17581 research outputs found
Sort by
Mengembangkan perilaku sehat di rumah: model pendampingan UKS pada PAUD melalui layanan jarak jauh kolaborasi dengan orang tua (praktek pembiasaan kebersihan dan kesehatan anak di rumah)
Hidup sehat adalah dambaan setiap orang. Untuk dapat hidup sehat dimulai dengan memelihara kebersihan dan menjaga kesehatan diri. Pembiasaan hidup sehat dapat dimulai dengan memelihara kebersihan dan menjaga kesehatan diri. Kebijakan terkait anak Belajar Dari Rumah (BDR) merupakan salah satu upaya dalam mencegah penularan virus Corona (COVID-19) dan upaya menjaga kesehatan anak dan keluarga. Bahan ajar ini berjudul “MENGEMBANGKAN PERILAKU SEHAT DI RUMAH” diharapkan dapat menambah pengetahuan orangtua tentang kesehatan sehingga dapat memberikan kontribusi untuk meningkatkan kesadaran kepada orangtua dan masyarakat bahwa betapa pentingnya menjaga kebersihan untuk kesehatan anak dan anggota keluarga di rumah
Dengung lebah
Buku ini menceritakan tentang Gogor terlahir dengan bibir sumbing sehingga tidak bisa berkata-kata dengan jelas. Meski begitu, tidak ada yang mempermasalahkan keadaannya. Hingga pada suatu hari, Gogor bersedih.Semua itu bermula ketika ada tugas menyanyi di sekolah. Bagaimana bisa bernyanyi? Untuk berkata-kata saja, Gogor sulit. Apalagi, Gogor menyadari sesuatu setiap kali ia mengeluarkan suara.Ada yang berdengung di telinganya.
Dengung itu seumpama puluhan lebah yang sedang marah-marah!
Apa yang sebenarnya terjadi
Dampak regulasi terhadap peningkatan mutu pendidikan
Regulasi dan kebijakan pemerintah telah berhasil meluaskan akses dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pendidikan, namun belum mampu meningkatkan mutu pembelajaran. Analisis yang dilakukan Bank Dunia mengenai perkembangan pendidikan di Indonesia (Bank Dunia, 2018c), hasil PISA tahun 2000–2018 (Kurniawati dkk., 2018 dan Pusat Penilaian Pendidikan, 2018), serta survei kemampuan siswa kelas awal sekolah dasar (ACDP, 2014; Pusat Penilaian Pendidikan, 2016; dan INOVASI, 2018) menunjukkan mutu pembelajaran yang masih jauh tertinggal. Fakta ini menyisakan pertanyaan, apa yang salah dengan regulasi dan kebijakan di bidang pendidikan sehingga belum mampu meningkatkan mutu pembelajaran? Apa saja regulasi yang dianggap menghambat upaya peningkatan mutu pendidikan dan inovasi pembelajaran? Bagaimana regulasi itu berdampak pada peningkatan mutu pendidikan dan inovasi pembelajaran? Pertanyaan-pertanyaan ini berangkat dari asumsi bahwa regulasi dan kebijakan merupakan hulu dari manajemen dan tata kelola yang baik dalam dunia pendidikan. Kajian ini berupaya menjawab permasalahan tersebut dengan mendasarkan pada temuan lapangan. Melalui pendekatan yang bersifat induktif ini, persoalan regulasi dan kebijakan dianalisis berdasarkan dampak yang dirasakan oleh para pemangku kebijakan di tingkat satuan pendidikan di beberapa daerah mitra dan non-mitra program INOVASI, antara lain Jawa Timur, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Regulasi didalami guna memahami apakah terdapat persoalan yang bersifat inheren atau hanya bersifat penafsiran. Temuan persoalan dibatasi pada regulasi dan kebijakan yang berhubungan dengan kualitas pembelajaran di jenjang pendidikan dasar. Batasan tersebut mengarahkan kajian ini untuk fokus pada beberapa isu, yaitu kurikulum dan penilaian, pembelajaran dan guru, serta Biaya Operasional