Universitas Cenderawasih Repository
Not a member yet
    670 research outputs found

    Analisis Biaya Operasional Kendaraan Pengaruhnya Terhadap Persentase Kenaikan Tarif Angkutan Umum Studi Trayek Waena - Sentani.

    Get PDF
    Tuntutan terhadap pelayanan transportasi merupakan salah satu dampak dari reformasi pembangunan yang harus disikapi secara cermat oleh pemerintah. Terminal Waena yang terletak di Distik Heram Kota Jayapura merupakan terminal penumpang angkutan umum yang menghubungkan Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura dengan menggunakan moda transportasi darat. Penelitian ini berfokus pada Analisis biaya operasional kendaraan serta pengaruhnya terhadap persentase kenaikan tarif angkutan umum Waena Sentani Kota Jayapura dengan tujuan untuk menentukan presentase komponen BBM dalam biaya operasional kendaraan, menetukan besar kenaikan kenaikan tarif angkutan kota berdasarkan komponen BBM pada trayek Waena Sentani dengan metode penelitian yang meliputi data primer dan sekunder dimana data primer terdiri dari observasi, wawancara, dokumntasi serta data sekunder yaitu data yang penulis dapat dari instansi terkait. Kesimpulan Dengan kenaikan harga BBM dari Rp. 5.150 naik menjadi Rp. 6.800 berpengaruh pada biaya operasi kendaraan sebesar 2.99%, dan Dari hasil analisa berapa besar persentase dengan di naikan tarif penumpang berdasarkan komponen BBM dari Rp. 7.000 naik menjadi Rp. 10.000 dan presentasenya sebesar 42.86%, Dari hasil analisa dan perhitungan maka dengan harga BBM solar Rp. 6.800 maka tarif ideal yang berlaku sekarang khususnya pada trayek Terminal Waena-Sentani adalah Rp. 9.242 Penumpang Umum (Tarif ideal). Tetapi tarif baru yang dikeluarkan oleh pemerintah melalui SK BUPATI sebesar 10.000. dan ternyata selisihnya tidak begitu besar

    Analisis Desain Struktur Gedung Perpustakaan Kota Jayapura.

    Get PDF
    Untuk meningkatkan minat membaca masyarakat khususnya di Kota Jayapura, Pemerintah Kota Jayapura berencana untuk membangun gedung perpustakaan yang representatif dan mudah dijangkau oleh banyak masyarakat dan juga berfungsi sebagai ruang kerja untuk para staff Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jayapura. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis desain struktur gedung perpustakaan yang sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku. Dalam menganalisis struktur menggunakan bantuan ETABS versi 20 dan spColumn. Jenis struktur bangunan yang direncanakan adalah sistem rangka beton pemikul momen khusus (SRPMK) dengan menggunakan mutu beton 30 Mpa dan mutu tulangan 420 Mpa. Tebal pelat lantai dan pelat atap yang digunakan 130 mm dan pelat tangga 150 mm dengan ukuran tulangan D13 untuk tulangan pokok dan tulangan bagi. Ukuran balok yang digunakan B1 40 x 50 cm, RB 30 x 40 cm dan BT 25 x 35 cm dengan ukuran tulangan D19 dan D16 untuk tulangan longitudinal dan ukuran tulangan D12 dan D10 untuk tulangan transversal. Ukuran kolom yang digunakan 70 x 70 cm dengan ukuran tulangan D22 untuk tulangan longitudinal dan ukuran tulangan D13 untuk tulangan transversal

    Analisis Tingkat Kecelakaan pada Ruas Jalan Trans Papua Kabupaten Keerom.

