16390 research outputs found
Sort by
PENGARUH BUDAYA KERJA TERHADAP DISIPLIN KERJA MELALUI KOMPENSASI KERJA KARYAWAN PADA PT SAIMODA GARMINDO KABUPATEN BANDUNG
Perusahaan yang memiliki mekanisme kerja dari Jepang sudah selayaknya
menjalankan roda bisnisnya dengan disiplin kerja yang tinggi, namun salah satu
perusahaan manufaktur di Kabupaten Bandung dengan menerapkan sistem kerja
Jepang justru diduga memiliki permasalahan mengenai tingkat disiplin kerja
karyawan. Penelitian ini ditujukan untuk mendapatkan hasil analisis mengenai
kompensasi kerja karyawan sebagai mediasi pengaruh budaya kerja organisasi
terhadap disiplin kerja karyawan PT Saimoda Garmindo pasca Pandemi Covid-19
baik secara pengaruh langsung maupun tidak langsung. Metode didalam
penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan pengumpulan data
menggunakan pembagian kuesioner kepada responden. Uji hipotesis didalam
penelitian ini menggunakan uji statistik Structural Equation Model (SEM) yang
diolah pada program AMOS for Windows. Populasi didalam penelitian ini adalah
karyawan PT Saimoda Garmindo dengan sampel penelitian sebanyak 200
responden. Penelitian ini dibatasi hanya pada variabel budaya kerja organisasi,
disiplin kerja dan kompensasi kerja karyawan yang diduga terdapat kesenjangan
diantara variabel tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa budaya kerja
positif PT Saimoda Garmindo pasca Pandemi Covid-19 memiliki dampak
signifikan terhadap disiplin kerja karyawan, menciptakan standar disiplin yang
konsisten dan meningkatkan komitmen karyawan. Selain itu, budaya kerja juga
mempengaruhi pendekatan kompensasi, di mana kompensasi dianggap bukan
hanya sebagai gaji, tetapi sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi karyawan.
Kompensasi yang adil dan kompetitif dari perusahaan setelah pandemi
memotivasi karyawan untuk bekerja dengan lebih disiplin dan meningkatkan
kepercayaan mereka terhadap manajemen. Kompensasi berfungsi sebagai
mediator yang menerjemahkan budaya kerja ke dalam disiplin kerja karyawan,
memastikan keselarasan antara nilai organisasi, penghargaan, dan perilaku
karyawan di tempat kerja
PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN BUMN SEKTOR KONSTRUKSI YANG TERDAFTAR DI BEI SEBELUM DAN SESUDAH PANDEMI COVID-19
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kinerja keuangan perusahaan BUMN
sektor konstruksi yang terdaftar di BEI sebelum dan sesudah pandemi covid-19. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian komparatif dengan pendekatan kuantitatif.
Data penelitian diperoleh dari laporan keuangan masing masing perusahaan tahun 2018-2022.
Pengujian dilakukan menggunakan Uji Beda Wilcoxon dan Uji Beda Paired Sample Test
dengan indikator yang terdapat dalam Keputusan Menteri BUMN No. KEP-100/MBU/2022.
Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa pandemi Covid-19 memberikan
dampak buruk terhadap kinerja keuangan perusahaan BUMN sektor konstruksi. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan kinerja keuangan sebelum dan
sesudah pandemi covid-19 pada Return On Equity, Return On Investment, Cash Ratio,
Collection Period, Inventory Turnover, Total Asset Turnover, dan Total Modal Sendiri
terhadap Total Aset. Sementara itu pada rasio Current Ratio tidak ada perbedaan signifikan
kinerja keuangan sebelum dan sesudah pandemi covid-19
PERANCANGAN BALANCED SCORECARD SEBAGAI PENGUKURAN KINERJA (Studi Kasus Pada Koperasi Simpan Pinjam Keluarga Besar Al-Muttaqien)
Tujuan dari penelitian ini adalah merancang balanced scorecard sebagai
pengukuran kinerja. BSC merupakan alat manajemen yang digunakan untuk
mendongkrak kemampuan organisasi dalam meningkatkan kinerja dari sisi finansial
dan nonfinansial. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan studi kasus.
