71404 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN ANTARA MASA KERJA, DURASI KERJA, PRODUKTIVITAS KERJA, DAN POSTUR KERJA TERHADAP KELUHAN MUSCULOSKELETAL PADA PEKERJA PEMETIK TEH DI PT PAGILARAN JATIBOJA
Pekerjaan memetik teh merupakan pekerjaan yang mempunyai risiko terjadinya keluhan muskuloskeletal karena pekerjaannya banyak melibatkan aktivitas fisik. Keluhan muskuloskeletal dapat terjadi karena proses pekerjaan yang dilakukan secara berulang, posisi kerja yang tidak ergonomis dan dengan waktu atau durasi kerja yang lama. Keluhan muskuloskeletal juga dapat berpengaruh terhadap produktivitas pekerja. Penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara masa kerja, durasi kerja, produktivitas kerja, dan postur kerja terhadap keluhan muskuloskeletal pada pekerja pemetik teh di PT Pagilaran JatiBoja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Analitik Observasional dan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 52 pekerja pemetik teh. Karena jumlah populasi < 100, maka pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode quota sampel yaitu seluruh populasi dijadikan sampel yaitu sebanyak 52 pekerja pemetik teh. Variabel bebas pada penelitian ini adalah masa kerja, durasi kerja, produktivitas kerja, dan postur kerja, variabel terikat pada penelitian ini adalah keluhan muskuloskeletal, dan variabel pengganggu dalam penelitian ini adalah usia, masa kerja, IMT, dan kebiasaan olahraga. Teknik pengambilan data menggunakan kuesioner karakteristik responden, keusioner nordic body maps, dan brief survey cheklist. Sedangkan teknik analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara masa kerja (p-value = 0.045), durasi kerja (p-value0.019), postur kerja (p-value=0.36) terhadap keluhan muskuloskeletal. Dan tidak ada hubungan antara produktivitas kerja (p-value=0.250) terhadap keluhan muskuloskeletal. Kesimpulan penelitian ini adalah keluhan muskuloskeletal dapat dipengaruhi oleh masa kerja, durasi kerja dan postur kerja.
Kata kunci : Masa kerja, durasi kerja, produktivitas kerja, postur kerja, keluhan muskuloskeletal
NILAI MORAL DALAM ANIME KIMI TO BOKU SEASON 2 KARYA KIICHI HOTTA 堀田きいちによるアニメ君と僕。シーズン 2のモラルバリュー
ABSTRACT
Kimi to Boku (君 と 僕, You and Me) is an anime adapted from the manga
series by Hotta Kiichi, about four teenagers: Asaba Yuuki (CV: Kimura Ryohei),
Asaba Yuuta (CV: Uchiyama Kouki), Matsuoka Shun (CV: Toyonaga Toshiyuki),
and Tsukahara Kaname (CV: Ono Yuuki). This anime tells the story of the lives of
adolescents while in high school (SMA) class. Their friendship is formed because
this group loves each other even though they have different personalities or
perspectives. Yūta and Yūki are known for being a bother to everyone but usually
not meant to hurt, Shun with her elegant demeanor, Kaname with her hot temper,
and Chizuru with her lovable side created this anime about adolescence. There
are many moral values that can be taken from this friendship-themed anime. This
study aims to analyze the moral values contained in the anime Kimi to Boku
season 2. The author uses structural theory to analyze the building blocks and
moral values contained in the anime. The Kimi to Boku season 2 anime by Kiichi
Hotta has a mixed or back and forth plot. This anime consists of 13 episodes in
which each episode mostly has a stand-alone story, aka not related to the episode
before or after. The background story of the anime Kimi to Boku season 2 by
Kiichi Hotta takes a different time and place for each episode. The time setting for
this anime takes the morning, noon and night. While the setting of the place is
school, Kaname's house, street, and supermarket. The results showed that the
moral values in the anime Kimi to Boku season 2 by Kiichi Hotta concern human
relationships with oneself, namely nostalgia, loneliness, and courtesy, human
relations with others, namely helping others and respecting, and human relations.
with God that is praying or asking God.
