Jekan Raya.?
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Hukum Empiris atau dengan istilah lain biasa disebut penelitian hukum sosiologis atau penelitian lapangan, dengan metode deskriptif kualitatif. Adapun subjek penelitian ini adalah Damang Jekan Raya dan yang menjadi informan adalah para pihak yang telah bersengketa. Teknik penggumpulan data penelitian ini adalah menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Pengabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber dan menganalisis data dengan pengumpulan data (data collection), reduksi data (data reduction), penyajian data (data display) dan penarikan kesimpulan /verifikasi (conclusion drawing /verification).
Hasil penelitian yang dicapai oleh Damang Kecamatan Jekan Raya dalam proses penyelesaian sengketa hak atas tanah adalah berdasarkan pemetaan konflik yang sering terjadi di masyarakat menurut SOP (standar operasional prosedur) penyelesaian sengketa adat terbagi menjadi 3 (tiga) yaitu, pertama pra-konflik yang biasanya dapat diselesaikan dengan melalui mediasi, negosiasi dan rekonsiliasi, yang kedua jika tahap pertama gagal, maka kasus akan ditingkatkan menjadi konflik dan terjadilah sidang adat, yang ketiga adalah dikeluarkannya putusan dari sidang adat tersebut. Sedangkan, hasil dari penyelesaian yang telah dicapai adalah menurut sebagaimana yang terdapat dalam putusan Damang ini final dan mengikat secara adat dan dapat dipastikan ada kepastian hukum didalamnya.
Abstract
This research is motivated by the traditional Dayak tradition which is firmly held by the people of Central Kalimantan, including Dayak traditional leaders such as the damang adat head who is considered a pioneer in upholding the traditional Dayak tradition. The focus of the problem: what is the process of resolving land rights disputes carried out by damangs in Jekan Raya District?, and what are the results of mediation settlements achieved by damangs in resolving land rights disputes in Jekan Raya District?
This research uses the type of empirical legal research or in other terms it is usually called sociological legal research or field research, with a qualitative descriptive method. The subject of this research is Damang Jekan Raya and the informants are the parties who have disputed. The technique of collecting data in this research is using interview, observation and documentation techniques. Data validation uses source triangulation techniques and analyzes data by collecting data (data collection), data reduction (data reduction), data presentation (data display) and drawing conclusions / verification (conclusion drawing / verification).
The results of the research achieved by Damang Jekan Raya District in the process of resolving land rights disputes are based on the mapping of conflicts that often occur in the community according to the SOP (standard operating procedure) for customary dispute resolution divided into 3 (three), namely, the first is pre-conflict which can usually be resolved through mediation, negotiation and reconciliation, the second if the first stage fails, then the case will escalate to a conflict and a customary trial occurs, the third is the issuance of a decision from the customary session. Meanwhile, the results of the settlement that has been reached are according to what is contained in the Damang decision, which is final and legally binding and it is certain that there is legal certainty in it
Penerapan Peraturan Bupati Sukamara Nomor 14 Tahun 2021 Tentang Penertiban Hewan Peliharaan Di Desa Sungai Raja Kecamatan Jelai Kabupaten Sukamara
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya peternak sapi yang tidak membuatkan kandang untuk ternaknya. Hal ini tidak sesuai dengan peraturan Bupati Sukamara nomor 14 tahun 2021 tentang penertiban hewan peliharaan yang mana masih ada peternakan sapi yang tidak mematuhi peraturan dengan tidak membuatkan kandang. Rumusan masalah dalam penelitian ini 1) Bagaimana implementasi peraturan Bupati Sukamara nomor 14 tahun 2021 tentang penertiban hewan peliharaan di Desa Sungai Raja Kecamatan Jelai Kabupaten Sukamara. 2) Apa kendala dan solusi dalam pelaksanaan penerapan peraturan Bupati Sukamara nomor 14 tahun 2021 tentang penertiban hewan peliharaan di Desa Sungai Raja Kecamatan Jelai Kabupaten Sukamara. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris. Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu memberikan gambaran yang secermat mungkin mengenai sesuatu, individu, gejala, keadaan, atau kelompok tertentu. Data penelitian dihimpun dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun subjek dalam penelitian ini berjumlah 3 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) implementasi penertiban hewan peliharaa yang pertama, landasan hukum peraturan Bupati Sukamara nomor 14 tahun 2021 tentang penertiban hewan peliharaan. Kedua, Lembaga yang melakukan penertiban hewan peliharaan. Ketiga, kapan waktu melakukan kegiatan sosialisasi. Keempat, bagaimana respon dan hasil dari masyarakat. (2) kendala dalam penertiban hewan peliharaan disebabkan lemahnya kesadaran hukum yang dimiliki oleh peternak, hal ini dikarenakan adanya faktor non hukum yaitu: pertama, peternak tidak memiliki lahan untuk pembuatan kandang. Kedua, peternak tidak ada biaya untuk pembuatan kandang. Adapun solusi dalam penertiban hewan peliharaan ini supaya kedepannya berjalan lebih baik lagi adalah: pertama, meningkatkan regulasi dari peraturan Bupati menjadi peraturan Daerah. Kedua, melakukan optimalisasi Lembaga.