Sekolah (BOS). Melalui telaah terhadap tiga isu tersebut, kajian ini mengungkap adanya beberapa persoalan regulasi dan kebijakan. Pertama, kurikulum di kelas awal sekolah dasar tidak memberikan materi yang cukup untuk belajar membaca dan menulis permulaan. Kedua, beban kurikulum tambahan dan muatan lokal yang dianggap membebani proses pembelajaran. Ketiga, kriteria ketuntasan minimal (KKM) belum mengakomodasi keragaman dan keunikan siswa. Keempat, kebijakan di ranah pembelajaran bermasalah pada pendekatan taksonomi, RPP dan administrasi pembelajaran yang rumit, serta kebijakan jumlah rombel tidak mengakomodasi kemungkinan multigrade. Kelima, pada ranah guru, ketentuan bahwa guru harus “sehat jasmani dan rohani” dapat mendiskriminasi penyandang disabilitas, indikator kompetensi pedagogik dan profesional guru cenderung menggunakan pendekatan teoretis dan kurang memperhatikan penguasaan metode dan materi pembelajaran, penilaian guru cenderung tidak objektif dan mengarah pada pemenuhan administrasi, beban administrasi guru yang rumit baik yang terkait dengan pembelajaran (RPP, KKM, rapor manual dan online) maupun non-pembelajaran (administrasi kenaikan pangkat, Tunjangan Profesi Guru, serta tugas tambahan sebagai bendahara BOS). Keenam, petunjuk teknis (Juknis) BOS 2014 – 2019 disusun sebagai kebijakan yang reaktif, tambal sulam, terlampau rinci dan rumit, serta tidak berusaha menanggulangi inti masalah pendanaan pendidikan. Terkait berbagai temuan tersebut, kajian ini merekomendasikan perlunya revisi, sinkronisasi, maupun sosialisasi pada sejumlah regulasi dan kebijakan pada setiap isu yang dibahas dalam kajian ini. Selain itu, terdapat beberapa isu yang kiranya perlu dikaji lebih jauh
Pemenuhan mutu standar kompetensi lulusan: buku 2A
Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi terhadap implementasi pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di sekolah, bahwa komitmen sekolah masih rendah dalam menjalankan SPMI, belum memiliki dokumen sebagai bukti bahwa sekolah menjalankan SPMI, belum memiliki dokumen bukti kegiatan yang berhubungan dengan pemenuhan 8 SNP melalui pelaksanaan SPMI di satuan pendidikan yaitu standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar penilaian, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana prasasara, standar pengelolaan, dan standar pembiayaan.
Buku ini berfungsi bagi pendidik dan tenaga kependidikan sebagai pedoman dalam mengimplementasikan SPMI di sekolahnya. Buku ini sangat baik sebagai pegangan bagi pengawas sekolah, kepala sekolah, TPMPS, dan pengelola pendidikan dalam rangka pendampingan sekolah
Laporan kegiatan pemasangan papan informasi cagar budaya
Cagar Budaya merupakan kekayaan budaya bangsa sebagai wujud pemikiran dan perilaku kehidupan manusia yang penting artinya bagi pemahaman dan pengembangan sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara sehingga perlu dilestarikan dan dikelola secara tepat melalui upaya pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan dalam rangka memajukan
kebudayaan nasional untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Cagar Budaya merupakan aset bangsa yang harus dikelola secara terpadu dan berkesinambungan sesuai dengan amanat undang-undang. Jumlah terbatas, kondisi yang rentan, serta sifatnya yang tidak dapat diperbaharui, menjadi permasalahan dalam upaya pelestarian Cagar Budaya.