Hasil penelitian yang diperoleh adalah kinerja koperasi KEBAL yang diukur dengan
rasio keuangan menunjukan bahwa pengelolaan dana yang dilakukan sudah baik
namun dalam peningkatan laba masih perlu ditingkatkan lagi. Kemudian, perancangan
metode balanced scorecard menghasilkan 3 sub sasaran strategis dengan 4 ukuran
kinerja dalam perspektif keuangan, 3 sub sasaran strategis dengan 3 ukuran kinerja
dalam perspektif pelanggan, 2 sub sasaran strategis dengan 2 ukuran kinerja dalam
perspektif proses bisnis internal, dan 2 sub sasaran strategis dengan 7 ukuran kinerja
dalam perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Sehingga, dapat disimpulkan
bahwapengukuran kinerja menggunakan balanced scorecard lebih terperinci dari sisi
keuangannya dan didapatkan pengukuran kinerja dari sisi non-keuangan
EFEKTIVITAS PEMUNGUTAN PAJAK HOTEL PADA BADAN PENGELOLAAN PENDAPATAN DAERAH KOTA BANDUNG TAHUN 2019-2022
Pajak Hotel adalah salah satu kontributor terbesar terhadap Pajak Asli
Daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemungutan pajak
hotel pada Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Kota Bandung tahun 2019-2022.
Pajak hotel memiliki peran penting dalam menghasilkan pendapatan daerah yang
dapat digunakan untuk membiayai berbagai program dan pembangunan kota.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang menggambarkan subjek
atau objek yang diteliti secara lebih mendalam, terperinci dan luas. Hasil analisis
menunjukkan bahwa efektivitas pemungutan pajak hotel Kota Bandung mengalami
peningkatan secara signifikan dari tahun 2019-2022. Peningkatan ini dapat dilihat
dari rasio efektivitas pajak hotel Kota Bandung. Terdapat beberapa kendala dalam
mencapai target pajak hotel yaitu adanya apartemen yang disewa layaknya hotel,
banyaknya penyedia jasa pemesanan hotel secara online, dan terjadinya pandemi
Covid-19. Upaya yang dilakukan oleh Badan Pendapatan Daerah Kota Bandung
yaitu melaksanakan sosialisasi ke apartemen yang menyewakan tempatnya
layaknya seperti hotel, melakukan sosialisasi ke penyedia jasa pemesanan hotel,
dan melaksanakan monitoring tentang pelaksanaan PSBB di hotel-hotel di Kota
Bandung
PROSES REKRUTMEN KARYAWAN PADA PT. BANK SYARIAH INDONESIA (BSI) KANTOR CABANG ASIA AFRIKA BANDUNG
Rekrutmen merupakan hal yang selalu dilakukan secara berkala dalam setiap perusahaan.
Proses rekrutmen ini dilakukan guna untuk mendapatkan karyawan yang memiliki
spesifikasi dan kualifikasi sesuai dengan perusahaan butuhkan. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui bagaimana proses rekrutment yang dilakukan Bank Syariah Indonesia.
Untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, ancaman dan peluang Bank Syariah Indonesia
dalam mendapatkan karyawan yang berkualitas. Untuk mengetahui kendala yang hadapi
dalam proses rekrutmen karyawan Bank Syariah Indonesia. Penelitian ini menggunakan
metode deskriptif dan dilakukan di Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Asia Afrika
Bandung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tujuan dari proses rekrutment karyawan
untuk mengetahui kebutuhan SDM untuk setiap unitnya. Sistem perekrutan yang dilakukan
oleh Bank Syariah Indonesia menggunakan dua model rekrutmen yaitu rekrutmen
karyawan internal dan rekrutmen karyawan eksternal. Faktor internal yang menjadi
kekuatan rekrutmen Bank Syariah Indonesia adalah menggunakan dua prosedur yang
berbeda antara rekrutmen internal dan eksternal, adanya penggunaan alternatif rekrutmen.
