Duna: Revista Multidisciplinar de Inovação e Práticas de Ensino
Not a member yet
12148 research outputs found
Sort by
Perancangan business intelligence untuk optimalisasi manajemen stok dan inventaris pada bengkel HJM Motoshop
Perancangan aplikasi inventori barang sparepart kemudi kapal berbasis web pada bengkel hydraulic steering gear
Perancangan dashboard untuk prediksi segmentasi pelanggan pada PT Panorama Aplikasi Nusantara
Tanggung Jawab Penyedia Layanan Perbankan Terhadap Penyalahgunaan Data Nasabah Berdasarkan Pasal 46 ayat (1) UU PDP (Kasus Putusan 615/Pdt.G/2023/PN Sby)
Pendirian bank di Indonesia bertujuan untuk menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas nasional ke arah peningkatan rakyat banyak. Hubungan antara bank dan nasabah didasarkan pada dua unsur yang paling terkait, yaitu hukum dan kepercayaan. Bank sebagai prosesor data pribadi nasabah dituntut kewajibannya untuk menjaga kerahasiaan data pribadi nasabah. Peran pemerintah dalam perlindungan data pribadi, diwujudkan dalam pendirian Lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pengesahan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP), serta Undang-Undang lainnya yang berkaitan dengan pengaturan dibidang sektor perbankan. Terlepas dari peraturan yang dibuat pemerintah dan asas/prinsip yang diterapkan oleh layanan perbankan, tetap terjadi kasus-kasus kebocoran data pribadi. Untuk mengkaji pada penulisan ini, penulis menggunakan penelitian hukum normatif dengan metode deskriptif analistis. Penulis menggunakan data sekunder yang diperoleh dengan cara studi kepustakaan (library research) untuk mengkaji sebagian dokumen yang terhubung pada penulisan ini dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan historis dan pendekatan kasus. Data penelitian membahas bagaimana tanggung jawab pihak layanan perbankan terhadap kebocoran data nasabah melalui Kasus Putusan no 615/Pdt.G/2023/PN Sby
Kewajiban Pemenuhan Hak Pekerja Atas Pemutusan Hubungan Kerja Sepihak (Studi Kasus Putusan Nomor: 1/Pdt.Sus-PHI/2021/PN Tte)
Dalam penelitian ini memiliki tujuan untuk menjelaskan bagaimana kewajiban pemenuhan hak pekerja, khususnya dalam kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak. Penelitian ini berfokus pada studi kasus Putusan Pengadilan Hubungan Industrial Nomor 1/Pdt.Sus-Phi/2021/Pn Tte. Penelitian menerapkan metode yuridis normatif atau penelitian hukum kepustakaan, spesifikasi penelitian bersifat deskriptif, jenis pengumpulan data sekunder dan teknik pengumpulan data dengan menempuh studi kepustakaan, dan dengan melakukan pendekatan terhadap Undang-Undang dan pendekatan kasus, serta teknik analisis data bersifat kualitatif. Hasil dari penelitian memberikan contoh nyata, bahwa Universitas Halmahera tidak patuh terhadap segala kewajiban hukumnya saat proses PHK terhadap Jarot. Tidak patuhnya tersebut seperti tidak dilakukannya perundingan bipartit, tidak melunasi hak-hak pekerja, yaitu pesangon, surat pengalaman kerja, dan BPJS Ketenagakerjaan, kemudian tidak memberikan sebuah kesempatan untuk melakukan pembelaan kepada pekerja. Putusan pengadilan mewajibkan Universitas Halmahera untuk melunasi pesangon dengan nominal sebesar Rp. 114.867.414,00, kemudian membayar BPJS Ketenagakerjaan, serta mengeluarkan surat pengalaman kerja. Tindakan PHK secara sepihak tersebut telah di analisis bahwa telah melanggar Pasal 151 dan Pasal 155 dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Dalam penelitian ini dapat diberi kesimpulan bahwa pemberi kerja mempunyai kewajiban hukum untuk selalu melindungi hak pekerjanya selama proses PHK, hal tersebut termasuk melaksanakan perundingan, dan memberikan kompensasi. Adanya pelanggaran terhadap prosedur PHK dapat berakibat pada hubungan industrial dan juga kesejahteraan pekerja
Perlindungan Hukum Bagi Pengguna Jasa Transportasi Online Atas Isi Pesan Yang Tidak Pantas Oleh Driver Dalam Layanan Ojek Online
Layanan transportasi online memberikan kemudahan dan efisiensi bagi masyarakat, tetapi juga memunculkan tantangan baru, terutama dalam aspek perlindungan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum bagi pengguna jasa transportasi online atas isi pesan yang tidak pantas yang diterima konsumen dari pengemudi, dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK). Metode penelitian yang digunakan adalah metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan studi pustaka. Penelitian ini mengkaji hak-hak konsumen yang diatur dalam UUPK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum bagi konsumen dalam kasus isi pesan tidak pantas masih menghadapi beberapa kendala, termasuk kurangnya regulasi yang secara eksplisit mengatur pelanggaran dalam interaksi digital serta rendahnya implementasi sanksi terhadap pelaku pelanggaran. Penelitian ini merekomendasikan penyusunan regulasi khusus yang mengatur perlindungan konsumen dalam interaksi digital, peningkatan pengawasan terhadap pelaku usaha transportasi online beserta mitra kerja, serta edukasi konsumen tentang hak-hak mereka
The Effect of ADSC-CM on Wound Healing in Sprague-Dawley Rat
Latar belakang: Penyembuhan luka terdiri dari fase hemostasis, inflamasi, proliferasi dan remodeling yang berjalan saling tumpang tindih. Dua proses utama dalam penyembuhan luka kulit adalah epitelisasi dan kontraksi luka. Epitelisasi dievaluasi melalui jumlah lapisan epidermis dan ketebalan jaringan epidermis baru. Kontraksi luka dievaluasi dengan penilaian secara matematika menggunakan rumus Wound Contraction Index (WCI). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemberian ADSC-CM dapat meningkatkan stimulasi keratinosit dan fibroblas yang terjadi pada proses epitelisasi dan kontraksi luka. Mengingat pentingnya peran ADSC-CM, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek ADSC-CM pada penyembuhan luka melalui parameter histologi epitelisasi dan kontraksi luka.
