71404 research outputs found
Sort by
Memahami Batasan Publik dan Personal Mengenai Hubungan Pernikahan dalam Media Sosial
The use of social media as a means to share personal things by married couples
regarding their marital life is a phenomenon that has caught the attention of
researcher. Instead of discussing privately the problems or other private matters that
occur in marriage in face to face communication, they use Instagram which seems
to ignore privacy in the digital realm. The purpose of this study is to understand the
public and personal boundaries regarding marital relations in social media,
especially Instagram through the logic of truth that belongs to the perpetrators.
Through the chosen phenomenological approach, researcher conducted in-depth
interview to 4 selected informants in order to gain an understanding of their
experiences using the theoretical framework of Communication Privacy
Management and Privacy Boundary Constraints.
For the subject, the reason to open the marriage problem on social media is
considered as a correct one because of the background of difficulties in
communicating directly with his partner because of interpersonal communication.
Social media then becomes a means / facilitator to express feelings. The subjects
felt that opening up privacy in the public (social media Instagram) for a specific
purpose can meet the needs of emotional release (emotional release) like one of the
functions of privacy itself. Because of this, public and private boundaries in
research informants are flexible. Emotional factors and interpersonal
communication appear to influence this shift in their privacy boundary.
The digital age creates a shift in the way of interpersonal communication from face
to face communication to mediated by computers (computer mediated
communitacion). Online privacy literacy is needed to maintain personal privacy and
also protect the privacy of others who are in the relationship
Pengalaman Etis Wartawan Media Massa Cetak
A practical change of the journalists appears due to the economic condition crisis of the print media companies. The practical change that appears is a permission to the journalists to find advertisements. The purpose of the study is to show the ethical experience of print media journalists in facing the economic crisis of the mass media companies. The research is also conducted to discover the print media journalists' interpretations towards ethical experience in doing journalism activities. The study uses an interpretive paradigm to understand and explain the meaning of the phenomenon. In order to answer the research questions, the study has used the theory of phenomenology with the object of study in the form of journalism activities at the journalists level in the process of producing news. The results of this study indicate that the economic conditions of print media companies have led to a permissive attitude towards sharing news, looking for advertisements and receiving envelopes by journalists. The actions of print media journalists are interpreted as a response to the print media conditions. Furthermore, journalism ethics is interpreted by journalists as a result of the compromise of journalists facing social responsibility and for maintaining the company's economic condition. An action is called ethical action as long as it is in line with efforts to maintain the company's economic conditions and as long as it does not harm the public interest
Antibacterial activity and proximate analysis of Sargassum extracts as cosmetic additives in a moisturizer cream
Indonesia is known for its marine biodiversity, including the richness of its brown seaweed,
Sargassum. This genus has attracted many attention as it produces active compounds showing potential
for the food, pharmacology and cosmetic industries. In this study, a mixture of S. duplicatum, S.
echinocarpum and S. polycystum extracts was applied as an additive in a moisturizer cream serving as
an antibacterial agent. Proximate analysis was conducted to evaluate the chemical composition in
Sargassum spp. There were 5 moisturizer creams prepared: A (standard), B (without antibacterial
agent), C (with antibacterial agent), D (with Sargassum extracts and antibacterial agent) and E (with
Sargassum extracts but without antibacterial agent). Antibacterial analyses showed that cream E had the
best antibacterial activity in this study. It indicates that the crude extract of Sargassum added in the
cream could inhibit the development of bacteria for a longer period of time. Bioactive compounds
contained in S. duplicatum, S. echinocarpum, S. polycystum are steroids, quinones, flavonoids and
alkaloids. Saponins were only found in S. duplicatum. The five cosmetic creams presented adequate odor
