71404 research outputs found
Sort by
PENGARUH FAKTOR SUPLAI TERHADAP KEPUASAN PENGUNJUNG PADA OBJEK WISATA POSONG KABUPATEN TEMANGGUNG
Faktor kepuasan pengunjung banyak dipengaruhi oleh faktor suplai wisata (atraksi, aksesibilitas,
amenitas, dan pelayanan tambahan ) yang telah disediakan oleh pengelola wisata. Kepuasaan pengunjung
sebagai faktor utama perkembangan pariwisata yang berdampak kepada pengembangan ekonomi.
Perkembangan dan keberlanjutan aktivitas wisata akan berdampak terhadap pendapatan masyarakat dapat
dilihat dari nilai loyalitas pengunjung. Wisata yang memanfaatkan sumberdaya lokal akan memberikan
dampak terhadap ekonomi lokal kawasan tersebut. Wisata Posong sebagai wisata yang memanfaatkan
sumberdaya lokal yaitu view pegunungan yang diinisiasi masyarakat. Faktor suplai yang ada di Wisata Posong
juga diinisiasi dan disediakan oleh masyarakat lokal. Hal ini yang menarik pada penelitian dari penyediaan
faktor suplai wisata di Wisata Posong. Tujuan penelitian ini adalah menilai pengaruh faktor suplai terhadap
kepuasan pengunjung wisata di objek Wisata Posong, Kabupaten Temanggung serta implikasinya terhadap
loyalitas pengunjung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan
menggunakan Analisis Structural Equation Modelling (SEM), dan Importance Performance Analysis (IPA).
Teknik pengumpulan data adalah menggunakan kuisioner yang ditujukan kepada 120 pengunjung Wisata
Posong, wawancara pengelola wisata, dan observasi kondisi penyediaan faktor suplai di lapangan.
Berdasarkan hasil penelitian, kinerja yang ada pada penyediaan faktor suplai dan indikator kepuasaan
memiliki nilai 3,57 dengan nilai tertinggi pada atraksi wisata (3,87) dan nilai terendah pada aksesibilitas
(3,11). Hasil penilaian kepuasaan menjadikan empat kuadran yang dijadikan strategi pengembangan kedepan.
Pada penelitian ini juga diketahui pengaruh antara penyediaan faktor suplai Wisata Posong terhadap nilai
kepuasaan pengunjung, serta terdapat pula pengaruh kepuasaan pengunjung terhadap nilai loyalitas. Selain
itu hasil dari analisis model teori terdapat 9 indikator yang saling memiliki pengaruh tak langsung.
Rekomendasi dari penelitian ini adalah peningkatan performa pada penilaian kuadran 2 yaitu dari
aksesibilitas wisata, keragaman atraksi wisata serta peningkatan dari pelayanan dan amenitas. Rendahnya
nilai kepuasaan pengunjung berpengaruh terhadap nilai loyalitas khususnya pada kemauan untuk membeli
barang atau jasa yang disediakan. Hal ini yang berimplikasi pada ekonomi lokal khususnya pada pendapatan
masyarakat. Pendapatan masyarakat dari penyediaan faktor suplai masih lebih rendah dari sektor dominan di
Desa Tlahap yaitu pertanian. Selain itu diperlukan peningkatan faktor suplai dan pelayanannya khususnya
pada sektor produktif yang dapat disediakan masyarakat lokal sehingga dapat meningkatkan pendapatan
masyarakat dan pengembangan ekonomi lokal
KAJIAN PUSTAKA PEMBERIAN SPORT MASSAGE DAN STRETCHING TERHADAP PEMULIHAN KELELAHAN OTOT DAN KADAR ASAM LAKTAT PADA ATLET
Kelelahan fisik pada kegiatan olahraga, diakibatkan oleh beberapa faktor antara lain intensitas, frekuensi, dan durasi dalam berlatih yang menyebabkan kurangnya energi dalam aktifitas dan adanya penumpukan asam laktat hasil sisa metabolisme sehingga menimbulkan kelelahan otot. Tujuan penelitian ini yaitu melakuan analisis pemberian sport massage dan stretchingterhadap pemulihan kelelahan otot dan kadar asam laktat pada atlet. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatifdengan metode Literatur Review Comparative Study. Penelitian ini bersumber dari 13 artikel terkait analisis pemberian sport massage dan stretching terhadap kelelahan otot dan kadar asam laktat pada atlet yang didapatkan pada portal jurnal yaitu Garuda (Garba Rujukan Digital), Science Direct, Scopus, ClinicalKey, SpringerLink, dan Google Scholar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sport massage memberikan pengaruh pemulihan kelelahan otot (setelah intervensi hingga 7 hari setelahnya) dan kadar asam laktat (efektif pada laki-laki) sedangkan stretching tidak memberikan pengaruh signifikan. Perbedaan kedua metode pemulihan terletak pada fungsinya yaitu sport massage membantu melancarkan sirkulasi darah sedangkan stretching berfokus pada peningkatan elastisitas otot dan ruang gerak sendi. Peneliti menyarankan para atlet untuk menerapan metode sport massage secara berkala sehingga mengurangi resiko kelelahan otot bahkan cedera otot.