Abstract
This research is motivated by cattle farmers who fail to provide proper enclosures for their livestock. This is in violation of the regulations outlined in the Regent of Sukamara decree number 14 of 2021 concerning the regulation of pets, as there are still cattle farms that do not comply with the rules by not constructing enclosures. The research questions are: 1) How is the implementation of the Regent of Sukamara decree number 14 of 2021 regarding the regulation of pets in Sungai Raja Village, Jelai Subdistrict, Sukamara Regency? 2) What are the obstacles and solutions in the implementation of the Regent of Sukamara decree number 14 of 2021 regarding the regulation of pets in Sungai Raja Village, Jelai Subdistrict, Sukamara Regency? This empirical legal research is descriptive in nature, aiming to provide a detailed overview of a specific thing, individual, phenomenon, situation, or group. Data is collected through observation, interviews, and documentation, involving three subjects. The results indicate that (1) the first aspect of pet regulation enforcement involves the legal foundation provided by the Regent of Sukamara decree number 14 of 2021. Second, the institution responsible for enforcing pet regulation. Third, the timing of socialization activities. Fourth, the response and outcomes from the community. (2) Challenges in pet regulation enforcement stem from farmers' weak legal awareness, influenced by non-legal factors such as the lack of land and funds for enclosure construction. Solutions include: First, enhancing regulations from the Regent's decree to regional regulations. Second, optimizing
Strategi Promosi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Islam Terpadu Al Ghazali Modern School Palangka Raya Dalam Menarik Minat Calon Siswa Baru
Abstrak
Strategi promosi merupakan perencanaan yang telah ditetapkan dalam melakukan kegiatan promosi. Persaingan dalam dunia pendidikan untuk mendapatkan calon siswa-siswi baru semakin ketat, membuat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Islam Terpadu Al Ghazali Modern School Palangka Raya harus memiliki strategi promosi yang baik agar dapat menarik minat calon siswa baru. Namun, jumlah siswanya menurun di tahun-tahun tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi promosi SMP Islam Terpadu Al Ghazali Modern School Palangka Raya dalam menarik minat calon siswa baru.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, pendekatan deskriptif. Sumber data penelitian terdapat dua sumber, yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis model Miles dan Hubermen, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan untuk teknik keabsahan data yang digunakan adalah meningkatkan ketekunan, diskusi dengan teman sejawat, triangulasi sumber dan triangulasi tektik.
Hasil penelitian ini adalah strategi promosi yang dilakukan SMP Islam Terpadu Al Ghazali Modern School Palangka Raya dalam menarik minat calon siswa baru telah dilakukan dengan baik. berdasarkan perencanaan promosi dan konsep bauran promosi yaitu, periklanan berupa brosur dan spanduk yang berisikan tentang keunggulan-keunggulan sekolah. Penjualan perorangan dengan menjelaskan langsung mengenai keunggulan-keunggulan sekolah kepada siswa-siswa kelas VI. Publisitas/hubungan masyarakat yang dilakukan sekolah bergotong royong dan saling berbagi dengan masyarakat sekitar. Pemasaran langsung melalui media sosial seperti whatsapp, instagram, youtube, tiktok dan facebook.
Abstract
The promotion strategy is a plan that has been set in carrying out promotional activities. Competition in the world of education to get prospective new students is getting tougher, making Al Ghazali Modern School Palangka Raya Integrated Islamic Middle School (SMP) must have a good promotion strategy in order to attract prospective new students. However, the number of students decreased in certain years. The purpose of this study was to find out how the promotion strategy of Integrated Islamic Middle School Al Ghazali Modern School Palangka Raya in attracting prospective new students.
