Universitas Cenderawasih Repository
Not a member yet
670 research outputs found
Sort by
Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Oleh Masyarakat Kampung Mologi Distrik Eragayam Kabupaten Mamberamo Tengah
Tonde Gombo. Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Oleh Masyarakat Kampung Mologi Distrik Eragayam Kabupaten Mamberamo Tengah. Dibimbing oleh Dr. rer. nat. Ir. Henderina J. Keiluhu, MSi dan Dr. Suharno, MSi.
Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) merupakan sumber daya hayati baik nabati maupun hewani, produk turunan dan budidayanya. HHBK dimanfaatkan dalam berbagai kebutuhan oleh masyarakat yang tinggal di tepi hutan maupun
masyarakat lainnya yang memanfaatkan HHBK tersebut. Penelitian ini dilakukan di Kampung Mologi Distrik Eragayam Kabupaten Mamberamo Tengah pada bulan Januari - Februari 2023. Metode yang digunakan adalah dekriptif kualitatif dengan teknik survei serta wawancara semi struktural terhadap 50 reponden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 45 jenis hasil hutan bukan kayu yang terdiri dari 36 jenis HHBK tumbuhan yang teridentifikasi ke dalam 23 famili.
Serta 9 jenis HHBK kelompok hewan yang dikelompokkan dalam lima taksa yaitu : mamalia, burung, serangga, herpetofauna (ular) dan annelida (lintah). Bentuk pemanfaatan HHBK tumbuhan meliputi delapan kelompok HHBK yaitu:
bahan bangunan, sayur, jamur, buah-buahan, tanaman obat,, tanaman hias, rotan, bambu; bahan serat noken dan pewarna. Pemanfaatan HHBK kelompok hewan, terdiri dari bentuk-pemanfaatan sebagai hewan buruan, konsumsi, asesoris, dijual serta obat tradisional.
Kata kunci : Hasil Hutan Bukan Kayu, Tumbuhan, Hewan Liar, Kampung Mologi, Papu
Gambaran Pengetahuan Dan Tindakan Buang Sampah Pada Mahasiswa Penghuni Asrama Astri Nurjaya Kota Jayapura
Sampah merupakan materi atau zat, baik yang bersifat organik maupun
anorganik yang di hasilkan dari setiap aktifitas manusia. Aktifitas bisa dalam
rumah tangga, asrama, industrii, maupun kegiatan komersial. Sampah adalah sisa
kegiatan sehari-hari manusia dan juga proses alam yang terbentuk padat, sampah
seringkali mengacu kepada material sisa yang tidak diinginkan atau sudah tidak
terpakai.
Mengacu pada pengetahuan dan tindakan buang sampah pada mahasiswa
penghuni asrama Astri Nurjaya Kota Jayapura, skripsi ini hendak mengangkat
sampai sejauh mana pengetahuan mahasiswa penghuni Asrama Astri Nurjaya
tentang sampah dan juga pentingnya membuang sampah, lalu dengan pengetahuan
tersebut, apa tindakan penghuni Asrama Astri Nurjaya saat menghadapi sampah
yang berada di sekitar lingkungan asrama.
Asrama terdapat beberapa aturan ada juga aturan pemeliharan kebersihan
asrama yang termasuk adalah pertama semua penghuni bersama dan masingmasing pribadi bertanggung jawab penuh atas kebersihan seluruh asrama.
Tanggung jawab ini berlaku secara berlanjut bukan hanya bila ada giliran
pembersihan. Yang kedua badan pengurus asrama mengatur dan menentukan
waktu kerja bakti massal, jika ada pekerjaan khusus, badan pengurus asrama dapat
menentukan waktu extra untuk kerja bakti. Yang ketiga penghuni yang
berhalangan mengambil bagian dalam kerja bakti harus memberitahukan kepada
badan pengurus asrama dan mendapat izin dari Rektris dan harus memberitahukan
ketua badan pengurus asrama, dan juga setiap penghuni
Hasil penelitian yang didapatkan bahwa penghuni Asrama Astri Nurjaya
sebanyak 98 mahasiswa, namun hanya 49 mahasiswa yang di ambil sebagai
sampel dari penelitian Gambaran Pengetahuan dan Tindakan Buang Sampah Pada
Mahasiswa Asrama Astri Nurjaya. Dari hasil 49 sampel diketahui bahwa
pengetahuan dalam kategori baik 26 responden( 53,1% ) dengan kategori kurang
sebanyak 23 responden (46,9 %), sedangkan diketahui bahwa tindakan dalam
tindakan baik sebesar 28 responden ( 57,1) sedangkan kategori kurang sebesar 21
responden ( 42,9 )
Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Gizi Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Jayapura Utara
Status gizi kurang pada balita dapat mengakibatkan terganggunya
pertumbuhan fisik maupun mental, dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga
rawan terkena penyakit infeksi, menurunkan tingkat kecerdasan, serta dapat
meningkatkan resiko kematian pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi balita diwilayah
kerja puskesmas Jayapura Utara.
