71404 research outputs found
Sort by
ANALISIS PERBEDAAN KONDISI YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI DESA OPEN DEFECATION FREE (ODF) DAN DESA NON ODF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAPE TAHUN 2020
Program desa ODF masih belum merubah perilaku masyarakat dalam buang air besar, harus dilakukan terus-menerus dengan berpedoman pada program Open Defecation Free (ODF). Kejadian diare di desa ODF dan desa Non ODF masih tergolong tinggi, Data Jumlah Kasus diare pada balita pada tahun 2018 sejumlah 549 kasus, dari kasus tersebut dari desa yang sudah ODF dan yang belum ODF .
Tujuan : Menganalisis perbedaan antara jenis jamban, perilaku cuci tangan pakai sabun, jenis sumber air,pengelolaan air minum, kualitas bakteriologis air terhadap kejadian diare balita pada desa ODF dan non ODF.
Metode Penelitian : pendekatan cross sectional, Populasi semua balita usia 1-5 tahun yang ada selama tahun 2018, sampel sejumlah 57 balita yang menderita diare 3 bulan terakhir di desa ODF maupun di Desa non ODF.
Hasil : hasil penelitian menunjukan jenis jamban cemplung pada desa ODF dan Non ODF memiliki perbedaan bermakna terhadap kejadian diare pada balita, ( p=0,038 ),tidak imunisasi memiliki perbedaan bermakna terhadap terjadinya diare balita di desa ODF dan Non ODF (p= 0,002),praktek Cuci tangan pakai sabun tidak memiliki perbedaan terjadinya diare pada balita baik di desa ODF maupun Non ODF, dengan nilai p > 0,005 (p=0,844),pengolahan air minum tidak memiliki perbedaan terhadap kejadian diare pada balita di desa ODF maupun Non ODF (p=0,239),hasil pemeriksaan bakteriologis tidak memiliki perbedaan terhadap kejadian diare pada balita di desa ODF maupun Non ODF (p= 0,246), jenis sumber air tidak memiliki perbedaan terjadinya diare pada balita di desa ODF maupun Non ODF (p=0,236), Usia Balita tidak memiliki perbedaan terhadap kejadian diare baik di desa ODF maupun Non ODF ( p= 0,085), dan juga ASI Ekslusif tidak memiliki perbedaan terhadap kejadian diare pada balita baik di desa ODF dan Non ODF (p= 1,000). masyarakat dapat meningkatan sarana sanitasi yang lebih baik dan memenuhi syarat agar tidak menjadi sumber atau perantara penularan penyakit diare.
Kata kunci : ODF dan Non ODF, Diare Balit
Numerical investigation of heat transfer and pressure loss of flow through a heated plate mounted by perforated concave rectangular winglet vortex generators in a channel
The low thermal conductivity of air in fin-and-tube heat exchangers causes high thermal resistance of the
air side and results in a low heat transfer rate. This heat transfer rate on the air side can be improved by increasing
the heat transfer coefficient. One way to increase the heat transfer coefficient on the air side is to use a vortex
generator (VG), which can generate longitudinal vortex (LV) increasing fluid mixing. Therefore, this study aims to
numerically analyze heat transfer characteristics and pressure drop of airflow through a heated plate by installing
VG in a rectangular channel. Vortex generators (VGs) used in numerical modeling are rectangular winglet pairs
(RWPs) and concave rectangular winglet pairs (CRWPs) with 30 attack angle. The number of pairs of VG is
varied by one, two, and three with/without holes. The velocity of airflow varies in the range of 0.4-2.0 m/s at
intervals of 0.2 m/s. The simulation results show that in the configuration of the three pairs of VG, the decrease in
the convection heat transfer coefficient in the case of the perforated CRWP is 3.98% of the CRWP without holes at
a velocity of 2.0 m/s. While in the configuration of three pairs of perforated RWP VGs, the decrease in convection
heat transfer coefficient is 5.87% from RWP without holes at a velocity of 2.0 m/s. In the configuration of three
pairs of perforated VGs at the highest velocity, the decrease in pressure drop in the CRWP and RWP cases is
30.73% and 13.87% of the VGs without holes, respectively
Numerical Analysis of Flow Field in Vertical Wind Turbine at Free- Stream Turbulence Region
Air turbulence can affect the aerodynamic performance of
wind turbines, and this effect is less on vertical wind turbines
compared to horizontal wind turbines. In addition, vertical
wind turbines have many advantages, but the literature
related to their use to produce power is still small and needs to
be developed. In this study, the effect of free-stream
turbulence on the aerodynamic performance of Darrieus type
vertical wind turbines was studied through two-dimensional
numerical simulations. This performance can be observed
through the power (P) and turbine power coefficient (Cp).
Simulations were carried out at 5% turbulent intensity (Tu)
with variations in wind speed (Uoo). The turbulent model used
was the standard k-ε (SKE) and k-ω SST (SSTKW). The
simulation results of the two turbulent models show the
suitability for the power value (P) and the coefficient (Cp) to
the experimental results The simulation result error reached
0.57% for CP with the standard k-ε turbulent model; 0.14%
for CP with the k-ω SST model; 0.6% for P with the standard
k-ε model; and 0.18% for P with the k-ω SST model
DAMPAK IMPLEMENTASI PROGRAM CSR PT. SIDO MUNCUL TERHADAP PENINGKATAN KEMANDIRIAN KELOMPOK TANI DI DESA BERGAS KIDUL, KABUPATEN SEMARANG
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) Bagaimana implementasi program-program CSR PT. Sido Muncul di Desa Bergas Kidul, dan 2) Dampak implementasi program-program CSR tersebut terhadap peningkatan kemandirian Kelompok Tani Alpukat di Desa Bergas Kidul. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan trianggulasi data yang meliputi: wawancara mendalam, observasi, dan pengambilan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif model Miles dan Huberman yang meliputi: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan PT. Sido Muncul memiliki kewajiban melaksanakan CSR di wilayah ring 1 perusahaan termasuk di Desa Bergas Kidul. Program CSR PT. Sido Muncul di Desa Bergas Kidul berupa program charity dan community development. Implementasi CSR ini menganut pada teori: instrumental, politik, introgratif, dan etik. Model CSR yang digunakan model keterlibatan langsung dan kemitraan. Jenis CSR yang digunakan jenis tangung jawab ekonomi, politik, dan sosial. Tahapan pelaksanaan CSR meliputi: engagement, assessment, treatment plan, treatment action, serta monitoring dan evaluation. Pelaksanaan program CSR di Desa Bergas Kidul berdampak positif terhadap peningkatan kemandirian kelompok tani yang terdiri dari peningkatan pengetahuan dan keterampilan (self-capacity), peningkatakan kerjasama antar petani dalam kelompok tani (collective responsibility), dan peningkatan kemampuan petani didalam mengakses pasar serta alat dan bahan pertanian
PENGARUH PERAN KELOMPOK TANI TERHADAP KOHESIVITAS DI KELOMPOK TANI TRANGGULASI DESA BATUR, KECAMATAN GETASAN, KABUPATEN SEMARANG
ABSTRAK
Kelompok tani yang sudah tergolong maju dan mempunyai banyak anggota tidak menjamin bahwa kelompok tersebut memiliki nilai keintiman antar anggota, bahkan yang kemungkinan terjadi adalah makin terlihat adanya kendala dalam membangun hubungan antar anggota. Kelompok yang memiliki banyak anggota akan semakin timbul banyak konflik. Kelompok tani dapat dikatakan erat apabila peran kelompok tani juga kuat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi peran kelompok tani dan kohesivitas kelompok tani sayuran organik pada kelompok tani Tranggulasi dan melakukan analisis mengenai pengaruh peran kelompok tani Tranggulasi dengan kohesivitas kelompok tani. Penelitian ini dilaksanakan pada kelompok tani Tranggulasi di Desa Batur tanggal 12 – 29 Mei 2019. Metode survey digunakan pada penelitian ini dengan sampel sebanyak 32 orang pada kelompok tani Tranggulasi yang aktif melakukan produksi sayuran organik. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan wawancara dengan menggunakan media kuisioner. Metode deskriptid kuantitatif digunakan sebagai metode analisis data pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan peran kelompok tani termasuk dalam kategori baik dengan persentasi 53%, wahana kerjasama dengan kategori sedang sebesar 63%, dan unit produksi dengan kategori baik sebesar 69%. Kohesivitas kelompok tani dengan kategori baik sebesar 81%. Hasil uji regresi liniea berganda menunjukkan ketiga peran kelompok tani secara simultan berpengaruh terhadap kohesivitas kelompok tani sayuran organik. Ketiga faktor yang diteliti mempengaruhi kohesivitas kelompok tani sebesar 36% dengan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa wahana kerjasama, kelas belajar, dan unit produksi mempengaruhi kohesivitas kelompok tani Tranggulasi secara positif.
Kata Kunci: kohesivitas, peran kelompok tani, sayuran organik, surve
PENGARUH ASPEK BAURAN PEMASARAN TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN PRODUK KOPI KELIR DI GABUNGAN KELOMPOK TANI GUNUNG KELIR KABUPATEN SEMARANG
The study was conducted in July-August 2019 at the Gunung Kelir Farmers Group Association in Semarang Regency. The purpose of this study was to analyze aspects of marketing mix and consumer loyalty of kelir coffee products, as well as to know the effect of variable aspects of the marketing mix consisting of products, prices, places, and promotions on consumer loyalty of kelir coffee products in Gapoktan Gunung Kelir, Semarang Regency both partially and simultaneous. Determination of the location of research carried out deliberately (purposive). The research method used is the case study method. The sampling method uses accidental sampling method, where research respondents are respondents who happened to be found in Kedai Kopi Kelir. The number of respondents is 100 respondents. The types of data used are primary data and secondary data. Application data analysis using SPSS 23.0 program. The data analysis method used is multiple linear regression analysis. The results of this study are the influence of aspects of the marketing mix both partially and simultaneously on consumer loyalty. The coefficient of determination is 83.8%
Keyword : costumer loyalty; marketing; marketing mix; robusta coffee
KAJIAN PUSTAKA: FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA TENAGA MEDIS
Kepuasan kerja merupakan suatu keadaan emosional yang dapat menyenangkan atau tidak menyenangkan, yang berasal dari sudut pandang karyawan, dan menggambarkan perasaan positif tentang pekerjaan dari hasil evaluasi karakteristik mereka dalam bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan kepuasan kerja pada tenaga medis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka yang dilakukan secara online melalui beberapa situs atau situs internet terpercaya seperti Science Direct, Onesearch, Reasearchgate, Cambridge Core, Scopus, dan Google Scholar. Penelitian dilakukan terhadap 20 artikel yang terdiri dari 15 artikel nasional dan lima artikel internasional. Hasil penelitian yang dilakukan terhadap tenaga kesehatan menunjukkan bahwa terdapat dua faktor utama yang mempengaruhi kepuasan kerja tenaga kesehatan yaitu faktor motivator dan faktor hygiene. Faktor motivator berkaitan dengan kepuasan kerja karena merupakan faktor yang dapat meningkatkan motivasi yang pada akhirnya akan meningkatkan kinerja tenaga medis itu sendiri. Faktor hygiene berhubungan dengan kepuasan kerja karena merupakan faktor yang dapat menjaga tingkat kepuasan kerja atau faktor yang dapat menimbulkan ketidakpuasan.
Kata kunci : Kepuasan kerja, Tenaga medis, Faktor motivator, Faktor higien
The impact of demersal Danish seine prohibition on marine fisheries production in Pemalang Regency, Indonesia
‘Cantrang’ (demersal Danish seine) is the second largest contributor to the production of
marine fisheries in Pemalang Regency. In 2018, the production of demersal Danish seine in Pemalang
Regency was 5,353 tons. Marine fisheries practices in Pemalang Regency are multigears fisheries. The
use of demersal Danish seine is considered by some stakeholders to be non-environmentally friendly. In
2015, the Indonesian government issued regulations on the prohibition of demersal Danish seine. These
regulations created a national level debate, both pro and contra. Then, the regulations were postponed
for certain regions (including in Pemalang Regency). The purpose of this research was to estimate the
impact of demersal Danish seine ban on the marine fisheries production of Pemalang Regency. This
research used a modified Schaefer model. We used the data of production and fisheries efforts (trips)
from 2014 to 2018. The results of research showed that the ban on demersal Danish seine can increase
the production of other fishing gears that is affected by the demersal Danish seine operation. It was
estimated that the average additional production in 2014 to 2018 was 24,889 tons year-1 if demersal
Danish seine was not used
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PENGOBATAN RUTIN PADA PASIEN GANGGUAN JIWA BERAT DI PUSKESMAS KEDUNGMUNDU KOTA SEMARANG
Kepatuhan pengobatan rutin pada pasien gangguan jiwa berat diperlukan untuk menghindari terjadinya putus obat (drop out), kekambuhan, serta pemasungan. Kepatuhan pengobatan rutin pada pasien gangguan jiwa berat di Puskesmas Kedungmundu diketahui masih rendah. Dilihat dari kenaikan jumlah pasien pada tahun 2018-2019, di mana sebagian pasien tersebut merupakan pasien lama yang tidak melanjutkan pengobatan rutin, kemudian mengalami kekambuhan dan kembali berobat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pengobatan rutin pada pasien gangguan jiwa berat di Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah 73 pasien gangguan jiwa berat di Puskesmas Kedungmundu. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan (p = 0,000; r = 0,715), sikap (p = 0,000; r = 0,839), dukungan keluarga (p = 0,000; r = 0,427), penilaian petugas kesehatan (p = 0,000; r = 0,456), dan kebutuhan pelayanan kesehatan (p = 0,000; r = 0,716) mempunyai hubungan yang signifikan dengan kepatuhan pengobatan rutin pada pasien gangguan jiwa berat di Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang. Puskesmas Kedungmundu diharapkan dapat meningkatkan pemberian psikoedukasi kepada pasien dan keluarga, meningkatkan pelaksanaan program kesehatan jiwa, dan memberdayakan kader kesehatan jiwa.
Kata Kunci : Kepatuhan Pengobatan Rutin, Gangguan Jiwa Berat, Puskesma