Diponegoro University

Diponegoro University Institutional Repository
Not a member yet
    71404 research outputs found

    ANALISIS BENTUK DAN MAKNA GIONGO DALAM KOMIK DETEKTIF CONAN 漫画「名探偵コナン」における擬音語の 形態と意味の分析

    Get PDF
    ABSTRACT Hasyim, Muhammad Nur Wahid. 2020. “Analysis of Forms and Meaning of Giongo in Detective Conan Comic”. Thesis. Department of Japanese Language and Culture, Faculty of Humanities, Diponegoro University. The Advisor: S.I. Trahutami, S.S., M.Hum. The aim of this research is to describe the forms and to examine the meaning of Japanese onomatopoeia giongo in Detective Conan Comic volume 20, 21, 22, and 38. The data in this research are attained from Detective Conan Comic volume 20, 21, 22, and 38. The method used in the data collection was observation method and writing technique. Then, the research data were analyzed using distributional method and immediate constituent analysis (ICA) technique. The results of the analysis is presented by informal method. Based on the analysis of the data, the result shows that Japanese onomatopoeia giongo in Detective Conan Comic volume 20, 21, 22, and 38 has 6 sturctures that have different features. Furthermore, based on the meaning, Japanese onomatopoeia represent 6 kinds of meaning. Keywords: onomatopoeia, giongo, form, meanin

    KONTRIBUSI PUSTAKAWAN MENYAMBUT SMART SOCIETY MELALUI LITERASI PERPUSTAKAAN

    Get PDF

    PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN IKLIM KOMUNIKASI ORGANISASI TERHADAP TINGKAT DISIPLIN KERJA PEGAWAI YANG DIMEDIASI OLEH TINGKAT MOTIVASI KERJA PEGAWAI DI LEMBAGA LAYANAN PENDIDIKAN TINGGI (LLDIKTI) WILAYAH VI JAWA TENGAH

    Get PDF
    Discipline was related to one's awareness and willingness to obey all company regulations and social norms that apply. Issues related to discipline became a phenomenon which was often encountered and carried out by many employees. Low discipline behavior had negative implications for the organization. Therefore, empirical studies related to factors that explained disciplinary behavior became a topic of study that was still relevant to be studied. Mapping of the explanatory factors for disciplinary behavior was carried out through the study of previous research results which then purses four explanatory variables, namely leadership style, organizational communication climate, and work motivation level. The purpose of this study was to determine the influence of leadership style, organizational communication climate, the level of work motivation, and level of work discipline. This research was conducted with an explanatory quantitative approach using a questionnaire on 61 employees of the Higher Education Service Institute (LLDIKTI) Region VI of Central Java. The Social Cognitive Theory was used as the grand theory in this study. Data analysis was performed using the Partial Least Square (PLS) approach. The results of statistical tests that had been carried out in this study show that leadership style had a significant positive effect on organizational communication climate and work motivation level, organizational communication climate had a significant positive effect on work motivation level. Whereas testing the level of work motivation and leadership style on the level of employee discipline was not a significant positive effect

    LITERATURE REVIEW: FAKTOR TERJADINYA KEJADIAN UNSAFE ACTION PADA PEKERJA SEKTOR MANUFAKTUR

    Get PDF
    Menurut H.W.Heinrich, 88% kecelakaan kerja disebabkan oleh tindakan tidak aman (unsafe action), 10% disebabkan kondisi tidak aman (unsafe condition) dan 2% disebabkan oleh faktor lainnya. Tindakan tidak aman adalah kegagalan (human failure) dalam mengikuti intruksi dan prosedur-prosedur kerja yang benar sehingga menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kelelahan kerja, pengawas, dan rekan kerja dengan tindakan tidak aman pada pekerja sektor manufaktur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, yang dilakukan secara online melalui beberapa situs web atau situs internet tepercaya seperti JSTOR, SpringerLink, Scopus, ScienceDirect, EBSCOhost, Cambridgecore, Emeraldinsight, dan Google Scholar. Penelitian ini dilakukan pada 16 artikel yang terdiri dari 11 artikel nasional dan 5 artikel internasional. Hasil penelitian yang dilakukan pada pekerja di sektor manufaktur menunjukan empat dari lima artikel menunjukkan ada hubungan antara kelelahan kerja dengan tindakan tidak aman, kelelahan kerja dapat menyebabkan penurunan kewaspadaan, konsentrasi, dan motivasi sehingga pekerja cenderung melakukan tindakan tidak aman. Delapan dari sembilan artikel menunjukkan hubungan antara pengawasan dengan tindakan tidak aman, pengawasan dapat menumbuhkan kepatuhan dan kesadaran akan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja bagi dirinya pekerja lain, dan lingkungan kerjanya. Tiga dari empat artikel menunjukkan ada hubungan antara rekan kerja, karena rekan kerja dapat sebagai role model bagi pekerja lainnya dalam melakukan tindakan saat bekerja Kata kunci : Unsafe action, Kelelahan kerja, Pengawasan, Rekan Kerj

