71404 research outputs found
Sort by
ASPEK TERKAIT PADA AB-ALJABAR
Suatu AB-aljabar merupakan sebuah himpunan tak kosong yang mempunyai
sebuah operasi biner dan elemen khusus yaitu elemen nol yang memenuhi
aksioma-aksioma dari AB-aljabar. Oleh karena AB-aljabar merupakan generalisasi
dari BCC-aljabar dan BCC-aljabar merupakan subkelas dari K-aljabar yang
dibangun oleh suatu grup tak komutatif maka AB-aljabar merupakan subkelas dari
K-aljabar yang dibangun oleh suatu grup tak komutatif. Sedemikian hingga ABaljabar memiliki sifat-sifat yang berlaku dalam grup. Sebagaimana grup yang
memiliki subgrup, AB-aljabar juga memiliki AB-subaljabar. Jika suatu grup yang
memiliki subgrup normal dapat membentuk grup faktor, begitupun AB-aljabar
yang memiliki AB-ideal dapat membentuk AB-aljabar faktor
MODEL OPTIMASI ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) DENGAN BACKORDERING UNTUK PEMBAYARAN DI MUKA DAN PENUNDAAN PEMBAYARAN
Model optimasi Economic Order Quantity (EOQ) merupakan salah satu
metode yang digunakan untuk menentukan kuantitas pesanan persediaan yang
dapat meminimumkan biaya penyimpanan dan biaya pemesanan persediaan.
Model optimasi dalam tugas akhir ini yaitu model optimasi Economic Order
Quantity (EOQ) dengan backordering untuk pembayaran di muka dan penundaan
pembayaran. Model disajikan dalam dua kasus yaitu kasus pertama ketika jumlah
pesanan lebih rendah dari jumlah yang telah ditentukan, maka retailer harus
membayar semua biaya pembelian sebagai pembayaran di muka. Kasus kedua
ketika jumlah pesanan lebih besar atau sama dengan dari jumlah yang telah
ditentukan, maka retailer melakukan pembayaran sebesar persen dari harga
pembelian dan sisanya dilakukan penundaan pembayaran. Berdasarkan model
tersebut dapat diformulasikan dan dilakukan simulasi numerik serta diberikan
analisis sensitivitas. Simulasi numerik dilakukan di Toko Rama dan total laba
maksimal yang diperoleh meningkat sebesar . Pada analisis sensitivitas
yang paling berpengaruh terhadap total laba adalah permintaan karena jika
nilai kecil maka total laba yang diperoleh juga kecil
ANALISIS ANUITAS KONTINU PADA STATUS HIDUP TERAKHIR
Ketidakpastian yang terjadi dalam hidup manusia dapat menyebabkan risiko. Salah
satu cara untuk mengurangi risiko tersebut ialah dengan mengikuti asuransi jiwa.
Untuk mendapatkan uang pertanggungan, seseorang yang terdaftar dalam asuransi
jiwa diwajibkan untuk membayar premi. Besarnya nilai premi dipengaruhi oleh
anuitas dan jenis asuransi yang akan diikuti. Asuransi last survivor lebih
menguntungkan bagi nasabah dikarenakan peluang hidupnya tinggi. Pada Tugas
Akhir ini akan dibahas mengenai perhitungan nilai tunai anuitas kontinu seumur
hidup, anuitas kontinu berjangka, dan anuitas kontinu tertunda seumur hidup untuk
status hidup terakhir. Perhitungan nilai tunai anuitas kontinu ini dilakukan dengan
pendekatan diskrit serta menggunakan Tabel Mortalitas Indonesia (TMI) 2011
dikarenakan tabel untuk usia kontinu belum ada. Hasil akhir dari penelitian ini
diperoleh nilai tunai anuitas kontinu seumur hidup lebih besar dibandingkan nilai
tunai anuitas kontinu berjangka maupun nilai tunai anuitas kontinu tertunda seumur
hidup pada status hidup terakhir. Hal ini dipengaruhi oleh jangka waktu asuransi
yang ingin diikuti, semakin lama jangka waktu yang dipilih maka nilai tunai
anuitasnya semakin tinggi
METODE POOJA DAN MODI DALAM MENENTUKAN SOLUSI OPTIMAL PADA MASALAH TRANSPORTASI
Masalah transportasi merupakan masalah pendistribusian suatu barang dari beberapa
sumber ke beberapa tempat dengan tujuan meminimumkan biaya pengiriman. Ada
banyak metode yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah transportasi.