This study uses a qualitative method, descriptive approach. There are two sources of research data sources, namely primary data sources and secondary data sources. Data collection techniques used in the form of observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used is the analysis of the Miles and Hubermen models, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. As for the validity of the data techniques used are increasing persistence, discussion with colleagues, source triangulation and technical triangulation.
The results of this study are that the promotion strategy carried out by the Integrated Islamic Middle School of Al Ghazali Modern School Palangka Raya in attracting the interest of prospective new students has been carried out well. based on promotion planning and the concept of the promotion mix, namely, advertising in the form of brochures and banners that contain the advantages of the school. Individual sales by explaining directly about the advantages of the school to class VI students. Publicity/public relations carried out by schools work together and share with the surrounding community. Direct marketing through social media such as whatsapp, instagram, youtube, tiktok and facebook
Pesan Dakwah Desain Komunikasi Visual Pada Akun Instagram @tasawufunderground
Abstrak
Organisasi Islam semakin berkembang dalam melakukan dakwah di abad ke-21 ini, menggunakan media pendukung seperti dakwah tertulis dan lisan. Kegiatan dakwah memegang kedudukan tinggi dan mulia dalam upaya menyebarkan Islam. Seiring majunya teknologi dan informasi, dakwah juga dilakukan melalui media sosial terutama Instagram, untuk menarik perharian berbagai kalangan, terutama remaja, pelajar, dewasa dan mahasiswa. Akun Instgram @tasawufunderground merupakan contoh akun dakwah yang unik dalam gaya visual dan kontennya, menarik minat pembaca untuk membacanya. Fenomena dakwah melalui media visual dengan memanfaatkan teknologi digital menunjukkan perlunya metode yang terpadu dalam menjalankan dakwah sesuai dengan perkembangan zaman.
Pada penelitian ini metode analisis yang digunakan adalah metode analisis Semiotika Roland Barthes yang digunakan dalam kajian poster dakwah dan metode deskripsi analisis yang digunakan untuk menarik kesimpulan berdasarkan fenomena dan fakta ketika menganalisis data kualitatif dengan maksud untuk memahami dan menggambarkan komponen pengetahuan secara keseluruhan.
Hasil analisis dari penelitian ini adalah bahwa makna pesan dakwah pada desain komunikasi visual akun instagram @tasawufunderground yaitu pesan syariah yang terdapat pada karya visual berisi beriman kepada Allah untuk meningkatkan iman seseorang dengan meluangkan waktunya untuk mendekatkan diri pada Allah dan beriman kepada kitan Allah untuk lebih dekat lagi dengan Al -Quran. Pesan aqidah yang terdapat pada karya visual berisi agar kita lebih bertawakal dan berserah diri kepada Allah dalam menghadapi kehidupan. Pesan akhlak yang terdapat pada karya visual yaitu agar kita sesama manusia dapat saling menghargai, menjaga ucapan dan hawa nafsu.
Abstract
Islamic organizations are increasingly developing in carrying out da'wah in the 21st century, using supporting media such as written and oral da'wah. Da'wah activities hold a high and noble position in the effort to spread Islam. Along with the advancement of technology and information, da'wah is also carried out through social media, especially Instagram, to attract the attention of various groups, especially teenagers, students, adults and students. The @tasawufunderground Instagram account is an example of a da'wah account that is unique in its visual style and content, attracting readers to read it. The phenomenon of da'wah through visual media by utilizing digital technology shows the need for an integrated method of carrying out da'wah in accordance with the times.
In this study the analytical method used was Roland Barthes' Semiotics analysis method used in the study of da'wah posters and the analytical description method used to draw conclusions based on phenomena and facts when analyzing qualitative data with a view to understanding and describing the components of knowledge as a whole.
The results of the analysis of this study are that the meaning of da'wah messages in the visual communication design of the Instagram account @tasawufunderground, namely the sharia messages contained in visual works contain faith in Allah to increase one's faith by taking the time to get closer to Allah and have faith in Allah's book to get closer again with the Koran. The message of aqidah contained in visual works is to encourage us to put more trust in and surrender to Allah in facing life. The moral message contained in visual works is so that we fellow human beings can respect each other, guard our speech and passions