71404 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN TINDAKAN PENCEGAHAN COVID-19 PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KOTA DEPOK, JAWA BARAT
Peningkatan jumlah kasus positif COVID-19 di Kota Depok yang semakin meningkat menjadikan Depok sebagai salah satu wilayah di Jawa Barat dengan total kasus tertinggi. Sehingga penelitian dilakukan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap masyarakat dengan tindakan pencegahan COVID-19. Penelitian dilakukan secara observasional dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan sampel menggunakan tekniksnowballing yakni dengan cara bergulir dari responden ke responden. Diperoleh total sampel sebanyak 306 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dandiujikan denganujichi square. Diketahui pada hasiltemuan menunjukkanpengetahuan masyarakat Kota Depok tentang COVID-19 tergolong tinggi dengan sikap yang baik terhadap pencegahan COVID-19, sertapelaksanaan tindakan pencegahan COVID-19 yang baik. Hal tersebut menunjukkanadanya hubungan antara pengetahuan dengan sikap terhadap pencegahan COVID-19, pengetahuan dengan praktik pencegahan COVID-19, dan sikap dengan praktik pencegahan COVID-19 di Kota Depok (pvalue < 0,05). Dengan semakin tingginya pengetahuan dan semakin baik sikap masyarakat terhadap COVID-19 maka semakin baik pula pelaksanaan tindakan pencegahan COVID-19 pada masyarakat di Kota Depok.
Kata kunci : Covid-19, pengetahuan, sikap, tindakan, pencegaha
EVALUASI PENYELENGGARAAN SISTEM SURVEILANS COVID-19 DI KABUPATEN WONOSOBO TAHUN 2020
Latar belakang: kegiatan surveilans Covid-19 diperlukan sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan pandemi Covid-19. Untuk mengetahui bagaimana surveilans Covid-19 telah dilaksanakan, maka diperlukan evaluasi untuk pertimbangan dalam meningkatkan pelaksanaan surveilans agar dapat berjalan dengan maksimal Tujuan: mengevaluasi penyelenggaraan surveilans Covid-19 di Kabupaten Wonosobo. Metode: penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Besar sampel dalam penelitian ini sebanyak 24 petugas surveilans. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Pengambilan data dilakukan menggunakan angket. Hasil: Komponen surveilans Covid-19 di Kabupaten Wonosobo yang sudah terlaksana dengan baik adalah kegiatan penemuan kasus, pengolahan data, analisis data, interpretasi data, ketersediaan informasi epidemiologi, dan diseminasi data dan informasi epidemiologi kasus Covid-19. Sedangkan komponen surveilans yang belum terlaksana dengan baik adalah kegiatan pengumpulan data. Pelaksanaan surveilans yang baik lebih besar proporsinya pada puskesmas dengan kategori input dan atribut yang baik
Kata Kunci: Covid-19, Surveilans, Evaluasi, Petugas Surveilans Covid-1
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS HIDUP ORANG DENGAN HIV/AIDS (ODHA) DI YAYASAN SEHAT PEDULI KASIH KOTA SEMARANG
HIV/AIDS masih dianggap oleh masyarakat sebagai penyakit yang mematikan dan sulit untuk disembuhkan dan karenanya menimbulkan persepsi negatif tersendiri terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Persepsi negatif ini dapat mempengaruhi kualitas hidup ODHA, dimana semakin buruk kualitas hidup yang dimiliki semakin besar peluang mereka untuk memiliki penyakit AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup ODHA. Populasi dalam penelitian ini adalah ODHA di Kota Semarang yang sedang menjalani terapi ART di bawah pendampingan Yayasan Sehat Peduli Kasih. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober – November 2020 terhadap 70 subjek yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan untuk penelitian ini adalah angket daring. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa 54,3% dari subjek memiliki kualitas hidup yang buruk. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup ODHA adalah tingkat pendapatan (p=0,009), lama diagnosa (p=0,004), lama terapi ART (p=0,002), tingkat dukungan keluarga (p=0,007), tingkat stigma (p<0,001) dan tingkat depresi (p<0,001). Jenis kelamin, usia, status pernikahan, tingkat pendidikan, status pekerjaan dan tingkat kepatuhan minum obat ditemukan tidak berhubungan dengan kualitas hidup ODHA. Berdasarkan hasil, direkomendasikan untuk mengupayakan aktifitas sosial yang berfokus untuk meningkatkan kesehatan mental dan kualitas hidup ODHA dimana seluruh ODHA yang didampingi dapat berpartisipasi tanpa syarat apapun.
