71404 research outputs found
Sort by
ANALISIS KELENGKAPAN PENGISIAN KARTU PENDERITA KUSTA OLEH PETUGAS KUSTA TAHUN 2019 DI KOTA PEKALONGAN
Penyakit kusta merupakan penyakit menular yang termasuk neglected diseases atau kasus yang terabaikan karena belum dapat dikendalikan dengan tuntas. Berdasarkan PMK No.11 tahun 2019 tentang Penanggulangan Kusta, pencatatan dan pelaporan menjadi salah satu elemen yang sangat penting untuk mendapatkan gambaran dan informasi kegiatan di semua tingkat pelaksana program. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan kelengkapan pengisian kartu penderita kusta di puskesmas kota Pekalongan. Jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan penentuan narasumber menggunakan teknik purposive sampling berjumlah 5 petugas kusta dan 33 kartu penderita kusta. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan observasi. Analisis data menggunakan analisis kualitatif dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian:secara keseluruhan dari 33 kartu, rata-rata kelengkapan pengisian kartu penderita kusta sebesar 75%. Ketidaklengkapan pengisian kartu penderita kusta disebabkan karena masih kurangnya sikap petugas kusta, kurangnya pemeriksaan kelengkapan kartu oleh atasan dan keterbatasan SDM.Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada Dinas Kesehatan Kota Pekalongan untuk dapat mengoordinasikan kerjasama antar petugas kusta di seluruh puskesmas yang ada di Kota Pekalongan untuk melakukan kunjungan bersama secara bergiliran agar bagian kontak serumah dan kontak lingkungan dapat terisi lengkap serta meningkatkan pengawasan terhadap kelengkapan pengisian kartu penderita kusta
Kata kunci : Kusta, Kartu Penderita Kusta, Petugas Kust
HUBUNGAN ANTARA SOSIAL BUDAYA PADA MASYARAKAT DENGAN PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF : SYSTEMATIC REVIEW
Secara global, angka pemberian ASI eksklusif tetap lebih rendah dari yang dibutuhkan untuk melindungi kesehatan perempuan dan anak. Hanya 41% bayi di bawah usia enam bulan yang mendapat ASI eksklusif. Sikap ibu dalam memberikan ASI Eksklusif dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk sosial budaya. Kajian ini bertujuan untuk meringkas bukti adanya keterkaitan antara sosial budaya dengan praktik pemberian ASI eksklusif. Pencarian database Portal Garuda secara sistematis dari Januari 2010 hingga November 2020 dilakukan untuk studi cross-sectional mengenai sosial budaya sebagai faktor yang mempengaruhi praktik pemberian ASI eksklusif. Sintesis naratif digunakan dalam ulasan ini menurut pernyataan STROBE. Delapan artikel memenuhi syarat untuk ulasan ini. Budaya sosial secara konsisten berhubungan dengan praktik pemberian ASI eksklusif. Bidan, dokter, dan tenaga kesehatan perlu mengedukasi ibu hamil tentang pentingnya pemberian ASI Eksklusif untuk mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif oleh ibu.
Kata kunci : Sosial Budaya, ASI Eksklusif, Systematic Revie
GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR TERKAIT KINERJA PETUGAS TB-HIV DALAM PENEMUAN DAN AKSES PENGOBATAN (Studi di Layanan Komprehensif Berkesinambungan di Puskesmas Kota Semarang)
HIV dan Tuberculosis adalah dua masalah kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian global. Orang yang hidup dengan HIV (ODHA), dapat mengembangkan infeksi oportunistik karena mereka tidak mengetahui status HIV-nya. Dengan kerentanan ODHA terhadap infeksi oportunistik khususnya TB, maka perlu dilakukan tes HIV secara rutin terhadap pasien positif dan suspek TB. Kinerja petugas puskesmas TB-HIV merupakan salah satu penentu dalam deteksi kasus koinfeksi TB-HIV. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja petugas dalam penemuan dan akses pengobatan TB-HIV di Puskesmas Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan metode cross sectional, dengan 19 subjek penelitian. Validitas data menggunakan triangulasi yang dilakukan dengan kepala puskesmas. Reliabilitas data menggunakan audit data dengan memeriksa alur analisis data. Hasil penelitian menunjukkan petugas telah melakukan skrining yang baik terhadap suspek TB-HIV. Hal ini dikarenakan petugas memiliki pengetahuan dan sikap yang baik tentang TB-HIV. Pemberian akses pengobatan bagi pasien koinfeksi TB-HIV juga dilakukan dengan baik, petugas memberikan fasilitasi dan dukungan kepada pasien, namun belum maksimal dalam penggunaan media edukasi. Ketersediaan sarana dan prasarana yang tidak memadai menyebabkan kemungkinan terhambatnya pengujian dan perawatan. Monitoring dan evaluasi yang belum berjalan dengan baik dapat menyebabkan kesalahan tidak terpantau. Disarankan untuk memaksimalkan penggunaan media dalam pendidikan dan pelaksanaan monitoring dan evaluasi terjadwal.