Kata kunci :sport massage, stretching, kelelahan otot, kadar asam laktat,atle
IMPLEMENTASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PERUSAHAAN KERETA API LOGISTIK DI SEMARANG DITINJAU DARI DUA REGULASI
Poin audit no. 6 PP No. 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dan poin audit no. 7 Permenhub No. 69 Tahun 2018 tentang Sistem Manajemen Keselamatan Perkeretaapian (SMKP) menjelaskan tentang Keselamatan dan Keamanan Operasional. Disamping itu, pernah terjadi kecelakaan pada sektor logistik pada 2019. Untuk mencegah hal tersebut, pelaksanaan dan adanya program K3 sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan K3 berdasarkan SMK3 dan SMKP, serta program K3 yang ada di salah satu perusahaan kereta api logistik di Semarang. Desain penelitian ini menggunakan studi kualitatif. Karena pandemi COVID-19, pengumpulan data dilakukan secara daring melalui wawancara mendalam dan telaah data sekunder. Informan dalam penelitian ini adalah kepala cabang sebagai informan utama dan kepala operasional sebagai informan triangulasi. Hasil penelitian pada PP No. 50 Tahun 2012 menunjukkan, dari 5 tahap penerapan, perusahaan telah berhasil menerapkan tahap penetapan kebijakan serta pelaksanaan rencana K3. Namun, perusahaan belum memenuhi pada tahap perencanaan K3, pemantauan dan evaluasi, serta peninjauan dan peningkatan K3. Sama seperti PP No. 50 Tahun 2012, pada tahap penerapan SMKP Permenhub No. 69 Tahun 2018 masih belum memenuhi di perencanaan K3, pemantauan dan evaluasi, serta peninjauan dan peningkatan dan sudah memenuhi di tahap penetapan kebijakan serta pelaksanaan rencana K3. Program K3 perusahaan ada briefing, pelatihan, dan inspeksi yang bertujuan untuk meningkatkan iklim K3 kearah yang lebih baik. Namun, masing-masing program memiliki kelebihan dan kekurangan. Peneliti menyarankan untuk meningkatkan kembali apa yang menjadi kekurangan di perusahaan, demi terciptanya K3 yang lebih baik lagi.
Kata Kunci : SMK3, Sistem Manajemen Keselamatan Perkeretaapian, Perusahaan Kereta Api Logisti
ASPEK ROMANSA DALAM LIRIK LAGU SAL PRIADI BERJUDUL “IKAT AKU DI TULANG BELIKATMU”, “MELEBUR SEMESTA”, DAN “AMIN PALING SERIUS” (KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA)
This study used a analysis of romance as a formal object, which song lyrics by Sal Priadi, with psychology of literature prespective. The material objects are three song lyrics the entitled "Ikat Aku di Tulang Belikatmu”, “Melebur Semesta”, “Amin Paling Serius”. It used descriptive kualitative method. The theory in this study is Roman Ingarden’s structural theory which used to study song lyrics and Robert Sternberg’s theory of romance of love, known as the triangular theory of love to study the aspects of romance contained in song lyrics.