Keywords: Kimi to Boku, moral value, anime, structural theory, friendshi
PENILAIAN TINGKAT KETERCAPAIAN PROGRAM DESA WISATA KANDRI, KECAMATAN GUNUNGPATI, KOTA SEMARANG
Desa Wisata Kandri merupakan salah satu desa wisata di Kota Semarang yang berbasis
daya tarik alam dan seni budaya. Berdiri sejak tahun 2012, sudah 9 tahun Desa Wisata Kandri
menjadi desa wisata, kemudian menurut Data Penilaian Desa Wisata Provinsi Jawa Tengah pada
tahun 2016 Desa Wisata Kandri tergolong ke dalam kategori “Desa Wisata Rintisan” dan pada
tahun 2019, tergolong kategori “Desa Wisata Berkembang. Penilaian desa wisata yang sudah
dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tersebut, dilakukan oleh assessor (penilai) dari
luar desa wisata, serta masih menggunakan variabel penilaian yang belum komprehensif yakni
masih terbatas pada variabel fisik desa wisata saja, serta tidak melakukan penilaian pada variabel
kemasyarakatannya. Sedangkan penilaian unsur kemasyarakatan dalam sebuah desa wisata juga
perlu dilakukan untuk mengetahui bagaimana desa wisata tersebut dapat berdampak kepada
masyarakat, dan juga sebaliknya untuk melihat bagaimana kontribusi dan partisipasi yang telah
masyarakat berikan untuk desa wisatanya
PERSEPSI MENTAL DISORDER TERHADAP KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA NOVEL TUJUH HARI UNTUK KESHIA KARYA INGGRID SONYA (Sebuah Kajian Sosiologi Sastra)
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA KAMBING PERAH
Kelompok Tani Ternak (KTT) Kuncen Farm merupakan salah satu KTT di Kota Semarang dengan komoditas kambing perah memiliki masalah dalam penjualan dan berdampak pada penghasilan. Permasalahan meliputi permintaan susu kambing dipengaruhi oleh daya beli masyarakat, kebiasaan masyarakat mengkonsumsi susu sapi, produktivitas belum optimal, faktor persaingan antar usaha susu kambing, pemasaran, dan kurang modal untuk mengembangkan usaha. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pendapatan peternak, menganalisis faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan menganalisis faktor eksternal (peluang dan ancaman) pada KTT Kuncen Farm. Metode penelitian adalah metode sensus. Responden berasal dari 21 anggota KTT Kuncen Farm, anggota Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan. Metode analisis data dengan perhitungan pendapatan dan analisis tiga formulasi strategis meliputi matriks Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation (EFE), Internal-External (IE), SWOT dan Quantitative Strategic Planning (QSP). Hasil penelitian yaitu rata-rata pendapatan peternak Rp 883.864/bulan dan perhitungan R/C ratio sebesar 1,58>1 artinya secara ekonomi usaha menguntungkan. Analisis faktor internal dan eksternal pada pengembangan usaha kambing perah memiliki kekuatan terbesar yaitu pengolahan produk susu, kelemahan terbesar yaitu tidak ada peran kelompok dalam pemasaran, peluang terbesar yaitu daya beli masyarakat tinggi dan ancaman terbesar yaitu produk kurang menarik. Prioritas strategi adalah menginformasikan kepada masyarakat manfaat susu kambing secara berkelompok
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA PETANI SAYURAN ORGANIK ANGGOTA KELOMPOK TANI TRANGGULASI DI DESA BATUR, KECAMATAN GETASAN, KABUPATEN SEMARANG
ABSTRAK
Tingkat kinerja petani merupakan salah satu indikator keberhasilan petani dalam berusahatani. Beberapa faktor yang menjadi indikator keberhasilan suatu kegiatan usahatani adalah keberhasilan fisik yaitu hasil panen yang diperoleh dalam periode tertentu, serta keberhasilan finansial yaitu pendapatan yang diperoleh dari penjualan hasil panen. Salah satu upaya yang umumnya dilakukan oleh petani untuk mencapai keberhasilan dalam berusahatani adalah dengan bergabung dalam sebuah kelompok tani. Petani beranggapan bahwa mereka akan memperoleh banyak manfaat diantaranya dapat menjalin kerjasama dengan petani yang lain, memperoleh informasi yang menambah pengetahuan dan keterampilan melalui penyuluhan, serta memperoleh akses pasar yang lebih jelas. Tujuan penelitian ini adalah 1) menganalisis tingkat kinerja petani sayuran organik anggota kelompok tani Tranggulasi, 2) menganalisis faktor – faktor yang berhubungan dengan kinerja petani sayuran organik anggota kelompok tani Tranggulasi di Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober sampai dengan November 2017 di Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Metode pengambilan data secara sensus yaitu memilih seluruh anggota kelompok tani Tranggulasi sebagai responden yang berjumlah 32 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara, dan observasi. Analisis data yang digunakan yaitu uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Sebagian besar petani anggota kelompok tani Tranggulasi memiliki tingkat kinerja yang tergolong rendah, hal tersebut dikarenakan sebagian hasil panen milik petani yang diserap oleh kelompok kelompok tani Tranggulasi berkisar antara 0 – 33,3%, 2) luas lahan yang dimiliki petani, motivasi petani dalam berkelompok, dan persepsi petani terhadap peran kelompok tani tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja petani anggota kelompok tani Tranggulasi.