Kata Kunci : TB-HIV, Penemuan, Akses Pengobata
STATUS KERENTANAN LARVA Aedes aegypti DAN SURVIVALITAS STADIUM DEWASA TERHADAP TEMEPHOS DI WILAYAH KERJA PELABUHAN KKP KELAS II TARAKAN
Berbagai metode pemberantasan vektor telah digunakan untuk mengatasi masalah DBD Indonesia dengan tujuan memutus mata rantai penularan DBD, namun hingga saat ini hasilnya masih belum maksimal, ditandai dengan semakin banyaknya kasus DBD setiap tahunnya di berbagai daerah.Salah satunya dengan penggunaan larvasida untuk membasmi jentik nyamuk. Larvasida yang umum digunakan adalah Abate 1G yang mengandung 1% zat aktif berupa temephos, namun penggunaan insektisida secara terus menerus dan dalam jangka waktu yang lama dapat mengurangi daya bunuh larvasida dan resistensi dapat terjadi lebih cepat. Salah satu kawasan yang intensif menggunakan temephos adalah pelabuhan karena merupakan tempat pertemuan atau kegiatan keluar masuknya barang, orang dan juga alat transportasi. Dalam pengaturan penggunaan larvasida diperlukan masukan atau informasi tentang status kerentanan vektor dan sebaiknya dilakukan secara berkala 1-2 tahun sekali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status kerentanan larva Aedes aegypti terhadap temephos. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan post test only control group dsign. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh hasil survei jentik larva di kawasan penyangga Pelabuhan Kota Tarakan yang akan dijadikan objek penelitian. Sampel penelitian ini adalah larva inisial III dan IV instar Aedes aegypti hasil pemeliharaan larva generasi pertama (F1) hasil survei. Hasil penelitian menunjukkan kematian larva 80-98% pada konsentrasi 0,02 mg / l, Larva di daerah penyangga KKP Tarakan toleran terhadap temephos dan harus dilakukan pengujian berkala dan bila perlu rotasi larvasida untuk menghindari resistensi.
Kata kunci : Demam berdarah dengue, Aedes aegypti, Temepho
Understanding healthy body and dieting of youth athletes among Javanese Muslim parents
This phenomenological research is aimed to explore the perspectives of parents about the healthy body and dietary requirements for youth athletes. Data were obtained from the Javanese Muslim parents who have children who are youth athletes in two provinces of Indonesia, Central Java and East Java. Interviews were conducted with nine participants using a semi-structured guideline. Data analysis used Giorgi phenomenological approach. This study found various perceptions about the healthy body and dieting of youth athletes. Parents perceived a healthy body could be shown by no injury and the ability to reach the targets in either training or competing. As Muslims, they emphasized the importance of providing halal food because the food that enters the body would affect bodily functions. They stressed the importance of supplements to replace the lack of nutrients in the body and increased water intake. However, they expressed confusion in the composition, portion and frequency of nutrition for athletes. The limited understanding of nutrition for
athletes urged parents to value the importance of advice from health workers related to maintaining athletes’ performance and the nutrition they needed. The results of this study indicated the need to improve parents’ knowledge and skills regarding nutrition management to maintain athletes’ performance by considering Islamic laws
City Hotel Bintang 5 dengan Konsep Staycation di Semarang
