TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Not a member yet
43 research outputs found
Sort by
Hubungan peran guru bimbingan dan konseling dengan motivasi belajar siswa sekolah menegah kejuruan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran guru bimbingan dan konseling dengan motivasi belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan menggunakan pendekatan survey. Data dan sumber data dalam penelitian ini yaitu siswa kelas XI SMK Muhammadiyah 9 Jakarta yang berjumlah 254 siswa. Sampel berjumlah 35 siswa yaitu siswa kelas XI Administrasi Perkantoran 2 dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu angket. Data dianalisa dengan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru bimbingan dan konseling dengan motivasi belajar siswa dalam kategori rendah. Hal tersebut diketahui melalui analisis dan pengolahan data angket didapat hasil koefisien korelasi masuk dalam kategori rendah yaitu sebesar 0,260
Layanan bimbingan kelompok dalam meningkatkan komunikasi interpersonal siswa
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pelayanan konseling kelompok dalam meningkatkan komunikasi interpersonal pada siswa kelas X SMAN 1 Tanjurhalang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan kuasi eksperimen pre-test dan post test control group design. Sampel penelitian diambil dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan 20 siswa sebagai sampel yang terbagi dalam dua kelas, 10 siswa sebagai kelas eksperimen dan 10 siswa sebagai kelas kontrol. Pada kelas eksperimen, diberikan proses layanan konseling kelompok 8 kali pertemuan. Setelah melakukan analisis data, ditarik kesimpulan bahwa layanan konseling kelompok efektif dalam meningkatkan komunikasi interpersonal pada siswa kelas X SMAN 1 Tanjurhalan
Kemampuan komunikasi antar pribadi dan motivasi mengajar terhadap kinerja guru sekolah menengah atas Jakarta Timur
Komunikasi adalah proses penyampaian pikiran atau perasaan oleh seseorang (komunikator) kepada orang lain (komunikan). Saling mempengaruhi antara motivasi untuk berbuat sesuatu sesuai dengan kemampuan komunikasi yang telah dimiliki seseorang, dengan kinerja yang dihasilkan oleh orang tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kemampuan komunikasi antarpribadi dan motivasi mengajar terhadap kinerja guru. Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Sampel sebesar 57 orang yang dipilih secara random dari seluruh guru SMA Trisoko dan Pusaka 1 di Jakarta Timur. Pengumpulan data dengan menyebarkan angket kepada responden. Hasil penelitian terlihat dari uji hipotesis bahwa nilai Sig = 0.000 dan Fhitung = 84,147, sedangkan Ftabel = 4,013. Karena nilai Sig < 0,05 dan Fhitung > Ftabel maka H0 di tolak yang berarti koefisien regresi tersebut signifikan. Dengan demikian terdapat pengaruh yang signifikan variabel bebas kemampuan komunikasi antarpribadi (X1) dan motivasi mengajar (X2) secara bersama-sama terhadap kinerja guru (Y)