71404 research outputs found
Sort by
JARINGAN SARAF TIRUAN DENGAN ALGORITMA BACKPROPAGATION DAN PENGOPTIMAL GRADIENT DESCENT
Jaringan saraf tiruan merupakan teknik dalam machine learning yang
menirukan cara kerja sistem neuron pada otak manusia. Dengan bantuan algoritma
backpropagation dan pengoptimal gradient descent, model jaringan saraf tiruan
mampu belajar dari data untuk menghasilkan prediksi yang lebih baik. Tugas akhir
ini membahas tentang jaringan saraf tiruan yang belajar menggunakan algoritma
backpropagation dengan pengoptimal gradient descent. Model jaringan saraf tiruan
diterapkan pada kasus klasifikasi biner yang mengklasifikasikan antara pasien
rawat inap dan pasien rawat jalan dan menghasilkan model dengan 76% akurasi.
Kata Kunci: Jaringan Saraf Tiruan, Algoritma Backpropagation, Gradient
Descent, Klasifikasi Bine
Model Inventori Economic Order Quantity dengan Partial Backordering dan Reparasi Untuk Imperfect Products
Model optimasi Economic Order Quantity (EOQ) merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengatasi permasalahan pada sistem manajemen persediaan dengan menentukan jumlah pemesanan dan waktu pesanan optimal, sehingga diperoleh keuntungan yang maksimal. Model optimasi dalam tugas akhir ini yaitu model optimasi Economic Order Quantity (EOQ) dengan partial backordering dan reparasi untuk imperfect products pada saat tingkat persediaan positif. Dikarenakan perusahaan harus melakukan reparasi pada imperfect products, dan tidak semua pelanggan bersedia menunggu hingga selesai reparasi, maka pihak perusahaan harus mempertimbangkan dalam menentukan waktu dan jumlah pemesanan. Dalam Tugas Akhir ini dilakukan kajian formulasi model optimasi Economic Order Quantity (EOQ) dengan partial backordering dan reparasi untuk imperfect products pada saat tingkat persediaan positif, kemudian dilakukan simulasi numerik dalam bentuk studi kasus. Simulasi numerik dilakukan melalui pengambilan data di Toko Rumah Gamis Murah dan diperoleh hasil, waktu pemesanan optimal adalah 62 hari sekali dan jumlah pemesanan yang optimal adalah 923 gamis jenis hyget. Keuntungan per periode yang diharapkan sejumlah Rp 112.297.426,-.
Kata kunci: Partial Backorder, Economic Order Quantity (EOQ), Reparation, Persediaan
Penyelesaian Masalah Transportasi Fuzzy Dengan Bilangan Fuzzy Trapesium Menggunakan Alokasi Maksimum Pada Metode Zero Point (Studi Kasus: PT Nutricia Indonesia Sejahtera & PT Tirta Investama)
"ABSTRAK
PENYELESAIAN MASALAH TRANSPORTASI FUZZY DENGAN BILANGAN FUZZY TRAPESIUM MENGGUNAKAN ALOKASI MAKSIMUM PADA METODE ZERO POINT (STUDI KASUS: PT NUTRICIA INDONESIA SEJAHTERA & PT TIRTA INVESTAMA)
Masalah transportasi fuzzy adalah suatu kasus khusus dari model permasalahan program linier yang biasanya berkaitan dengan masalah pendistribusian barang dari sejumlah sumber (supplier) ke sejumlah tujuan (demand) untuk mencapai tujuan total biaya transportasi minimum dengan parameter jumlah persediaan, jumlah permintaan, biaya transportasi, atau variabel keputusan dalam bentuk bilangan fuzzy. Dalam penulisan Tugas Akhir ini, dikaji langkah penyelesaian masalah transportasi fuzzy penuh yang seimbang dan tidak seimbang dengan biaya tidak tetap menggunakan parameter bilangan fuzzy trapesium dan menerapkan alokasi maksimum pada metode zero point dalam memecahkan masalah pada studi kasus di PT Nutricia Indonesia Sejahtera (NIS) dan PT Tirta Investama. Berdasarkan proses penyelesaian, dihasilkan solusi optimal pada masalah transportasi fuzzy.
Kata Kunci : Masalah transportasi fuzzy, Bilangan Fuzzy trapesium, Alokasi maksimum pada metode zero point.
