1360 research outputs found
Sort by
ARSITEKTUR KONTEKSTUAL PADA DESIGN BANGUNAN
Arsitektur kontekstual merupakan konsep arsitektur yang digunakan untuk menciptakan rancangan bangunan dan aspek-aspeknya. Pendekatan ini mempertimbangkan karakteritsik setempat dimana bangunan akan didirikan sehingga hasil rancangan dapat berkesinambungan dengan kondisi eksisting. Perancangan arsitektur sebagai manifestasi dari sain dan sen,i pada penerapannya selain bersifat ilmu pasti juga mengandung unsur subyektif. Oleh karena itu penerapan sebuah konsep dapat menjadi beragam sesuai dengan pandangan arsiteknya. Tulisan ini bertujuan untuk menyampaikan hasil studi tentang rumusan kriteria perancangan dengan pendekatan kontekstual menurut sudut pandang perancang/penulis. Metoda yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sumber acuan hasil studi pustaka dan survey lapangan. Hasil akhir tulisan adalah alternatif rancangan yang menerapkan prinsip-prinsip arsitektur kontektual
PERANCANGAN KONSTRUKSI SHEET PILE PADA PENGGANTIAN DERMAGA CURAH KERING PELABUHAN TANJUNG PRIOK JAKARTA
Pada dermaga curah kering pasir pada Pelabuhan Tanjung Priok memiliki tipe dermaga terbuka namun fungsi dermaga terbuka tersebut kurang efektif, karena kapal yang bertambat tidak pada dermaga yang seharusnya. sehingga diperlukan pergantian tipe dermaga serta struktur pada dermaga. Pada perhitungan sheet pile menggunakan software plaxis v8.6. Dari hasil perhitungan menggunakan plaxis, sheet pile yang dirancang memiliki deformasi sebesar 33,55 × 10-3 m atau 3,55 cm. Dan sheet pile memiliki faktor keamanan sebesar 1,7706 ≥ 1,5 melebihi angka FS ≥ 1,5. Dengan hasil tersebut diperoleh sheet pile yang di rancang memenuhi nilai faktor keamanan dan dinyatakan aman
ANALISIS SISTEM TAMBAT SIRIH DALAM KINERJA OPERASIONAL DERMAGA PELRA DI PELABUHAN SUNDA KELAPA
Pelabuhan Sunda Kelapa keberadaannya sangat dibutuhkan dalam mempermudah distribusi barang dari dan menuju Jakarta. Oleh karena itu diperlukan analisis sistem tambat sirih pada dermaga pelayaran rakyat pada tahun 2017 terhadap kinerja pelayanan kapal dan barang. Dari hasil analisis didapatkan nilai Postponed Time 28 Jam 52 Menit, nilai Idle Time 47 Jam 41 Menit. Jumlah rata-rata bongkar muat 5.41 Ton/Regu /Jam. Untuk nilai BOR pada tahun 2017 sebesar 148.91% > 70%, kinerja pelayanan dermaga tidak efektif maka perlu di lakukan penambahan dermaga sepanjang 2020.93 m. Untuk nilai kinerja pelayanan gudang sebesar 5.34% dan nilai kinerja pelayanan lapangan penumpukan sebesar 20.97% maka dapat di simpulkan masih efektif bahkan masih banyak gudang dan lapangan penumpukan yang tidak terisi. Pada hasil perbandingan dapat di simpulkan bahwa sistem tambat sirih yang di gunakan pada dermaga pelayaran rakyat Pelabuhan Sunda Kelapa belum berjalan efektif dan sudah selayaknya dilakukan penambahan dermaga
ARSITEKTUR REGIONALISME DAN ISLAM DALAM TATA ZONASI MASJID AGUNG DEMAK
Masjid Agung Demak menjadi perintis penyebaran agama Islam dikota Demak. Walisongo merancang masjid dengan memadukan Arsitektur Regionalisme dan ajaran Islam. Hal tersebut dapat dikaji mengenai penyeimbangan antara Arsitektur Regionalisme dan ajaran Islam, sehingga dapat diterima oleh masyarakat dan sesuai dengan kaidah Islam. Hal yang perlu diperhatikan adalah mengenai Tata Zonasi masjid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaplikasian Arsitektur Regionalisme dan ajaran Islam kedalam Tata Zonasi Masjid Agung Demak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan studi literatur, kemudian dianalisa hingga mendapatkan sebuah kesimpulan
Pola Sirkulasi Di Bangunan Perpustakaan Nasional Kasus : Qatar, Korea, dan Taiwan
Perpustakaan merupakan tempat untuk bahan pustaka, yang disusun secara sistematis. Agar perpustakaan dapat melakukan fungsinya sebagai pusat informasi secara umum. Sirkulasi diperlukan untuk permudah pencapaian, perpindahan dari satu ruang ke ruang lainnya dan untuk efesiensi jarak perpindahan. Kasus studi terdiri dari Qatar National Library, National library of korea, dan national library of public information Taiwan. Studi banding dilakukan terhadap ketiga obyek kasus dengan variable hasil menggunakan studi banding pola sirkulasi pengunjung, pola sirkulasi pola irkulasi staff, dan penerimaan buku sehingga hasil menunjukan bahwa bahwa bangunan perpustakaan nasional di 3 kasus studi memiliki pola sirkulasi yang memudahkan pemustaka yang datang, pemustaka akan diarahkan menuju area resepsionis dan ruang loker, kemudian pemustaka baru dibolehkan menuju ke ruang yang dituju. Sirkulasi staff pada 3 kasus studi perpustakaan nasional memiliki akses tersendiri untuk melakukan operasional di dalam gedung perpustakaan nasional. Pada sirkulasi penerimaan buku, buku yang datang akan langsung menuju ruang penyimpanan kemudian akan di cek diruang sortir, prawatan, dan akan menuju ke ruang monograf
PENYULUHAN DAN PERCONTOHAN PENGGUNAAN LIMBAH PLASTIK UNTUK MATERIAL BAHAN BANGUNAN DI LINGKUNGAN RPTRA, JAKARTA BARAT
