Lampung University

Digital Library UNILA
Not a member yet
    762 research outputs found

    Perancangan Sistem Informasi Geografis (SIG) Berbasis Web\ud untuk Penyediaan Informasi Fasilitas dan Personalia di\ud Universitas Lampung

    Full text link
    Kondisi suatu lokasi dapat dilihat dan diketahui dalam sebuah peta. Universitas\ud Lampung memiliki peta lokasi kampus yang pembuatannya dilakukan secara manual.\ud Data yang ditampilkan di dalam peta manual masih terbatas. Peta lokasi kampus\ud Universitas Lampung belum dimanfaatkan untuk menampilkan informasi yang berkaitan\ud dengan fasilitas dan personalia yang ada di Universitas Lampung. Penelitian ini bertujuan\ud untuk merancang sebuah Sistem Informasi Geografis (SIG) berbasis web untuk\ud menampilkan informasi fasilitas serta data dosen dan unit kerjanya yang ada di\ud Universitas Lampung sebagai salah satu bentuk pemanfaatan peta lokasi kampus\ud Universitas Lampung. Sistem Informasi Geografis (SIG) berbasis web yang dibuat dapat\ud menjadi alat bantu bagi pengunjung dan civitas akademika untuk memperoleh informasi\ud keberadaan unit kerja dosen, informasi gedung, informasi fasilitas umum, serta peta\ud wilayah Universitas Lampung. Sistem Informasi Geografis (SIG) berbasis web ini dibuat\ud dengan menggunakan beberapa software yang open source yaitu, QuantumGIS,\ud MapServer, Framework Pmapper dan database MySQL. Framework Pmapper\ud memberikan kecepatan, ketepatan, kemudahan dan konsistensi dalam pengembangan\ud aplikasi yang menggunakan MapServer

    Potensi Penggunaan Pembangkit Kogenerasi di Industri Garment

    Full text link
    Industri merupakan salah satu pengguna energi terbesar. Konsumsi energi final sektor industri berdasarkan data tahun 2009 adalah sebesar 295.633.887.000 setara barel minyak atau sekitar 31,18% dari total konsumsi energi final Indonesia pada tahun tersebut. Komponen biaya energi suatu industri berkisar antara 10% - 30% dari total biaya produksi. Fluktuatifnya harga energi di pasar global menambah ketidakpastian dalam hal perancanaan biaya produksi dan pentingnya untuk melakukan kegiatan efisiensi energi. Efisiensi dapat dicapai dengan beberapa cara, antara lain dengan perilaku pemakaian yang efisien, perawatan yang baik, penggunaan peralatan yang hemat energi, dan pemanfaatan kembali energi yang terbuang. Besarnya penghematan yang dapat dilakukan sangat tergantung pada bentuk usaha yang dapat dilakukan. Selain penghematan dalam hal biaya energi, efisiensi energi juga dapat meningkatkan daya saing produk suatu industri.\ud Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan potensi penghematan pemakaian bahan bakar melalui penggunaan pembangkit kogenerasi di suatu industri garment.\ud Kajian ini dimulai dengan perhitungan penggunaan energi listrik dan konsumsi steam. Dari karakteristik atau pola pemakaian listrik dan steam selanjutnya dilakukan penentuan kapasitas dan jenis sistem pembangkit kogenerasi yang akan digunakan. Selanjutnya dilakukan perhitungan potensi penghematan pemakaian bahan bakar yang digunakan.\ud Dari hasil penelitian diketahui bahwa penggunaan sistem pembangkit kogenerasi cukup potensial. Profil dari konsumsi steam dan listrik secara garis besar memberikan informasi umum tentang tingkat potensinya. Berdasarkan tingkat konsumsi steam dan listrik untuk periode satu tahun diketahui penggunaan sistem kogenerasi akan dapat menghemat 858.48 ton batubara atau setara dengan penghematan sebesar Rp 558,012,256,-. Karena adanya pengurangan jumlah batubara yang dibakar, maka besarnya CO2 yang diemisikan juga akan berkurang sebesar 1,324 ton.\u

    Optimasi Temperatur Pada Proses Sintesis Zeolit Analsim Dari Abu Terbang Batubara