Salah satunya adalah Metode Pooja yang diusulkan oleh Poojan Davda dan Jaimin
Patel. Pada skripsi ini dibahas Metode Pooja yang merupakan metode alternatif
untuk mencari solusi fisibel awal dan dioptimalkan dengan Metode MODI. Prinsip
dari Metode Pooja adalah dengan melakukan pengambilan ‘biaya terkecil kedua’ dari
setiap baris dan kolom yang kemudian memilih nilai terbesar sebagai prioritas dalam
pengalokasian. Pengalokasian persediaan atau permintaan dilakukan dengan memilih
sel yang mempunyai koefisien biaya terkecil pada baris atau kolom. Pada beberapa
kasus masalah transportasi seimbang dan tidak seimbang, Metode Pooja langsung
memberikan solusi optimal
SISTEM PERSEDIAAN DENGAN PERMINTAAN BERGANTUNG WAKTU DAN SHORTAGES
Dalam model persediaan dimungkinkan adanya kekurangan. Di kehidupan nyata,
permintaan konsumen bergantung pada waktu, artinya permintaan tidak selalu
konstan. Pada kasus ini di dalam satu siklus persediaan terdapat beberapa periode
dasar, yang mana siklus persediaan itu merupakan kelipatan dari periode dasar
yang ada. Berdasarkan hal itu, skripsi ini akan membahas mengenai sistem
persediaan dengan model EOQ yang berkaitan tentang permintaan bergantung
waktu dan adanya shortages/kekurangan. Tujuannya adalah untuk mencari siklus
persediaan yang optimal dan meminimalkan total biaya persediaan per satuan
waktu. Dalam menentukan kebijakan persediaan yang optimal, diberikan sebuah
contoh numerik. Pada contoh numerik yang dibahas dapat diketahui bahwa
algoritma yang diberikan dapat digunakan untuk mengoptimalkan siklus
persediaan dan meminimalkan biaya persediaan yang dikeluarkan.
Kata Kunci : sistem persediaan, model EOQ, permintaan bergantung waktu,
shortages
AKANKAH CITA-CITAKU HANYA ANGAN? (STUDI FENOMENOLOGIS ORIENTASI MASA DEPAN REMAJA YATIM PIATU)
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana gambaran orientasi masa depan remaja yatim piatu. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan metode fenomenologis dan menggunakan teknik analisis eksplikasi data. Teknik analisis eksplikasi data deskripsi fenomena individual membagi pengalaman menjadi tiga episode yaitu, episode sebelum kematian kedua orangtua, episode setelah kematian kedua orangtua, dan episode orientasi masa depan. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur. Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan tiga orang subjek yang dipilih melalui teknik purposive dengan kriteria remaja tengah yang berusia 15-18 tahun yang masih menempuh pendidikan dan sudah tidak memiliki kedua orangtua dengan rentang waktu minimal 2 tahun. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa dua subjek memiliki orientasi masa depan akan pekerjaan dan satu subjek berorientasi pada pendidikan. Akan tetapi, setelah kematian kedua orangtuanya yang mana kehilangan sumber financial mamilih untuk bekerja dan juga sudah tidak ada semangat untuk melanjutkan pendidikan karena tidak adanya kedua orangtua untuk dibahagiakan. Terdapat juga keraguan ketiga subjek akan masa depan seperti ragu untuk bermimpi tinggi karena ketiadaan kedua orangtua, sehingga mereka pasrah dengan keadaan yang ada.
