71404 research outputs found
Sort by
KINERJA LEMBAGA KERJA SAMA ANTARDAERAH DALAM PENGELOLAAN PERSAMPAHAN DI KAWASAN KARTAMANTUL
Adanya keterbatasan kemampuan pemerintah dalam melakukan pembangunan dan
memberikan pelayanan yang menjangkau seluruh masyarakat akan mendorong terjadinya
interaksi antar daerah untuk memenuhi kepentingannya sendiri maupun kepentingan yang lebih
luas. Interaksi tersebut kemudian akan mempertemukan kepentingan otonomi masing-masing
daerah yang berbeda. Di lain sisi, pemerintah pusat melalui Undang-Undang Nomor 32 Tahun
2004 telah mengatur kebijakan terkait otonomi daerah, yang salah satu poin pentingnya adalah
aturan bahwa kabupaten/kota dapat berkerja sama dalam penyediaan pelayanan publik guna
mewujudkan tujuan otonomi daerah itu sendiri
PERGESERAN PEMANFAATAN RUANG PERMUKIMAN MENJADI KOMERSIAL DI KAWASAN CATURTUNGGAL, SLEMAN, DIY
Kabupaten Sleman merupakan kota dengan branding sebagai kota pendidikan Hal ini
mengakibatkan pertumbuhan penduduk yang sangat cepat. Peningkatan konsentrasi jumlah penduduk di
dalam suatu kota berimplikasi pada pertumbuhan kota yang dipengaruhi oleh adanya pusat pertumbuhan
baru yang akan menyebar dan membentuk suatu pola ruang. Kebijakan pemerintah dengan menempatkan
kawasan pendidikan mempengaruhi perkembangan kawasan di sekitarnya, termasuk kegiatan
perdagangan dan jasa atau dapat disebut aktivitas sektor komersil. Hal tersebut memicu pertumbuhan
yang cepat dan terjadi perkembangan yang tidak terkendali yang berakibat pada perubahan penggunaan
lahan perumahan menjadi penggunaan lahan campuran atau komersial
PEMETAAN JEJAK KARBON UNIVERSITAS DIPONEGORO SEKTOR LIMBAH PADAT- BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3)
ABSTRAK
Pemetaan Prakiraan Jejak Karbon Di Universitas Diponegoro Sektor Limbah Padat Bahan Berbahaya Dan Beracun (B3)
Nadya Saphira Esfandiari, Winardi Dwi Nugraha, Syafrudin
Universitas Diponegoro dalam melaksanakan aktivitasnya menghasilkan limbah padat B3 yang dalam kegitan pemusnahannya berkontribusi menghasilkan emisi karbondioksida (CO2) dan metana (CH4) di udara yang merupakan penyumbang emisi GRK. Total emisi yang dihasilkan dianalisis dalam bentuk jejak karbon dengan satuan kgCO2eq. Metode yang digunakan untuk memperoleh jumlah emisi yang dihasilkan Universitas Diponegoro kampus Tembalang adalah dengan menggunakan persamaan pedoman penyelenggaraan inventarisasi gas rumah kaca nasional buku II volume 4 KLH 2012 yang mengacu pada IPCC 2006 dan pendekatan literatur. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa limbah padat B3 Universitas Diponegoro kampus Tembalang terbagi menjadi limbah padat B3 terkelola dan limbah padat B3 tidak terkelola dengan kontribusi masing-masing sebesar 5.024,344 kgCO2eq/ tahun dan 2.156,001 kgCO2eq/tahun, serta emisi yang dihasilkan dari kegiatan pengangkutan eksisting sebesar 611,451 kgCO2eq/ tahun. Upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan emisi akibat limbah padat B3 di Universitas Diponegoro kampus Tembalang adalah dengan rekomendasi pengelolaan meliputi upaya reduksi, pewadahan, pengumpulan, penyimpanan sementara dan pengolahan yang dapat mereduksi emisi GRK sampai 64%.