Strategi yang dilakukan Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Asia Afrika Bandung
dengan menggunakan dua prosedur yang berbeda antara rekrutmen internal dan eksternal,
adanya penggunaan alternatif rekrutmen
ANALISIS PROJECT MANAGEMENT PADA DIVISI PROJECT DELIVERY & QUALITY ASSURANCE PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA, TBK
Manajemen proyek adalah praktik pelaksanaan pekerjaan secara bertahap dengan batas
waktu yang ditetapkan dan diawasi dari awal hingga akhir untuk mencapai tujuan. Dalam
setiap pelaksanaan proyeknya, PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk pasti membutuhkan
manajemen proyek. Tujuan utama manajemen proyek adalah mengelola fungsi manajemen
semaksimal mungkin, mencapai hasil yang optimal sesuai dengan kebutuhan yang telah
ditentukan sebelumnya dan memanfaatkan sumber daya secara efisien dan efektif. Metode
penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan data primer
dan sekunder. Penelitian ini dilakukan pada divisi Project Delivery & Quality Assurance di
PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk dimulai dari tanggal 3 Januari 2023 sampai dengan 31
Maret 2023. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh mengenai analisis
manajemen proyek pada divisi Project Delivery & Quality Assurance di PT.
Telekomunikasi Indonesia, Tbk. Pelaksanaan manajemen proyek pada divisi Project
Delivery & Quality Assurance di PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk belum terlaksana
secara maksimal sesuai dengan aturan. Hal ini disebabkan oleh 3 faktor yaitu people,
materials, dan environment. Salah satu penyebab kegagalan manajemen proyek pada
proyek ini adalah pihak eksternal, yaitu pihak tertanggung. Keterlambatan aktivitas proyek
oleh rekanan menunjukkan bahwa manajemen proyek tidak dilaksanakan dengan baik dan
benar. Akibatnya, pekerjaan proyek dapat memakan waktu lebih lama dari yang diharapkan
untuk diselesaikan. Saran yang dapat diberikan yaitu, harus ada kebutuhan khusus untuk
meningkatkan kinerja semua personel proyek agar semuanya berjalan dengan benar dan
sesuai dengan atura
Analisis Perbandingan Produktivitas Kerja Karyawan Sebelum Dan Setelah Pelatihan Pada BNNP Jawa Barat
Sumber daya manusia merupakan salah satu contoh kekuatan yang ada dalam perusahaan
dalam mewujudkan visi dan misi perusahaan, yang ikut terlibat secara langsung dalam
menggagaskan kegiatan perusahaan sebagai penggerak, pemikir, dan juga perencana. Guna
meningkatkan produktifitas karyawan yang dapat dilakukan salah satunya adalah dengan
pelatihan. Maka dari itu penulis melakukan suatu penelitian dengan judul “Analisis
Perbandingan Produktivitas Kerja Karyawan Sebelum Dan Setelah Pelatihan Pada BNNP Jawa
Barat” metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif yang mana ini merupakan metode
yang bertujuan untuk memecahkan, menganalisa, dan juga mengklasifikasi data-data yang
diperoleh agar dapat memberikan gambaran mengenai objek yang diteliti. Sedangkan teknik
pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi pustaka
Pengaruh Sanksi Perpajakan dan Self Assessment System terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Dalam Membayar Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan di Kota Bandung (Survey pada Badan Pengelola Pendapatan Daerah Kota Bandung)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sanksi perpajakan
dan self assessment system terhadap kepatuhan Wajib Pajak dalam membayar
pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan di Kota Bandung. Jenis
penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi dari
penelitian ini diambil dari 16.121 Wajib Pajak yang terdaftar di BPPD Kota
Bandung. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik
random sampling. Teknik pengumpulan data dengan menyebarkan kuesioner.
