71404 research outputs found
Sort by
BULLYING AND HARASSMENT EXPERIENCED BY CHRISTOPHER BOONE AS A VICTIM IN HADDON’S THE CURIOUS INCIDENT OF THE DOG IN THE NIGHT-TIME
MENGONSTRUKSI MODEL PERAMALAN KASUS POSITIF COVID-19 VARIAN DELTA MENGGUNAKAN MODEL ARIMAGARCH
Coronavirus disease (COVID-19) merupakan keluarga besar virus yang
menyerang sistem pernapasan. Virus COVID-19 menyebabkan pandemik di lebih dari
200 negara di dunia. Indonesia merupakan salah satu negara yang terpapar COVID-19.
Ada berbagai varian baru yang berbahaya, salah satunya varian delta yang menyerang
hampir seluruh wilayah Indonesia. Sebagai salah satu alternatif untuk menganalisis
pertumbuhan kasus COVID-19, penelitian ini mengonstruksi model peramalan kasus
harian positif COVID-19 menggunakan kombinasi model Autoregressive Integrated
Moving Average (ARIMA) dan Generalized Autoregressive Conditional
Heteroskedasticity (GARCH). Data yang diamati adalah data harian kasus positif
COVID-19 varian delta dari tanggal 11 Juni 2021 sampai 28 Oktober 2021. Model
dikonstruksi menggunakan bantuan program Eviews.10. Model yang diperoleh adalah
model ARIMA(6,2,1) dan ARIMA(6,2,1)-GARCH(0,2). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa model terbaik adalah model ARIMA(6,2,1)-GARCH(0,2) dengan
nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE) pada data kalibrasi sebesar
1,623428%
POLINOMIAL ORTOGONAL DALAM RUANG POLINOMIAL DENGAN HASIL KALI DALAM BERBOBOT
Polinonimal ortogonal dapat diaplikasikan kedalam penyelesaian problematika
sehari-hari. Serangkaian kondisi formulasi polinomial ortogonal digunakan dalam
rangka mencari solusi dari masalah umum hingga masalah yang tergolong
signifikan dapat diperoleh dari pemanfaatan konstruksi polinomial ortogonal.
Dalam artikel Tugas Akhir ini penulis mencoba untuk melakukan konstruksi
polinomial ortogonal dalam ruang polinomial dengan haasil kali dalam berbobot,
konstruksi pada kali ini diberlakukan pada selang interval ሾെͳǡͳሿ dengan
penambahan fungsi bobot w(x) = ሺݔ
ଶ െ ͳሻ
ଶ
. Pengembangan konstruksi polinomial
yang disajikan diharapkan dapat digunakan untuk pembahasan lebih lanjut
berkaitan sifat tambahan dan aplikasi lengkap dari pengembangan polinomial
dimasa mendatang.
KATA KUNCI : Polinomial Ortogonal, Fungsi bobot
EVALUASI PENANGANAN LIMBAH MEDIS PADAT BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) DI RUMAH SAKIT PENDIDIKAN “X” KOTA SEMARANG
Selama masa pandemi Covid-19 produksi limbah medis padat yang dihasilkan rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya meningkat 30%. Besarnya peningkatan dan banyaknya limbah yang dihasilkan memiliki potensi dalam penyebaran penyakit jika limbah tidak diolah dengan baik dan benar. Limbah rumah sakit masuk dalam kategori limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) yang tata cara dan persyaratan teknis penanganannya diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 56 tahun 2015. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penanganan limbah medis padat B3 di Rumah Sakit Pendidikan “X” Kota Semarang yang meliputi tahap pengurangan dan pemilahan, penyimpanan, pengangkutan, serta penjaminan perlindungan personel. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain studi Cross-sectional. Sumber data pada penelitian ini diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan telaah dokumen yang berkaitan. Jumlah limbah medis padat B3 yang dihasilkan sebesar 1804,65 untuk bulan Januari 2021. Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil evaluasi penanganan limbah medis padat B3 di Rumah Sakit Pendidikan “X” mendapat presentase total sebesar 74,75% untuk kategori sesuai. Persyaratan yang belum sesuai meliputi tempat sampah yang belum dilengkapi dengan simbol infeksius, terdapat lubang pada TPS B3, terdapat pemadatan plastik limbah, masih terdapat kesalahan dalam mengikat plastik limbah dan terdapat ketidaksesuain dalam penggunaan APD.