Kata Kunci : Jejak Karbon, Emisi Gas Rumah Kaca, Limbah Padat B3, Universitas Diponegoro
ABSTRACT
Mapping of Carbon Footprint at Diponegoro University as the impact of Solid Hazardous Waste
Nadya Saphira Esfandiari, Winardi Dwi Nugraha, Syafrudin
Diponegoro University in carrying out its activities produces hazardous solid waste which in its extermination activities contributes to emissions of carbon dioxide (CO2) and methane (CH4) in the air which are contributors to GHG emissions. The total emissions produced are analyzed in the form of carbon footprint in units of kgCO2eq. The method used to obtain the number of emissions produced by Diponegoro University Tembalang is to use the equation for the implementation guidelines for the national greenhouse gas inventory book II volume 4 KLH 2012 which refers to IPCC 2006 and the literature approach. Based on the results of the study, it was found that hazardous solid waste Diponegoro University Tembalang was divided into managed B3 solid waste and uncontrolled hazardous solid waste with contributions of 5,024,344 kgCO2eq / year and 2,156,001 kgCO2eq / year, and emissions generated from activities existing transportation of 611,451 kgCO2eq / year. Efforts that can be made to reduce emissions due to hazardous solid waste at Diponegoro University Tembalang are management recommendations including reduction, storage, collection, temporary storage, and processing that can reduce GHG emissions by up to 64%.
Keywords: Carbon Footprint, Greenhouse Gas Emissions, hazardous Solid Waste, Diponegoro Universit
Turnitin – Probiotic Bacillus Plus vitamins and mineral enhanced haemoglobin values and relative weight of ileum and proved feed conversion ratio of broilers during brooding period.
ANALISIS KINERJA ORGANISASI DINAS PEMADAM KEBAKARAN KOTA SEMARANG
Kota Semarang sebagai salah satu kota besar di Indoesia memilki visi untuk memajukan perdagangan dan jasa. Oleh karena itu Kota Semarang berkembang dan kemajuan pembangunannya semakin pesat setiap tahunnya. Dengan pesatnya perkembangan Kota Semarang mengakibatkan resiko terjadinya kebakaran semakin meningkat. Penduduk Kota Semarang semakin padat, bangunan-bangunan tinggi semakin pesat pembangunannya, industri semakin berkembang sehingga menimbulkan bahaya kebakaran dan jika terjadi kebakaran maka memerlukan penanganan yang khusus. Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang sebagai unsur pelaksana Pemerintah Daerah memiliki tugas pokok dalam melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang kebakaran dan penanggulangan bencana yang berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan. Penelitian dilakukan berdasarkan permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan program yang ada di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja organisasi Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung serta menghambat pencapaian visi organisasi. Penilaian kinerja organisasi berdasarkan efektivitas, kualitas layanan, responsivitas, dan akuntabilitas. Faktor yang mempengaruhi kinerja dilihat dari sumber daya manusia, kerjasama pegawai, dan sarana prasarana. Berdasarkan penelitian, kinerja organisasi Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang masih belum berjalan optimal, tidak terpenuhinya target, keterlambatan petugas dalam memberikan pelayanan pada masyarakat, alokasi anggaran yang tidak tepat sasaran, serta tidak memadainya sarana dan prasarana penunjang keberhasilan kinerja sehingga dapat disimpulkan bahwa kinerja organisasi Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang belum berjalan dengan baik
ANALISIS AKTOR DALAM PROSES IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGGULANGAN HIV/AIDS DI KOTA SEMARANG (PERATURAN DAERAH KOTA SEMARANG NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG PENANGGULANGAN HIV DAN AIDS DI KOTA SEMARANG)