    Get PDF
    Jalan Trans Papua di Kabupaten Keerom merupakan Jalur utama penghubung antara Kota Jayapura dan Kabupaten Keerom. Seiring dengan jumlah pertumbuhan penduduk dan jumlah kepemilikan kendaraan yang terus bertambah dapat menyebabkan meningkatnya terjadi kecelakaan. Pada jalur ini sering terjadi kecelakaan tunggal maupun kecelakaan antara dua kendaraan berbeda. berdasarkan data dari Satuan Lalu lintas Kabupaten Keerom dari Tahun 2019-2022 sebanyak 476 kecelakaan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik kecelakaan yang terjadi, mengetahui tingkat kecelakaan dan identifikasi lokasi rawan kecelakaan (Black Spot) dengan menggunakan metode Equivalent Accident Number (EAN), metode Batas Kontrol Atas (BKA) dan metode Upper Control Limit (UCL) pada ruas jalan tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah karakteristik kecelakaan dengan persentase korban luka ringan sebesar 51%, persentase terjadi pada jalan lurus sebesar 75%, persentase terjadi pada pagi hari sebesar 45%, persentase usia korban 12-21 tahun sebesar 40%, persentase status sosial swasta sebesar 39%, persentase pengaruh jalan sebesar 46% dan persentase pengaruh pengemudi sebesar 38%. Tingkat kecelakaan paling tinggi terjadi pada Segmen 1 sepanjang 3 km (Km 58-55) dengan nilai rata-rata 3,41 kecelakaan per kilometer sekaligus menjadi tempat terdapatnya titik rawan kecelakaan (Black Spot) dan menjadi daerah rawan kecelakaan (Black Site) dengan nilai Equivalent Accident Number (EAN) sebesar 177, nilai Batas Kontrol Atas sebesar 175 dan nilai Upper Control Limit sebesar 164

    Analisis Dampak Implementasi Program TOL Laut Terhadap Disparitas Harga di Kota Jayapura.

    Get PDF
    Tol Laut mulai beroperasi diprovinsi Papua pada 28 januari 2021,berlayar secara rutin dan terjadwal dari barat sampai timur Indonesia. Konsep tol laut tersebut merupakan solusi bagi negara kepulauan yang sangat luas seperti Indonesia untuk menurunkan biaya logistik nasional dan meningkatkan daya saing produk nasional dengan cara menyimbangkan jumlah angkutan kargo/komoditas antara wilayah depan dan wilayah dalam. Survey dilakukan di Kota Jayapura adapun teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah menggunakan teknik metode Quota sampel dengan jumlah yang sudah ditentukan. Namun dalam analisisnya, data kualitatif tersebut akan diolah menjadi data kuantitatif, dimana hasil analisisnya kemudian disimpulkan kembali melalui penjabaran hasil analisis yang berbentuk kualitatif yang akan memberikan gambaran menyeluruh. Sebelum adanya Tol Laut di Kota Jayapura harga kebutuhan pokok sangat tinggi contohnya pada daging sapi sebelum adanya tol laut harga rata-rata daging sapi adalah Rp. 160.000 dan banyak barang yang susah didapatkan. Hasil survei yang dilakukan program Tol Laut mampu menurunkan harga komoditas kebutuhan pokok rata-rata sebesar 20%. Penurunan terbesar terjadi pada komoditas bawang putih dengan penurunan 65%. Dari hasil survei yang dilakukan dilapangan menggunakan kuisioner dan dengan adanya Tol Laut sangat berpengaruh terhadap penurunan harga kebutuhan bahan pokok di Kota Jayapura

    Studi Potensi Pembangkit Tenaga Mikrohidro di Sungai Katem Kabupaten Pegunungan Bintang

    Get PDF
    Pembangkitan listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) merupakan suatu alternatif pengadaan energi listrik di daerah terpencil yang tidak terjangkau oleh layanan jaringan listrik dari PLN karena biaya investasi yang besar sedangkan kebutuhan energi listrik di daerah tersebut relatif kecil. Pembangkitan energi listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) juga dipilih berdasarkan pertimbangan ketersediaan energi air yang kontinyu dan geografis daerah tersebut serta pertimbangan ekonomis. Distrik Iwur secara administratif termasuk dalam daerah kabupaten Pegunungan Bintang Propinsi Papua, dimana pemenuhan kebutuhan energi listrik bagi masyarakat di distrik ini juga belum tersentuh layanan dari PT. PLN. Berdasarkan data Pegunungan Bintang Dalam Angka 2015, jumlah penduduknya yang tercatat 4.863 jiwa atau 1.433 kepala keluarga yang terdiri dari 2.534 orang laki-laki dan 2.330 orang perempuan, dan pada umumnya belum menikmati listrik dengan efektif. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan, kondisi geografis dengan perbedaan ketinggian berupa dataran rendah dan tinggi yang berbukit dengan jatuh air efektif terukur (Hnet) 5.4 meter dan potensi aliran sungai dengan debit air terhitung (Q) 0,758 m 3 /detik, memungkinkan kampung ini secara teknis untuk merencanakan pembangunan pembangkitan listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) dengan kapasitas pembangkitan daya listrik mencapai 40 kVA, yang melayani 123 rumah dan 9 (Sembilan) buah sarana umum dengan paket pemasangan 175 Watt per sambungan rumah dan 450 Watt untuk masing-masing fasilitas umum