    Full text link
    Zeolit analsim dapat dibuat dari limbah pembakaran batubara, yaitu abu terbang. Temperatur merupakan parameter yang sangat penting dalam proses pembentukan kristal zeolit sintetis, oleh karena itu pada sintesis ini perlu ditentukan temperature optimum untuk mendapatkan persen kristalinitas tertinggi pada variasi percobaan. Zeolit analsim dibuat dengan metode hidrotermal alkali di dalam autoklaf dengan menggunakantemplate NaOH dengan konsentrasi 1,5 M dan variasi temperature 140°C, 150°C, 160°C, 170°C dan 180°C selama 72 jam. Abu terbang batubara berfungsi sebagai sumber silika yang dimurnikan dengan cara refluks menggunakan larutan HCl 1M. Karakterisasi zeolit yang dihasilkan antara lain identifikasi struktur dan analisis kristalinitas menggunakan X-ray diffraction (XRD) dan untuk mengetahui pembukaan pori zeolit sintesis dengan rentang bilangan gelombang 300- 420/cm menggunakan spektrofotometer inframerah (FTIR). Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa struktur zeolit analsim terbentuk pada semua variasi temperatur dengan kristalinitas mengikuti variasi temperatur adalah 22,07 %, 22,68 %, 23,23 %, 24,06 % dan 23,89%. Dari hasil analisis FTIR menunjukkan bahwa zeolit analsim tidak terjadi pembukaan pori. Temperatur optimum pada penelitian ini adalah\ud 170°C.\ud \ud Kata kunci : abu terbang batubara, analsim, kristalinitas, temperatur, zeolit.\u

    Penentuan Rasio Mol Template TPABr/SiO2 Terbaik Untuk Memperoleh Produk Kristal ZSM-5 Yang Tinggi Pada Sintesis ZSM-5 Dari Zeolit Alam Lampung

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh rasio mol template (TPABr/SiO2) terbaik untuk memperoleh kristal ZSM-5 fasa tunggal dengan persen kristalinitas ZSM-5 tertinggi pada range percobaan. ZSM-5 disintesis dari zeolit alam Lampung dengan sumber silika penambah Cab-O-Sil, menggunakan template\ud (agen pengarah) Tetra Prophyl Ammonium Bromide (TPABr). Sintesis ZSM-5 dilakukan di dalam reaktor\ud batch /autoklaf tanpa pengadukan pada suhu 180oC, tekanan autogenous, rasio SiO2/Al2O3 100 mol/mol,\ud waktu hidrothermal 24 jam, sedangkan rasio mol template TPABr/SiO2 dibuat bervariasi yaitu: 0,03; 0,04;\ud 0,05; 0,06; 0,07 mol/mol. Karakterisasi produk reaksi berupa penentuan struktur produk, morfologi\ud permukaan, dan sifat pori menggunakan metode Difraksi Sinar X, Scanning Electron Microscopy, dan\ud Brunauer-Emmet-Teller secara berturut-turut. Sedangkan untuk mengetahui persen kristalinitasnya menggunakan metode perhitungan basis amorf dan ASTM No D3906-85 A. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ZSM-5 terbentuk pada semua variasi mol rasio TPABr/SiO2 dengan persen kristalinitas terbaik berdasarkan basis amorf sebesar 35,9088% pada rasio TPABr/SiO2 0,03 mol/mol. Sedangkan dengan metode ASTM No D3906-85 A menghasilkan persen kristalinitas tertinggi sebesar 72,2846% pada rasio TPABr/SiO2 0,04 mol/mol. Kristal ZSM-5 yang dihasilkan berbentuk prisma segi enam dengan luas permukaan tertinggi sebesar 302,0 m2/g; ukuran pori dan volume pori tertinggi sebesar 38,5975 Ǻ dan 0,1266375 cc/g. Namun demikian produk reaksi masih disertai terbentuknya produk lain seperti ZSM-8 dan Analcime yang merupakan produk antara pada sintesis ini.\ud \ud Kata kunci : sintesis ZSM-5, template TPABr.\u

    Studi Eksperimental Pengaruh Kecepatan Putar Pahat\ud Terhadap Surface Roughness pada Pemesinan Bubut Kering\ud Dengan Actively Driven Rotary Tool