The result of structural analize from song lyrics “Ikat Aku di Tulang Belikatmu”, “Melebur Semesta”, dan “Amin Paling Serius” by Sal Priadi give a knowledge on all of the elements (layers of norms) in the song lyrics. The three lyrics by Sal Priadi produce a euphony sound and have meaning of the romance love story between the character of “I lyrics” and his lover.
The result of the romance aspect in the lyrics of the song “Ikat Aku di Tulang Belikatmu”, “Melebur Semesta”, and “Amin Paling Serius” by Sal Priadi provides the forms of love components and the types of love contained in the three song lyrics. The lyrics of the song “Ikat Aku di Tulang Belikatmu” have two components of love, namely intimacy and commitment that produce a companionate love. The lyrics of the song “Melebur Semesta” have two components of love, namely intimacy and passion which produce a romantic love. The lyrics of the song “Amin Paling Serius” have three components of love, namely intimacy, passion, and commitment that produce consummate love.
Keywords: Song lyrics, Structural, Romance, Love, Psycholog
BENTUK KOMUNIKASI SOSIAL PADA PENDERITA SKIZOFRENIA
Schizophrenia is a language disorder caused by thinking disorders. People with schizophrenic mental disorders will have difficulty communicating. Research "Forms of Social Communication in Patients with Schizophrenia" aims to describe the form of social communication in schizophrenics and describe the psychological functions of schizophrenic patients. This study focuses on psycholinguistic studies with the topic of forms of social communication in schizophrenics. The method used is a qualitative descriptive method. At the data collection stage, the method used was the observation method using note-taking technique as a follow-up technique. The presentation of the results of data analysis uses simple words but is coherent, detailed and continuous, so that it is clear and easy to understand. The subjects of this study were paranoid schizophrenia patients with the initials AH, AW, and SU. The results obtained show that the form of social communication between the patient and the nurse is interpersonal communication, namely face-to-face communication without using the media as an intermediary. Schizophrenic patients can be treated with psycholinguistics, which play a role in leading to speech from hallucinations experienced by the patient. The psychological function of the three patients was different even though the three patients had the same type of schizophrenia, namely paranoid schizophrenia. The three patients were categorized as paranoid schizophrenia because they often throw tantrums because one of the characteristics of paranoid schizophrenia is frequent tantrums.
Keywords: Social communication, paranoid schizophrenia
EVALUASI PELAKSANAAN PENGELOLAAN LIMBAH PADAT MEDIS DAN NON MEDIS DI RUMAH SAKIT ISLAM PURWOKERTO KABUPATEN BANYUMAS
Rumah Sakit Islam Purwokerto dalammelakukan pelayanan kesehatan menghasilkan limbah padat medis dan non medis.Hasil studi pendahuluan terdapat sisa timbulan limbah medis di tempat penampungan sementara 19,43% per bulantanpa pendinginan dan desinfeksi, hal tersebut dapat berdampak negatif bagi masyarakat dan lingkungan.Sehingga membutuhkan pengelolaan limbah yang serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi input,proses, output pengelolaan limbah padat medis dan non medis. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatifdan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara mendalamdan telaah dokumen. Analisis hasil mengacu pada Permenkes No.7 tahun 2019, hasil penilaian diliat dari skor prosentase kesesuaian, dan terbagi menjadi 3 (tiga) kategori, kategori sangat baik jika skor penilaian >85%, baik jika skor 65-85% dan kurang jika skor penilaian <65%. Hasil penelitian adalah pelabelan dan simbol belum mengacu pada regulasi yang ditetapkan, fasilitas tempat penampungan sementara belum lengkap. Proses pelaksanaan pengelolaan limbah didapatkan skor70,04%, tahapan identifikasi dan penanganan kedaruratan belum dilengkapi dengan SOP. Penanganan sisa timbulan limbah medis di tempat penampungan sementara tanpa pendinginan dan desinfeksi. Disimpulkan bahwa pengelolaan limbah padat medis dan non medis Rumah Sakit Islam Purwokerto proses pengelolaan limbah menurut Permenkes No. 7 tahun 2019 termasuk kategori Baik, namun pelaksnaan simbol dan label, fasilitas tempat penampungan sementara, SOP identifikasi dan penanganan kedaruratan serta penanganan limbah di tempat penampungan sementara perlu dilakukan pembenahan sesuai persyaratan.
