1360 research outputs found
Sort by
Exhibition Corak dan Ragam Nusantara : Menampilkan 400 Karya Seni Rupa
SAMBUTAN BUPATI GARUT
Pada Kegiatan
PAMERAN NUSANTARA
Dengan terlebih dahulu memanjatkan rasa syukur ke hadlirat Allah swt saya menyambut gembira dan
menghargai upaya pelaksanaan kegiatan Pameran Nusantara, dengan tema Corak dan Ragam Nusantara.
Ada pun waktu dan tempat pelaksanaannya, tanggal 22 sd 28 Maret 2020 di Joglo Hotel & Resto Jl.
Proklamasi Garut. Pameran Nusantara adalah bentuk pameran Karya Seni Rupa yang diselenggarakan oleh Galeri Baraya
Seni Rupa (GBSRI) melibatkan peserta dari Perupa Nusantara yang saat ini masuk dalam konten
www.gbsri.com. Kegiatan pameran ini pun melibatkan berbagai komunitas, yaitu Komunitas 22 Ibu,
Komunitas Gradasi (Soreang), Komunitas Sanggar dan Batik (Batik Kawentar) yang ada di Garut. Pameran
Nusantara ini akan menampilkan lebih dari 400 karya Seni Rupa, yaitu batik, lukisan, dan patung
Kegiatan Workshop Batik Gutta Tamarind yang diadakan bersamaan dengan Pameran Nusantara ini
sebagai tindak lanjut dari Workshop Pengenalan malam dingin bekerja sama dengan Perguruan Tinggi
Jawa Barat dan Jakarta : ITB, Maranatha, ISBI, IKJ dan Trisakti. Workshop itu sendiri telah dilaksanakan di
Garut pada bulan Januari kemarin dengan peserta puluhan pengrajin batik dari Garut. Dalam hal ini tentu
saja diharapkan para pengrajin batik di Garut masing-masing mengetahui, memahami dan memanfaatkan
malam dingin ini dalam praktek pembuatan batik.
Karena itu, melalui kegiatan ini pula secara umum diharapkan dapat memotivasi masyarakat Garut,
khususnya para pengrajin Batik Garutan, untuk meningkatkan produktiϐitasnya, baik kuantitas maupun
kualitas, dan sekaligus berpartisifasi melestarikan salah satu budaya warisan adiluhung leluhur. Secara
khusus diharapkan dapat digunakan oleh Pemerintah Kabupaten Garut sebagai salah satu acuan dalam
rangka melestarikan tradisi batik sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) milik Indonesia
yang telah ditetapkan UNESCO pada 2 Oktober 2009.
Demikianlah sambutan saya sebagai pengantar kegiatan ini, semoga bermanfaat dalam pelestarian dan
pengembangan industri kreatif berbasis warisan budaya tak benda di Kabupaten Garut maupun
Nusantara. Akhir kata saya ucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada penggagas dan
panitia pameran ini.
Garut, Maret 2020
BUPATI GARU
PEMAHAMAN PRINSIP BERKELANJUTAN DAN TEKNOLOGI DIGITAL UNTUK ARSITEK INTERIOR SEBAGAI BAGIAN DARI MASYARAKAT MILLENIAL
Dalam buku saku Panduan Merdeka Belajar - Kampus Merdeka dikatakan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan memfasilitasi perguruan tinggi untuk mewujudkan Tujuan Nasional melalui kebijakan Merdeka Belajar - Kampus Merdeka (Undang-undang no.12 tahun 2012). Dalam Permendikbud no.3 tahun 2020 tentang standar Nasional Pendidikan Tinggi, dijelaskan bahwa 4 amanah kebijakan terkait dengan Merdeka Belajar - Kampus Merdeka meliputi : 1). Kemudahan pembukan program studi baru, 2). perubahan sistem akreditasi prguruan tinggi, 3). perubahan perguruan tinggi menjadi badan hukum, dan 4). hak belajar tiga semester di luar program studi. Melalui kebijakan Merdeka Belajar - Kampus Merdeka, perguruan tinggi dituntut untuk merancang dan melaksanakan proses pembelajaran yang inovatif agar mahasiswa dapat meraih capaian pembelajaran secara optimal. (Nizam, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi).Menurut Paristiyanti Nurwardani, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jemderal Pendidikan Tinggi, kebijakan Merdeka Belajar - Kampus Merdeka Menteri Nadiem Makarim, bertu-juan mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki du-nia kerja. Bahkan dalam kebijakan ini memberikan peluang kepada mahasiswa untuk menentukan mata kuliah yang akan mereka tempuh. Pembelajaran Kampus Merdeka akan memberikan tantangan dan kesempatan kepada mahasiswa untuk pengembangan kreativitas, kapasitas dan kebutuhan ma-hasiswa, serta mengembangkan kemandirian dalam mencari dan menemukan pengetahuan melalui kegiatan lapangan, seperti interaksi sosial, kolaborasi, manajemen diri, tuntutan kinerja, target, kondisi nyata di lapangan, dan pencapaiannya