    FAKTOR PENENTU PERILAKU AMAN PETANI DALAM PENGGUNAAN PESTISIDA BERDASARKAN HEALTH BELIEF MODEL : STUDI LITERATUR

    Get PDF
    Pertanian adalah salah satu sektor pekerjaan yang paling berbahaya, dengan prevalensi cedera kerja dan masalah kesehatan terkait pekerjaan yang tinggi. Risiko paparan pestisida sangat terkait dengan perilaku petani dalam penggunaan pestisida. Perilaku Aman Petani dipengaruhi oleh banyak faktor. Studi ini mengkaji dan menganalisis literatur tentang faktor terkait perilaku aman petani dalam penggunaan pestisida berdasakan Health Belief Model. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur. Artikel yang relevan diperoleh dari database Springer Link, Science Direct, dan Google Scholar dalam 10 tahun terakhir (2010-2020). Penelitian ini didapatkan 10 artikel internasional. Hasil 10 artikel menunjukkan bahwa perilaku aman petani dipengaruhi oleh faktor demografi (umur, tingkat pendidikan, status ekonomi, pengalaman kesehatan) dan faktor persepsi (manfaat, hambatan, kerentanan, keparahan, efikasi diri). Oleh karena itu, stimulus dan pelatihan eksternal merupakan salah satu tindakan untuk mengubah persepsi dan perilaku petani dalam penggunaan pestisida. Kata Kunci :Faktor Penentu, Perilaku Aman, Pestisida, Health Belief Mode

    HUBUNGAN DURASI KERJA, BEBAN KERJA FISIK, DAN KELELAHAN KERJA TERHADAP TERJADINYA KEJADIAN MINOR INJURY PADA PABRIK TAHU X KOTA SEMARANG

    Get PDF
    Minor Injury merupakan kecelakaan kerja yang dialami oleh seseorang saat bekerja dan tidak menyebabkan kehilangan hari kerja lebih dari 2x24 jam yang dapat disembuhkan dengan P3K. namun minor injury tidak dapat diabaikan, apabila tidak dilakukan identifikasi masalah dapat menyebabkan mayor injury bahkan fatality. Menurut Teori Loss Causation Model kecelakaan kerja disebabkan oleh penyebab langsung ( Unsafe Action dan Unsafe Condition) dan penyebab dasar (Faktor manusia dan Faktor pekerjaan). Sebagian besar dari pekerja Pabrik Tahu X pernah mengalami kejadian minor injury. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara durasi kerja, beban kerja fisik dan kelelahan kerja dengan kejadian minor injury. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan studi cross-sectional. Sampel dari penelitian ini adalah seluruh populasi berjumlah 35 pekerja. Instrumen dari penelitian ini adalah lembar kuesioner untuk variabel durasi kerja dan kuesioner baku IFRC untuk variabel kelelahan kerja, pengukuran variabel beban kerja fisik menggunakan standar SNI 7269:2009. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja yang mengalami kejadian minor injury sebanyak 60%, pekerja yang memiliki durasi kerja tidak standar sebanyak 57.1%, pekerja yang memiliki beban kerja fisik berat sebanyak 65.7%, dan pekerja yang mengalami kelelahan sedang sebanyak 80%.Hasil analisis chi-square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara durasi kerja (p = 0.163) dengan kejadian minor injury. Terdapat hubungan antara beban kerja fisik (p = 0.026), dan kelelahan kerja (p – 0.028) dengan kejadian minor injury. Peneliti memberi saran kepada Pabrik Tahu X untuk spot air minum dan kotak P3k yang dekat dengan area kerja. Kata kunci : minor injury, durasi kerja, beban kerja fisik, kelelahan kerj

    HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERSEPSI PERSEPSI KETERSEDIAAN APD DENGAN RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJA PEMADAM KEBAKARAN DI DINAS PEMADAM KEBAKARAN KOTA X