Sehubungan dengan hal tersebut, diperlukan adanya prasarana pelindungan. Prasarana pelindungan bertujuan menjaga dan mencegah Cagar Budaya dari ancaman dan/atau gangguan serta berfungsi sebagai papan informasi mengenai arti penting nilai sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan sehingga kelestariannya tetap terjaga. Papan informasi dipandang perlu keberadaannya karena dapat memberikan gambaran
sekilas kepada pengunjung terhadap objek yang dikunjunginya. Namun demikian, belum banyak papan informasi yang tersedia, sehingga perlu dibuat beberapa papan informasi dalam tahun anggaran 2020
Pemenuhan mutu standar sarana dan prasarana : panduan sistem penjaminan mutu internal meunju sekolah standar nasional pendidikan, buku 2 F
Buku ini diharapkan menjadi panduan pelaksanaan program SPMI dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di satuan pendidikan. Buku ini juga berfungsi bagi pendidikan dan tenaga kependidikan sebagai pedoman dalam mengimplementasikan SPMI di satuan pendidikannya. Buku ini sangat baik untuk pegangan bagi pengawas sekolah, kepala sekolah, Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah (TPMPS), dan pengelola pendidikan dalam rangka pedampingan sekolah
Analisis hasil supervisi mutu pendidikan jenjang SMP Kabupaten Gianyar : diolah dan dianalisis berdasarkan data e-supervisi tahun 2020
Kegiatan supervisi merupakan salah satu kegiatan penting dalam upaya meningkatan mutu pendidikan pada tingkat satuan pendidikan dan juga pada tingkat wilayah kabupaten/kota/provinsi maupun nasional.Supervisi yang
dilaksanakan oleh LPMP lebih fokus pada supervisi pada keterlaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) terutama dalam peningkatan capaian Standar Nasional Pendidikan (SNP).Hasil pada buku ini dapat dijadikan acuan bagi daerah kabupaten/kota/provinsi dalam melakukan pembinaan sekolah.Sedangkan bagi pengawas, hasil supervisi ini dapat dijadikan acuan untuk membuat rekomendasi bagi
pemerintah daerah, maupun pemerintah pusat serta dalam melakukan pembinaan bagi sekolah binaannya.Buku ini menjadi salah satu wujud LPMP Provinsi Bali melakukan tugas dan wewenangnya dalam penerapan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) sesuai yang diamanatkan dalam Permendikbud Nomor 28 Tahun 2016. Hal ini karena supervisi merupakan salah bagian dalam kegiatan implementasi dan evaluasi peningkatan mutu yaitu pada siklus ke-4 dan ke-5 dari proses penjaminan mutu pendidikan
Modul pembelajaran SMA sejarah Kelas XI: kehidupan bangsa Indonesia pada zaman pendudukan Jepang
Modul ini berisi materi mengenai kehidupan bangsa Indonesia pada zaman pendudukan Jepang dalam berbagai bidang diantaranya bidang sosial, ekonomi, budaya, militer, dan bidang pendidikan. Dalam materi modul ini, diharapkan kalian dapat mencapai hasil tujuan pembelajaran yang diharapkan seperti mampu menganalisis kehidupan bangsa Indonesia di bidang budaya, militer, dan pendidikan pada zaman pendudukan Jepang. Manfaat dari materi ini bagi kehidupan secara umum adalah dapat mengembangkan rasa ingin tahu yang lebih luas lagi dan mampu mengambil hikmah untuk menjadi pribadi yang lebih baik
Modul pembelajaran SMA prakarya dan kewirausahaan Kelas XI: proses produksi usaha kerajinan
Teknik penciptaan yang baik dapat menentukan kesempurnaan bentuk karya. Sedangkan aspek fungsi dapat menambah kenyamanan dan keamanan penggunaan produk kerajinan (ergonomis). Nilai estetika karya kerajinan dapat menambah kepuasan rasa indah bagi pemilik atau pemakai. Kerajinan mempunyai fungsi ganda yaitu fungsi praktis dan sebagai fungsi hiasan
Modul pembelajaran SMA bahasa Indonesia Kelas XI : struktur dan kebahasaan teks prosedur
Dengan mematuhi tahapan melakukan suatu kegiatan berdasarkan struktur dan kaidah kebahasaannya, maka kemungkinan keberhasilan melakukan kegiatan tersebut lebih besar. Penting sekali kita mempelajari struktur dan kaidah kebahasaan teks prosedur agar dapat memahami dan menyusun teks prosedur dengan baik. Selain itu kita juga dapat melakukan suatu kegiatan sesuai dengan prosedur.
Modul ini terbagi menjadi 2 kegiatan pembelajaran yaitu materi mengenai struktur teks prosedur dan kebahasaan teks prosedur dan di dalamnya terdapat uraian materi, contoh soal, soal latihan dan soal evaluasi