Jenis penelitian Metode Survei Analitik dengan desain cross sectional.
Populasi penelitian 1.244 balita. Sampel yang diambil sebanyak 111 balita dengan
teknik pengambilan sampel purposive sampling. Analisis statistik menggunakan
Uji Chi-Square.
Hasil dari Uji chi-square menunjukkan bahwa hubungan antara Pendidikan
ibu dengan status gizi balita signifikan dengan nilai (p-value =0,000, RP=5,315),
Pola Asuh (p-value=0,003, RP=0,397), Pengetahuan ibu (p-value=0,002,
RP=2,374), hubungan antara pekerjaan ibu dengan status gizi balita tidak
signifikan dengan nilai (p-value=0,652, RP=1,204), Pendapatan Keluarga (pvalue=1,000, RP=1,047), Jarak ke Poyandu (p-value=0,162, RP=1,490)
Uji Stabilitas Sediaan Lotion Ekstrak Etanol Kulit Kayu Akway (Drymis Piperta Hook f.) Asal Manokwari
Kuen, Kevin, B, F., 2023. UJI STABILITAS SEDIAAN LOTION EKSTRAK ETANOL KULIT KAYU AKWAY (Drymis piperita Hook f.) ASAL MANOKWARI. Skripsi Program Studi Farmasi, FMIPA, Universitas Cenderawasih Jayapura.
Kulit kayu akway (Drymis piperita Hook f.) merupakan tumbuhan endemik asal papua yang mengandung senyawa flavonoid sehingga memiliki aktivitas antioksidan yang dapat dimanfaatkan sebagai perlindungan terhadap sinar UV dan
dikembangkan menjadi sediaan farmasi yaitu lotion. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui mutu fisik dan stabilitas pada sediaan lotion ekstrak etanol kulit kayu akway. Lotion diformulasi dalam tiga formula dengan konsentrasi simplisia FI
0,5%, FII 1%, FIII 1,5%. Evaluasi mutu fisik meliputi organoleptik, homogenitas, pH, daya lekat, daya sebar, dan daya proteksi kemudian dilakukan uji stabilitas dengan cara dilakukan penyimpanan selama 21 hari pada suhu ruang. Hasil evaluasi mutu fisik sediaan tidak ada perubahan warna, aroma, dan tekstur, homogenitas dan pH selama penyimpanan dan hasil pengujian stabilitas dianalisis menggunakan t-test. Uji daya lekat sebelum penyimpanan memiliki nilai yang baik yaitu FI 7,8 ± 0,4 detik, FII 4,6 ± 0,3 detik, FIII 2,2 ± 0,3 detik dan setelah penyimpanan masih memiliki nilai yang baik yaitu FI 8,1 ± 0,4 detik, FII 4,9 ± 0,3 detik, FIII 2,6 ± 0,4 detik. Hasil rata-rata daya sebar menunjukkan nilai yang baik yaitu FI 6,1 ± 0,1; FII 8,4 ± 0,1; FIII 9,6 ± 0 detik dan setelah penyimpanan masih memiliki hasil
yang baik FI 6 ± 0,1 cm, FII 8,1 ± 0,1 cm, FIII 9,4 ± 0 cm. Hasil daya proteksi hanya FI yang menunjukkan hasil baik dengan waktu proteksi lebih dari 5 menit, sedangkan FII dan FIII memiliki hasil kurang baik dengan waktu kurang dari 5 menit. Hasil analisis t-test sediaan lotion ekstrak etanol kulit kayu akway FI, FII, FIII tidak memiliki perbedaan makna dengan nilai signifikan daya lekat 0,057 (p>0,05), daya sebar 0,074 (p>0,05), dan daya proteksi 0,295 (p>0,05) kesimpulan dari penelitian ini adalah sediaan stabil secara statistik.
Kata kunci : Lotion, Kulit Kayu Akway, Uji Stabilitas
Analisis Kandungan C-Organik Dan Unsur Hara Makro Pada Ladang Tradisional Di Kampung Burmeso Distrik Mamberamo Tengah Kabupaten Mamberamo Raya
Telah dilakukan penelitian tentang analisis kandungan C-Organik dan unsur hara makro serta sifat fisika dan kimia dalam tanah di Kampung Burmeso Distrik Mamberamo Tengah Kabupaten Mamberamo Raya sebanyak 18 sampel diambil dari tanah ladang, tanah hutan dan tanah bekas ladang. Sampel diambil dari kedalaman 0-10 cm dengan soil ring sampel. Selanjutnya sampel tanah dikeringkan pada suhu 105°C selama 3 jam, diayak menggunakan ayakan 200 mesh. Sifat fisika adalah kadar air dan bulk density sedangkan sifat kimia adalah pH dan kandungan karbon organik. Kandungan unsur hara yang diukur adalah Na, K, Ca dan Mg, semuanya dalam bentuk “dapat ditukar”, diekstrak dengan larutan amonium asetat dan diukur menggunakan metode spekrofotometri serapan atom (SSA).