    Get PDF
    Pemadam Kebakaran merupakan pekerjaan yang memiliki risiko tinggi. Adapun risiko kecelakaan kerja yang mungkin terjadi pada pekerja pemadam kebakaran adalah terkena runtuhan bangunan, tersambar dan kejatuhan bara api yang mengakibatkan luka bakar, ledakan, jatuh dari ketinggian dan berbagai risiko lainnya. Maka Kesehatan dan Keselamatan kerja sangat dibutuhkan oleh pekerja pemadam kebakaran dalam melakukan pekerjaannya agar dapat meminimalisir terjadinya risiko kecelakaan kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang dan menemukan hubungan antara pengetahuan, sikap, dan persepsi ketersediaan APD dengan risiko kecelakaan kerja di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menggunakan metode kuantitatif serta pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 100 pekerja pemadam kebakaran. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 orang yang dipilih berdasarkan metode simple random sampling yang kemudian dianalisis dengan analisis statistik chi-square dan instrumen dalam penelitian ini menggunakan angket. Hasil analisis bivariat dalam penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan (p = 0,599) dengan risiko kecelakaan kerja dan ada hubungan antara sikap (p = 0,035) dan persepsi ketersediaan APD (p = 0,010) dengan risiko kecelakaan kerja. Sebaiknya pelatihan diadakan secara rutin agar menambah pengetahuan dan memperbaiki sikap pekerja dan pihak perusaaan menyediakan APD secara lengkap. Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap. ketersediaan APD, Risiko kecelakaan Kerj

    KAJIAN PUSTAKA: FAKTOR TERJADINYA HAND ARM VIBRATION SYNDROME PADA PEKERJA

    Get PDF
    Pekerja yang menggunakan alat vibrasi genggam berpotensi mengalami penyakit akibat kerja khususnya Hand Arm Vibration Syndrome (HAVS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor usia, masa kerja, besar dan lama paparan getaran lengan tangan dengan keluhan Hand Arm Vibration Syndrome pada pekerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka. Literatur dilakukan secara online melalui beberapa website atau situs internet seperti melalui Researchgate, Scopus, ScienceDirect, Google Scholar dan SINTA. Penelitian ini dilakukan terhadap 11 artikel yang terdiri dari 5 artikel nasional dan 6 artikel internasional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor usia, masa kerja, besar dan lama paparan getaran lengan tangan mempunyai hubungan yang signifikan dengan keluhan Hand Arm Vibration Syndrome pada pekerja. Dari semua penelitian didapatkan artikel terkait variabel usia, masa kerja, besar dan lama paparan getaran memiliki hubungan yang signifikan dengan keluhan HAVS. Kata kunci : Hand arm vibration syndrome, hand arm vibration, paparan getara

    ANALISIS SEBARAN KUALITAS AIR (BOD, COD DAN DO) PADA ALIRAN SUNGAI DARI TEMPAT PEMROSESAN AKHIR (TPA) JATIBARANG, SEMARANG

    Get PDF
    TPA Jatibarang merupakan tempat pemrosesan sampah di Kota Semarang. Keberadaan TPA seringkali berhubungan dengan masalah lingkungan karena pengelolaan dalam mengendalikan air lindi (leachate) yang kurang tepat ini akan menyebabkan penurunan kualitas air, belum lagi sumber pencemar lain yang berkontribusi di sepanjang daerah aliran sungai (DAS). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui sebaran kualitas air dan indeks pencemaran pada aliran Sungai dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) JATIBARANG, Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriftif yang bersifat observasional dengan teknik grab sampling yang terdiri dari 8 stasiun sampel. Analisis data kualitas air menggunakan indeks pencemaran. Hasil penelitian ini menunjukan untuk konsentrasi BOD tertinggi 7,06 mg/l dan terendah 6,95, konsentrasi COD tertinggi 1575 mg/l dan terendah 19 mg/l serta konsentrasi DO tertinggi 7,75 mg/l dan 0,14 mg/l. selain itu terdapat hasil data pendukung yaitu suhu yang berkisar 28,5°C - 34,4°C dan pH berkisar 6-8. Berdasarkan analisis indeks pencemaran menunjukan untuk hasil tertinggi 7,38 dengan kriteria tercemar sedang dan terendah 2,32 dengan kriteria tercemar ringan. Kesimpulan perairan telah mengalami penurunan kualitas air akibat kontribusi dari berbagai aktivitas disekitar aliran sungai dengan hasil indeks pencemaran air tertinggi sebesar 7,38 dengan kriteria tercemar sedang yang terdapat pada Sungai Kreo tepatnya di Outlet TPA Jatibarang dan terendah sebesar 2,32 dengan kriteria tercemar ringan yang terdapat pada Muara Sungai Garang. Kata kunci : Indeks pencemaran, Kualitas air, TPA, Air Sunga

    65,209

    full texts

    71,404

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Diponegoro University Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