Kasus HIV/AIDS di Kota Semarang setiap tahunnya terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Kota Semarang sebagai ibukota Provinsi Jawa Tengah menempati posisi yang tertinggi dibanding kota-kota lainnya di Provinsi Jawa Tengah. Peningkatan kasus HIV/AIDS yang cukup signifikan tersebut, memerlukan penanganan yang sistematis, komprehensif, partisipatif, dan berkesinambungan. Atas dasar pemikiran tersebut, Pemerintah Kota Semarang kemudian mengeluarkan kebijakan tentang Penanggulangan HIV/AIDS di Kota Semarang. Masalah yang muncul adalah terkait sejauh mana keterlibatan aktor dalam proses implementasi kebijakan penanggulangan HIV/AIDS di Kota Semarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik lembaga dan penguasa; kekuasaan, kepentingan, dan strategi aktor; serta kepatuhan dan daya tanggap dari aktor yang terlibat dalam proses implementasi kebijakan penanggulangan HIV/AIDS di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik lembaga / stakeholder yang dimiliki oleh aktor-aktor yang terlibat mendukung adanya pelaksanaan program-program penanggulangan HIV/AIDS, meski demikian beberapa aktor masih memiliki pengetahuan yang rendah terkait kebijakan penanggulangan HIV/AIDS di Kota Semarang. Adapun aktor yang memiliki pengetahuan yang rendah adalah Dinas Sosial, ODHA, dan masyarakat. Hal ini kemudian menyebabkan tingkat kepatuhan yang dimiliki oleh beberapa aktor tersebut dikatakan rendah, seperti contohnya Dinas Sosial dan ODHA. Meskipun demikian daya tanggap yang dimiliki oleh masingmasing aktor dapat terbilang cukup baik. Disamping itu, dalam penelitian ini beberapa aktor juga telah diklasifikasikan ke dalam beberapa tipe menurut kekuasaan dan kepentingan yang dimilikinya. Beberapa tipe aktor tersebut antara lain Key Player, Subject, Context Setter, dan Crowd. Aktor yang tergolong dalam Key Player adalah Dinas Kesehatan dan Komisi Penanggulangan AIDS, aktor yang tergolong Subject yaitu Tenaga Kesehatan, LSM, dan ODHA, aktor yang tergolong Context Setter adalah Dinas Sosial, dan aktor yang tergolong Crowd adalah Masyarakat
Memahami Persepsi Brand Equity Dari Sisi Commited Customer Serta Perjalanan Keputusan Memilih Aplikasi Traveloka (Studi Deskriptif Kualitatif Berdasar Customer Based Brand Equity Pada Aplikasi Traveloka)
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana persepsi Brand Equity dari sisi Commited Customer serta perjalanan keputusan memilih aplikasi Traveloka. Peneletian ini dilatarbelakangi karena terdapat banyak ulasan berbau kritik tajam aplikasi Traveloka ini yang tercantum pada kolom halaman review Google Play Store.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teori utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Proses Respon khususnya menggunakan framework consumer decision journey. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam kepada 6 informan.
Dari penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa commited customer ini menilai berdasarkan empat poin customer based brand equity. Mereka dapat menilai kualitas yang Traveloka berikan. Kemudian mereka dapat mengidentifikasi dengan menyebutkan bahwa itu sebuah platform yang menyediakan segala macam kebutuhan perjalanan. Lalu mereka dengan mudah menyebutkan fitur spesifik seperti penerapan harga total atau fix price ataupun fitur Traveloka Points. Terakhir mereka loyal dengan aplikasi Traveloka. Dalam perjalanan menggunakan aplikasi Traveloka, para committed customer ini melaksanakan enam poin proses decision journey, namun terdapat yang melewati tahapan yang seharusnya mereka lewati terlebih dahulu sebelum akhirnya memutuskan menggunakan produk, yaitu aplikasi Traveloka ini
Analisa Pengaruh Perbedaan Konsentrasi Pada Filtrasi Limbah Tepung Kering Tapioka dengan Menggunakan Plate and Frame Filter Press (Analysis of the Differences Consentration On The Dry Tapioca Flour Waste Filtation Using Plate and Frame Filter Press)
RINGKASAN
Indonesia merupakan negara agraris yang kaya akan sumber pangan baik di sektor pertanian
maupun perkebunan. Indonesia merupakan salah satu produsen dan eksportir utama ubi kayu di
dunia. Salah satu m anfaat singkong adalah dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan tepung
tapioka. Pengolahan singkong menjadi tepung tapioka menghasilkan berbagai jenis produk
sampingan, diantaranya adalah onggok. Pada penelitian ini limbah tepung tapioka basah di filtrasi
dengan menggunakan alat filtrasi bertipe Plate and Frame filter press untuk dianalisa hasil
filtratnya. Filtrasi adalah proses penyaringan untuk menghilangkan zat padat tersuspensi dari air
melalui media berpori yang akan menghasilkan filtrat dan cake. Solvent yang digunakan adalah