Kata kunci: orientasi masa depan, remaja, yatim piat
HUBUNGAN BEBERAPA FAKTOR DENGAN PRAKTEK PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG PADA IBU USIA 15 – 49 TAHUN DI PROVINSI MALUKU UTARA (ANALISA DATA SDKI 2017)
Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) merupakan metode kontrasepsi yang paling efektif dalam menekan jumlah angka kelahiran. Tahun 2012 prevalensi MKJPProvinsi Maluku Utara(23,7%)menjadi prevalensi penggunaan MKJP di bawah angka nasional (27,5%). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor – faktor yang berhubungan dengan praktek penggunaan MKJP pada ibu usia 15 – 49 tahun di Provinsi Maluku Utara. Jenis penelitian ini merupakan penelitian Explanatory Research dengan menggunakan desain Cross Sectional. Penelitian ini memiliki populasi 316.855 ibu 15 – 49 tahun, sampel sebanyak 1050 ibu yang menggunakan kontrasepsi Sumber data dalam penelitian ini adalah hasil survei demografi kesehatan indonesia (SDKI) 2017. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif Tahapan yang dilakukan dalam pengolahan data adalah input data, edit, dan clening., entry, tabulasi. Analisis di lakukan berdasarkan univariat (distribusi frekuensi) dan bivariat (distribusi frekuensi, cha square, dan p-value= 0,05.) Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu yang tidak menggunakan MKJP (81,2%), ibu usia <35 tahun (61,5%), ibu dengan jumlah anak hidup 0 – 2 (64,6%), ibu dengan tingkat pedidikan rendah (79,2%), ibu pengetahuan kurang baik tentang jenis alat kontrasepsi (54%). Sumber pelayanan KB yang di terima ibu sebanyak (53,2%) bersal dari sumber pelayanan lainnya (teman, toko, pengeriman, LSM). Praktek penggunaan MKJP berhubungan dengan pengetahuan ibu (p-value = 0,050), tingkat pendidikan ibu (p-value = 0,002), daerah tempat ibu tinggal (p-value = 0,000), dan sumber pelayanan KB ibu (p-value = 0,018). Namun usia ibu (p- value = 0,436) dan jumlah anak hidupibu (p-value = 0,106) tidak memiliki hubungan dengan praktek penggunaan MKJP pada ibu.
Kata Kunci : MKJP, Kontrasepsi, Krakteristik ibu Umur, Pelayanan K
PEMETAAN INDEKS KERENTANAN AIR TANAH BEBAS TERHADAP PENCEMARAN DI DATARAN ALUVIAL KOTA SEMARANG DENGAN METODE SUSCEPTIBILITY INDEX
Penggunaan lahan dataran pantai dan dataran rendah di Kota Semarang didominasi oleh permukiman. Dampak negatif dari permukiman dan urbanisasi terhadap menurunnya kualitas air tanah salah satunya adalah oleh polutan nitrat. Dalam menjaga keberlangsungan air tanah untuk waktu jangka panjang maka diperlukan kajian khusus untuk kuantitas dan kualitasnya, salah satu upaya dalam menjaga potensi dan kualitas air tanah adalah dilakukan dengan cara mengkaji kerentanan air tanah terhadap pencemar yaitu nitrat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Susceptibility Index. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa kerentanan airtanah intrinsik terdiri atas tiga kelas yaitu kelas kerentanan rendah (37-47), kerentanan sedang (47-59) dan kerentanan tinggi (59-68). Kerentanan airtanah spesifik kerentanan rendah (41-53), kerentanan sedang (53-71) dan kerentanan tinggi (71-90). Berdasarkan hasil validasi peta kerentanan dengan sebaran nitrat dapat diketahui bahwa keakuratan penilaiaan kerentanan airtanah intrinsic dan spesifik diperoleh nilai 20%, dari 30 sampel air sumur diperoleh 6 sampel uji nitrat yang sesuai dengan penilaian kerentanan intrinsik dan spesifik airtanah terhadap pencemaran, sedangkan keakuratan penilaiaan resiko kerentanan airtanah diperoleh nilai 30%, dari 30 sampel air sumur diperoleh 9 sampel uji nitrat yang sesuai dengan peta resiko kerentanan airtanah terhadap pencemaran. Dari ketiga nilai tersebut tergolong rendah untuk uji akurasi model namun ketiga peta tersebut juga telah dapat menunjukkan kondisi Hidrogeologi dataran alluvial Kota Semarang sudah masuk pada kondisi yang tidak bagus dan dianggap sudah tidak dapat menampung beban pencemar meskipun pada hasil uji nitrat masih tergolong rendah.
Kata Kunci : Indeks Kerentanan Air Tanah , Semarang , Susceptibility Index
The use of coastal plains and lowlands in the city of Semarang is dominated by settlements. The negative impact of settlements and urbanization on the decline in groundwater quality one of which is by nitrate pollutants. In maintaining the sustainability of groundwater for a long term period, a special study of the quantity and quality is needed, one of the efforts in maintaining the potential and quality of ground water is carried out by assessing the vulnerability of ground water to pollutants, nitrate. The method used in this study is the Susceptibility Index method. From the results of the study found that intrinsic groundwater vulnerability consists of three classes, namely low vulnerability class (37-47), moderate vulnerability (47-59) and high vulnerability (59-68). Groundwater vulnerability is low (41-53), moderate (53-71) and high (71-90). Based on the results of the validation of the vulnerability map with the distribution of nitrates it can be seen that the accuracy of intrinsic and specific groundwater vulnerability assessment is obtained a value of 20%, from 30 well water samples obtained 6 nitrate test samples which are in accordance with the assessment of intrinsic and specific groundwater vulnerability to pollution, while the accuracy of assessment of vulnerability risk groundwater values obtained 30%, from 30 well water samples 9 nitrate test samples were obtained in accordance with groundwater risk vulnerability maps for pollution. Of the three values, it is classified as low for the accuracy test of the model, but the three maps have also been able to show the Hydrogeological conditions of the alluvial plain of Semarang City, which are already in a bad condition and are considered to be unable to accommodate the pollutant load even though the nitrate test results are still relatively low.