    Full text link
    Modern machining process faced with the high cost of production, the expectation of a high quality product and environmentally friendly technologies. One of machining process technologies that can reduce production costs and simultaneously prevents the environmental damage due to the use of cooling lubricant (cutting fluid) is dry machining. Turning with actively driven rotary tools is a novel method that has the potential for applying this dry machining technology. This paper presents an experimental study the effects of tool rotational speeds on the workpiece surface roughness. In order to apply the turning with actively driven rotary tool, a multi axis turning machine tool, Mori Seiki NT4200 DCG, that applicable for industry is utilized. The surface roughness value is obtained by measuring the surface roughness profile using a Surface Roughness Tester, Mitutoyo. Experimental results show that the surface roughness value could be reduced by increasing the tool rotational speed both in tool rotation direction of clockwise and counterclockwise. However, a decreasing trend of the surface roughness value based on the increase of tool rotational speeds is limited by the rigidity of tool holder system

    Pengaruh Konveksi Paksa Terhadap Unjuk Kerja Ruang Pengering Pada Alat Pengering Kakao Tenaga Surya Pelat Bersirip Longitudinal

    Full text link
    Salah satu cara untuk meningkatkan temperatur masuk ( ) dan kapasitas kakao yang ingin dikeringkan dalam ruang pengering adalah dengan memperluas daerah kontak permukaan perpindahan panas pada pelat kolektornya dan memperbesar laju aliran massa udara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh laju alir massa udara ( ) terhadap laju pengeringan kakao yang meliputi beberapa parameter seperti distribusi udara, laju perpindahan panas, efisiensi ruang pengering serta laju pengurangan kadar air ( ).\ud Ruang pengering dirancang dan dibuat dengan luas rak pengering 200 x 600 mm2, jarak antara rak pengering ( ) 6 cm dengan jumlah rak ( ) 8 buah serta kapasitas pengeringan sebanyak ( ) 8 kg. Ketinggian ruang pengering dari permukaan tanah 1 m dan lebar saluran udara keluar 0,25 cm. Pengambilan data dilakukan dengan membandingkan unjuk kerja antara ruang pengering pelat datar alamiah dengan ruang pengering pelat datar paksa dan ruang pengering pelat datar paksa dengan ruang pengering pelat bersirip yang berupa temperatur masuk ruang pengering, distribusi temperatur, perpindahan panas antar rak serta laju pengurangan kadar air ( ).\ud Hasil yang didapat untuk laju pengeringan membuktikan bahwa untuk ruang pengering dengan aliran alamiah didapat efisiensi rata-ratanya sebesar 18,09%, efisiensi ruang pengering dengan pelat datar terbesar pada laju alir massa udara ( ) 0,00819 kg/s yaitu sebesar 30,28% dengan = 0,001565 kg/s dan efisiensi untuk pelat bersirip terbesar pada laju alir massa udara ( ) 0,00921 kg/s yaitu sebesar 40.56% dengan = 0,003949 kg/s. Maka, terdapat peningkatan efisiensi sebesar 12,19% dari aliran alamiah terhadap aliran paksa datar dan 10,28% dari aliran paksa datar terhadap aliran paksa sirip.\u

    SIMULASI WAKTU PERAMBATAN DAN TINGGI GELOMBANG TSUNAMI\ud AKIBAT MELETUSNYA GUNUNG ANAK KRAKATAU

    Full text link
    Model numerik perambatan gelombang panjang digunakan untuk memodelkan perambatan gelombang\ud tsunami, baik yang disebabkan oleh gempa tektonik maupun gempa vulkanik atau akibat meletusnya gunung\ud berada di laut. Pada penelitian ini dipresentasikan simulasi perambatan gelombang tsunami akibat\ud meletusnya gunung anak krakatau dengan kekuatan yang sama dengan kekuatan krakatau tahun 1883.\ud Diasumsikan sumber tsunami sama dengan lokasi gunung anak krakatau sekarang. Dari lokasi tersebut\ud gelombang tsunami merambat menuju pantai Provinsi Lampung. Persamaan gelombang panjang non linier\ud dua dimensi (2-D) dengan solusi pendekatan beda hingga metode eksplisit (explicit finite-difference method)\ud dapat dipergunakan untuk mensimulasikan perambatan gelombang tsunami. Gelombang tsunami setinggi\ud lebih dari 12 meter dapat mencapai lokasi rencana pembangunan Jembatan Selat Sunda dalam waktu 35\ud menit.\ud Kata kunci : gelombang panjang, pendekatan beda hingga, anak krakata

    408

    full texts

    762

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Digital Library UNILA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