Kata Kunci: HIV/AIDS, Kualitas Hidup, ODH
DETEKSI ENZIM RESISTENSI BIOKIMIA PADA SPESIES NYAMUK DI DESA KALIHARJO, KECAMATAN KALIGESING, KABUPATEN PURWOREJO
Insektisida piretroid merupakan bahan aktif yang banyak dipakai dalam pegendalian vektor malaria. Insektisida piretroid digunakan dalam kelambu berinsektisida dan insektisida rumah tangga. Penggunaan kelambu berinsektisida di Desa Kaliharjo adalah sebanyak 92,9% dan penggunaan insektisida rumah tangga adalah sebanyak 38,8%. Penggunaan insektisida piretroid yang tidak tepat dapat menyebabkan munculnya resistensi nyamuk. Pemantauan status resistensi dapat dilakukan dengan melihat aktifitas enzim monooksigenase dalam tubuh nyamuk dengan uji biokimia. Tujuan penelitian adalah mengetahui spesies nyamuk yang telah resisten terhadap insektisida piretroid dari nyamuk yang diuji biokimia di Desa Kaliharjo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo. Metode penelitian adalah cross sectional dengan rancangan deskriptif observasional. Penelitian ini memiliki jumlah sampel sebanyak 85 orang.Penentuan besar sampel menggunakan rumus slovindan teknik proportional random sampling. Responden penelitian adalah anggota keluarga dari KK terpilih di Desa Kaliharjo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo. Wawancara menggunakan questioner dan lembar observasi. Data hasil wawancara diolah dengan uji distribusi frekuensi dan analisis deskriptif menggunakan program SPSS.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nyamuk Anopheles aconitus, Anopheles maculatus, dan Anopheles kochi yang ditemukan pada survey larva dan survey nyamuk di Desa Kaliharjo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo berjumlah masing-masing satu nyamuk telah resisten terhadap insektisida piretroid pada uji secara biokimia.
Kata Kunci : Piretroid, Kelambu berinsektisida, Insektisida Rumah Tangga, Resistensi Nyamuk, Uji Biokimi
ANALISIS EFISIENSI SALURAN PEMASARAN KOMODITAS SALAK PONDOH DI DESA GILIKERTO KECAMATAN TURI KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA
ANALISIS EFISIENSI SALURAN PEMASARAN KOMODITAS SALAK PONDOH DI DESA GIRIKERTO KECAMATAN TURI KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA
ABSTRAK
Penelitian bertujuan untuk 1) menganalisis pola saluran pemasaran salak pondoh,2)menganalisis marjin pemasaran dan farmer’s share buah salak pondoh pada masing-masing saluran pemasaran, 3) menganalisis tingkat efisiensi pemasaran buah salak pondoh, dan 4) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi pemasaran buah salak pondoh. Penelitian telah dilakukan pada 1 Oktober – 30 November 2019 di Desa Girikerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta yang ditentukan secara sengaja karena merupakan salah satu sentra penghasil salak pondoh di Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Sampel yang diambil dalam penelitian ini terdiri atas sampel petani dan sampel lembaga pemasaran. Pengambilan sampel petani menggunakan metode simple random sampling dan jumlahnya menggunakan metode slovin sebesar 93 dari 1.358 populasi petani salak pondoh. Pengambilan sampel lembaga menggunakan snowball sampling sebanyak 33 responden yang terdiri dari 15 pedagang pengecer, 13 pedagang pengumpul, dan 5 pedagang besar. Tujuan 1 dianalisis secara deskriptif. Tujuan 2 dianalisis menggunakan metode kuantitatif. Tujuan 3 dianalisis menggunakan metode kuantitatif dan uji beda one sample t-test. Tujuan 4 dianalisis menggunakan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Terdapat 4 pola saluran pemasaran salak pondoh di Desa Girikerto. 2) Nilai marjin pemasaran pada tiap pola I, II, III, dan IV masing - masing sebesar Rp0/Kg, Rp3.630/Kg, Rp5.984/Kg, dan Rp5.932/Kg dan nilai farmer’s
share pada masing – masing pola sebesar 100%, 63%, 39%, dan 42%.3)Efisiensi pemasaran pada pola I termasuk kategori efisien, dan pola II, III dan IV masing – masing termasuk kategori kurang efisien. Terdapat perbedaan yang signifikan antara efisiensi pemasaran dengan standar efisiensi pemasaran. 4) Harga jual petani, harga beli konsumen dan biaya pemasaran secara serempak maupun parsial berpengaruh terhadap efisiensi pemasaran. Harga jual petani berpengaruh nyata dan bertanda negatif terhadap efisiensi pemasaran salak pondoh, artinya semakin tinggi harga salak pondoh pada tingkat petani, maka semakin kecil nilai efisiensi pemasarannya, demikian pula sebaliknya.