Construction is growing rapidly nowadays. Buildings, housing, industry/business centers and highways will require natural aggregates which are natural resources that cannot be renewed. Therefore, we need replacement materials able to replace these natural aggregate. The large amount of plastic waste in fields, based on existing data, causes environmental pollution through it can be reused and useful for building and road construction. Most of communities don’t even know the plastic waste processing technology that allow their use in the construction of house construction such as floors, walls, roofs, and hinges and also road construction with not heavy road loads. The purpose of this activity is to provide the knowledge to the people of RPTRA related to technology for the use of plastic waste for building materials and also road construction in the area in the RPTRA environment considering it is not a public road and hence, with not heavy vehicle. The method used is firstly observation and interview of several houses visited. Then activities about using different types of plastic waste as construction materials. Finally, evaluation of the progress of the project by conducting a survey to people who had met the criteria of being a member of the plastic waste program. The success of this program will be the people’s understanding and a significate growing of any highvalue plastic use as construction material. The benefit of this community service is to increase the knowledge and insight of the people of RPTRA, South Meruya, and West Jakarta City, related to environmentally friendly technologies such as plastic waste processing
KONSEP FASADE PADA MUSEUM AFRICAN AMERICAN HISTORY DI WASHINGTON DC
Museum merupakan tempat menyimpan benda-benda kuno yang dapat digunakan untuk
menambah wawasan dan juga sebagai sarana rekreasi. Prinsipnya, sebuah museum dapat menarik
minat pengunjung berdasarkan koleksi yang dimiliki. Dan bentuk bangunan museum dapat
memberikan pengaruh terhadap minat pengunjung. Fasade adalah bagian berpengaruh, karena
berfungsi sebagai salah satu bentuk komunikasi visual. Museum yang memiliki fasade menarik
salah satunya museum african american history di Washington D.C. Kaitan fasade bangunan
museum african american history akan dilihat konsepnya berdasarkan teori Francis D.K Ching.
Metodenya menggunakan metode kualitatif, hasil dapat di deskripsikan dalam kesimpulan yang
membahas beberapa aspek yang di tulis pada buku Francis D.K Ching
PENGARUH BENTUK ATAP ISLAMIC CENTER TERHADAP KONTEKS LINGKUNGAN KOTA MALANG
Islamic Center yang di dalamnya memenuhi fungsi, ibadah, pendidikan, serta rekreasi.
Memiliki peran yang penting dan berpengaruh besar keberadaannya di Kota Malang. Hal ini
juga memicu untuk menekankan bentuk banguan yang berkarakter yang mampu
meningkatkan nama Kota Malang. yang dalam hal ini penelitian fokus terhadap bentuk atap,
karena merupakan salah satu unsur penting yang mencerminkan fungsi suatu bangunan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan bentuk atap bangunan yang di
pengaruhi dua faktor yakni membawa nilai- nilai keislaman serta merespon kondisi
lingkungannya. Metode yang di gunakan adalah metode kuantitatif yang mendeskripsikan
elemen-elemen pembentuk atap yang di pengaruhi dua faktor di atas
EVALUASI TEBAL PERKERASAN LANDAS PACU YOGYAKARTA INTERNATIONAL AIRPORT
Yogyakarta International Airport terletak di Kecamatan Temon Kabupaten Kulon Progo yang
melayani penerbangan domestik dan internasional. Yogyakarta International Airport nantinya
akan menggantikan peran Bandar Udara Adisutjipto. Yogyakarta International Airport telah
beroperasi secara minimum, karena operasionalnya masih terbatas data pergerakan pesawat udara
yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data pergerakan pesawat udara dari Bandar
Udara Adisutjipto dengan asumsi Bandar Udara Adisutjipto berhenti beroperasi dan semua
operasionalnya dipindahkan ke Yogyakarta International Airport. Mengingat Yogyakarta
International Airport yang masih baru beroperasi, maka diperlukan adanya evaluasi terhadap tebal
perkerasan landas pacu pada Yogyakarta International Airport. Penelitian ini memuat tentang
landas pacu Yogyakarta International Airport dengan tujuan mengevaluasi apakah landas pacu
dapat melayani pergerakan pesawat udara, mengevaluasi tebal perkerasan landas pacu pada
Yogyakarta International Airport menggunakan metode ACN-PCN, dan membandingkan
perhitungan grafis dengan tebal perkerasan eksisting. Didapat kesimpulan landas pacu Yogyakarta
International Airport dapat melayani pergerakan pesawat udara. Untuk tebal lapisan perkerasan
diperoleh tebal surface 10 cm, base course 36,1 cm, subbase 51 cm dan total tebal perkerasan 97,1
cm. Didapatkan nilai PCN = 71, hasil ini lebih kecil dibandingkan nilai PCN Yogyakarta
International Airport yaitu 93/F/C/X/T dengan tebal 92 cm. Sehingga landas pacu Yogyakarta
International Airport dapat mendukung pergerakan pesawat udara yang akan beroperasi