Universitas Cenderawasih Repository
Not a member yet
670 research outputs found
Sort by
Wewenang Majelis Rakyat Papua Dalam Memberikan Persetujuan Terhadap Perjanjian Kerjasama Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam di Provinsi Papua.
Penelitian ini berjudul “Wewenang Majelis Rakyat Papua Dalam
Memberikan Persetujuan Terhadap Perjanjian Kerjasama Dalam
Pengelolaan Sumber Daya Alam Di Provinsi Papua”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui wewenang Majelis Rakyat
Papua dalam memberikan Persetujuan Terhadap Perjanjian Kerja Dalam
Pengelolaan Sumber Daya di Provinsi Papua dan untuk mengetahui Faktor-faktor
apa yang mempengaruhi wewenang Majelis Rakyat Papua dalam memberikan
Persetujuan Terhadap Pengelolaan Sumber Daya Alam Di Provinsi Papua.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian hukum
normatif dan hukum empiris yaitu penelitian yang mengamati ketentuan peraturan
perundang-undangan dan melihat implementasinya secara langsung dilapangan/
dalam masyarakat.
Hasil penelitian menunjukan bahwa wewenang MRP dalam memberikan
persetujuan terhadap perjanjian kerjasama pengelolaan sumber daya alam di
Provinsi Papua tidak pernah dilakukan sebagaimana perintah UU Otsus-Papua,
Peraturan Pemerintah Nomor 54 tahun 2004 serta Perdasus Nomor 4 Tahun 2008
yang mengatur tentang pelaksanaan tugas dan wewenang MRP, hal tersebut
dikarenakan izin pengelolaan sumber daya alam di Provinsi Papua selama ini
dikeluarkan oleh pemerintah pusat, hubungan pemerintah pusat dan daerah
hanyalah hubungan koordinasi saja. Oleh karenanya tindakan pemerintah pusat
merupakan tindakan sewenang-wenang negara terhadap pemerintah Provinsi
Papua dan perbuatan melanggar hukum, hasil penelitian lainnya terkait FaktorFaktor yang mempengaruhi wewenang Majelis rakyat papua dalam memberikan
persetujuan terhadap pengelolaan sumber daya alam di provinsi papua adalah
faktor hukum (undang-undang ) itu sendiri dan faktor penegak hukum itu sendiri
melalui organ pemerintah pusat
Perencanaan Konstruksi Perkerasan dan Anggaran Biaya pada Ruas Jalan Kali Buaya - Jalan Rama Kota Jayapura.
Jalan di Kampung Holtekamp khususnya jalan kali buaya – jalan rama, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Provinsi Papua, merupakan prasarana transportasi untuk aktivitas masyarakat yang meliputi aktivitas sosial, pendidikan,
serta ekonomi khususnya pada bidang pertanian dan perikanan yang menjadi mata pencaharian masyarakat setempat. Kondisi eksisting pada ruas jalan ini masih berbatu karang dan banyak mengalami kerusakan seperti adanya lubang-lubang
pada ruas jalan. Perkerasan kaku menjadi pilihan yang digunakan dengan umur rencana yang mencapai 40 tahun. Jalan yang direncanakan sepanjang 3,6 kilometer, dengan lebar jalan 5 meter untuk 2 arah dan bahu jalan dengan lebar 0,5 meter.
Metode yang digunakan untuk perencanaan perkerasan kaku adalah Manual Desain Perkerasan Jalan 2017 yang mengacu pada Pd T-14-2003. Data yang dibutuhkan yaitu data harian lalu lintas rata-rata dan data DCP pada lokasi. Hasil perhitungan
perencanaan perkerasan kaku menghasilkan jenis perkerasan beton semen bersambung tanpa tulangan, dengan timbunan pondasi 30 cm, lapis agregat kelas A 12,5 cm, dengan tebal pelat beton 16 cm. Sambungan menggunakan batang pengikat tie bars dengan diameter 16 mm, jarak 75 cm, dan panjang 70 cm, jarak sambungan melintang 4 meter, serta total biaya perencanaan dengan harga yang berlaku pada Kota Jayapura dengan total sebesar Rp.27.512.303.000,00
Evaluasi Penerapan Green Construction pada Proyek Pembangunan Kantor MRP Provinsi Papua.