Metode: Full tickness wound dibuat pada 18 tikus Sprague-Dawley dan terbagi menjadi luka baluran ADSC-CM, luka kontrol negatif, luka kontrol medium kultur dan luka kontrol pelarut. Tikus dikorbankan pada hari ke-3, 7 dan 14. Luka kemudian dievaluasi dengan parameter histologi menggunakan Image Raster software.
Hasil: Luka baluran ADSC-CM memiliki lapisan epidermis terbanyak dibanding luka lain dan terdapat perbedaan bermakna secara statistik pada parameter ketebalan epidermal (dalam µm) pada hari ke-14 (p = 0,04).
Kesimpulan: ADSC-CM memiliki potensi signifikan dalam proses penyembuhan luka melalui parameter histologi epitelisasi dan kontraksi luk
Perancangan sistem turbin uap mikro berkapasitas 500 w (TM - 1418)
Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah sistem turbin uap mikro berkapasitas 500 Watt yang berfungsi sebagai suplai daya kebutuhan listrik perumahan dan insdustri berskala kecil. Sistem turbin uap mikro bekerja dengan cara memanaskan air yang diubah menjadi uap bertekanan tinggi menggunakan boiler untuk memutar turbin. Putaran yang dihasilkan turbin akan dikonversikan dalam bentuk energi mekanis menjadi energi listrik melalui generator. Metode yang digunakan dalam perancangan mencangkup perhitungan teoritis yang berfungsi untuk menentukan spesifikasi turbin yang digunakan. Bedasarkan perthitungan yang dilakukan didapatkan spesifikasi seperti jenis turbin yang menggunakan turbin impuls. Jumlah blade yang digunakan sebanyak 40 blade. Kecepatan absolut masuk dan keluar sebesar 18.75 m/s dan 27.19 m/s. Tipe nozzle yang dignakan adalah nozzle konvergen. Diameter rotor sebesar 1.75 cm. Kecepatan sudu sebesar 140 m/s. Tempratur uap yang digunakan sebesar 150°C. Torsi daya sebesar 2.2881 Nm. Didapatkan daya yang dikeluarkan melebihi daya yang sudah ditentukan sebesar 522 Watt. Setelah didapatkan spesifikasi perancangan, maka perhitungan teoritis ini dapat menjadi acuan dalam merancang dan mengembangkan sistem turbin uap mikro
Perbandingan metode naive bayes, GBM dan KNN terhadap pasien penyakit ISPA studi kasus: rumah sakit Royal Taruma
Perkembangan teknologi informasi membawa dampak besar pada berbagai bidang termasuk kedokteran. Penyakit yang banyak diderita masyarakat adalah Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) yang dapat menyerang saluran pernafasan atas dan bawah. Penggunaan teknologi dalam klasifikasi penyakit penting untuk memudahkan pengambilan keputusan medis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja tiga algoritma klasifikasi: Naive Bayes, Gradient Boosting Machine (GBM), dan K-Nearest Neighbor (K-NN) dalam mengklasifikasikan pasien ISPA di Rumah Sakit Royal Taruma. Metrik yang digunakan untuk evaluasi meliputi accuracy, precision, recall, f1-score, dan confusion matrix. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah klasifikasi yang menggunakan uji hipotesis Kruskal-Wallis untuk menguji perbedaan signifikan antar algoritma berdasarkan keakuratannya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa hipotesis alternatif (H1) diterima untuk metrik accuracy, precision, dan recall, yang menunjukkan bahwa algoritma Naive Bayes, K-Nearest Neighbor (KNN), dan Gradient Boosting Machine (GBM) memiliki perbedaan yang signifikan dalam kinerja mereka pada metrik tersebut. Sementara itu, hipotesis nol (HO) tidak dapat ditolak untuk F1-Score, yang menunjukkan bahwa algoritma tidak memiliki perbedaan yang signifikan dalam kinerja mereka pada metrik. Berdasarkan hasil eksperimen, GBM mencapai performa terbaik dengan accuracy 0.98, precision 0.99, recall 0.83, dan f1-score 0.90 pada skenario data latih dan data uji 70:30. Di sisi lain, Naive Bayes menunjukkan nilai accuracy 0.91, yang merupakan performa terburuk. precision 0.56, recall 0.66, f1-score 0.58. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa Gradient Boosting Machine merupakan algoritma yang paling efektif untuk klasifikasi pasien ISPA, sedangkan Naive Bayes kurang direkomendasikan karena kinerjanya yang buruk. Penelitian ini memberikan kontribusi penting untuk menentukan algoritma optimal untuk diagnosis otomatis ISPA dalam praktik klinis