1360 research outputs found
Sort by
Pengaruh Karakter Visual Bangunan Sekitar Terhadap Perancangan Fasad Bangunan Perpustakaan Nasional
Perpustakaan Nasional adalah sebuah perpustakaan yang secara khusus didirikan oleh
pemerintahan negara demi menyimpan informasi negara dan sebagai perpustakaan deposit
yang bertempat di ibukota negara. Fasad bangunan merupakan elemen terpenting dalam
penyampaian arti dari bangunan itu sendiri. Pada kawasan ini terdapat bangunan lama dan
bangunan baru yang saling berdampingan. Dari fasad kita dapat mengetahui fungsi bangunan, gaya bangunan dan budaya yang berada yang ada. Sebagai Perpustakan Nasional yang mengusung tema kontekstual, karakter visual dari fasad bangunan perlu diperhatikan untuk meningkatkan identitas kawasan. Dengan menggunakan motode tipologi dan deskriptf-analitis pada bangunan sekitar kawasan perpustakaan nasional. Sehingga menghasilkan karakterkarakter bangunan yang dapat digunakan pada fasad bangunan baru Perpustakaan Nasional
PENCERMINAN KONSEP MODERN FUNGSIONALIME PADA FASADE BANGUNAN APARTEMEN
Upaya dalam memenuhi kebutuhan hunian masyarakat di kota besar yang modern salah satunya dengan membuat hunian vertikal berupa apartemen. Gaya hidup modern menuntut untuk melakukan sesuatu dengan cepat, efisien, dan fungsional. Salah satu cara mencerminkan karakteristik tersebut dapat dilakukan melalui rancangan fasade dengan
pendekatan modern fungsionalisme. Oleh sebab itu, perlu adanya panduan perancangan untuk menerapkan konsep modern fungsionalisme pada fasade bangunan apartemen. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk merumuskan kriteria perancangan fasade bangunan apartemen dengan pendekatan modern fungsionalsme. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah deduksi teori. Dapat disimpulkan bahwa, kriteria perancangan konsep modern fungsionalisme dapat diwujudkan pada fasade bangunan aparteme
ANALISIS PENURUNAN TANAH TIMBUNAN PADA KONSTRUKSI RUNWAY DENGAN PROGRAM BANTU MICROSOFT EXCEL
Permasalahan yang sering terjadi dalam konstruksi pembangunan jalan adalah kondisi tanah dasar pada permukaan tanah yang lunak. Apabila tidak dilakukan perbaikan tanah terlebih dahulu pada jenis tanah ini, maka tanah dasar akan mengalami penurunan yang relatif besar, maka dari itu penimbunan yang dilakukan pada tanah lunak akan mengalami penurunan konsolidasi. Konsolidasi merupakan fenomena dalam mekanika tanah yang sering menimbulkan permasalahan geoteknik yang terjadi pada waktu yang lama. Studi ini bertujuan untuk mengetahui penurunan konsolidasi terhadap beban timbunan dengan metode Terzaghi, lalu membandingkan hasil dari beberapa metode distribusi tegangan vertikal seperti Boussinesq, metode 2:1 ,dan metode Simpson. Hasil dari studi ini menyatakan penurunan konsolidasi primer dengan menggunakan beberapa metode distribusi tegangan vertikal terdapat analisis yang hasilnya mendekati. Pada metode Boussinesq dan Simpson terdapat hasil penurunan yang sama yaitu 0,0658 dan 0,0666. Hasil analisis kedua metode tersebut bisa mendekati karena pada perhitungan distribusi tegangan vertikal tidak jauh berbeda
EVALUASI SALURAN DRAINASE EKSISTING DAN RENCANA PERBAIKAN SALURAN DRAINASE UNTUK PENGENDALIAN BANJIR PERUMAHAN METRO SERPONG, TANGERANG
Evaluasi saluran drainase yang berlokasi di kawasan Perumahan Metro Serpong, Tangerang.
Kawasan Perumahan Metro Serpong tersebut mengalami kebanjiran yang diakibatkan karena
saluran drainase yang tidak bisa menampung dan mengalirkan air secara normal. Penelitian ini
bertujuan menyelesaikan permasalahan yang terjadi pada kawasan Perumahan Metro Serpong
yang tergenang. Berdasarkan metode yang digunakan, didapatkan hasil analisa hidrologi dan
hidrolika yang akan dibandingkan untuk mendapatkan besarnya kapasitas saluran drainase yang
dibutuhkan untuk memenuhi debit banjir yang terjadi pada daerah tersebut. Hasil yang diperoleh
dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kapasitas saluran drainase lebih kecil dibandingkan
dengan debit banjir rasional. Oleh karena itu, saluran drainase di kawasan Perumahan Metro
Serpong akan diperbaiki dengan memperbesar dimensi saluran drainase untuk memperbesar
kemiringan dasar salurannya juga. Dengan begitu, saluran drainase dapat menampung dan
mengalirkan air secara lancar
CULTURAL PLURALITY WITHIN THE CONCEPT OF JAVANESE HARMONY IN KAUMAN YOGYAKARTA
ABSTRACT
Harmony is a synchronous integration of differences and pluralities which in their respective original states
succeed in adjusting to each other thereby forming a balanced union. In the context of Javanese culture
called selaras, namely is the creation of a comfortable and beautiful existence within a diversity. One of
the visual forms of Javanese harmony can be observed in a residential settlement in Yogyakarta, an area
of Javanese cultural heritage from the 17th century. A qualitative descriptive analysis method was used
aimed to describe the interrelationships and interweaving of all forming aspects reflecting the adaptation
process which enabled the creation of such harmonious condition in a residential settlement. Today, this
settlement possesses a unique characteristic, that takes the form of a residential settlement where three
cultures, namely the Javanese, Islamic, and modern cultures, are blended in harmony. This condition
developed as a result of the community’s adherence to Javanese cultural traditions during their adaption
to changes and developments over the course of time.
ABSTRAK
Harmoni adalah suatu kondisi yang serasi dari perbedaan dan pluralitas yang kemudian dengan bentuk
aslinya masing-masing dapat saling menyesuaikan dan menyatu dengan seimbang. Dalam Budaya jawa
disebut selaras, yaitu terciptanya kehidupan yang nyaman dan indah dalam keragaman. Salah satu wujud
harmoni Jawa secara visual dapat terlihat di sebuah permukiman di Yogyakarta, yang merupakan suatu
wilayah permukiman warisan budaya Jawa dari abad ke-17. Digunakan metode analisis deskriptif kualitatif
yang bertujuan untuk memaparkan keterkaitan dan jalinan semua aspek pembentuk yang mencerminkan
proses adaptasi sehingga terbentuk harmonisasi permukiman. Pada masa kini, permukiman ini memiliki
keunikan yang khas yaitu sebuah bentuk permukiman yang merupakan perpaduan yang harmonis dari
tiga budaya, yaitu budaya Jawa, Islam, dan budaya modern. Kondisi yang terbangun karena masyarakatnya
taat pada tradisi budaya Jawa dalam melakukan adaptasi terhadap perubahan dan perkembangan jaman