Pertumbuhan penduduk membuat semakin meningkatnya kebutuhan, salah satunya kebutuhan sarana dan prasarana. Kebutuhan tersebut yang mendorong terjadinya pembangunan yang akan mengurangi lahan hijau yang ada sehingga mempengaruhi
berkurangnya daya lingkungan hidup sebagai penghasil sumber daya alam. Dengan latar belakang tersebut metode Green Construction merupakan salah satu bagian dari pembangunan yang berkelanjutan diharapkan mampu ikut menjaga kelestarian
dan ramah dalam pelaksanaannya. Hal ini telah dianalisa melalui kriteria pengaruh untuk menentukan hasil dari metode Green Construction. Pengumpulan data dikumpul melalui penyebaran kuesioner kepada responden di proyek dan dianalisa menggunakan SPSS statistic IBM 25, untuk mengetahui hasil penerapannya. Hasil penelitian yang diperoleh nilai faktor kriteria penerapan yang paling tinggi yaitu pada kriteria Kesehatan dan Kenyamanan Lingkungan Kerja dengan nilai 89,2% dan faktor kriteria penerapan paling rendah yaitu pada Sumber dan Siklus Material
dengan 77,4%. Pengaruh penerapan Green Construction yang paling tinggi pada Minimnya Kecelakaan Kerja dengan nilai 86,5% dan yang paling rendah Waktu Tunggu Material Lebih Cepat dengan nilai 75%. Rata-rata penerapan Green Construction sebesar 83%. Dengan Pengaruh penerapan sebesar 78,5
Estimasi Sumber Daya Nikel Laterit dengan Metode Block Model di Kampung Yepase, Kabupaten Jayapura, Papua
Indonesia adalah produsen nikel terbesar di dunia dengan total produksi mencapai 1,6 juta metrik ton atau 48,48% dari total produksi nikel sepanjang tahun 2022. Banyak perusahaan yang melakukan penambangan maupun eksplorasi nikel. Salah satu perusahaan yang pernah melakukan ekplorasi tersebut mempublikasikan hasil data eksplorasi mereka, lokasi tepatnya berada di distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua. Eksplorasi yang dilakukan tersebut, hanya melakukan pengeboran lalu pengujian kadar serta pembagian lapisan endapan tanpa adanya model endapan dari hasil eksplorasi tersebut. Berdasarkan data pengeboran yang telah dilakukan, peneliti bermaksud untuk mengestimasi hasil pengeboran tersebut pada software surpac dengan metode block model. Metode ini dipilih karena dianggap paling baik dalam ketepatan penaksirannya. Berdasarkan hasil pengolahan data, terdapat 3 lapisan model geologi dengan masing-masing volume: (1) limonit = 445.861 m 3 (2) saprolit= 672.970 m 3 , (3) bedrock= 153.054 m 3 , . Block model sumberdaya memiliki volume total = 1.465.607 m 3 dan tonase 2.198.238 ton
Studi Ketidakseimbangan Beban dan Rugi-rugi Daya pada Penghantar Netral Transformator Distribusi Gardu Jpr 300-1 Penyulang Cenderawasih Jayapura
Ketidakseimbangan beban pada suatu sistem distribusi tenaga listrik terjadi diakibatkan oleh ketidakseimbangan pada beban-beban satu fasa pada pelanggan jaringan tegangan rendah.Akibat dari ketidakseimbangan beban tersebut adalah munculnya arus di netral transformator. Arus yang mengalir di netral transformator ini menyebabkan terjadinya losses (rugi-rugi), yaitu losses akibat adanya arus netral pada penghantar netral transformator. Metode penelitian ini dilakukan pada saat luar waktu beban puncak dan waktu beban puncak, kemudian akan dilakukan beberapa perhitungan dengan rumus yang telah ditentukan untuk mengetahui ketidakseimbangan beban terhadap arus netral dan rugi-rugi daya pada transformator tersebut. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan pada gardu JPR 300-1 dapat diperoleh persentase pembebanan tertinggi pada malam hari pukul 18:20 18:40 WIT sebesar 57,25%, dan terendah pada siang hari pukul 13:40-14:00 WIT sebesar 47,40%, diperoleh persentase ketidakseimbangan beban tertinggi pada malam hari Pukul 18:40-19:00 WIT sebesar 55,3%, dan ketidakseimbangan terendah pada saat Siang hari pukul 10:00-10:20 WIT sebesar 39,7%, persentase rugi-rugi daya nilai Terbesar(IN) terjadi pada saat malam hari pukul 19:00 19:20 sebesar 0,376Ampere yang disebabkan oleh munculnya arus netral yang besar mengalir pada penghantar netral yakni 0,37 kW dan persentase 0,44%, sedangkan pada pukul 10:00-10:20 WIT sebesar 0,19 kW dan persentase 0,22% hasil yang diperoleh menunjukan bahwa Jika terjadi ketidakseimbangan beban yang besar,maka arus netral yang muncul di Semakin besar, akibatnya rugi-rugi daya yang terjadi akan semakin besar
Inovasi Meningkatkan Kualitas Suber Daya Manusia ASN Di Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia BKPSDM Kabupaten Jayapura
Fokus Inovasi Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia ASN di Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia BKPSDM Kabupaten Jayapura?.Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan inovasi kualitas SDM ASN.Jenis penelitian yang di gunakan kualitatif. Informan kuncinya adalah tediri atas kepalah bidang penjenjangan dan teknik fungsional,Kepala Sub Bidangan Umum dan kepegawaian dan Staf Bidang Sub bidang penjenjangan dan Teknik Fungsional sebagai informan.Sumber data primer dan sekunder yang di peroleh melalui teknik penggumpulan data wawancara, pengamatan dan studi dokumentasi .Tekni analissi datanya reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukan terdapat tentang Inovasi meningkatkan SDM ASN yang terdiri dari (1)Tenaga atau daya yang ada pada setiap ASN,sudah di kerjakan seperti melakukan pelayan kepada masyrakat melalui pembuatan dokumen penting dan laian-lian(2) Pikiran/ide yang di berikan oleh setiapa ASN belum semua ASN memberikan suatu trobosan baru, baik dalam pelayana,maupun kegiatan-kegiatan.Secara umum atau secara garis bersar BKPSDM sudah memberikan ide’’ Inovasi baru baik melaui pendidikan dan peltihan bagi ASN, (3)Kemampuan pada ASN sudah baik dalam menjalankan tugas dan fungsinya melalu komunikasi,mengntrol diri,dan menyelesaikan masalah juga dapat mengoperasi komputer(4) pengetahuan pada ASN sudah ada penigkatan dengan pengalaman tugas belajar pelatihan dan membaca buku .(5) Pendidikan Pada sudah menjadi prioritas utama dalam meningkatkan pendidikan ASN dengan keberhasilan program tugas belajar,ProgramP5(6)di lihat dari pelatiahn”sudah diberikan pada ASN tetapi tidak di laksanakan dengan baik atau di asa dengan baik dari materi pelatihan yang sudah di berikan
Pengembagangan Kualitas Apratur Sipil Negara Di Bagian Kepegawaian Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Nduga
Karena tujuan penelitian ini adalah rasa ingin tahu penulisan Peranan kepemimpinan pengembagan kualitas apratur sipil negara, bidang kepegawaian dinas pedidikan dan kebudayaan kabupaten nduga. Dalam pelayanan administrasi oleh ASN dibidang kepegawaian Permasalahan dalam skripsi ini adalah:
Bagaimana cara kualitas kinerja ASN, dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten nduga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, mengkaji permasalahan yang berdasaran penelitian menugunakan wawanca dengan para nara sumber kepalah dinas dan kepala bidang kepegawaian yang data akurat dan terpercaya Maka Penelitian ini berlangsung berlokasi di Dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten nduga, Sumber Data Primer dan Data Sekuner dalam hal wawancara, informan dan observasi serta dokumentasi. Dan Teknik pengumpulan data disusun dan dianalisa dengan metode deskriptif kualitatif, Segingga hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja ASN di Dinas pendidikan dan kebudayaan, melaksanakan semaksimal mungkin.