air. Perbandingan jumlah sampel dan solvent yang digunakan adalah 1:3, 1:4, dan 1:5 dimana
sampel berjumlah 3 kg sedangkan air berturut- turut berjumlah 9 liter, 12 liter dan 15 liter. Tujuan
keg iatan Tugas Akhir ini adalah mengetahui uji kinerja alat filtrasi plate and frame dengan melihat
hasil analisa dari filtrat yang diperoleh. Variable yang digunakan adalah pengaruh perbedaan
konsentrasi bahan pada tekanan, valve, dan pengambilan waktu yang tetap. Pada penelitian ini
memakai variable perbedaan konsentrasi bahan yaitu 1:3, 1:4 dan 1:5 lama waktu filtrasi yaitu 3
menit dengan 5 kali pengambilan pada setiap percobaan. Hasil yang diperoleh menunjukkan
bahwa jumlah filtrat yang didapat semakin rendah konsentrasi bahan yang digunakan. Untuk
analisa nilai viskositas diperoleh grafik yang menurun yang artinya semakin lama waktu filtrasi
maka semakin kecil viskositas filtrat. Sedangkan untuk analisa tahanan medium filter diperoleh
grafik yang meningkat yang menunjukkan bahwa semakin rendah konsentrasi bahan semakin
tinggi nilai tahanan medium filter dalam filtrasi.
Kata kunci: Filtrasi, Filtrat, Konsentrasi Bahan, Tahanan Medium Filter
ABSTRACT
Indonesia is an agricultural country that is rich in food sources both in the agricultural and
plantation sectors. Indonesia is one of the major producers and exporters of cassava in the world.
One of the benefits of cassava is that it can be used as a raw material for making tapioca flour.
Processing cassava into tapioca flour produces various types of by- products, including onggok. In
this study wet tapioca flour was filtrated by using Plate and Frame filter press type filtration to
analyze the results of the filtrate. Filtration is a filtering process to remove solids suspended from
water through porous media that will produce filtrate and cake. The solvent used is water. The
comparison of the number of samples and solvents used is 1: 3, 1: 4, and 1: 5 where the sample is
3 kg while the water is 9 liters, 12 liters and 15 liters respectively. The purpose of this Final Project
activity is to determine the performance test of plate and frame filtration equipment by looking at
the analysis of the filtrate obtained. The variable used is the effect of differences in the
concentration of material at pressure, valve, and fixed time taking. In this study using a variable
difference in concentration of material, namely 1: 3, 1: 4 and 1: 5 filtration time is 3 minutes with
5 times taken in each experiment. The results obtained showed that the amount of filtrate obtained
the lower the concentration of the material used. To analyze the viscosity value, the graph obtained
decreases which means that the longer the filtration time, the smaller the viscosity of the filtrate.
Whereas for the analysis of filter medium resistance obtained an increased graph which shows that
the lower the concentration of the material the higher the value of the resistance of the filter
medium in filtration.
Keywords: Filtration, Filtrate, Material Concentration, Medium Filter Resistanc
Bioeconomic analysis of the impact of ‘cantrang’ (Danish seine) toward gill net in Pati regency, Indonesia
‘Cantrang’ (danish seine) is considered as an un-environmentally friendly fishing gear in
Indonesia. Enhancement use of ‘cantrang’ caused a decrease in gill net fisheries production, including in
Pati regency. Therefore, the Indonesian government issued a regulation prohibiting 'cantrang'. However,
this regulation has caused a conflict of interest, between pros and cons. Then ‘cantrang’ ban regulation
move from technical and regulation issues to social, economic and political issues. This research
purpose was to analyze the effect of ‘cantrang’ to gill net fisheries production in Pati regency. This
research used the Gordon-Schaefer model that has been modified by our research team. This research
proved that our research model can be applied to estimate a relationship between gill net fisheries
production and fishing effort of ‘cantrang’. It is estimated that an average loss value of gill net fisheries
production due to increase of ‘cantrang’ fisheries was 257 624 Kg per year during 2014 to 2017 that
equal to IDR. 18 557 416 577 per yea