Playbour Pada Praktik Pakar Produk Google di Indonesia
Digital platforms disrupt the way people communicate, work, and earn values. The success of the digital platform business relies a lot on its users’ activities who often do not get direct economic compensation. Users' online activities, including producing and sharing content, generate value for the platform which makes users free labour. Free labour is often disguised by the feeling of pleasure that arises in users such as playing, leisure, and making new relations when actively contributing to the platform, thus making it playbour. This study examines the playbour that occurred in the activities of Google Product Experts. Google Product Experts are Google users who voluntarily dedicating their time and resources to produce and share their knowledge to help other users' in the Google Help Community. In doing so, Google Product Experts engage in gamification mechanisms to determine the exclusive benefits derived from contributions in the community. This research was conducted with a qualitative descriptive design using a case study approach. Based on the results of in-depth interviews and observations of the activities of 9 Google Product Experts in Indonesia, this study finds that playbour occurs in the contributions of Google Product Experts through feelings of pleasure that arise due to the encouragement of various intrinsic and extrinsic motivations of each individual, thus making Product Experts consistently contribute to the Community. On the other hand, this study also finds that gamification is relevant to the playbour experienced by Product Experts because there is a mix between the user's intrinsic and extrinsic drives so that the gamification design becomes powerful to encourage Product Experts to contribute productively. Using the framework of identifying four aspects of Marxist alienation, this study also identifies aspects of labourer alienation that may occur in the playbour of Google Product Expert as an implication of Product Expert's involvement with a capitalistic entity, namely Google. The research findings show that Google Product Experts experience dealienation, due to the autonomy and flexibility to contribute as well as a variety of intrinsic and extrinsic drives that make Product Experts experience joy to consistently contribute. However, dealienation increases the exploitation of Product Experts, along with the increasing contribution of Product Experts in the Community. The study also found that there are extractions and precarities experienced by Product Experts, where Product Expert's spare time turns into productive time that provides value to the platform, as well as precarities faced due to the stigma of Product Expert as users’ service officers of Googl
Operator Adjoint, Operator Self-Adjoint dan Operator Normal pada Ruang Hilbert
"Salah satu permasalahan pada analisis fungsional adalah operator linier. Operator merupakan fungsi yang memetakan dari suatu ruang vektor ke ruang vektor lainnya. Operator linier didefinisikan dengan diberikan dan dua ruang vektor atas lapangan . Operator disebut operator linier jika memenuhi dua kondisi yaitu jika operatornya bersifat aditif dan homogen. Operator linier tidak hanya terdapat pada ruang vektor tetapi berlaku juga pada ruang bernorma, ruang metriks dan ruang Hilbert. Pembahasan tentang operator ruang Hilbert bermacam-macam, tetapi pada penelitian ini pembahasan operator pada ruang Hilbert hanya berupa operator Adjoint, operator self-adjoint dan Operator Normal.
Kata kunci: ruang vektor, ruang hasil kali dalam, ruang Hilbert, operator linier, operator Adjoint, operator self-adjoint dan operator Normal.
Cadangan Premi Kontinu untuk Usia Pecahan Menurut Hukum Mortalita Gompertz pada Asuransi Seumur Hidup dengan Metode Zillmer
Usia seseorang saat membeli asuransi bisa berupa pecahan. Pada asuransi kontinu usia tertanggung mengikuti waktu dan pembayaran santunan dilakukan segera setelah tertanggung meninggal. Perusahaan asuransi memiliki kewajiban membayar santunan kepada tertanggung yang besarnya tergantung pada premi yang dibayarkan tertanggung. Sebagian pembayaran premi perlu dicadangkan oleh perusahaan yang kemudian disebut dengan cadangan premi sebagai dana cadangan apabila terjadi klaim diluar perkiraan. Salah satu metode perhitungan cadangan premi disesuaikan yaitu metode Zillmer. Pada penelitian ini didapatkan formula cadangan premi kontinu usia pecahan metode Zillmer menurut asumsi Gompertz pada asuransi jiwa seumur hidup yang dipengaruhi oleh faktor diskon, usia, peluang hidup serta tingkat kematian sesaat menurut asumsi Gompertz. Berdasarkan hasil penelitian dengan kuota Zillmer sebesar 1,5 % dari santunan diperoleh penggunaan asumsi Gompertz dalam perhitungan cadangan premi pada interval usia 0-15,26 tahun lebih menguntungkan perusahaan karena diperoleh cadangan yang lebih besar dibandingkan dengan cadangan tanpa asumsi Gompertz, sedangkan pada usia di atas 15,26 tahun kurang baik bagi perusahaan karena diperoleh cadangan yang lebih kecil. Hal ini terjadi karena perhitungan cadangan premi menggunakan asumsi Gompertz dipengaruhi oleh parameter Gompertz. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai cadangan premi kontinu Zillmer asumsi Gompertz untuk usia pecahan lebih besar dibandingkan untuk usia bulat
PREEMPTIVE WEIGHTED GOAL PROGRAMMING UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN MASALAH TRANSPORTASI