Lalu, untuk metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda
dengan taraf signifikansi 5%. Hasil dari pengujian ini menunjukan bahwa sanksi
perpajakan dan self assessment system berpengaruh terhadap kepatuhan wajib
pajak dalam membayar pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan di kota
Bandung
PENGARUH DEBT TO EQUITY RATIO (DER) DAN DEBT TO TOTAL ASSET RATIO (DAR) TERHADAP RETURN ON EQUITY (ROE) PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR OTOMOTIF YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2017-2021
Informasi yang diperlukan oleh investor dalam rangka berinvestasi pada
suatu entitas perusahaan, selain melihat harga saham perusahaan, investor juga
perlu melihat faktor fundamental yang dimiliki oleh perusahaan misalnya dengan
melihat struktur modalnya yang berkaitan dengan penggunaan utang dan modal
sendirinya. Dalam berinvestasi investor tentunya menginginkan return yang besar.
Maka dari itu, perlu untuk menganalisis pengaruh penggunaan utang dan modal
sendiri serta hubungannya dalam memperoleh laba perusahaan dengan berbagai
rasio keuangan. Pada penelitian ini rasio keuangan yang digunakan adalah rasio
rentabilitas dan profitabilitas, Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis
besarnya pengaruh variabel Debt to equity (DER) dan Debt to Total Assets Ratio
(DAR) terhadap Return on Equity (ROE) pada perusahaan sub sektor otomotif
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2021 secara parsial maupun
secara bersama. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan
menggunakan metode penelitian deskriptif. Alat analisis yang digunakan adalah
analisis uji korelasi, uji koefisien determinasi, analisis regresi sederhana dan
regresi berganda, serta pengujian hipotesis menggunakan uji t dan uji F. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa Debt to equity (DER) dan Debt to Total Assets
Ratio (DAR) terhadap Return on Equity (ROE) secara bersama memiliki
hubungan yang cukup kuat pada perusahaan sub sektor otomotif yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia periode 2017-2021. Berdasarkan pengujian hipotesis
diperoleh hasil bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara Debt to equity
(DER) terhadap Return on Equity (ROE) karena t hitung > t tabel maka H0
ditolak. Sedangkan pengujian secara parsial antara Debt to Total Assets Ratio
(DAR) terhadap Return on Equity (ROE) tidak berpengaruh secara signifikan
terhadap harga saham sehingga H0 diterima
PERANAN AUDIT INTERNAL DALAM PENCEGAHAN KECURANGAN (FRAUD) (Studi Kasus Bank BRI Unit Luragung II)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan audit internal dalam pencegahan kecurangan (fraud) pada Bank BRI Unit Luragung II. Masalah dalam penelitian ini yaitu kecurangan yang terjadi di Bank BRI Unit Luragung II dari periode 2019-2020. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian mengenai Peranan Audit Internal Dalam Pencegahan Kecurangan (fraud) pada Bank BRI Unit Luragung II di Kuningan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa audit internal yang diterapkan di Bank BRI Unit Luragung II sudah berjalan dengan baik, hal tersebut terlihat dengan tercapainya peranan audit internal yang terdiri dari independensi, kemampuan profesional, lingkup pekerjaan, dan pelaksanaan kegiatan pemeriksaan yang termasuk dalam kategori baik. Dan pencegahan kecurangan (fraud) yang diterapkan di Bank BRI Unit Luragung II sudah berjalan dengan baik, hal tersebut terlihat dengan tercapainya pencegahan kecurangan (fraud) yang terdiri dari budaya kejujuran dan etika yang bernilai tinggi, tanggung jawab manajemen untuk mengevaluasi risiko-risiko kecurangan, dan pengawasan dari komite audit yang termasuk kategori baik