Kata kunci : Efisiensi Pemasaran, Marjin Pemasaran, Salak Pondoh, Saluran Pemasara
Tutorial Webex Meeting 2 (Memulai Perkuliahan dan Mengendalikan Kelas)
Memulai perkuliahan menggunakan webex meeting
Memberikan kesempatan untuk tanya jawab
Mengakhiri Perkuliaha
PENGARUH PEMBANGUNAN SARANA PRASARANA KAMPUNG BAHARI TERHADAP KEHIDUPAN LOKAL SETEMPAT BERDASARKAN PERSEPSI MASYARAKAT
Kampung Tambak Lorok merupakan salah satu kampung yang berbasis kegiatan
perikanan sebagai sumber pemasok ikan terbesar di Kota Semarang yang telah ada sejak
tahun 1950. Kampung yang memiliki luas 84,48 Ha ini menurut Surat Keputusan Wali
Kota Semarang Nomor 050/801/2014 termasuk ke dalam kawasan kumuh dengan prioritas
penangan 1 (berat). Hal tersebut dipicu oleh penurunan kualitas lingkungan pesisir
dikarenakan genangan rob dan penurunan muka tanah sebanyak 14-19 cm setiap tahunnya
sehingga dapat merusak sarana prasarana permukiman. Menanggapi hal tersebut,
pemerintah pusat bersama pemerintah Kota Semarang melakukan penerapan konsep
Kampung Bahari pada kawasan ini yang termuat dalam Program Semarang Smart Cit
KAJIAN JENIS DAN BENTUK INSENTIF SERTA KEMUDAHAN PENANAMAN MODAL PADA SASARAN WILAYAH INVESTASI KABUPATEN BANYUMAS
Pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dalam jangka panjang menjadi salah
satu tujuan pembangunan di Kabupaten Banyumas, salah satu aspek penting
dalam pembangunan daerah adalah dengan peningkatan iklim investasi. Akan
tetapi pada proses pelaksanaannya, pembangunan antar daerah satu dengan yang
lainnya di Kabupaten Banyumas memiliki progres yang berbeda serta dapat
menimbulkan ketimpangan dalam pembangunan. Berbagai upaya yang telah
dilakukan oleh pemerintah daerah Banyumas dalam mempromosikan daerahnya
dengan tujuan untuk menarik minat investor, menaikan pendapatan daerah, dan
pemerataan pembangunan. Sehingga dari fenomena ini diperlukannya instrumen
untuk mendorong iklim investsi yaitu kajian pemberian insentif dan kemudahan
penanaman modal di Kabupaten Banyumas
ANALISIS DIFUSI INOVASI PADA INOVASI PRODUK BATIK DI KELURAHAN JENGGOT DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL KOTA PEKALONGAN
Terjadinya perkembangan sebuah inovasi di wilayah tertentu, tidak terlepas dari adanya
difusi inovasi. Difusi inovasi ini terjadi karena adanya proses interaksi sosial oleh pelaku terkait di
wilayah tersebut. Hal ini dijelaskan oleh Rogers (2003), bahwa difusi inovasi merupakan suatu proses
ketika inovasi dikomunikasikan atau disebutkan melalui saluran tertentu selama jangka waktu
tertentu terhadap anggota suatu sistem sosial, yang kemudian inovasi tersebut menjadi bagian dalam
system social tersebut. Dengan adanya difusi inovasi, maka suatu wilayah akan mengalami
perubahan kondisi tertentu yang diakibatkan adanya pengaruh dari inovasi yang muncul, yang mana
akan berperan dalam pengembangan kualitas mutu dari wilayah tersebut. Seperti yang terjadi di
Kelurahan Jenggot, muncul atau masuknya motif baru seperti polkadot dan abstrak mempengaruhi
perubahan keadaan pasar, dan arah perkembangan motif batik yang ada di kelurahan tersebut
INFORMALITY IN URBAN WATER SUPPLY IN TAMBAKLOROK, SEMARANG
Developing countries are facing urbanization coupled with a rapid and unprecedented urban
growth, which is bringing about rising demand for urban services, especially those concerning water supply.
The government inability to provide water supply has led to the emergence of informality in urban water
supply. In the context of urban governance, informality in urban water supply as unofficial service provision
is seen as a ‘mode of urban governance’ for the underserved population, which is largely allowed and even
encouraged by governments because it is increasingly viewed as a necessary and acceptable mode of
urbanism