1360 research outputs found
Sort by
PENEGAKAN HUKUM TERHADAP KORPORASI YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA LINGKUNGAN (Studi Kasus Wilayah Jawa Timur)
Hubungan Norma Agama Tentang Kerja dan Kepatuhan Hukum Tentang Kerja : Suatu Studi Koneksional Kemampuan Interpretasi Norma Agama Dengan Kepatuhan Hukum Tentang Kerja Anggota SKKEP
Poster Infografts Ruang Kerja Di Rumah Yang Efektif Dan Ergonomis Selama WFH
Haki dengan karya Poste
Kekuatan Klausula Pengesampingan Pasal 1266 KUH Perdata dalam Putusan Kontrak (Studi Terhadap Putusan-Putusan Pengadilan di Indonesia)
Kajian Yuridis Kebijakan Pemerintah Terhadap Penangkapan Ikan oleh Kapal Asing di Wilayah Republik Indonesia (Periode Tahun 1999 - 2019)
Pelatihan Presentasi untuk Berkomunikasi secara Menarik ,Komunikasi serta Interaktif di dalam ruang Virtual dan nin Virtual (Pengabdian Masyarakat Trisakti
Dominant Success Factors of Managing Subcontractors by Main Contractors in Sustainable Development Project
Challenges faced by businesses, including a construction service sector, are involved. The complexity in a construction business stimulates construction project practitioners to cooperate and apply POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) management function well. However, there always problems during the construction process, like problems between contractor-subcontractor. A contractor plays roles as one who executes the plan, and a subcontractor works under the contactor's commands—the contractor-subcontractor relationship based on a legal contract. There is no research on the problems conducted on the base of POAC management perspectives yet. The samples of this research are contractor-subcontractor who was working on a skyscraper project in Jakarta. The research instrument conducted four dependent variables and 40 independent variables. Data analyzed with confirmatory factor analysis in 2 stages; each stage results in dominant numbers derived from the respondents' perception. The research finds that the most commonly occurring problem between them is actuatin
PELATIHAN PEMANFAATAN KALENG BEKAS MENJADI PRODUK BERNILAI EKONOMI BERSAMA CV RUMAH KAMPUNG ELITE DECOR (LAPORAN KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) (PKM-MONO)
Persoalan sampah khususnya di Jakarta menjadi masalah yang sangat
pelik dan sangat sulit untuk dipecahkan. Kurangnya kesadaran
masyarakat dalam menjaga lingkungannya adalah salah satu hal yang
paling dominan dalam menyumbangkan berbagai masalah sampah di
perkotaan tersebut. Sampah yang paling banyak dijumpai pada
umumnya adalah jenis sampah anorganik, yaitu sampah-sampah
berbahan baku material sintetis yang sulit terurai secara alami.
Salah satu barang bekas pakai yang sulit terurai secara alami adalah
wadah berbahan kaleng. Kaleng adalah hasil dari proses manufaktur
yang menggunakan bahan lembaran baja sebagai bahan bakunya.
Proses manufaktur pembuatan kaleng bermacam-macam, mulai dari
proses press, roll forming, welding, dan diseam. Khusus untuk
pembuatan kaleng atau sering disebut metal packaging, bahan
lembaran baja yang digunakan sering disebut dengan ET (Elektronik
Tinplate). Oleh karena itu, kaleng-kaleng bekas (misalnya kaleng bekas
kemasan cat), biasanya digunakan kembali (re-use) sebagai wadah
atau fungsi yang lain.
Berkaitan dengan penggunaan kaleng-kaleng bekas tersebut, ternyata
salah satu fungsi kaleng bekas yang bermanfaat bagi masyarakat yang
tinggal di daerah urban seperti Jakarta adalah sebagai media tanam
(pot). Seperti kita ketahui bersama kebanyakan masyarakat perkotaan
tinggal di perumahan yang minim lahan atau menempati bangunan yang
bertingkat (vertical). Hal ini menyebabkan terbatasnya lahan untuk
penghijauan. Untuk menyiasati kondisi tersebut, maka diperlukan teknik tertentu agar kaleng bekas tersebut dapat tampil menarik sebagai media
tanam bernilai estetis.
Fakultas Seni Rupa dan Desain dalam hal ini adalah Program Studi
Desain Komunikasi Visual, memiliki kompetensi berkaitan dengan teknik
pewarnaan yang menonjolkan aspek estetika. Dengan bekal keilmuan
tersebut, Program Studi Desain Komunikasi Visual akan memberikan
pelatihan dengan tema ““Pelatihan Pemanfaatan Kaleng Bekas Menjadi
Produk Bernilai Ekonomi”. Melalui pelatihan ini sasaran akan
memahami cara memanfaatkan kaleng bekas menjadi media tanam
dengan memberikan sentuhan warna yang menarik. Sebagai sasaran
pelatihan adalah karyawan CV Rumah Kampung Elite Deco
SPIRITUALITAS ISLAM DALAM BANGUNAN ARSITEKTUR RUMAH GADANG ISTANA BASA PAGARUYUNG DI BATUSANGKAR SUMATERA BARAT
Hasil dari penelitian diketahui bahwa terdapat empat elemen arsitektur yang memiliki makna spiritualitas Islam. Dapat disimpulkan bahwa bangunan arsitektur Rumah Gadang Istana Basa Pagaruyung dibangun dengan pemikiran untuk menghubungkan antara elemen arsitektur yang ada dengan alam. Rumah Gadang Istana Basa Pagaruyung dominan menggunakan analogi organisme alam, sehingga memberikan suatu kesan dan ide bentuk yang terkesan tidak masif dan kaku tetapi cenderung dinamis. Hal ini seiring dengan konsep kebudayaan Minangkabau ‘Alam Takambang jadi Guru’ yang juga banyak terpengaruh spiritualitas Islam