1360 research outputs found
Sort by
SPIRITUALITAS ISLAM DALAM BANGUNAN ARSITEKTUR RUMAH GADANG ISTANA BASA PAGARUYUNG DI BATUSANGKAR SUMATERA BARAT : LAPORAN PENELITIAN
ABSTRAK
Kehidupan agama sangat kuat di Indonesia, tidak terkecuali di Sumatera
Barat. Spiritualitas Islam sangat mendominasi di Sumatera Barat, hal ini
didukung dengan banyaknya pemeluk agama Islam di sana. Kehidupan
sehari-hari masyarakat Minangkabau juga turut dipengaruhi oleh
spiritualitas Islam. Dampaknya yang begitu kuat turut menjadi perhatian,
termasuk para desainer maupun arsitek. Penelitian ini bertujuan untuk
mengenali dan mendalami bagaimana spiritualitas Islam berpengaruh
terhadap bangunan arsitektur dengan memperhatikan makna
spiritualitasnya. Istana Basa Pagaruyung merupakan tempat kediaman
keluarga Kerajaan Pagaruyung pada abad ke-17 dan diketahui sebagai
awal mula agama Islam tersebar di Sumatera Barat. Istana Basa
Pagaruyung yang ada sekarang merupakan bangunan replika. Meskipun
demikian, Istana Basa Pagaruyung ini tetap dibangun dengan
mempertahankan wujud aslinya semula. Metode yang digunakan pada
penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan kebudayaan.
Data dan informasi yang diperoleh dari lapangan ditarik makna dan
konsepnya melalui pemaparan secara deskriptif analitik dan tanpa
menggunakan angka karena lebih mengutamakan prosesnya. Pada
akhirnya, tujuan dari penelitian ini adalah mengungkapkan fakta, keadaan,
fenomena, dan keadaan yang sedang terjadi. Hasil dari penelitian diketahui bahwa terdapat empat elemen arsitektur
yang memiliki makna spiritualitas Islam. Dapat disimpulkan bahwa
bangunan arsitektur Rumah Gadang Istana Basa Pagaruyung dibangun
dengan pemikiran untuk menghubungkan antara elemen arsitektur yang
ada dengan alam. Rumah Gadang Istana Basa Pagaruyung dominan
menggunakan analogi organisme alam, sehingga memberikan suatu kesan
dan ide bentuk yang terkesan tidak masif dan kaku tetapi cenderung
dinamis. Hal ini seiring dengan konsep kebudayaan Minangkabau ‘Alam
Takambang jadi Guru’ yang juga banyak terpengaruh spiritualitas Islam.
ABSTRACT
Religious dimensions are very strong in Indonesian, including in West Sumatra.
Islamic spirituality is very dominating in West Sumatra, it supported by the large
number of Muslims there. The daily life of the Minangkabau people are also
influenced by Islamic spirituality. Its strong impact is also a concern, including
designers and architects. This research is basically a desire to recognize and
explore how Islamic spirituality influences an architectural building by paying
attention to the meaning of the spirituality of the building itself. Pagaruyung
Palace was the residence of the family of the Pagaruyung Kingdom in the 17th
century and is known as the beginning of the spread of Islam in West Sumatra.
The present of Pagaruyung Palace is a replica. Nevertheless, the Pagaruyung
Palace was still built by maintaining its original form. The method used in this
research is descriptive qualitative with a cultural approach. Data and information
obtained from the field are drawn into meaning and concept through descriptive
analytic presentation and without using numbers because they prioritize the
process. In the end, the purpose of this research is to reveal the facts,
circumstances, phenomena, and circumstances that occur when the research is
running.
The results of this study note that there are four architectural elements that have
the meaning of Islamic spirituality. It can be concluded that the architectural
building of the Big House of Pagaruyung Palace was built with the thought to
connect existing architectural elements with nature. The Big House of
Pagaruyung Palace predominantly uses the analogy of natural organisms, thus
giving an impression and idea of a form that seems not massive and rigid but
tends to be dynamic. This is in line with the concept of the Minangkabau culture
'Nature is developed into a Teacher' which is also heavily influenced by Islamic
spirituality
Kebijakan Pemanfaatan Tanah Kas Desa (TKD) dan Upaya Perlindungan Hukumnya Bagi Masyarakat dan Pemerintah Desa Sukasari Kabupaten Pandeglang yang Memberi Keadilan, Kesejahteraan, Kemanfaatan dan Kepastian Hukum
Tinjauan Yuridis Perlindungan Hukum Pihak Ketiga (Pemenang Lelang) Para Pihak Dalam Parate Eksekusi Hak Tanggungan
Metode Pembelajaran Daring pada Mata Kuliah Praktika Nirmana
Pandemi Covid-19 telah berdampak pada hampir semua aspek termasuk dunia pendidikan,
tinggi. Adanya wabah virus corona yang terjadi secara global ini mampu mempercepat proses
perubahan iklim pembelajaran termasuk di perguruan tinggi sehingga semua pihak dipaksa
beradaptasi dengan cepat dengan perubahan tersebut. Kondisi pandemic ini membuat
percepatan semua pihak untuk mengenal sistem perkuliahan daring yang sebelumnya bukan
menjadi seuatu keharusan. Meskipun demikian, pandemi ini mampu mengakselerasi
pendidikan versi revolusi industri 4.0 yang mengedepankan sistem pembelajaran jarak jauh
dengan memanfaatkan teknologi informasi. Kini pembelajaran yang biasanya dilakukan di
ruang-ruang kelas atau studio (on-site) dengan bertatap muka kemudian harus dilaksanakan
secara daring (online) melalui layar. Semua interaksi menjadi serba digital sehingga jaringan
internet dan tentunya keberadaan kuota menjadi hal penting untuk mendukung semua proses
tersebut. Kondisi work from home dan study from home memaksa semua pihak untuk berupaya
memaksimalkan proses pembelajaran baik yang bersifat teori maupun praktika.