    Rancang Bangun Mesin Pencacah Rumput Pakan Ternak Mini Chooper

    Get PDF
    Pencacahan rumput gajah yang dilakukan oleh para peternak, kini kebanyakan masih bersifat tradisional, yaitu merajang/mencacah secara manual dengan menggunakan sabit atau alat konvensional lainnya. Tujuan rancang bangun mesin pencacah rumput pakan ternak adalah ingin mengetahui kinerja mesin pencacah rumput selama 1 jam proses pencacahan rumput, ingin melihat kapasitas produksi mesin pencacah rumput dan dapat menganalisis ekonomi mesin pencacah rumput, mesin mampu secara ekonomis dan ergonomis digunakan oleh para peternak kecil maupun peternak sedang. Proses rancang bangun mesin pencacah rumput pakan ternak mini chooper dilakukan dengan tahapan perencanaan dan penjelasan tugas/fungsi elemen mesin, perencanaan elemen mesin, perencanaan gambar kerja produk, analisis ekonomi, perencanaan pemilihan bahan dan analisis teknik meliputi rangka mesin, daya motor penggerak dan poros. Data-data yang diperoleh dari hasil pengujian, dianalisis dengan menggunakan metode perbandingan, yaitu dengan membandingkan hasil dari tingkat produktifitas dari alat sebelumnya dengan alat yang telah dibuat. Hasil perancangan menghasilkan mesin pencacah rumput pakan ternak dengan spesifikasi ukuran panjang 810 mm, lebar 250 mm, 890 mm, serta rangka mesin pencacah menggunakan baja St 42 profil siku L. spesifikasi kapasitas produksi mesin pencacah rumput ± 600 kg/jam. Sumber penggerak mesin adalah mesin penggerak bensin 5 Hp dengan putaran maksimal mesin 3600 rpm, sistem transmisi menggunakan transmisi tunggal yang terdiri dari puli penggerak berdiameter 50 mm sedangkan puli yang digerakkan berdiameter 127 mm, sedangkan poros penggerak memiliki diameter 20 mm dan poros penggerak memiliki diameter 20 mm juga, transmisi tunggal yang digunakan pada mesin pencacah rumput ini menggunakan sabuk v-belt dengan tipe A41 dengan panjang belting sabuk v-belt adalah 40,65 inchi.. Roll penarik rumput hasil modifikasi menggunakan bahan besi plat dengan diameter 0,8 mm sehingga mampun membantu menarik rumput gajah secara otomatis. Pisau pencacah memiliki diameter ketebalan adalah 8 mm dengan panjang 230 mm. pisau pencacah rumput mampu digunakan dalam waktu 15-20 jam/hari. Taksiran harga mesin pencacah rumput pakan ternak mini chooper ini senilai Rp 4.800.000 di kota jayapura,papu

    Analisa Rugi-rugi Daya Akibat Ketidakseimbangan Beban pada Transformator Distribusi di Penyulang Maleo PT. PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan Jayapura

    Get PDF
    Dalam memenuhi kebutuhan tenaga listrik, PT. PLN sebagai penyedia utama energi listrik di Indonesia berusaha baik dalam kontinuitas maupun keandalannya misalanya dalam hal pembagian beban-beban yang pada awalnya merata tetapi karena perubahan tingkat kebutuhan energi di masyarakat menyebabkan ketidakseimbangan pembagian beban pada gardu-gardu distribusi 20 kV/380 V terjadi dan menimbulkan ketidakseimbangan beban yang berdampak pada penyediaan tenaga listrik. Tujuan penulisan Proyek Akhir ini adalah menghitung ketidakseimbangan dan rugi daya akibat arus netral pada gardu distribusi sepanjang penyulang Maleo ULP Jayapura. Perhitungan dilakukan pada saat Luar Waktu Beban Puncak (LWBP) dan Waktu Beban Puncak (WBP). Hasil Penelitian memperlihatkan Persentase ketidakseimbangan beban saat LWBP yang paling besar adalah 29,63% pada trafo JPR193 yaitu di RSUD Marthen Indey. Sedangkan saat WBP sebesar 28,74% pada trafo JPR154 (Jln. Matahari Ampera). Untuk rugi daya terbesar saat LWBP adalah 6273,323 watt pada trafo JPR276 (Ampera-Sisipan JPR117). Total Rugi Daya akibat arus netral adalah 515,889 kW. Sedangkan pada saat WBP sebesar 7742,240 watt atau 77,42 kW di Gardu JPR119 (Depan Toko Varian). Total Rugi Daya akibat arus netral adalah 634,479 kW

