2000 research outputs found
Sort by
Tumour necrosis factor-alpha level among travellers contracted with dengue virus in Bali
Dengue infection burden has been predicted increase three times greater recently. Severe dengue infection associated with the high generation of inflammatory cytokines leads to vascular endothelial instability. Hence, the current study aim to evaluate the level of TNF-α among travellers infected with DENV in Bali. An observational prospective study has been conducted on travellers presenting with dengue symptoms who admitted at Kasih Ibu Hospital Bali in 2017. Majority of the sample was female (61%) which median (range) age was 29 (15.4-73.1) years old. The median (range) nadir platelet was 74(29-194) 103cell/µL. The temporal predominant serotype was DENV-3 (29.3%), followed by DENV-2 (24.4%), DENV-1 (13.6%), and DENV-4 (2.4%). The study found concurrent DENV infection. Diagnosis of DF was almost equal with DHF. Level of TNF-α found 3 times higher in DHF than DF patients
Utilization review inpatient and outpatient of traveller related to thypoid in Bali (study in two regencies: a case report)
Bali is a tourism destination for foreign tourist who plan to do business or just on vacation. Bali is a tropical area that susceptible to various diseases. Foreign tourists who were enjoying their travel will experience health problem in the case of improper vaccination. The aim of this study was to evaluate the frequency of typhoid cases among travellers visited clinics in Bali. A retrospective study was conducted based on the medical record of the patientssuffered with thyphoid infections in Bali. The highest finding of typhoid patient visiting clinics is Badung Regency
PKM UKM KERAJINAN KAYU DEKORATIF BERBASIS E-MARKETING DI DESA TEGALLALANG, KABUPATEN GIANYAR, PROVINSI BALI
UKM merupakan tulang punggung perekenomian Indonesia, dan Bali pada khususnya. UKM menghadapi berbagai tantangan dan kendala seperti kualitas sumber daya manusia yang rendah, tingkat produktivitas, dan kualitas produk rendah, kurangnya pemanfaatan teknologi informasi, faktor produksi, sarana dan prasarana belum memadai, dan aspek pendanaan belum baik. Untuk membantu UKM mengatasi kendala ini, civitas akademika menyelenggarakan Program Kemitraan Masyarakat dengan tujuan meningkatkan kinerja UKM. Melakukan studi pendahuluan pada industry kerajinan kayu dekoratif di Tegallalang, ditemukan sejumlah kendala yang dihadapi UKM. Dari hasil analisis SWOT ditemukan bahwa masalah ketidakmampuan melakukan ekspor dan memanfaatkan ecommerce merupakan kelemahan terbesar mitra yang memerlukan solusi tepat dan segera, demi meningkatkan kinerja usaha mitra. Kedua masalah ini menjadi masalah prioritas dalam PKM ini.
Solusi yang direkomendasikan berada di ruang lingkup pemasaran. Mitra disarankan menerapkan market development strategy untuk memperluas target pasar ke mancanegara. Beberapa langkah ditempuh untuk menerapkan strategi ini, yaitu: sosialisasi prosedur ekspor agar mitra memperoleh pemahaman mengenai tata cara ekspor dan tata cara pembayaran, pemaparan mengenai dokumen-dokumen yang dibutuhkan, dan pemaparan mengenai pihak-pihak yang terkait dalam proses ekspor. Di samping itu tim pelaksana pengabdian juga memberikan pelatihan berbasis IT sehingga mitra mampu memanfaatkan media sosial sebagai media promosi dan transaksi, dan memberikan asistensi sehingga mitra tergabung dalam platform e-marketplace demi meningkatkan awareness dan potensi penjualan produk baik di lingkup nasional maupun internasional.
Pengabdian ini telah rampung 100% dan seluruh luaran telah tercapai. Luaran tersebut adalah dalam bentuk peningkatan daya saing pengelola UKM dengan pengetahuan lebih baik mengenai prosedur ekspor. Luaran kedua adalah peningkatan penerapan iptek pada usaha mitra dalam hal ini implementasi e-marketing dalam bentuk kepemilikan akun facebook, instagram dan toko online Tokopedia yang digunakan sebagai media promosi dan transaksi oleh UKM mitra. Luaran ketiga adalah artikel yang telah berstatus accepted pada jurnal nasional terakreditasi “Jurnal Ekonomi dan Bisnis Jagadhita”.
Kegiatan ini memperoleh pendanaan dari Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Warmadewa dan dilaksanakan oleh Fakultas Ekonomi, dengan ketua tim pelaksana Dr. Ni Luh Putu Indiani, S.E., M.M. dan Dr. I Made Sara, S.E., M.P
Can Tourism Business Development Cause Environmental Damage? A Perspective of Spatial Planning
Tourism industry is closely related to the environment. In tourism industry, natural or environmental beauty is one of the attractions for tourists. In reality, however, the development of tourism not only provides positive impacts on the environment but also results in significant negative impacts. The purpose of this research is to determine the effect of tourism business development on environmental damage and to determine preventive efforts to prevent the occurrence of environmental damage. This research is an empirical law study. This research used primary data and secondary data. Data were collected through interview technique to three officers in three different government institutions. The sample was determined using non-probability/non-random sampling technique. The findings showed the development of the tourism industry absolutely has a direct impact on the environment. This can be seen from the tourism business that causes environmental damage either directly or indirectly to the physical, chemical and/or biological changes to the environment that exceed the standard criteria of environmental degradation. Preventive measures that can be taken to prevent environmental damage are through control and licensing system
[Peer Review] Profiling of MicroRNA Expression within the Cells of Peripheral Blood Mononuclearafter an Infection with Serotype-2 of Dengue Virus: Preliminary Study
[Peer Review] Comparison of low and high DNA Purity for quantitative detection of ratio Mitochondrial and Nucleus DNA among Drug-treated HIV Patients by Real-time PCR
[Peer Review] Hematological and immunological profile of ART-Naïve HIV-infected patients in Bali-Indonesia: a descriptive study
Pola Permukiman Desa-Desa di Pulau Nusa Penida, Bali
Pulau Nusa Penida memiliki kondisi geografi dan geologi yang berbukit-bukit dan memiliki lapisan tanah yang tipis dan berbatu serta bagian utara dan timur pulau merupakan daerah pesisir. Nusa Penida memiliki latar belakang sejarah sebagai pulau pengasingan pada jaman Kerajaan Klungkung sehingga terdapat dua kelompok penduduk yang mendiami pulau tersebut yaitu penduduk asli dan penduduk pendatang. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi pola permukiman desa-desa di Pulau Nusa Penida melalui pendekatan kondisi fisik dan latar belakang sejarah. Metode yang dipergunakan adalah deskriptif kualitatif naturalistik dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan pemahaman konsep-konsep Nusa Penida. Metode analisis yang dipergunakan adalah induktif naturalistik melalui pendekatan empirik snesual, etik, emik dan logik. Temuan yang dihasilkan dalam penelitian ini yaitu (1) pola permukiman yaitu organik dan kluster; (2) orientasi berkiblat pada kontur yang tinggi dan matahari terbit; (3) kondisi alam, latar belakang sejarah dan sistem kepercayaan mempengaruhi pola permukiman desa-desa di Nusa Penida