Warmadewa University

Universitas Warmadewa
Not a member yet
    2000 research outputs found

    Poverty Reduction Policy Model of Denpasar City Government

    No full text
    This research is entitled Denpasar City Government Poverty Reduction Policy Model which aims; (1) to map the results of the analysis of the Denpasar City Government's Poverty Reduction Policy, (2) to develop a projected poverty alleviation policy model in the future (2021-2025). This research applied qualitative approach by making a systematic, accurate and factual description of the Poverty Reduction Policy in the Denpasar City Government. The data were analyzed using A Nine-Step Process for Analyzing Qualitative Data (McNabb, 2002). The results of the study found that (1) institutional aspects, program aspects and funding aspects of poverty reduction program policies in the Denpasar City Government as a result of an analysis of poverty reduction policies (retrospective). From the institutional aspect, Poverty Reduction Policies are implemented based on nationally centralized institutions (top down) while from the aspect of poverty reduction policy programs, they are grouped into three poverty reduction programs based on social assistance and protection, poverty reduction programs based on community empowerment, and poverty reduction programs based on the empowerment of micro and small economic enterprises. From the aspect of funding allocation, only about 17% or six Regional Apparatus Organizations (OPD) allocate funds for poverty reduction programs. This study also carried out (2) a projected (prospective) model of Denpasar poverty reduction policy recommendations for the next four years (2021-2025)

    Sosialisasi dan Edukasi Pengelolaan Sampah Organik untuk Pemberdayaan Masyarakat di Desa Sakti, Nusa Penida, Klungkung Regency, Bali

    Get PDF
    Pesatnya perkembangan pariwisata di Nusa Penida berdampak positif pada aspek kehidupan ekonomi disana. Sebaliknya justru berdampak negatif terhadap kualitas lingkungan. Salah satu masalah lingkungan yang muncul adalah pengelolaan sampah yang tidak berkelanjutan. Menurut beberapa peraturan, pengelolaan sampah ini harus dilakukan semaksimal mungkin di sumbernya. Situasi ini juga terjadi di Dusun Sebunibus, Desa Sakti, dimana banyak terdapat akomodasi wisata yang beroperasi sebagai akibat dari perkembangan pariwisata yang pesat tetapi limbah yang dihasilkan tidak dikelola dengan baik. Mitra dalam proyek pengabdian masyarakat adalah Kelompok Sadar Wisata Dusun Sebunibus Dusun Sebunibus, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung dan masih berkoordinasi dengan Kepala Desa Sakti sebagai penanggung jawab penyelenggaraan pemerintahan.. Permasalahan yang teridentifikasi adalah kurangnya persepsi pemilik akomodasi pariwisata dan masyarakat pendukungnya tentang pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Oleh karena itu, perlu adanya sosialisasi tentang pengelolaan sampah. Selain itu perlu diperkenalkan metode penanganan sampah pada sumbernya yang efektif dan mudah berkembang di lokasi ini, khususnya sampah organik. Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan menginisiasi sosialisasi dan edukasi tentang pengelolaan sampah kepada para pemangku kepentingan pariwisata di Desa Sebunibus agar semua pihak yang terlibat memahami pendekatan pengelolaan sampah berkelanjutan. Lebih lanjut, pengenalan unit alat pengolah sampah organik yang dapat digunakan secara langsung yang tidak hanya akan menyelesaikan permasalahan persampahan tetapi juga memiliki nilai ekonomis untuk pemberdayaan masyarakat.Pelaksanaan kegiatan ini diawali dengan pengkajian awal untuk mengidentifikasi timbulan sampah yang dihasilkan dan kondisi pengelolaan sampah di lokasi yang dituju serta menganalisis kondisi tersebut untuk kemudian merumuskan materi sosialisasi edukasi yang sesuai dengan permasalahan yang dihadapi. Tahap selanjutnya adalah melakukan sesi sosialisasi di lokasi pengabdian masyarakat termasuk presentasi dan diskusi tentang proses teknis unit pengolahan sampah organik. Tahap terakhir adalah monitoring dan evaluasi awal kemampuan mitra dalam menjalankan unit pengolahan sampah organik

    INVESTASI PARIWISATA INDONESIA (Book Chapter) "Mitigasi Bencana Geologi Terhadap Investasi Pariwisata Di Indonesia"

    Get PDF
    Saat ini sektor pariwisata menjadi industri yang sangat kompleks karena memberikan efek berantai (multiplier effect) karena berpengaruh terhadap berbagai sektor dalam kehidupan masyarakat terutama masyarakat yang terlibat didalamnya dimana industri pariwisata tersebut berkembang. Sebagai contoh Pulau Bali sebagai destinasi wisata dunia investasi pembangunan pariwisata sangat gencar dilakukan akibat dari keunikan budayanya dan keindahan alamnya dengan kekayaan alamiah seperti pantai, danau, sungai, bukit, gunung. Investasi akomodasi pariwisata seperti villa dan hotel banyak dibangun didaerah daerah rawan bencana gerakan tanah, karena dibangun pada lereng-lereng dan jurang sungai, gunung ataupun laut. Alternatif penanggulangan bencana geologi pada daerah terancam tinggi untuk sarana dan prasarana pariwisata sebaiknya secara struktural dilakukan dengan perbaikan gradasi/mixing, perkuatan lereng atau slope stabilation, untuk tanah yang lunak dilakukan deep compaction (vibroflotation, dynamic compaction, compaction grouting, dll), untuk muka air yang tinggi di lakukan dengan ground water lowering (stone columns, piling or compaction piles, drainage techniques

    Turnitin-Discourses Of Concept Of Sakala And Niskala Spaces At Balinese Ethnic Houses

    Get PDF

    REKONSTRUKSI PENGATURAN FUNGSI DAN WEWENANG DEWAN PERWAKILAN DAERAH DI INDONESIA

    Get PDF
    Pada tahun 1998 gerakan politik sekaligus hukum yang menuntut reformasi dalam wujud amandemen terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 (selanjutnya disingkat UUD NRI 1945), penegakan hukum, hak asasi manusia, pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, otonomi daerah, kebebasan pers serta mewujudkan kehidupan demokrasi. Dengan latar belakang terjadinya reformasi itu, Indonesia mengalami perubahan yang fundamental bagi sendi-sendi kehidupan ketatanegaraan melalui perubahan UUD NRI 1945. Salah satu perubahan yang terjadi pada Perubahan Ketiga UUD NRI 1945 Tahun 2001 dalam Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (selanjutnya disingkat ST MPR) adalah dengan bertambahnya lembaga negara baru, yakni lahirnya Dewan Perwakilan Daerah (selanjutnya disingkat DPD)

    Artikel_Stability aloe vera gel as edible coating

    Get PDF
    Edible coating has long been known as an alternative to extend the fruit shelf life. One of the natural ingredients that can be used as an edible coating is an aloe gel which rich in functional components. The activity of aloe gel enzymes is very high. To maintain stability should be stored at the right temperature. The purpose of this research is to know the stability of aloe gel as an edible coating that is reviewed from treatment of temperature and length of storage. The study uses a complete randomized design of factorial patterns consisting of two factors: the first factor of the storage temperature (28C and 7C) and the second factor is storage time (0, 2, 4, 6, and 8 days). The observed variables include colour, pH, moisture, viscosity, and total microbes. The stability of the edible aloe gel coating is best obtained from the temperature treatment 7C with the duration of storage 4 days

    1,934

    full texts

    2,000

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Warmadewa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