Kata kunci : evaluasi, limbah padat, rumah saki
AKTIVITAS NOKTURNAL VEKTOR DEMAM BERDARAH DENGUE DI WILAYAH BUFFER PELABUHAN MUARA SABAK (Studi di Kelurahan Muara Sabak Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi)
Demam Berdarah Dengue merupakanpenyakit menular disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti betina sebagai vektor utama dan Aedes albopictus sebagai vektor sekunder. Setiap tahun terdapat kasus DBD di kelurahan Muara Sabak Ilir meskipun berbagai upaya pengendalian telah dilakukan oleh Instansi kesehatan setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan aktivitas nokturnal vektor demam berdarah denguedi wilayah buffer pelabuhan Muara Sabak (kelurahan Muara Sabak Ilir). Jenis dan rancangan penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah nyamuk Aedes spp dewasa yang tertangkap. Penangkapan nyamuk dilakukan dengan metodelanding collection selama 40 menit/jam dan resting collectionselama 10 menit/jam di dalam dan di luar rumah, dimulai pukul 18.00-06.00 WIB pada enam rumah dengan empat kali pengulangan dalam satu bulan. Hasil penelitian didapatkan jumlah nyamuk Aedes spp tertangkap secara landing collection dengan persentase sebesar 43,86% dan secara resting collection sebesar 56,14%. Kepadatan tertinggi di dalam rumah didominasi oleh nyamuk Aedes aegypti, dengan MHD;0,04 dan RR;0,21. Sedangkan kepadatan tertinggi di luar rumah didominasi oleh nyamuk Aedes albopictus, dengan MHD;0,05 dan RR;0,23. Nyamuk Aedes albopictus memiliki kelimpahan nisbi, frekuensi nyamuk tertangkap, dan angka dominasi tertinggi dibandingkan nyamuk Aedes aegypti. Hasil penelitian juga diketahui bahwa, nyamuk Aedes aegypti ditemukan menghisap darah pada pukul 18.00-01.40 WIB, sedangkan nyamuk Aedes albopictus ditemukan menghisap darah pukul 18.00-05.40 WIB. Fakta temuan ini menunjukkan bahwa, di kelurahan Muara Sabak Ilir telah terjadi perubahan perilaku menghisap darah nyamuk Aedes spp malam hari (nokturnal), sehingga perlu menjadi perhatian agar resiko penularan penyakit dapat diketahui dan pengendalian vektor dapat terlaksana secara maksimal.
Kata kunci : Aedes spp, DBD, Aktivitas menghisap darah, Nokturna
ANALISIS IMPLEMENTASI PROGRAM DESA TANGGAP COVID-19 DI DESA METESEH
COVID-19 yang diakibatkan oleh SARS-CoV-2 telah menjadi pandemi global, termasuk di Indonesia. Hingga 25 Mei 2020, WHO telah mencatat 22.750 kasus di Indonesia. Pencegahan COVID-19 perlu dilakukan oleh seluruh komponen masyarakat, terutama pemerintah desa yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Hal tersebut didukung dengan terbitnya Permendes No. 6 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Program Desa Tanggap COVID-19. Salah satu desa yang memiliki risiko tinggi di Kabupaten Kendal dan berbatasan langsung dengan Kota Semarang adalah Desa Meteseh. Oleh karena itu, dalam upaya melaksanakan Program Desa Tanggap COVID-19 secara efektif dan efisien, Desa Meteseh perlu memperhatikan karakteristik masyarakat sasaran, terutama sikap dan komitmen warga yang dipengaruhi oleh faktor sosial dan ekonomi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap informan terpilih berdasarkan kriteria purposive sampling serta studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi Program Desa Tanggap COVID-19 di Desa Meteseh belum berjalan optimal dikarenakan beberapa hambatan yaitu edukasi dan penyemprotan disinfektan belum rutin dilaksanakan, belum seluruh anggota tim memahami upaya pencegahan COVID-19, beban kerja bidan desa yang semakin meningkat saat pandemi, belum terdapat dana khusus untuk pelaksanaan program, kurangnya intensitas komunikasi dengan masyarakat, masih terdapat warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan, dan masih kurangnya pemahaman masyarakat terhadap kebijakan new normal. Untuk itu, Desa Meteseh disarankan untuk meningkatkan peran serta tenaga kesehatan di desa untuk membantu penanganan COVID-19, melaksanakan edukasiCOVID-19dan berkomunikasi secara rutin dengan seluruh masyarakat, terutama untuk kelompok rentan dengan bekerjasama bersama tokoh masyarakat dan pemuka agama untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam melaksanakan upaya pencegahan COVID-19.