Keywords: Groundwater Vulnerability Index, Semarang, Susceptibility Inde
EDUKASI PENCEGAHAN COVID-19 DALAM MEDIA SOSIAL: GAMBARAN KONTEN VIDEO TIKTOK
Di tengah pendemik global virus corona (COVID19) konsumsi media sosial mengalami kenaikan yang signifikan salah satunya dalam penggunaan aplikasi tiktok. Tik Tok telah bermitra dengan sejumlah organisasi international untuk berbagi informasi kesehatan, hal tersebut dapat menjadi peluang TikTok dijadikan sebagai media edukasi dengan konten yang kreatif. Pada penelitian deskriptif kualitatif ini dilakukan pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling, yaitu pengambilan sampel dengan menetapkan kriteria tertentu untuk menentukan sampel penelitan, terdapat 5 akun Tik Tok yang dijadikan sampel penelitian yaitu @tanyadokter, @unicefindonesia, @alodokter, @halodocid dan @dijkp dengan total 55 video. Penelitian ini dikaji menggunakan teori model komunikasi SMCR oleh Berlo yaitu proses penyampaian pesan (message) dari sumber (source) kepada penerima pesan (receiver). Hasil penelitian menunjukkan, jenis pesan yang diunggah oleh akun–akun tersebut sebagian besar mengunggah video berjenis pesan edukatif yaitu sebanyak 29%. Respon yang paling banyak didapatkan oleh akun @alodokter sebanyak 144323 dari total like, komentar dan share yang mengkampanyekan gerakkan cuci tangan yang baik dan benar. Dari hasil analisis konten video Tik Tok ternyata penggunaan fitur caption, hashtag, musik/audio dan filter efek sangat berpengaruh dalam meningkat jumlah respon yang ada. Dengan menggunakan aplikasi Tik Tok memberikan manfaat baru yang sangat baik, dimana pengguna diberikan video yang sesuai dengan preferensi dan kebutuhan pengguna dengan akurat karena akun Tik Tok yang telah peneliti teliti sudah bekerjasama dengan pihak World Healt Organization dan Kemenkes RI sehingga informasi yang diberikan sudah dijaga kebenarannya.
.
Kata Kunci: Tiktok, COVID-19, Pencegahan, Media Sosia
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN SKABIES PADA SANTRI
Skabies banyak ditemukan pada tempat dengan penghuni padat seperti pondok pesantren. Santri berisiko terkena penyakit skabies karena tinggal bersama dan seringnya terjadi kontak antar santri. Penyakit skabies dapat menganggu aktivitas belajar santri dan sering diabakan padahal dapat menyebabkan infeksi bakteri. Faktor yang berhubungan dengan skabies perlu diketahui, sehingga dapat mengurangi kejadian skabies di pondok pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian skabies pada santri Pondok Pesantren Nurus Sunnah. Penelitian ini menggunakan desain studi cross- sectional. Besar sampel dalam penelitian ini adalah 107 responden. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa faktor yang berhubungan dengan kejadian skabies pada santri yaitu jenis kelamin (p-value=0,001), tingkat pengetahuan (p-value=0,006), kebersihan pakaian (p-value=0,001) dan luas ventilasi (p-value=0,023). Faktor yang tidak berhubungan dengan kejadian skabies adalah tingkat pendidikan (p-value=0,557), kebersihan kulit (p-value=0,857), kebersihan tangan dan kuku (p-value=0,496), kebersihan handuk (p-value=0,699), kebersihan alas tidur dan kepadatan hunian (p-value=0,538). Dapat disimpulkan bahwa jenis kelamin, tingkat pengetahuan, kebersihan pakaian dan luas ventilasi merupakan faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian skabies pada santri Pondok Pesantren Nurus Sunnah Semarang.
Kata kunci : Kejadian Skabies, Santri , Pondok Pesantre