Seperti halnya institusi akademik lain yang mengedepankan pendidikan seni rupa dan
desain, perkuliahan di (Fakultas Seni Rupa dan Desain) FSRD Universitas Trisakti banyak
mempelajari hal-hal yang bersifat kreativitas yang berhubungan dengan reka bentuk visual 2D
ataupun 3D. Pelaksanaan kuliah pun banyak yang bersifat praktika karena untuk melatih
kreativitas mahasiswa tidak bisa semata-mata disampaikan dalam bentuk kuliah teori saja
namun penekanannya justru pada implementasinya. Dalam kondisi pandemi saat ini,
pelaksanaan kuliah secara daring untuk mata kuliah berbasis praktika menghadapi tantangan
tersendiri. Salah satunya adalah mata kuliah nirmana. Nirmana merupakan salah satu mata
kuliah praktika yang dilaksanakan di semester awal (pendidikan dasar) dan merupakan mata
kuliah basic design yang mendidik mahasiswa untuk mengasah kreativitas dan kepekaan
terhadap rasa. Mata kuliah ini mahasiswa diperkenalkan pada teori yang berkaitan dengan
unsur-unsur rupa dan prinsip-prinsip perupaan (penciptaan/perancangan). Mata kuliah ini
diberikan pada semester 1 (Nirmana Datar atau Nirmana 2D) dan pada semester 2 (Nirmana
Ruang atau Nirmana 3D). Bersamaan dengan mulai diberlakukannya study from home pada
tanggal 16 Maret 2020, maka mata kuliah Nirmana Ruang pun harus dilaksanakan secara
daring
MODEL KOMUNIKASI DALAM HUBUNGAN RANTAI PASOK PADA PROYEK KONSTRUKSI
Rantai pasok konstruksi merupakan hubungan berbagai pihak dalam suatu rangkaian proses konstruksi yang menghasilkan produk konstruksi. Keterlibatan berbagai pihak pada proses pelaksanaan konstruksi mengakibatkan komunikasi proyek berkembang menjadi komplek, seringkali ditemukan permasalahan di setiap tahapan proses konstruksi dan menyebabkan proyek konstruksi tidak berjalan dengan lancar.Penelitian bertujuan untuk mengetahui model
komunikasi dalam hubungan rantai rantai pasok sehingga nantinya dapat di evaluasi dan dilakukan perbaikan terhadap komunikasi yang dilakukan selama ini. Penelitian ini di lakukan dengan metode wawancara dan di lanjutkan dengan menyebarkan kuisioner. Dari hasil analaisis data didapatkan pola komunikasi dan ketidakpastian yang sering terjadi pada hubungan rantai
pasok proyek konstruks
The Influence of Extensive Reading Instructional Activities Towards The Law Student's Ability to Identify the Use of Legal Principles in Legal Facts
Micro-Climate and the Use of Kampong-Kota Communal Space
Communal outdoor space functions as a social space, especially in dense urban housing, such as in a city. The microclimate represents local climatic conditions consisting of temperature, humidity, wind and solar radiation. Many previous studies have looked at the relationships and effects of microclimate that have an impact on the intensity and behavior of outdoor space use. Unfortunately, this research has never been carried out in a dense communal space such as a urban informal settlement. Because there are people who tolerate and end up enjoying feelings of warmth and heat, depending on expectations and thermal experiences in the past. The objective of this study was to assess how much the influence of microclimate elements on the space use is related to preferences on microclimate and spatial use activities. A case study was conducted in a communal space in the informal settlement of Petamburan, Jakarta. The Field Survey included a structured interview with standardized questionnaire and observation of activities in the communal space, along with daytime microclimate monitoring. Data analyzed with PLS (Partial Least Squares) program to obtain the first model showing the measurement model and the second model which was a structural model that shows the estimated power of the equation model among the measured latent/construct variables. The analysis showed that a person's behavior in the form of the arrival rate (frequency) in using their communal space cannot only be evaluated from the conditions of the microclimate in the form of wind but need to be seen first from their preferences (hot and humid) on the microclimate. These results will serve as guidelines for architects and urban designers in describing conditions and possible further developments to improve microclimate conditions based on the physical design of urban space