Duna: Revista Multidisciplinar de Inovação e Práticas de Ensino
Not a member yet
12148 research outputs found
Sort by
Analisis perbandingan biaya permesinan ekonomis pada proses pembubutan material JIS SKD 11 menggunakan mata pahat carbide coated (TM - 1410)
Proses pembubutan merupakan salah satu teknik pemesinan yang banyak digunakan dalam industri manufaktur untuk membentuk dan menghaluskan permukaan benda kerja, khususnya material baja keras seperti JIS SKD 11. Material ini sering digunakan dalam aplikasi dengan tuntutan ketahanan yang tinggi, namun juga membutuhkan metode pemesinan yang efisien untuk menekan biaya permesinan. Biaya permesinan ini mencakup biaya upah operator, biaya mata pahat, umur mata pahat, biaya listrik, biaya mesin dan pemeliharaan mesin. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruf faktor parameter proses pemotongan yang bervariasi seperti kecepatan potong terhadap biaya permesinan terhadap biaya permesinan ekonomis dengan menggunakan material JIS SKD 11 dengan menggunakan 2 jenis mata pahat karbida yang berbeda yaitu TiCN+Al2O3 dan AlTIN. Metode penelitian yang digunakan dalam eksperimental dengan menggunakan mesin bubut konvensional, jangka sorong dan stopwatch. Variasi yang dilakukan pada parameter kecepatam pemotongan yaitu 78.5 (m/min), 94.2 (m/min), 141.3 (m/min), 222.9 (m/min), 351.6 (m/min) untuk keceptan pemotongan dengan laju pemakanan dan kedalaman pemotongan konstan. Data yang di ambil saat pembuatan spesimen menggunakan mesin pembubutan adalah waktu produktif dan umur mata pahat dari proses manufaktur. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa biaya total pembubutan tertinggi pada kecepatan 351,6 (m/min) pada mata pahat TiCN+AL2O3 sebesar Rp.28.200 dan pada mata pahat A/TIN sebesar Rp.50.415 dan biaya pembubutan terendah pada kecepatan 141,3 (m/min) pada mata pahat TiCN+AL2O3 sebesar Rp.11.577 dan pada mata pahat AITIN sebesar Rp.9.953
Perancangan dan analisis axis z multi speed linear transfer system (TM - 1403)
Industri manufaktur modern telah mengalami kemajuan pesat dalam teknologi otomasi untuk meningkatkan efisiensi dan presisi produksi. Terjadi suatu permasalahan pada alat sistem transfer multi-kecepatan linier terutama pada bagian sumbu Z yang memiliki peranan penting dalam pemindahan suatu objek. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan desain geometri sumbu Z yang kuat dan dapat menahan benturan ketika membawa beban. Dengan menggunakan metode analisis elemen hingga dapat menghasilkan hasil simulasi analisis terhadap struktur desain sumbu Z ketika terjadi benturan. Variabel yang diambil dari hasil simulasi berupa tegangan, displacement, dan reaksi gaya dengan kondisi tanpa membawa beban dan membawa objek dengan beban yang telah ditentukan ketika gripper dibawah dan diatas. Penelitian dari hasil simulasi analisis terhadap sumbu Z yang telah dirancang membuktikan bahwa struktur geometri hasil perancangan setelah dianalisis tegangan, displacement, dan reaksi gaya yang terjadi terbukti kuat untuk menerima benturan yang terjadi dalam proses pengoperasiannya. Material yang digunakan pada komponen sumbu Z terbukti kuat dalam menahan beban yang terjadi secara dinamik, sehingga sumbu Zmampu bergerak dengan kuat dan aman
Uji getaran pada gripper multi speed linear transfer sistem (TM - 1417)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena getaran pada sistem Multi Speed Linear Transfer dengan menggunakan data eksperimental yang melibatkan variasi beban (450 g, 650 g, 850 g), tekanan udara (5,5 bar dan 6,5 bar), serta mode operasi yang berbeda, yaitu Optimize, Auto, Speed, dan Smooth. Pengukuran getaran dilakukan menggunakan sensor akselerometer untuk merekam frekuensi getaran pada gripper selama proses transfer objek pada sumbu z-axis. Pada mode Optimize, dengan posisi sensor pada 75% dan tekanan udara 6,5 bar, frekuensi pada beban 50% (450 g) menunjukkan nilai tertinggi pada detik pertama sebesar 16,62 Hz, menurun drastis menjadi 0,76 Hz pada detik ke-3, dan meningkat mencapai 18,39 Hz pada detik ke-8. Untuk beban 75% (650 g), frekuensi dimulai pada 3,24 Hz dan meningkat hingga mencapai 20,22 Hz pada detik ke-8. Sementara itu, pada beban 100% (850 g), frekuensi cenderung stabil pada 16,6 Hz dengan fluktuasi yang minimal, yang mengindikasikan bahwa beban yang lebih berat menghasilkan frekuensi yang lebih teredam. Pada mode Auto, dengan tekanan 5,5 bar dan beban 450 g, frekuensi dimulai pada 25,01 Hz pada detik pertama, menurun 0,93 Hz pada detik ke-3, dan meningkat 12,62 Hz pada detik ke-11. Untuk beban 650 g, frekuensi dimulai pada 19,95 Hz, mengalami penurunan signifikan hingga 9,32 Hz pada detik ke-9, sebelum stabil pada 12,62 Hz pada detik ke-11. Pada mode Speed, dengan tekanan udara 6,5 bar dan beban 850 g, frekuensi pada detik pertama tercatat sebesar 28,53 Hz, mencapai puncak tertinggi sebesar 49,8 Hz pada detik ke-5, dan menurun 14,29 Hz pada detik ke-7. Pada beban 650 g, frekuensi mencapai puncak 33,3 Hz pada detik ke-7, sementara pada beban 450 g, frekuensi dimulai pada 28,53 Hz di detik pertama dan menurun 5,87 Hz pada detik ke-6. Pada mode Smooth, dengan tekanan 5,5 bar, frekuensi untuk beban 50% (450 g) menunjukkan pola yang lebih stabil, dimulai pada 6,25 Hz pada detik pertama dan berfluktuasi sekitar 7,09 Hz hingga detik ke-10. Beban 75% (650 g) menunjukkan fluktuasi yang lebih besar, dengan frekuensi mencapai puncak di 16,6 Hz pada detik ke-7, sementara pada beban 100% (850 g), frekuensi menunjukkan stabilitas yang lebih tinggi, dengan puncak 16,6 Hz pada detik ke-8