2000 research outputs found
Sort by
KARAKTERISTIK MIKROBIOLOGIS DAN BIOKIMIAWI SELAMA FERMENTASI URUTAN DENGAN YOGHURT
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik mikrobiologis dan biokimiawi selama fermentasi urutan dengan yoghurt, dilaksanakan di Laboratorium Kimia Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa dan di Laboratorium Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan di Denpasar, September 2008 sampai Januari 2009.
Peneilitian ini merupakan percobaan faktorial dengan rancangan acak kelompok dengan dua faktor. Faktor pertama adalah jumlah yogurt/kg daging, terdiri dari tiga taraf yaitu 50ml/kg, 75 ml/kg dan 100 ml/kg. Sedangkan faktor kedua adalah lama fermentasi terdiri dari empat taraf : 12 jam, 24 jam, 36 jam dan 48 jam.
Pengamatan objektif terbaik diperoleh pada perlakuan 75 ml/kg dengan lama fermentasi 48 jam dengan karakteristik : total Escherichia coli 2,95 APM/g, total mikroba 32,50 x 107 koloni/g, kadar air 50,21%, total asam 8,96 %, pH 4,18 dan kadar protein 18,19%. Pengamatan subjektif terbaik diperoleh pada perlakuan 50 ml/kg dengan lama fermentasi 24 jam dengan karakteristik : 6,20 (suka-sangat suka), tekstur 5,93 (agak suka-suka), warna 6,47 (suka-sangat suka), aroma 6,27 (suka-sangat suka) dan penerimaan keseluruhan 6,20 (suka-sangat suka). Penilaian terhadap perubahan mikrobiologi dan biokimiawi selama proses fermentasi urutan dengan yoghurt diperoleh karakteristik urutan yang baik
KAJIAN TEORI HERMENEUTIK DALAM KONTEKS ARSITEKTUR (MERUPAKAN SEBUAH METODE DALAM PERANCANG ARSITEKTUR)
Hermeneutik
dalam
arsitektur
tidak bisa lepas dari dekonstrusi, karena
hermeneutik memiliki pokok bahan yang
mengandung “ Sepekulasi dan analisa “.
Arsitektur banyak bergerak dalam skala
sepekulasi dan imajinasi, mengingat
arsitektur membuat atau meng – ada – kan
yang tidak ada, yang disebut dengan istilah
merancang. Dan dalam merancang juga
terdapat kegiatan yang bersifat analitic (
analisa ). Setelah dianalisa timbul sepekulatif,
kemudian sepekulasi ini di analisa dan out –
put nya adalah spekulstif, begitu seterusnya,
sehingga menghasilkan metode perancangan
yang memiliki resiko negatif yang sangat
kecil atau resiko yang sangat kecil
Buku_PEDOMAN PRAKTIKUM ICHTHYOLOGY I
Ichthyologi merupakan cabang ilmu hayati (Biologi) tepatnya ilmu Zoologi (Binatang), Asal dari bahasa Yunani ICHTHYOLOGIA, yang berasal dari kata ICHTHYES = ikan LOGOS = ilmu/ajaran Ilmu yang khusus mempelajari tentang ikan dengan segala aspeknya. Ikan merupakan binatang vertebrata yang berdarah dingin (poikiloterm), hidup di dalam lingkungan air, pergerakan dan keseimbangan tubuhnya terutama menggunakan sirip dan umumnya bernafas dengan insang.
Materi buku ini banyak membahas tentang Morfologi dan anatomi ikan secara umum yang bertujuan untuk mengenal bentuk-bentuk luar ikan termasuk bagian-bagiannya seperti bentuk tubuh, bentuk mulut, posisi dan tipe sirip, bentuk sirip ekor, bentuk linea latelaris (garis rusuk) dan beberapa ciri khas pada ikan seperti finlet, adipose fin, scute dsb. Juga tentang anatomi ikan secara umum untuk melihat letak dan posisi organ-organ dalam tubuh ikan seperti hati, jantung, gonad, alat pencernaan dan lain-lain. Sistem kulit atau intergumen ikan, untuk melihat struktur kulit luar sebagai penutup tubuh pada ikan seperti kulit, sisik dan berbagai kelenjar yang bermuara pada kulit antara lain kelenjar racun. Sistem urat daging adalah untuk melihat letak dan jenis-jenis urat daging yang terdapat pada ikan. Sistem rangka adalah praktikum yang bertujuan untuk melihat bagian-bagian dari tulang yang membentuk rangka sebagai penegak tubuh ikan. Sistem pencernaan makanan dengan melihat bagian-bagian dari alat pencernaan ikan yang dimulai dari kerongkongan sampai ke kloaka. Pada buku ini juga mengulas system organ ikan lainnya seperti sistem pernapasan, sistem peredaran darah dan lain-lain
TEKNOLOGI vs IDEOLOGI: MEMBANGUN IDENTITAS KOTA MELALUI IKON ARSITEKTUR DESA
Arsitektur tradisional Bali memiliki
elemen penggubahan sangat beragam yang
berkaitan dengan ruang dan bentuk. Pada beberapa
kasus dapat dikatakan ikon atau identitas kota
mempengaruhi arsitektur perdesaan. Sebaliknya
dalam makalah ini penulis justru ingin
menawarkan ide agar keragaman ikon arsitektur
desa pegunungan dapat memperkaya identitas
kota (desa dataran). Ide ini tentu saja sangat
realistis mengingat antara desa dan kota saling
pengaruh mempengaruhi. Ikon arsitektur desa
dengan beberapa penyesuaian atau perubahan
dapat diterapkan di daerah perkotaan. Misalnya