Kata Kunci : COVID-19, Desa, Pencegahan, Sosial, Ekonomi, Buday
ANALISIS KESEDIAAN MEMBAYAR (WILLINGNESS TO PAY) KONSUMEN TERHADAP PRODUK COFFEE LATTE DI KOTA SEMARANG (Kasus di Coffee Shop di Sekitar Kampus Universitas Diponegoro)
Perkembangan bisnis kedai kopi (Coffee Shop) tumbuh dengan pesat dalam kurun 10 tahun terakhir yang beriringan dengan perubahan pola gaya hidup remaja dalam mengkonsumsi kopi di Coffee Shop.Coffee Latte adalah salah satu menu yang biasa disajikan oleh Coffee Shop dengan harga yang bervariasi. Harga minuman kopi di Coffee Shop lebih tinggi dari harga minuman kopi pada umumnya. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis karakteristik konsumen produk Coffee Latte, menganalisis nilai rataan Willingness to Pay produk Coffee Latte dan menganalisis pengaruh karakteristik konsumen terhadap nilai rataan Willingness to Pay konsumen pada produk Coffee Latte di Coffee Shop sekitar kampus Universitas Diponegoro. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 15 Januari sampai 15 Februari 2020 yang berlokasi di Coffee Shop disekitar kampus Undip Tembalang dengan penentuan lokasi secara purposive. Metode Penelitian yang digunakan yaitu metode survei. Responden yang diambil sebanyak 99 orang yang dipilih menggunakan accidental sampling. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, analisis kuantitatif dan analisis regresi logistik. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa karakteristik konsumen coffe latte di dominasi oleh laki-laki sebanyak 58,6%, berusia 21 – 25 tahun sebanyak 79,7%, dengan jumlah pendapatan per bulan adalah Rp 1.000.000,00 – 1.500.000,00 sebanyak 37,4%, dengan pendidikan tamatan SMA sebanyak 60.6%. Konsumen yang bersedia membayar lebih dari harga saat ini untuk mendapatkan produk Coffee Latte adalah 94.9% responden dan sebesar 5.05% responden tidak bersedia dengan peningkatan 5% sampai dengan 25%. Faktor yang signifikan mempengaruhi kesediaan membayar adalah kualitas produk Coffee Latte.
Kata Kunci : coffee latte, kesediaan membayar, konsumen
PENGARUH FAKTOR SOSIAL EKONOMI TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN INDUSTRI GONDORUKEM DI CV. LAFAZA KOTA PEKALONGAN
ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh faktor sosial dan faktor ekonomi terhadap kepuasan kerja karyawan di CV LAFAZA Kota Pekalongan. Faktor sosial dan faktor ekonomi yang digunakan sebagai variable independen dalam penelitian ini meliputi umur, tingkat pendidikan, pengalaman kerja, jumlah tanggungan keluarga, jarak dari rumah ke lokasi kerja, jaminan kesejahteraan, dan jam kerja. Penelitian menggunakan metode survei. Metode penentuan lokasi penelitian ditentukan secara purposive (sengaja). Penentuan jumlah responden ditentukan dengan metode penentuan sampel populasi dengan jumlah 37 responden. Metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara serempak faktor sosial dan faktor ekonomi yang meliputi umur, tingkat pendidikan, dan pengalaman kerja, jumlah tanggungan keluarga, jarak dari rumah ke lokasi kerja, jaminan kesejahteraan, dan jam kerja berpengaruh nyata dengan taraf kepercayaan 0,05 terhadap kepuasan kerja karyawan di CV LAFAZA.
Kata Kunci: faktor sosial, faktor ekonomi, kepuasan kerja, industri gondoluke