Kata Kunci : Limbah Medis ,penanganan, Evaluasi, RumahSaki
FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DALAM PENCEGAHAN DBD DI KELURAHAN SENDANGMULYO KECAMATAN TEMBALANG
Perilaku pengelolaan sampah di rumah tangga merupakan perilaku menunjang dalam pencegahan penyakit DBD disebabkan faktor kebersihan lingkungan yang kurang diperhatikan. Kelurahan sendangmulyo memiliki nilai sosial yang tinggi namun terdapat peningkatan kasus DBD setiap tahun dikarenakan faktor lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor yang berhubungan dengan perilaku pengelolaan sampah rumah tangga dalam pencegahan DBD di kelurahan Sendangmulyo kecamatan Tembalang. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan teknik pengambilan sampel mengunakan proportional random sampling. Populasi ibu rumah tangga 12.393 dengan sampel 388 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur (p=0,000), pendidikan (p=0,039), pekerjaan (p=0,001), pendapatan (p=0,000), riwayat penyakit DBD dalam 1 keluarga (p=0,000), pengetahuan (p=0,000), sarana prasarana (p=0,042), akses informasi (p=0,000) dukungan keluarga (p=0,001) dan dukungan petugas kesehatan (p=0,025) memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku pengelolaan sampah rumah tangga. Sedangkan jumlah anggota keluarga dalam 1 KK (p=0,073), sikap (p=0,201), dukungan lingkungan rumah (p=0,116) dan dukungan petugas lingkungan kelurahan (p=0,660) tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku pengelolaan sampah rumah tangga. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Kelurahan Sendangmulyo dapat membuat program pengelolaan sampah rumah tangga di setiap RW dengan mengajak masyarakat berpartisipasi menerapkan pengetahuan dan pengalamannya dalam menjaga lingkungan di tempat tinggal.
Kata Kunci : Demam berdarah dengue, perilaku pengelolaan sampah rumah tangga, ibu rumah tangg
EVALUASI PROGRAM SEKOLAH PERCONTOHAN PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI KOTA SEMARANG
Perilaku seksual merupakan segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual. Informasi yang baik mengenai kesehatan reproduksi sangat dibutuhkan agar remaja memiliki pemahaman yang baik dan dapat mencegah ancaman penyakit seksual. Pendidikan kesehatan reproduksi remaja diharapkan menjadi salah satu cara pencegahan remaja untuk menghadapi perilaku seksual berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program sekolah percontohan pendidikan kesehatan reproduksi remaja di SMP N 22 Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif kualitatif. Responden penelitian kuantitatif adalah siswa kelas 8 SMP N 22 Semarang yang diambil dengan metode total sampling sebanyak 232 siswa. Subjek penelitian kualitatif berjumlah 4 orang terdiri dari 2 informan yang berasal dari pihak sekolah yaitu kepala sekolah dan guru BK dan 2 informan triangulasi yaitu 1orang tua siswa dan 1 dari pihak PKBI yang diambil dengan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam. Sebagian besar hasil output yaitu pengetahuan, sikap, dan perilaku siswa menunjukan hasil yang baik, sehingga perilaku seksual remaja di SMP N 22 Semarang berperilaku seksual tidak berisiko. Hasil penelitian kualitatif untuk manajemen program menunjukkan bahwa pelaksanaan program pendidikan kesehatan reproduksi remaja di SMP N 22 Semarang berjalan dengan baik didukung oleh beberapa pelatihan yang dilakukan, dana yang mendukung, media pembelajaran yang ada dan dipengaruhi oleh pelaksana program dengan kolaborasi beberapa pihak terkait.
Kata kunci : Kesehatan Reproduksi, Program, Pendidikan, Seksua
ANALISIS PENGARUH HIGIENE SANITASI TERHADAP KONTAMINASI BAKTERI COLIFORM PADA AIR MINUM ISI ULANG DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN CIPAYUNG JAKARTA TIMUR
Higiene sanitasi depot air minum merupakan upaya pengendalian faktor risiko pencemaran yang disebabkan oleh tempat, peralatan dan pengolah air minum untuk menjamin keamanan air minum. Puskesmas Kecamatan Cipayung telah melakukan pemeriksaan sampel air minum yang berasal dari DAM sebanyak 30 sampel. Hasil laboratorium menunjukkan bahwa 66,7% tidak memenuhi syarat kesehatan karena mengandung bakteri coliform dan atau E.coli. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kondisi higiene sanitasi depot air minum terhadap kontaminasi bakteri coliform pada air minum isi ulang. Penelitian ini merupakan penelitian explanatory research menggunakan metode observasi dan wawancara dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 121 DAM dengan sampel sejumlah 27 DAM yang pengambilan sampel minimalnya menggunakan rumus Stanley Lemeshow. Analisis data yang dilakukan adalah univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 9 (33,3%) DAM memiliki kondisi sanitasi tempat, 9 (33,3%) DAM memiliki kondisi peralatan yang buruk, 19 (70,4%) DAM memiliki higiene penjamah yang buruk, dan 19 (70,4%) DAM dengan air minum tidak memenuhi syarat Total coliform. Hasil bivariat menunjukkan tidak terdapat pengaruh sanitasi tempat terhadap kontaminasi bakteri coliform (p = 0,676), terdapat pengaruh sanitasi peralatan terhadap kontaminasi bakteri coliform (p = 0,026), terdapat pengaruh higiene penjamah terhadap kontaminasi bakteri coliform (p = 0,002). Higiene sanitasi pada depot air minum di wilayah kerja Puskesmas Cipayung terutama aspek higiene operator dalam keadaan buruk. Hal tersebut dapat menyebabkan adanya kontaminasi coliform pada produk air minum yang dijual dan dapat menimbulkan penyakit infeksi seperti diare bila dikonsumsi masyarakat.
Kata Kunci : Higiene, Sanitasi, Air Minum, Colifor