tata ruang (rumah deret) dan pengawasan ruang
(kelompok otonom) di desa pegunungan dapat
diterapkan di daerah perkotaan. Mengingat
gubahan bentuk dan ruang arsitektur di kota
Denpasar relatif seragam dan kental dengan
elaborasi tinggi atau banyak ornamen seperti
arsitektur kota Denpasar dan kota Gianyar
MENGENAL PEWARA DAN PROTOKOL
Pewara dan protokol
memiliki peran penting bagi sukses tidaknya
pelaksanaan suatu acara. Oleh sebab itu, bagi
seseorang yang sering terlibat dalam pelaksanaan
suatu acara sudah semestinya mengenal,
mamahami, serta menghayati tugas pokok dan fungsi masing-masing sehingga setiap acara
yang dilaksanakan dapat berlangsung khidmat,
tertib, lancar, aman, dan nyaman
KONDISI KAWASAN HERITAGE DI PUSAT KOTA DENPASAR
Material of this study are mostly sought primary data directly at the sites. In addition, also equipped with the relevant secondary data from journals or books results of previous studies. Based on the previous description, the following are some things that can be concluded that the need for conservation of architecture in the area of Chinatown shops Jl. Gajah Mada. Maintaining an optimal architecture for the Bali office buildings, commercial, and private properties. Arrangement of villages in Bali and the revitalization of the museum behind the Dutch bell. Making playgrounds, bird cage, and water pumps in the Field Puputan. Redesign statue Puputan Badung and Denpasar additional historical function of diorama. Making small museums along the zone Z. Manufacture of bags / parking spaces around the Square Puputan Badung. Governments need to relocate the building to another location to Puputan Badung Square as a center of cultural heritage
AJEG BALI: MITOS ATAU IDEOLOGI PEMBANGUNAN
Ajeg Bali perlu didefinisikan secara
ilmiah dan rasional sehingga pemahaman kita
jelas. Kemudian mengembangkan pemahaman
itu bahwa, nilai mana saja dapat berubah sesuai
dengan dinamika masyarakat, dan nilai mana
harus tetap dipertahankan sebagai identitas
“keBalian”. Apabila telah jelas perlu adanya
politik hukum, khususnya Dewan membuat Perda
yang mampu melihat ke depan Bali ini. Apa yang
perlu dipertahankan dari gempuran dunia luar.
Ajeg Bali adalah bentuk keprihatinan
Masyarakat Bali terhadap kondisi yang tidak
kondusif akibat keamanan Bali terganggu,
misalanya “Peledakan Bom di Legian Kuta 12
Oktober 2002”, masalah penduduk pendatang
dan persoalan sosial lainnya yang diakibatkan
oleh faktor ektern maupun inter yang menjurus
“pengrusakan terhadap budaya Bali”, sebagai
sebuah identitas dan “citra”
Respon Tanaman Krisan pada Pemberian Dosis Pupuk Kandang Ayam dan TSP
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kandang ayam dan pupuk TSP dan interaksinya terhadap pertumbuhan tanaman krisan varietas fiji kuning (Dendranthema grandiflora). Penelitian ini merupakan percobaan faktorial dengan menggunakan rancangan dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan yang dicoba terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang ayam (K) terdiri atas 4 taraf, yaitu tanpa pupuk kandang ayam (K0), 15 ton/ha (K1), 30 ton/ha (K2) dan 45 ton/ha (K3). Faktor kedua adalah dosis pupuk TSP (P) terdiri dari 4 taraf, yaitu tanpa pupuk TSP (P0), 100 kg/ha (P1), 200 kg/ha (P2) dan 300 kg/ha (P3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara perlakuan dosis pupuk kandang ayam dengan dosis pupuk TSP berpengaruh tidak nyata terhadap seluruh variabel yang diamati. Pada perlakuan dosis pupuk kandang ayam berpengaruh nyata hingga sangat nyata terhadap seluruh variabel yang diamati kecuali pada tinggi tanaman dan panjang tangkai bunga berpengaruh tidak nyata. Sedangkan perlakuan dosis pupuk TSP berpengaruh nyata hingga sangat nyata terhadap semua variabel yang diamati kecuali pada pengamatan berat segar bunga krisan berpengaruh tidak nyata
Peran Agroindustri Dalam Pembangunan Pertanian
Agroindustri
berasal
dari
dua kata agricultural dan
industry
yang
berarti
suatu industri yang menggunakan hasil
pertanian sebagai bahan baku utamanya
atau suatu industri yang menghasilkan
suatu produk yang digunakan sebagai
sarana atau input dalam usaha pertanian.
Defi nisi
agroindustri
dapat
dijabarkan
sebagai
kegiatan
industri
yang
memanfaatkan hasil pertanian sebagai bahan
baku,
merancang,
dan
menyediakan
peralatan serta jasa untuk kegiatan tersebut,
dengan
demikian
agroindustri
meliputi
industri pengolahan hasil pertanian, industri
yang memproduksi peralatan dan mesin
pertanian, industri input pertanian (pupuk,
pestisida, herbisida dan lain-lain) dan industri
jasa sektor pertanian