Kata kunci : Kinerja, Petani, Sayuran Organi
Keputusan Konsumen dalam Pembelian Chicken Nugget di Kota Semarang
Tingkat konsumsi daging olahan seperti chicken nugget yang semakin meningkat menyebabkan adanya peningkatan jumlah perusahaan yang menawarkan produk sejenis dan menimbulkan persaingan antar perusahaan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis proses pengambilan keputusan pembelian chicken nugget, menganalisis faktor-faktor apa saja yang paling dipertimbangkan konsumen dalam membeli chicken nugget dan menganalisis besarnya pengaruh faktor-faktor terhadap keputusan pembelian chicken nugget di Kota Semarang. Metode penelitian menggunakan metode survey. Penelitian dilakukan di empat Pasar Swalayan di Kota Semarang. Pengambilan responden ditentukan dengan accidental sampling. Responden yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 120 responden yang sudah berusia dewasa minimal 17 tahun dan pernah membeli chicken nugget. Analisis data menggunakan analisis deskriptif, analisis faktor dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengambilan keputusan pembelian chicken nugget terdiri dari tahap pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif dan evaluasi pasca pembelian. Keputusan pembelian chicken nugget dipengaruhi oleh faktor budaya, sosial, pribadi, psikologis, produk, harga, lokasi dan faktor promosi secara serempak. Secara parsial, keputusan pembelian chicken nugget dipengaruhi signifikan oleh faktor budaya, pribadi, psikologis, produk dan faktor promosi
IVAM (IMPROVED VOGEL’S APPROXIMATION METHOD) AND MODI METHOD TO OBTAIN AN OPTIMAL SOLUTION IN THE TRANSPORTATION PROBLEM
Transportation problem is a problem of distributing a product from several sources to
several destinations to minimize the shipping cost of distributing a product. In
general, solving transportation problem requires two stages, which is finding an
initial feasible solution then finding optimal solution. J. Nahar, E. Rusyaman, S.
Putridid some research for a new alternative to determining the initial feasible
solution in a simple way, which is Improved Vogel’s Approximation Method
(IVAM) and then optimized using MODI Method. The principle of the IVAM
method is to apply the TOC (Total Opportunity Cost) matrix and and choose the three
penalty costs with the largest value and then allocate the product to the cell that has
the lowest distribution cost in the three rows or columns with the largest penalty costs
selected. In allocating products into the row or column with the largest penalty fee
selected, first allocate the product into the row or column with the largest penalty cost
among the three selected penalty costs and allocate it according to the minimum
demand and supply in the row or column the chosen. In four examples of balanced
and unbalanced transportation problems, the IVAM Method will immediately provide
the optimal solution
Keyword: Transportation Problem, IVAM Method, MODI Method, Optimal
Solutio
SOLVING TRANSPORTATION PROBLEM WITH MAXIMUM RANGE METHOD
The transportation problem is part of Operations Research which discusses
minimizing shipping costs from several sources to several destinations with the
most effective allocation of goods distribution. Previous studies have discussed new
methods, namely MRCM (Maximum Range Column Method) and MRRM
(Maximum Range Row Method) to determine the initial feasible solution to the
transportation problem in a row by determining the distance or the largest range
value in the column and row. In this final project, discuss another alternative
method, namely Maximum Range Method (MRM) which is a combination of
MRCM and MRRM methods. MRM aims to determine the initial feasible solution
by calculating the largest range value in rows and columns. So MRM is an initial
feasible solution to the transportation problem. The algorithm is easy to understand
and produces an effective solution when the case is that the amount of supply is
equal to the number of requests. In the case of CV Mega Jaya Super Print using the
MRM method, the transportation cost is Rp. 13,252,400.00 followed by the MODI
method resulting in a transportation cost of Rp. 13,2090,000.00.
Keywords : Transportation Problem, Initial Feasible Solution, MRM, MRRM, and
MRCM