Semarang, sebagai Ibu kota Provinsi Jawa Tengah merupakan kota seluas 373,8 km² yang memiliki tingkat kepadatan penduduk yang tinggi. Sebagai Ibu kota Provinsi, Kota Semarang selain sebagai pusat pemerintahan Provinsi, Kota Semarang juga menjadi pusat perdagangan lintas jalur darat dan udara, terlebih setelah selesai dibangunnya Tol Trans-Jawa Solo-Semarang, yang menghubungkan Semarang dan Solo, kota besar yang juga menjadi pusat perdagangan di Provinsi Jawa Tengah. Untuk jalur udara sendiri, menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Semarang, tercatat sebanyak 2.627 orang yang memasuki pintu Bandara Ahmad Yani pada Desember 2019, yaitu meningkat 13,23 persen dari bulan sebelumnya yaitu 2.320 orang
Redefinisi Pustakawan 4.0 Dalam Pengelolaan Perpustakaan Berbasis Artificial Intelligence
Kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang merupakan ranah dalam bidang ilmu komputer telah berkembang pesat, tak terkecuali terkait dengan pengelolaan perpustakaan 4.0. Artikel ini memberikan pemahaman konsep dasar revolusi industri 4.0, redefinisi pustakawan 4.0, kemudian bagaimana prinsip teknologi berbasis kecerdasan buatan bekerja dalam pengelolaan perpustakaan. Perpustakaan dalam ranah 4.0 harus berevolusi dengan menitikberatkan pada nilai tambah bagi pemustaka dan memproduksi pengalaman baru. Dalam era revolusi industri 4.0 digunakan teknologi terkini melalui integrasi antar alat elektronis menggunakan internet of things, teknologi cloud, dan pemanfaatan big data. Redefinisi peran pustakawan dalam era 4.0 menjadi langkah awal agar pustakawan tergerak dan senantiasa berkomitmen untuk meningkatkan kompetensi digital
HIMPUNAN FUZZY KASAR PROBABILISTIK DAN APLIKASINYA PADA TEORI KEPUTUSAN
Himpunan fuzzy kasar merupakan himpunan fuzzy yang memiliki aproksimasi atas
dan aproksimasi bawah yang tidak sama. Tugas Akhir ini membahas aproksimasi
kasar dari konsep fuzzy dalam ruang aproksimasi probabilistik. Himpunan fuzzy
kasar probabilistik menggunakan definisi probabilitas bersyarat kejadian fuzzy dan
pemilihan parameter yang dibutuhkan dalam memodelkan himpunan fuzzy kasar
probabilistik. Pada ruang aproksimasi probabilistik terdapat daerah positif yaitu
aproksimasi bawah dari himpunan fuzzy, daerah batas yaitu selisih aproksimasi atas
dengan aproksimasi bawah, dan daerah negatif yaitu selisih himpunan semesta
dengan aproksimasi atas. Keakuratan aproksimasi dari himpunan fuzzy dapat
dihitung menggunakan pembagian antara kardinalitas aproksimasi bawah dengan
aproksimasi atas. Aplikasi pada teori himpunan fuzzy kasar yaitu untuk
pengambilan keputusan. Ilustrasi teori keputusan himpunan fuzzy kasar
menggunakan masalah teori keputusan mahasiswa pelamar beasiswa di mana
terdapat tiga daerah yaitu daerah positif (penerimaan), daerah batas (evaluasi lebih
lanjut), dan daerah negatif (ditolak) dari himpunan fuzzy
NILAI DAN VEKTOR EIGEN PADA MATRIKS INTERVAL ATAS ALJABAR MIN-PLUS
Nilai Eigen dan vektor Eigen merupakan salah satu topik dalam aljabar linier yang
dimiliki oleh matriks bujur sangkar. Algoritme pencarian nilai dan vektor Eigen
pada matriks interval min-plus digunakan sebagai cara untuk menyelesaikan
permasalahan nilai dan vektor Eigen, yaitu mencari nilai dan vektor Eigen dari
masing-masing batas atas dan batas bawah matriks interval min-plus. Algoritme
dalam mencari nilai dan vektor Eigen matriks interval min-plus dapat dilakukan
dengan pendekatan graf. Pada matriks interval min-plus, matriks bujur sangkar
dapat direpresentasikan dalam bentuk graf yang dinamakan graf
G A( )
yaitu berupa
graf tidak terhubung, graf terhubung atau bahkan graf terhubung kuat. Jika graf
G A( )
terhubung kuat maka matriks
A
disebut irreducible berakibat nilai Eigennya
adalah tunggal. Oleh karenanya, dibahas mengenai struktur aljabar matriks interval
min-plus serta algoritme untuk menyelesaikan permasalahan nilai Eigen dan vektor
Eigen matriks interval yang irreducible dengan pendekatan aljabar min-plus