Perencanaan transportasi memiliki perananan penting untuk pendistribusian suatu perusahaan. Penyusunan perencanaan transportasi pada penelitian ini memiliki banyak tujuan, dimana tujuan yang ingin dicapai adalah mempertimbangkan kapasitas gudang, batas persediaan krisis, permintaan maksimal dari setiap tujuan, permintaan minimal dari setiap tujuan, dan biaya transportasi. Dalam hal ini, akan dilakukan penelitian pada A3 Textile terkait pendistribusian bahan baku agar diperoleh biaya transportasi yang minimum. A3 Textile merupakan usaha menengah yang bergerak di bidang textile bahan baku pembuatan celana. A3 Textile memiliki tujuan untuk memenuhi permintaan setiap tujuan dan juga harus mempertimbangkan beberapa prioritas perusahaan supaya meminimalkan biaya transportasi sekaligus keuntungan yang dihasilkan maksimal. Pada penelitian ini, penyelesaian masalah tersebut diselesaikan dengan menggunakan metode Preemptive Weight Goal Programming yang mana metode ini dapat menyelesaikan masalah multiobjective tidak seperti pada program linier. Metode Preemptive Weight Goal Programming digunakan untuk meminimalkan biaya transportasi pada A3 Textile dan mengetahui pendistribusian yang optimal. Hasil dari penelitian ini diperoleh solusi optimal yaitu pendistribusian dari gudang 1 ke gudang 1 sejumlah 40 rol, gudang 1 ke tujuan 2 sejumlah 360 rol, untuk gudang 1 ke tujuan 3 sejumlah 220 hingga 440 rol, dan pendistribusian dari gudang 2 ke tujuan 1 sejumlah 400 rol, gudang 2 ke tujuan 2 sejumlah 260 hingga 300 rol, gudang 2 ke tujuan 3 sejumlah 220 hingga 440. Tersisanya bahan baku setiap gudangnya sebesar 1.418 rol, batas krisis persediaan gudang kebijakan pabrik dan hasil optimal dari perhitungan sudah sesuai, permintaan maksimal tujuan 1 dan tujuan 2 masing-masing terdapat kelebihan sejumlah 190 rol dan 70 rol, permintaan minimal tujuan 1 sampai tujuan 3 masing-masing terdapat kelebihan sejumlah 210 rol, 70 rol, dan 110 rol, biaya transportasi batas krisis persediaan gudang kebijakan pabrik dan hasil optimal dari perhitungan sudah sesuai, dan biaya transportasi yang optimal Rp.120.000
Analisis Kestabilan Pada Penyebaran Penyakit TBC Dengan Model SVLIT
Tuberkulosis merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh Mycrobacterium tuberculosis yang sering menyerang paru-paru. Penyakit ini ditularkan melalui droplet nuclei yang menyebar ketika penderita batuk, bersin, atau interaksi lainnya. Pada tugas akhir ini dibahas analisis model penyebaran penyakit tuberkulosis. Analisis perilaku dinamika dari model dilakukan untuk mengetahui kestabilan lokal di titik ekuilibrium bebas penyakit dan kestabilan global di titik endemik. Untuk menganalisa kestabilan lokal pada titik bebas penyakit digunakan Kriteria Routh-Hurwitz dan untuk membuktikan kestabilan global pada titik endemik digunakan konstruksi Fungsi Lyapunov. Titik ekuilibrium kestabilan lokal ditentukan melalui bilangan reproduksi dasar 〖(R〗_0) yang diperoleh melalui Next Generation Matrix (NGM). Jika R_01, maka titik kesetimbangan endemik stabil asimtotik global
IMPLIKATUR DALAM NOVEL SEBEL TAPI SUKA KARYA RITZ MAROON
This study aims to (1) classify the types and forms of implicatures, and (2) explain the function
and meaning of implicatures in the novel Sebel Tapi Suka by Ritz Maroon. The object of this
research is implicatures and its use in the speech of each character in the novel Sebel Tapi
Suka. This research is a type of qualitative descriptive research. The research data was
collected by applying the listening method along with the listening and note-taking technique.
In the novel Sebel Tapi Suka found 28 implicature data classified according to the type
of implicature, namely 13 coventional implicature data and 15 conversational implicature
data. The results of the classification of sentence goups containing implicatures, as many as
18 data for statement sentences, 9 data for interrogative sentences, and 1 data for exclamations
of sentences. The implicature function in the speech data affects the situation when the speech
event occurs, which is to function as a form of satire, advice, and criticism, which is supported
by the feelings of each character in the novel Sebel Tapi Suka.
Keywords: Implicature, pragmatics, novel, implicature functio
Hubungan antara Kecerdasan Spiritual dengan Perilaku Prososial pada Mahasiswa Anggota JAKFI (Jaringan Aktivis Filsafat Islam) Nusantara
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan spiritual dengan perilaku prososial. Subjek dalam penelitian ini yaitu anggota komunitas JAKFI Nusantara yang berstatus sebagai mahasiswa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 115 orang yang diperoleh dengan menggunakan teknik pengambilan sampel simple random samping. Pengumpulan data menggunakan skala perilaku prososial yang terdiri dari 28 aitem valid dengan koefisien reliabilitas 0,951 dan skala kecerdasan spiritual yang terdiri dari 66 aitem valid dengan koefisien reliabilitas 0,966. Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara kecerdasan spiritual dengan perilaku prososial (rxy =
0,721 dengan p = 0,000 (p<0,05)), yang berarti semakin tinggi kecerdasan spiritual, maka semakin tinggi perilaku prososial. Sebaliknya, semakin rendah kecerdasan spiritual, maka semakin rendah perilaku prososial. Sumbangan efektif
yang diberikan kecerdasan spiritual kepada perilaku prososial adalah 52% (R square = 0,52), sedangkan 48% sisanya diprediksi oleh faktor-faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini