7065 research outputs found
Sort by
PROSES KREATIF PENYUTRADARAAN SUYANTO DALAM PERTUNJUKAN LAKON MALING CALURING GRUP LUDRUK ANGLING DHARMA
Penelitian yang berjudul "Proses Kreatif Penyutradaraan Suyanto Dalam pertunjukan lakon Maling Caluring grup Ludruk Angling Dharma" mengulas tentang konstruksi dan penyutradaraan Suyanto dalam pertunjukan tersebut. Pertanyaan penelitian mencakup (1) konstruksi dramatik dan artistik dalam pertunjukan Ludruk lakon Maling Caluring, dan (2) proses kreatif Suyanto dalam menyutradarai pertunjukan tersebut.
Struktur dramatik dan artistik dalam lakon Maling Caluring dianalisis menggunakan teori struktur dan tekstur oleh Kernodle dalam Dewojati. Metode penyutradaraan Suyanto dieksplorasi dengan konsep-konsep penyutradaraan yang dijabarkan oleh Suyatna Anirun dalam bukunya "Menjadi Sutradara". Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan data deskriptif dari sumber tertulis dan lisan, serta perilaku yang dapat diamati. Teknik pengumpulan data meliputi studi pustaka, wawancara, observasi langsung, dan analisis rekaman video pertunjukan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur dan tekstur dalam pertunjukan lakon Maling Caluring menggambarkan bentuk tragedi komedi. Metode penyutradaraan Suyanto dalam pertunjukan Ludruk lakon Maling Caluring menggunakan beberapa pendekatan, termasuk Wos dan Los On Controle (Los dalam bahasa Jawa). Teknik penyutradaraan ini menggabungkan unsur tradisional dan modern.
Kata kunci: Maling Caluring, Konstruksi Dramatik dan Artistik, Suyanto, Yanto Munyuk, Penyutradaraan, Ludruk
PERANCANGAN INTERIOR CAT CAFÉ DAN STORE DENGAN TEMA FUN PLAYGROUND DI KOTA KEBUMEN
PERANCANGAN INTERIOR CAT CAFÉ DAN STORE DENGAN TEMA
FUN PLAYGROUND DI KOTA KEBUMEN. (Ayu Putri Panuluh, 2023, hal 1-
185) Tugas Akhir Karya Strata-1 (S-1) Program Studi Desain Interior, Fakultas
Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta.
Rutinitas kegiatan masyarakat yang sibuk serta padat menjadi salah satu faktor
tingginya tingkat stres pada kehidupan saat ini. Meskipun ada berbagai cara untuk
menghilangkan rasa stres, jenuh, dan penat, namun ada juga cara mudah untuk
melepaskan rasa tersebut, yaitu dengan cara memelihara hewan peliharaan. Salah
satunya memelihara kucing, namun yang menjadi permasalahannya adalah
banyaknya masyarakat yang menyukai kucing tetapi tidak memiliki kemampuan
untuk memelihara hewan kesayangan tersebut. Adanya permasalahan tersebut
menjadikan penulis untuk menciptakan sebuah perancangan desain cat café.
masalah tersebut menjadi solusi dan inovasi sebuah cat café, sehingga keberadaan
cat cafe menjadi salah satu inovasi dan solusi bagi permasalahan masyarakat ini.
Tidak hanya menjadi wahana rekreasi bagi pecinta kucing, namun juga dapat
menjadi wadah kegiatan bagi komunitas pecinta kucing. Cat café ini mengusung
tema Fun Playground dan menampilkan interior dengan latar Playground. Fun
adalah kesenangan, kegembiraan, sedangkan playground merupakan tempat
bermain atau lapangan permainan, sehingga dengan mengusung tema ini di
maksudkan pengunjung akan turut berpartisipasi dalam suasana permainan yang
enjoy dan menyenangkan bermain di cat café ini. Untuk mendukung terciptanya
tema yang diinginkan, maka cafe ini akan menggunakan gaya Memphis, karna gaya
ini memiliki ciri khas salah satunya yaitu penggunaan warna warni yang fun.
Metode perancangan yang digunakan adalah dengan mengumpulkan input seperti
data literatur, data lapangan, dan data sosial, mengolah input sehingga menjadi
sintesa dan menghasilkan output berupa desain interior cat café dan store bertema
fun playground dan furniture geometri bergaya memphis yang memenuhi tujuan
perancangan. Terciptalah tujuan dari perancangan ini adalah mewujudkan interior
cat café dan store dengan tema Fun Playground di Kota Kebumen sebagai wadah
pecinta kucing di Solo Raya yang dapat memenuhi kebutuhan pengunjung,
pengelola, dan kucing peliharaan. Hasil desain dari perancangan ini meliputi
interior lobby, cafe, store, dan ruang kantor
PENDAMPINGAN PEMBUATAN CRAYON LUKIS BERBAHAN ORGANIK DI DESA KEMUNING, KECAMATAN NGARGOYOSO, KABUPATEN KARANGANYAR
Pendampingan Pembuatan Crayon Lukis Berbahan Organik di Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar didasari urgensitas penggunaan pewarna dalam alat lukis didominasi bahan sintetis. Pewarna sintesis merupakan zat warna yang berasal dari zat kimia yang bersifat racun dan tidak ramah lingkungan. Pewarna ini dikemas praktis dalam bentuk kemasan tube, botol, palet dan lain sebagainya. Desa Kemuning yang berada di Kawasan pengunungan Lawu memiliki potensi keragaman tumbuhan yang dapat dijadikan pewarna organik. Tumbuhan sebagai sumber pigmen warna crayon lukis dapat dilakukan melalui ekstraksi daun, batang, maupun akar tanaman. Program ini bertujuan melakukan pendampingan pembuatan crayon lukis berbahan tumbuhan dengan tahapan 1) Orientasi, dilakukan melalui kegiatan koordinasi, rekrutmen partisipan. 2) Eksplorasi, dengan melibatkan semua partisipan untuk survei lapangan, dan pemetaan potensi tanaman sebagai sumber pigmen warna di wilayah Kemuning. Bahan yang terpetakan kemudian dikumpulkan dan diklasifikasikan menurut potensi warnanya. 3) Eksperimentasi, merupakan tahapan pembuatan crayon berbahan organik yang dimulai dengan pengolahan bahan yang telah diklasifikasikan melalui penghalusan, peleburan, dan pencetakan menjadi batang crayon. 4) Penerapan, dilakukan melalui perancangan desain industri berupa kemasan crayon organik dengan bahan ramah lingkungan seperti kertas daur ulang. 5) Diseminasi, dilakukan dengan merancang komunikasi pemasaran melalui sosial media serta berita di media massa. 6) Evaluasi, dilaksanakan dengan pengumpulan data respons masyarakat melalui media sosial. Luaran yang ditargetkan adalah pendaftaran desain industri crayon lukis berbahan organik, artikel ilmiah, serta publikasi media massa
KREATIVITAS DALAM PELATIHAN TARI TRADISI SURAKARTA DI SANGGAR SENI SEKAR MELATI BLORA
Laporan ini merupakan hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Tematik yang berjudul ”Kreativitas Dalam Pelatihan Tari Tradisi Surakarta Di Sanggar Seni Sekar Melati Blora”. Tujuan dari program ini adalah untuk memberikan apresiasi, pelatihan tari dan kreativitas dalam penggarapan tari tradisi Surakarta di Sanggar Seni Sekar Melati Blora. Sasaran dari kegiatan adalah para pengajar dan siswa didik sanggar. Hasil luaran yang ditargetkan dari kegiatan adalah materi tari Golek Tirta Kencana dan tari Watang, serta terciptanya garapan tari kelompok bentuk bedayan Sesaji sebagai hasil kreativitas. Kegiatan pelatihan dilakukan dengan menggunakan metode Dialogis, metode Ceramah, metode Demonstrasi, dan metode Drill. Metode tersebut dikembangkan dan diintegrasikan dengan perkembangan jiwa para peserta. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi peningkatan mutu dan kualitas kepenarian dari sanggar terutama tari tradisi Surakarta. Para peserta mampu mendemonstrasikan repertoar hasil pelatihan dan karya tari hasil kreativitas yang dipelajari, menguasai materi secara hafal dan benar. Hasil luaran dari pelatihan tari Watang dipentaskan pada acara peringatan Suran tanggal 18 Juli 2024, karya tari bentuk bedayan ”Sesaji Pudya Kusuma Jati” sebagai hasil pelatihan kreatifitas sanggar dipentaskan pada acara kegiatan dalam rangka peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW tanggal 16 September 2024, HKI karya seni hasil kreatifitas dan Jurnal. Pelatihan ini memberikan pemahaman tentang kreativitas dasar, melakukan karya kreatif, mendokumentasikan audio-visual dan mempublikasikan di media massa, agar dapat digunakan sebagai acuan dalam pembelajaran tari bagi generasi penerus di sanggar
KREASI ESTETIS TEKNIK INLAY UNTUK PRODUK WOOD ART DECO DENGAN PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK
Keberagaman kreasi pada produk kriya kayu menggambarkan daya kreativitas yang tinggi dari para pelaku industri kriya. Pemanfaatan berbagai media dan teknik telah merambah pada aspek-aspek kebutuhan estetis sehingga meningkatkan nilai seni yang dapat mensejajarkan produk kriya dengan produk seni lainnya. Sebagai tantangan ke depan perlu adanya elaborasi media atau bahan yang selama ini terpinggirkan dan tidak banyak dilirik sebagai salah satu alternatif dalam penguatan nilai seni suatu karya. Limbah plastik adalah salah satu bahan yang selama ini terbuang dan tersingkirkan karena secara fungsi sudah tidak dipergunakan lagi.
Penelitian ini cukup penting dan strategis dalam rangka pengurangan sampah plastik yang cukup mengganggu dalam ekosistem lingkungan. Limbah plastik dalam penelitian ini dipergunakan sebagai media ekspresi seni dalam suatu tampilan ornamentik dengan teknik inlay pada produk seni kriya kayu dekoratif (wood art deco). Teknik inlay selama ini digunakan sebagai cara untuk menutup kerusakan pada kayu dan juga sebagai salah satu teknik konstruksi pada produk kayu.
Luaran yang ditargetkan pada penelitian ini meliputi diskripsi analisis yang disusun dalam sebuah artikel ilmiah yang dapat digunakan sebagai dasar untuk pengembangan lebih lanjut dalam industri kreatif, selain itu akan disajikan karya wood art deco yang bernilai estetis dan ramah lingkungan. Keberhasilan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap praktik industri kreatif yang berkelanjutan serta meningkatkan kesadaran akan potensi limbah plastik dalam pembuatan produk seni.
Kata Kunci : Kriya Kayu Dekoratif, Tenik Inlay, Limbah Plastik
PENYUSUNAN GENDING PENATAAN TEATER TRADISI BAGI KELOMPOK KARAWITAN MUDA WIRATAMA (KADARMA) KOMUNITAS SENI RUMAH KITA BALUWARTI SURAKARTA UNTUK PELESTARIAN KAMPUNG WISATA
Karawitan Muda Wiratama (Kadarma), adalah refleksi dari semangat para
generasi muda kampung Tamtaman Baluwarti dalam berkesenian. Kelompok
karawitan yang bernaung di bawah Komunitas Seni Rumah Kita Baluwarti ini
menunjukkan eksistensinya lewat berbagai pergelaran kesenian yang tumbuh dan
berkembang di kelurahan Baluwarti. Dalam perkembangannya, Kadarma menjadi
salah satu kelompok karawitan yang cukup dikenal di kota Surakarta. Dua tahun
pertamanya, Kadarma mengalami fase naik, namun demikian memasuki tahun
ketiga, terdapat sejumlah permasalahan yang perlu segera mendapatkan solusinya.
Perbendaharaan gending, pemilihan garapan gending, hingga susunan formasi
karawitan adalah perlu mendapatkan pembinaan yang terkonsep dan terstruktur.
Tujuan kegiatan ini adalah untuk membantu mengatasi permasalahan yang
dihadapi kelompok karawitan Kadarma. Solusi yang ditawarkan adalah berupa
pelatihan karawitan dan penyusunan gending penataan teater tradisi yang
disesuaikan dengan jiwa atau karakter anak muda. Hal ini ditujukan agar mereka
tidak merasa bosan, dan memacu semangat untuk berekspresi dengan berbagai
tantangan yang baru. Pendekatan yang digunakan sebagai solusi pemencahan
permasalahan yang dihadapi mitra adalah dengan Pengembangan Komunitas
Berbasis Asset, dan pendekatan Partisipasi. Target kegiatan program PKM Karya
Seni yang dilaksanakan di Komunitas Seni Rumah Kita baluwarti bersama
kelompok Karawitan Kadarma adalah berupa ketrampilan dan penguasaan
terhadap gending-gending teater tradisi. Adapun metode pelaksanaan kegiatan ini
akan menggunakan pendekatan Modal Sosial, dan metode drill untuk
meningkatkan kemampuan praktik. Manfaat dari kegiatan ini adalah untuk
menumbuhkan kesadaran dalam meningkatkan diri dan menjawab tantangan para
generasi muda dalam rangka menjadikan kampung Tamtaman Baluwarti menjadi
kampung wisata
IMPLEMENTASI PEMANFAATAN SINIAR (PODCAST) DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS KOLABORATIF TINGKAT PERGURUAN TINGGI
Penelitian ini mengeksplorasi praktik pembelajaran Bahasa Inggris di perguruan tinggi menggunakan siniar atau podcast, diimplementasikan dengan pola metode gabungan Membaca dan Mendengarkan Ekstensif (Extensive Reading While Listening/ERWL) yang kolaboratif. Melibatkan dua kelas dengan tingkat kemampuan berbeda (intermediate dan advanced) masing-masing terdiri dari 18 hingga 20 mahasiswa, penelitian ini fokus menginvestigasi tiga hal, yaitu: 1) proses penentuan siniar (podcast) yang akan digunakan dalam pembelajaran Bahasa Inggris berdasarkan kemampuan dasar mahasiswa 2) implementasi siniar (podcast) dalam pembelajaran Bahasa Inggris, dan 3) evaluasi implementasi siniar (podcast). Pengumpulan data adalah melalui pengamatan, wawancara, dan studi literatur, kemudian dianalisis secara kualitatif dengan mengacu pada prinsip Extensive Reading While Listening/ERWL dan Pembelajaran Kolaboratif. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur tentang praktek nyata pembelajaran Bahasa Inggris menggunakan siniar (podcast) khususnya yang berorientasi pada peserta didik, dengan pendekatan komunikatif dan kolaboratif sehingga diperoleh rekomendasi terkait implementasi penggunaan podcast untuk pembelajaran Bahasa Inggris
FLIPBOOK REKAM JEJAK PERJALANAN PENCIPTAAN KARYA GAMELAN KACA OLEH THONI KONDE BERSAMA MASYARAKAT FESTIVAL MURIA RAYA
Muhammad Sulthoni atau yang kerap dipanggil Thoni Konde, merupakan seniman pencipta karya gamelan kaca yang bertempat tinggal di kota Solo. Gamelan kaca yang ia ciptakan dibuat dari bahan-bahan limbah kaca yang ada di sekitarnya. Thoni bersama masyarakat di beberapa kota membuat dan memainkan gamelan kaca tersebut pada berbagai kesempatan. Tidak hanya menciptakan gamelan kaca, Thoni bercita-cita ingin membuat festival gamelan kaca yang akan menampilkan pementasan gamelan kaca dari masyarakat binaannya. Gayung bersambut, Yayasan Festival Muria Raya (FMR) melalui kegiatan FMR #4 ingin melanjutkan kegiatan workshop gamelan kaca yang terselenggara di FMR #3 dan menyambut ide Thoni untuk menyempurnakan karya gamelan kaca sebelumnya serta membuat resital gamelan kaca.
Mengingat rendahnya manajemen arsip dokumentasi dari kegiatan terdahulu, maka kegiatan FMR #4 dengan tema penemuan, pembuatan, dan diseminasi karya gamelan kaca kali ini akan didokumentasikan penulis menjadi bentuk buku digital flipbook dengan tujuan pengarsipan dan media promosi bagi FMR maupun Thoni Konde pribadi, juga pencatatan proses alih media gamelan serta kampanye gerakan cinta lingkungan melalui pengolahan limbah khususnya kaca. Sehingga digunakanlah metode penelitian pengembangan model Alessi dan Trollip yang dimodifikasi sesuai kebutuhan penelitian, melalui tahap (1) perencanaan; (2) desain; dan (3) pengembangan. Studi lapangan dilakukan melalui pendokumentasian, wawancara, dan observasi
KONSEP BERPIKIR KREATIF DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DENGAN KERANGKA DESIGN THINKING PADA MATA KULIAH CREATIVE THINKING
Salah satu kemampuan dasar yang harus dimiliki mahasiswa desain
komunikasi visual (DKV) adalah kemampuan berpikir kreatif. Menurut
studi, terdapat enam konsep berpikir kreatif, yaitu divergent, temporallogical,
imagery, intuitive, dialectical, dan horizontal-vertical thinking.
Kemampuan berpikir ini penting dibutuhkan kaitannya dalam
mengahasilkan solusi permasalahan dalam konteks komunikasi massa.
Untuk melatih kemampuan ini, mahasiswa DKV ISI Surakarta mengikuti
pembelajaran pada mata kuliah Creative Thinking. Basis konten dalam
mata kuliah ini adalah mengeksplorasi ide, menganalisis data,
menyarankan solusi, hingga mengimajinasikan alternatif solusi. Model
pembelajaran dalam mata kuliah ini adalah melalui model project-based
learning atau pembelajaran berbasis proyek dengan kerangka design
thinking. Mulai dari discovery, planning, creative, hingga application.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsep berpikir kreatif yang
dialami para mahasiswa DKV ISI Surakarta ketika mengikuti
pembelajaran berbasis proyek pada mata kuliah Creative Thinking dengan
kerangka design thinking. Proses penelitian ini menggunakan pendekatan
grounded theory yang bertujuan untuk memunculkan pengembangan teori
berpikir kreatif, khususnya dalam kerangka bertahap dalam design
thinking. Hasil penelitian menunjukkan adanya aktivitas berpikir kreatif
berulang. Rangkaian aktivitas ini merupakan proses berpikir kreatif
berulang jangka panjang. Konsep proses berpikir ini dapat menjadi bahan
evaluasi basis konten pembelajaran mata kuliah Creative Thinking,
referensi upaya peningkatan daya pikir kreatif mahasiswa, dan referensi
pengembangan pembelajaran berbasis proyek di ISI Surakarta
PERKEMBANGAN PRAKTIK PENCIPTAAN DAN APRESIASI KARYA SOUND ART DI INDONESIA PASCA REFORMASI 1998
Proposal penelitian yang berjudul Perkembangan Praktik Penciptaan Dan Apresiasi
Karya Sound Art Di Indonesia Pasca Reformasi 1998 membahas tentang kemunculan dan
perjalanan praktik artistik sound art di Indonesia setelah era terbukanya kebebasan berekspresi
yang ditandai dengan keruntuhan Orde Baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode
analisis konten dan sejarah. Data yang digunakan adalah berbagai arsip digital yang didapatkan
melalui penulusuran online. Adapun rumusan masalah penelitian yang akan dibahas pada
penelitian ini adalah Bagaimana dinamika penciptaan karya sound art di Indonesia pasca
Reformasi 1998? Festival apa saja, berkaitan dengan sound art, yang telah diselenggarakan
sejak pasca Reformasi 1998? Bagaimana respon publik terhadap perkembangan sound art di
Indonesia pasca Reformasi 1998? Dari hasil penelitian dan analisis yang dilakukan, maka dapat
disimpulkan bahwa: (1) Pembahasan munculnya praktik penciptaan karya seni suara di
Indonesia bersamaan dengan maraknya karya seni dengan media seni instalasi; (2) Pembahasan
mengenai penciptaan karya seni suara masih sebatas kasus per kasus yang cakupannya terbatas
pada wilayah tertentu; (3) Analisis terhadap kegiatan apresiasi seni suara dalam rangka
penyelenggaraan festival masih minim dibahas