762 research outputs found
Sort by
INFLUENCE OF INFORMATION ASYMMETRY ON THE PRACTIC EARNINGS MANAGEMENT IN MANUFACTURING COMPANY WHICH IS LISTED ON INDONESIA STOCK EXCHANGE\ud \ud \ud \ud
\ud
Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh dari variabel independen asimetri informasi, variabel kontrol ukuran perusahaan dan leverage terhadap praktik manajemen laba. Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang diperoleh dengan metode purposive judgement sampling dari tahun 2004 - 2008. Berdasarkan kriteria yang telah ditentukan, maka diperoleh 53 perusahaan yang menjadi sampel penelitian. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linier berganda pada tingkat keyakinan 95% dan tingkat kesalahan dalam analisis (α) 5%. Sebelum dilakukan analisis regresi linier berganda, terlebih dahulu dilakukan uji diskriminan dan uji asumsi klasik.\ud
\ud
Hasil penelitian secara empiris menunjukkan secara parsial, variabel independen asimetri informasi, variabel kontrol ukuran perusahaan dan leverage mempunyai pengaruh signifikan terhadap praktik manajemen laba. Secara simultan, variabel independen asimetri informasi, variabel kontrol ukuran perusahaan dan leverage mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap praktik manajemen laba.\u
INFLUENCE OF INFORMATION ASYMMETRY ON THE PRACTIC EARNINGS MANAGEMENT IN MANUFACTURING COMPANY WHICH IS LISTED ON INDONESIA STOCK EXCHANGE\ud \ud \ud \ud
A. Latar Belakang\ud
\ud
\ud
\ud
Salah satu sumber informasi dari pihak eksternal dalam menilai kinerja perusahaan adalah laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan dan transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku bersangkutan. Laporan keuangan dibuat oleh manajemen dengan tujuan untuk mempertanggungjawabkan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya oleh para pemilik perusahaan. Di samping itu, laporan keuangan digunakan sebagai laporan kepada pihak di luar perusahaan. Kinerja manajemen perusahaan tersebut tercermin pada laba yang terkandung dalam laporan laba rugi. Proses penyusunan laporan keuangan dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu yang dapat menentukan kualitas laporan keuangan.\u
The Influence of Budgeting Participation, Organization Commitment, and Environmental Uncertainty on Budgetary Slack\ud \ud
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dari Partisipasi Penganggaran, Komitmen Organisasi, dan Ketidakpastian Lingkungan terhadap Slack Anggaran. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pelayanan Dasar pada Pemerintah Provinsi Lampung. Data penelitian ini berupa kuesioner yang diberikan kepada mereka yang terlibat dalam penyusunan anggaran pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pelayanan Dasar. Penelitian ini terdiri dari variabel dependen yaitu Slack Anggaran, sedangkan variabel independennya yaitu Partisipasi Penganggaran, Komitmen Organisasi, dan Ketidakpastian Lingkungan. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan Uji Hipotesis melalui uji signifikansi regresi berganda secara parsial (uji t), dan Uji Asumsi Klasik. Hasil dari penelitian ini menerima hipotesis alternatif ketiga, sementara untuk hipotesis alternatif pertama dan kedua ditolak karena tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.\ud
\ud
Kata kunci : Slack Anggaran, Partisipasi Penganggaran, Komitmen, Organiasi, Ketidakpastian Lingkungan.\ud
\u
Evaluasi dan Aplikasi Dinamometer Force Ring untuk Mengukur Gaya Pemotongan pada Pemesinan Bubut dengan Sistem Pahat Berputar
This paper presents an evaluation of the force ring dynamometer in order to measure accurately the cutting forces on the turning with rotary tool system. The evaluation criteria include the effect of integration of the force ring dynamometer on the sensitivity of the sensor, the cross-talk between the signal force channels, and the existence of spindle-internal force. Calibration of the force ring dynamometer was carried out prior the cutting test to calibrate the sensitivity of the force\ud
ring dynamometer with use of the table-type dynamometer and also to compensate the cross talk of the output signals and error signals due to rotations of the spindle. Actual metal cutting tests were carried out to measure the cutting force components, which were compared with those measured with the standard table-type force dynamometer. The cutting test results show the measured cutting force components with the force ring dynamometer are in good agreement with the signal measured by the standard dynamometer. In addition, the measurement precision of average cutting force of the force ring dynamometer is ±10%. The measurement results of cutting force using the force ring dynamometer on the turning with rotary tool system showed that the force ring dynamometer is sensitive to the change of cutting force under the machining condition change including the cutting speed, depth of cut, and tool rotational speed
ANALYSIS OF CHANGES IN ECONOMIC STRUCTURE CENTRAL LAMPUNG DISTRICT OF YEAR 1998-2007\ud \ud