Maka hal ini ditemukan berdasarkan beberapa hasil penelitian data kinerja apratur sipil negara yang mendapatkan penelitian sebagai indikator masalah dan teknis pengumbulan data dan pengembangan kualitas pelayanan administrasi negara maupun administrasi kantor
Pengembangan Sumber Daya Manusia Bagi ASN di Kantor Otonom Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Papua
Manajemen sumber daya manusia memiliki fungsi dan lingkup yang luas. Kedudukan SDM dalam penyelenggaraan fungsi MSDM bersifat strategis.Peran tersebut menunjukan bahwa SDM tidak hanya bersifat administrative akan tetapi SDM dalam kedudukannya saat ini merupakan wujud dari fungsi MSDM sebagai mitra strategis yang memiliki peran sebagai agen perubah lembaga. Tujuan dari pengembangan sumber daya manusia adalah pencapaian tujuan organisasi kantor. Untuk memecahkan masalah pokok sekaligus untuk membuktikan analisis data yang diajukan dalam penulisan Proposal ini, penulis menggunakan metode kualitatif, Teknik yang di gunakan dalam penelitian adalah penelitian kualitatif. di Kantor Otonom Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Papua, khususnya menjelaskan tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia Bagi ASN, di Kantor Otonom Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Papua. Paradigma pembelajaran dan kinerja merupakan wujud materi dari teori dan praktek. Hanya sebagian kecil praktek-praktek pengembangan SDM di kantor yang didasarkan pada paradigma tersebut. Proses pengembangan SDM dimulai dengan perencanaan strategis perusahaan yang menetapkan tempat kegiatan usaha dan banyaknya sumber yang dibutuhkan.
Analisis Pengembangan Karier Pegawai di Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kepulauan Yapen
Penelititan ini bertujuan 1) Untuk mengetahui dan menganalisis Pengembangan Karier Pegawai Di Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kepulauan Yapen, 2) Untuk mengetahui dan menganalisi Faktor Pendukung Dan Penghambat Pengembangan Karier Pegawai di Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kepulauan Yapen. Jenis Penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif. Digunakan untuk mengetahui variabel. Penelitian menggunakan data yang diperoleh dari hasil wawancara kepada pegawai-pegawai Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kepulauan Yapen. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pengembangan Karier pada pegawai berpegaruh dalam meningkatkan kinerja pegawai. dalam jabatan
Analisis Beban Kerja Aparatur Sipil Negara pada Kantor Badan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Nabire
Fokus penelitian bahwa evaluasi beban kerja masing-masing pejabat atau pegawai hendaknya merata sehingga dapat dihindarkan adanya satuan organisasi yang terlalu banyak aktivitasnya dan ada satuan organisasi terlalu sedikit aktivitasnya. Rumusan masalah penelitian adalah: “Bagaimana Evaluasi Beban Kerja Aparatur Sipil Negara Pada Kantor Badan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Nabire?” Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan evaluasi beban kerja di Kantor Badan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Nabire. Jenis penelitian deskriptif kualitatif yang sumber data dari informan kunci dan informan. Teknik pengumpulan data ialah observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik pengolahan data meliputi cara kerja: pemeriksaan kembali data, mengklasifikasi dan penyusunan data. Teknik analisis data yaitu reduksi data, kategori data, analisis data, pemeriksaan data dan kesimpulan Hasil penelitian tentang evaluasi beban kerja Aparatur Sipil Negara Pada Kantor Badan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Nabire, disimpulkan bahwa: (1) Proses evaluasi beban kerja untuk perbaikan tujuan, akutanbilitas kinerja, pengukuran kinerja, evaluasi informasi kinerja, dan pelaporan kinerja sudah dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara. (2) Penganalisaan kinerja dengan aspek aspek, intergrasi data, kapabilitas analisis, analisis dan validasi hasil-hasil, perbandingan hasil-hasil, dan umpan balik sangat efektif dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara. (3) Faktor internal dengan masalah ketersediaan sumber daya manusia antara lain: keterampilan, pengalaman, pendidikan, kompetensi, peralatan dan tim kerja masih dan sedang dibenahi dengan progam pelatihan keterampilan. (4) Faktor eksternal yang berpengaruh kepada tugas tugas, organisasi kerja dan lingkungan kerja. Upaya untuk mengatasi masalah kesehatan dan keselamatan kerja menjadi prioritas di Kantor. (5) Kendala beban kerja Aparatur Sipil Negara mencakup target beban kerja, standar kemampuan pegawai, dan waktu kerja pegawai. Karena faktor pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan pegawai lama dan baru serta roling jabatan