    Evaluasi Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kelurahan Kotabaru Distrik Abepura Kota Jayapura

    Get PDF
    Bantuan Langsung Tunai (BLT) merupakan sebuah program yang di bentuk oleh pemerintah pusat untuk membantu dan menunjang tingkat kemiskinan pada masyarakat yang kurang mampu, adapun tujuan yang dilakukan oleh penulis dalam penelitian ini yaitu, 1) Bagaimana evaluasi kebijakan program terhadap pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kelurahan Kotabaru Distrik Abepura Kota Jayapura, 2) Faktor-faktor apa saja yang menghambat pemberian bantuan langsung tunai (BLT) di Kelurahan Kotabaru Distrik Abepura Kota Jayapura. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dan Teknik Pengumpulan Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Observasi, Wawancara, Dokumentasi serta Teknik Analisis Data yang digunakan adalah Reduksi Data, Penyajian Data, dan Penarikan Kesimpulan. Hasil kesimpulan dalam adalah kurangnya komunikasi dan evaluasi dalam tahapan pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kelurahan Kotabaru Distrik Abepura Kota Jayapura

    Kualitas Pelayanan Publik di Kantor kelurahan Yabansai Distrik Heram Kota Jayapura

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab rendahnya kualitas pelayanan publik dan faktor penghambat didalam proses penyelenggaraan pelayanan publik di kelurahan Yabansai Distrik Heram Kota Jayapura. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian, menggambarkan dan menganalisis fenomena, persepsi, perilaku, tindakan dengan cara deskriptif yaitu dalam bentuk kata-kata, kalimat dan bahasa yang menitik beratkan pada observasi dan suasana alamiah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. adapun informan penelitian kunci, 1 orang sekertaris, 2 orang petugas pelayanan, dan 4 orang masyarakat pengguna jasa pelayanan sebagai informan pendukung. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan 3 komponen yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab rendahnya kualitas pelayanan publik di Kelurahan Yabansai disebabkan oleh beberapa aspek pada indikator Tangible, Reabiality, Responsiveness, dan Emphaty belum diterapkan dengan optimal. Adapun yang belum berjalan sesuai dengan standar pelayanan yaitu (1) Bukti fisik (Tangible) yaitu ketidaknyamanan tempat pelayanan termasuk sarana dan prasarana yang belum lengkap. (2) Kehandalan ( reliability) yaitu belum handalnya beberapa pegawai dalam menggunakan alat bantu pelayanan. (3) Daya Tanggap (responsivness) yaitu masih dijumpai petugass/pegawai yang tidak merespon masyarakat seperti apa yang diharapkan dan masih kurang cermat, dan teliti. (4) Empti (emphaty) yaitu ketidakramahan pegawai dalam proses pelayanan. Faktor penghambat penyelenggaraan pelayanan publik di Kantor Kelurahan Yabansai yaitu masalah kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), serta sarana dan prasarana yang memadai

    Pentingnya Kedisiplinan Kerja Pegawai dalam Pelayanan Publik di kantor Kelurahan Hedam Distrik Heram Kota Jayapura

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengkaji disiplin pegawai dalam pelayanan publik di kantor Kelurahan Hedam Distrik Heram Kota Jayapura terkait dengan disiplin waktu, disiplin peraturan, disiplin tanggung jawab kerja, bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan, perhatian. Metode yang digunakan penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik Pengumpulan data dengan jenis data primer berupa wawancara dan observasi dikantor kelurahan hedam distrik heram kota jayapura. Dan pengumpulan data dengan jenis data skunder berupa dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa disiplin pegawai dalam pelayanan publik di Kantor Kelurahan hedam distrik Heram Kota Jayapura masih ada beberapa pegawai yang belum cukup baik seperti, masih ada beberapa pegawai yang sering klai terlambat masuk kantor, dan tanggung jawab pegawai dalam bekerja masih belum sepenuhnya diterapkan dengan baik

    271

    full texts

    670

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Cenderawasih Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