Sejak diberlakukannya pelaksanaan otonomi daerah yang terhitung pada 1 januari 2001 menempatkan setiap pemerintah daerah menjadi pemegang kunci dalam rangka keberhasilan pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan ekonomi regional. Dalam proses pembangunan ekonomi biasanya akan diikuti oleh proses perubahan struktur ekonomi. Selama ini sektor pertanian masih dianggap mampu menjadi sektor andalan dalam kontribusinya terhadap pendapatan baik di tingkat nasional maupun regional. Pengembangan sektor pertanian merupakan salah satu strategi dalam memacu pertumbuhan ekonomi. Kabupaten Lampung Tengah memiliki potensi yang mendukung kemajuan sektor pertanian. Namun seiring berjalannya waktu peranan sektor pertanian semakin menurun yang mencerminkan suatu proses transformasi struktural. Menurunnya peranan sektor pertanian ini salah satunya disebabkan oleh terjadinya alih fungsi lahan pertanian ke non-pertanian. \ud
\ud
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan struktur ekonomi Kabupaten Lampung Tengah selama periode 1998 hingga 2007 serta mengetahui bagaimana kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian daerah Kabupaten Lampung Tengah. Dalam analisis data dan pembahasan digunakan analisis shift share untuk melihat perubahan/pergeseran struktur ekonomi, Location quotient (LQ) untuk melihat sektor basis dan non-basis serta kontribusi sektor pertanian. \u
PRODUCTION UNIT ANALYSISOF INFLUENCE ONREALWAGES AND LABOR ABSORPTIONININDUSTRIALOFTAPIS\ud InBandarLampung\ud \ud
\ud
Thebasic problem is tomaximize economicdevelopment in aproductivejob creation is sustainable.Inan effort to placeof employment provision as a starting pointin attemptinghumansIndonesia became themain forceof development.In Indonesia, therateofpopulation growth is not matched with the equitable distribution and lack of labor market.\ud
\ud
Problem of expansion of employment opportunities isoneof themain problems oftoday,but basicallythereis a wayto expand employment opportunity,namely through the developmentof labor-intensive industries (LaborIntensive)which absorbs relativelymorelaborin their production process. Relation to the economy, small industries, especiallyindustrial ofTapis can improvethe economy, especiallydeveloping countries likeIndonesia, which hasaworkforce that quitealot.\ud
\ud
This studyaims to determinethe effect of variableunits of production andreal wages to laborabsorption in the industrial of Tapis in BandarLampungperiod\ud
2004.1 -2008.4. The analytical method used is ordinaryleast square, followed by hypothesis testing and simultaneous partiallythrough t test and f. Theresults in the period 2004 - 2008 byData quarter we concluded that, based on the calculations and discussion, conclusions that canbegiven bythe authors is that the results of calculations and statistical testsas awhole (Ftest) at thelevelof\ud
confidenceof 95percent,indicatingthat the valueofR ²=0.763820 whichmeans that the variable unit of production and real wages haveareal impact for 76.3820 percent of industrial labor absorption of Tapis inBandarLampung.Whilethe remaining23.618 percent is influenced byotherfactors beyond the model of this research. Meanwhile, accordingto ttest independent variables that turned out production units havepositive and real wagevariables negativelyaffect the employment screeningindustryinBandarLampung.Incalculatingthe independent variable is the elasticityof production units and real wages can be concluded\u
LABOR ABSORPTIONININDUSTRIALOFTAPIS PRODUCTION UNIT ANALYSISOF INFLUENCE ONREALWAGES AND \ud InBandarLampung\ud
Thebasic problem is tomaximize economicdevelopment in aproductivejob creation is sustainable.Inan effort to placeof employment provision as a starting \ud
\ud
pointin attemptinghumansIndonesia became themain forceof development.In Indonesia, therateofpopulation growth is not matched with the equitable distribution and lack of labor market.\ud
\ud
Problem of expansion of employment opportunities isoneof themain problems oftoday,but basicallythereis a wayto expand employment opportunity,namely through the developmentof labor-intensive industries (LaborIntensive)which absorbs relativelymorelaborin their production process. Relation to the economy, small industries, especiallyindustrial ofTapis can improvethe economy, especiallydeveloping countries likeIndonesia, which hasaworkforce that quitealot.\ud
\u
LABOR ABSORPTIONININDUSTRIALOFTAPIS PRODUCTION UNIT ANALYSISOF INFLUENCE ONREALWAGES AND \ud InBandarLampung\ud \ud
A. Simpulan\ud
\ud
Hasil perhitungan dan uji statistik secara keseluruhan (uji F) pada tingkat kepercayaan 95 persen, menunjukkan bahwa nilai R² 0,763820 yang berarti bahwa variabel unit produksi dan upah riil memiliki pengaruh nyata sebesar 76,3820 persen penyerapan tenaga kerja pada industri tapis di Kota Bandar Lampung. Sementara sisanya 23,618 persen dipengaruhi oleh faktor lain diluar model penelitian ini. Sedangkan, Menurut uji t bahwa ternyata variabel bebas unit produksi berpengaruh positif dan variabel upah riil berpengaruh negatif terhadap penyerapan tenaga kerja industri tapis di Kota Bandar Lampung, dapat dilihat diatas dalam pembahasan hasil. Dalam perhitungan tingkat elastisitas variabel bebas yaitu unit produksi dan upah riil dapat disimpulkan :\ud
a. Koefisien hasil perhitungan elastisitas variabel unit produksi sebesar 0,023646217 menunjukkan kelenturan perkembangan unit produksi terhadap penyerapan tenaga kerja. Artinya kenaikan unit produksi sebesar satu persen akan menyebabkan meningkatnya penyerapan tenaga kerja sebesar 0,023646217 persen, dengan asumsi variabel lain tetap (ceteris paribus). \ud
b. Koefisien hasil pergitungan elastisitas variabel Upah riil sebesar \u