and color. These results indicate that Sargassum shows a promising potential as a cosmetic additive that
could replace commercial antibacterial agents
“REDESAIN PASAR KLATEN III LANTAI”
ABSTRAK
Pasar Klaten III Lantai merupakan pasar induk yang terletak di Kabupaten Klaten. Pasar Klaten III Lantai berlokasi di Klaten Tengah yang merupakan pusat pertumbuhan utama dan diarahkan untuk pengembangan sektor jasa dan sektor perdagangan. Pasar Klaten III Lantai ini berada di lokasi yang strategis, berada di pusat kota, dekat dengan rumah penduduk, namun juga dekat dengan pusat kegiatan ekonomi dan bisnis serta dekat dengan fasilitas pendidikan, perkantoran maupun fasilitas perdagangan yang lain. Bertolak belakang dengan potensi yang dimilikinya, pasar Klaten III Lantai ini memiliki berbagai permasalahan yang umum dimiliki oleh pasar tradisional, diantaranya permasalahan terkait kebersihan dibawah standard, kelengkapan fasilitas yang minim, bangunan yang sudah tua dan desain tidak menarik, timbulnya deadspot pada area pasar, timbulnya penyimpangan perilaku terhadap desain. Permasalahan ini menyebabkan para pedagang yang enggan mencari tempat didalam pasar dan memilih berjualan di luar. Pasar Klaten III Lantai ini berdampingan dengan plaza namun pasar masih tetap ramai dengan aktivitas jual beli hingga sekarang. Hal tersebut disebabkan karena keberadaan pasar tradisional masih banyak diminati masyarakat Klaten, hal ini disebabkan barang dagangan yang diperdagangkan memiliki harga jual yang cukup murah, sehingga dapat dijangkau oleh setiap lapisan masyarakat terutama masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Dibutuhkan perencanaan, perancangan dan penataan kembali Pasar Klaten III Lantai untuk mengembangkan potensi yang dimiliki serta untuk mengembalikan citra pasar tradisional dengan menghadirkan desain yang menarik. Persoalan desainnya adalah bagaimana meratakan sirkulasi pngunjung ke seluruh area pasar, memperbaiki view to site maupun view serta orientasi pengunjung di dalam bangunan, perbaikan fasilitas, mendorong penggun
“PERPUSTAKAAN UMUM LAMPUNG UTARA”
Perpustakaan umum di Indonesia khususnya perpustakaan umum tingkat kabupaten sebagian besar tidak memenuhi standar nasional perpustakaan, seperti halnya perpustakaan umum di Kabupaten Lampung Utara. Lampung Utara memiliki sejarah dan budaya yang semakin termakan oleh zaman sehingga dibutuhkan wadah untuk melestarikan sejarah dan budaya daerah setempat. Perpustakaan umum dapat menjadi wadah untuk melestarikan sejarah dan budaya dalam bentuk pustaka.
Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dari perpustakaan umum, persyaratan dan standar pembangunan dari fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan berdasarkan standar nasional perpustakaan indonesia, serta studi banding terhadap perpustakaan umum pada tingkat kabupaten/kota. Kemudian pendekatan perencanaan dengan cara pemilihan tapak, penghitungan program ruang, pemilihan sistem struktur dan material, serta sistem utilitas. Setelah itu, pendekatan perancangan dengan cara identifikasi permasalahan desain. Kesimpulan yang dihasilkan berupa program perencanaan antara lain tapak terpilih, program ruang, sistem struktur dan material, sistem utilitas, dan program perancangan
CITY HOTEL DI KABUPATEN PATI
Kabupaten Pati mengalami kenaikan secara signifikan, seperti dalam bidang perdagangan, bidang jasa, bidang industri dan bidang pariwisata. Hal ini mengakibatkan permintaan akan kebutuhan kamar city hotel di Kabupaten Pati cenderung mengalami kenaikan. Namun pada kenyataannya di kabupaten ini jumlah fasilitas akomodasi hotel yang baik secara kualitas dan kuantitas masih sangat kurang. Terbukti Kabupaten Pati sendiri baru mempunyai satu hotel bintang 3, dua hotel bintang 2 dan satu hotel bintang 1 serta beberapa hotel melati. Salah satu hotel yang sampai saat ini masih beroperasi yaitu Pati Hotel
INDEKS HABITAT DAN KEANEKARAGAMAN NYAMUK ANOPHLES SPP DI DAERAH ENDDEMIS MALARIA (STUDI DI DESA JATIREJO KECAMATAN KALIGESING KABUPATEN PURWOREJO JAWA TENGAH)
Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh plasmodium ditandai dengan
demam, panas dingin, berkeringat, anemia hemolitik, dan splenomegali. Penyebar
malaria adalah nyamuk Anopheles sp. yaitu spesies yang telah terbukti mengandung
sporozoit di dalam kelenjar ludahnya. Desa Jatirejo, Kecamatan Kaligesing,
Kabupaten Purworejo merupakan daerah endemis Malaria. Tujuan dari penelitian ini
Mendeskripsikan tempat perkembangbiakan malaria, dan kecenderungan aktivitas
menggigit vektor nyamuk Anopheles, di Desa Jatirejo, Kecamatan Kaligesing,
Kabupaten Purworejo. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif
observasional. Melakukan observasi lapangan untuk melihat tempat
perkembangbiakan, dan kepadatan larva, dan melakukan penangkapan nyamuk
dewasa dengan metode umpan badan di dalam dan luar, dan resting di kandang
ternak. Hasil yang didapatkan, terdapat 11 habitat potensial larva, dan 2 diantaranya
positif malaria, yaitu di sungai dan sumber mata air. Hasil nyamuk yang tertangkap
yaitu An.vagus, dan An.maculatus. Nyamuk An. maculatus aktif menggigit pada
pukul 18.00-19.00 dengan hasil hitung MBR 0,6, sedangkan MHD 0,08 nyamuk
An.vagus hanya ditemukan di dalam rumah dengan kepadatan MBR 0,12
sedangkan MHD 0,02. Survei yang dilakukan pada bulan Juli-Agustus Desa Jatirejo
mengalami kemarau jadi hanya sedikit yang ditemukan larvanya. Selain itu faktor
lingkungan fisik, dan biologi berpengaruh terhadap perkembangan larva Anopheles
sp
Kata Kunci: Malaria, Larva Anopheles, Tipe Habita
HUBUNGAN ANTARA PAPARAN KONTEN MAKANAN DAN MINUMAN DI MEDIA SOSIAL DENGAN ASUPAN ZAT GIZI PADA REMAJA PUTRI (STUDI KASUS PADA SISWI SMA ISLAM AL-AZHAR 14 SEMARANG
Internet telah mempengaruhi dalam perkembangan pemilihan pada makanan remaja. Berubahnya pola konsumsi remaja cenderung menjadi perilaku konsumtif tanpa memperhatikan kandungan gizinya. Penelitian inibertujuan untuk menganalisis hubungan antarapaparan konten makanan dan minuman di media sosial dengan asupan zat gizi remaja putri. Jenis penelitian ini yaitu observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi sejumlah 104 remaja putri berusia 14-18 tahun di SMA Islam Al-Azhar 14 Semarang. Clustered random samplingberdasarkan kelas, subjek penelitian sejumlah81 remaja putri. Instrumen penelitian terdiri dari timbangan berat badan digital, microtoise,form food recall, food picture dan kuesioner.Analisis data menggunakan chi-square, fisher exact test, kolmogorov smirnov danregresi logistic. Hasil penelitian menunjukkan median durasi paparan 2,25 jam, frekuensi paparan 2 kali, jumlah akun diakses 3 akun, body image kategori positif (50,6%), pemilihan makanan sesuai dengan yang diakses di media sosial (81,5%), tingkat kecukupan energi(51,9%), lemak (55,6%), protein (70,4%) lebih, dan karbohidrat baik (67,9).Hasil ada hubungan antara durasi paparan (p=0,040) dan body image (p=0,040)dengan pemilihan makanan; pemilihan makanan dengan tingkat kecukupan energi (p=0,003) dan protein (p=0,002). Tidak terdapat hubungan antara frekuensi paparan (p=0,214), jumlah akun (p=0,087), pengetahuan gizi (p=0,272), pengaruh teman sebaya (p=1,000) dengan pemilihan makanan. Pemilihan makanan dengan tingkat kecukupan karbohidrat (p=0,392), dan tingkat kecukupan lemak (p=0,323). Saran bagi sekolah menambahkan menu makanan dan minuman pilihan yang sehat
Kata Kunci: makanan dan minuman, media sosial, asupan gizi, remaja putr
Perancangan Balai Persinggahan Sosial Margo Widodo
Kesejahteraan Sosial adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan material, spiritual, dan sosial seseorang agar dapat hidup layak, mampu mengembangkan diri, dan dapat melaksanakan fungsi sosialnya. Pemerintah menjadi salah satu kunci tercapainya kesejahteraan sosial. Ketika Negara tidak dapat melindungi kesejahteraan sosial warganya, secara tidak langsung masyarakat akan mengalami permasalahan sosial yang dapat menghambat aktifitas sosial mereka. Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) adalah seseorang yang karena suatu hambatan, kesulitan/gangguan sehingga tidak dapat melaksanakan fungsi sosialnya, dan tidak dapat terpenuhi kebutuhan hidupnya baik jasmani, rohani, maupun. Penyediaan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) sangatlah diperlukan untuk mengurangi angka penyakit sosial masyarakat dan meminimalisir PMKS untuk kembali ke jalan melalui proses rehabilitasi, pemberdayaan dan pemanfaatan.
Perkembangan LKS muncul pada tahun 1960 dan diperkuat dengan terbentuknya UU No.
11 Tahun 2009 untuk menjamin keberlangsungan LKS dan standarisasi layanan dan sarana- prasarana LKS yang tercatum pada Permensos No. 22 Tahun 2016. Peraturan ini menjadi standar umum dalam pelaksanaan LKS dan harus disesuaikan dengan jenis PMKS yang dimanfaatkan. Generalisasi sarana prasarana sering terjadi pada beberapa LKS di Indonesia. Hal ini terlihat pada Balai Persinggahan Sosial Margo Widodo sebagai LKS untuk penanganan PMKS di Jawa Tengah. Pada awal terbangunnya, balai ini difungsikan sebagai panti rehabilitasi jiwa dan selanjutnya menjadi Balai PMKS (2018). Perubahan fungsi dan layanan pada balai tentu harus disesuaikan dengan perubahan fasilitas dan sarana-prasarana pada balai.
Oleh karena itu dibutuhkan sebuah rancangan Balai Persinggahan Sosial Margo Widodo yang ideal dan sesuai dengan fungsi bangunan saat ini menggunakan pendekatan therapeutic Healing Architectur