Hasil penelitian ini adalah pH tanah ladang, tanah hutan maupun tanah bekas ladang tergolong masam (rendah) sampai agak masam (sedang). Kadar karbon pada tanah ladang, tanah hutan dan tanah bekas ladang tergolong tinggi, namun ketebalan topsoil pada tanah hutan jauh lebih tinggi daripada tanah ladang dan bekas ladang. Kandungan Ca-dd di ladang dan hutan berada pada kategori sangat tinggi, dan bekas ladang berada pada kategori tinggi, Mg-dd di ladang dan hutan kategori sangat tinggi dan pada bekas ladang tinggi. K-dd di ladang berada pada kategori tinggi sedangkan pada hutan dan bekas ladang berada pada kategori tinggi, Na-dd di ladang berada pada kategori rendah sedangkan pada hutan dan bekas ladang berada pada kategori sangat rendah
Pengembangan Kawasan Penangkapan Ikan Kembong (Rastrelliger SP) Di Wilayah Pesisir Dan Laut Selatan Kabupaten Kepulauan Yapen
Ikan kembung merupakan salah satu sumberya ikan yang sangat melimpah di perairan Utara Papua. Salah satu perairan yang memiliki potensi ikan kembung di Utara Papua adalah perairan Selatan Yapen. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui komposisi hasil tangkapan nelayan, sebaran klorofil-a dan suhu perairan. Apun metode yang digunakan dalam peneitian ini adalah Dokumentasi, Studi pustaka, Purposive random sampling dan Geostatistik. Hasil penelitian ditemukan total komposisi tangkapan yaitu 5.547 kg/ekor dengan kisaran 556 – 945 kg/ekor. Kosentrasi Klorofil-a pada kedalam 0-100 meter berkisar antara 0.02 – 0.38 mg/m³, pada kedalaman 100 – 200 meter berkisar antara 0.05 – 0.07 mg/m³, secara temporal berkisar antara 1.05 – 1.21 mg/m³. Suhu perairan pada kedalaman 0-100 meter berkisar anatar 2 - 38 °C, kedalaman 100 - 200 meter berkisar antar 2 - 36 °C, secara temporal berkisar antara 9.46 – 9.66 °C. Dapat disimpulkan bahwa kompoisis tangkapan tinggi pada musim peralihan dua dan terendah pada musim barat, sebaran suhu secara vertikal lebih tinggi pada permukaan dan semakin dalam perairan suhu semakin rendah, kosentrasi klorofil-a secara temporal tertinggi pada musim peralihan dua dan terendah pada musim barat. Sebaran konsentras klorofil-a dan secara vertical menunjukkan semakin bertambah kedalaman maka semakin rendah konsentrasi klorofil-a dan suhu
Faktor Risiko Penyalahgunaan Narkotika Golongan I di Lembaga Pembinaan Khusus Anak dan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Provinsi Papua
Penyalahgunaan narkotika golongan I menjadi permasalahan yang merambah hampir kesemua kalangan yang ada di Provinsi Papua, dimana proporsi penggunan narkotika golongan I di papua sekitar 7,2% tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko penyalahgunaan narkotika golongan I di lembaga pembinaan khusus anak dan lembaga pemasyarakatan perempuan Provinsi Papua
Penelitian ini berdesain Cross-Sectional. Penelitian ini dilakukan di LPKHA Kelas IIA dan LPP Kelas III Jayapura pada bulan 30 Agustus- 12 Semptember 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah warga binaan yang ada di LPKHA Kelas IIA Jayapura dan LPP Kelas III Jayapura. Sampel pada penelitian ini adalah 88 warga binaan yang diambil menggunakan teknik sampel jenuh (seluruh jumlah populasi). Instrumen Pada penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan hasil uji statistik adalah Chi Square yang diolah menggunakan software SPSS .
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan antara umur dengan penyalahgunaan narkotika golongan I nilai (p-value 0,002, RP 0,532) , ada hubungan pendidikan dengan Penyalahgunaan Narkotika Golongan I nilai (p-value 0,008, RP 4,44) , ada hubungan pengetahuan dengan Penyalahgunaan Narkotika Golongan I nilai (p-value 0,008, Nilai RP 4,44), tidak ada hubungan sikap dengan Penyalahgunaan Narkotika Golongan I nilai (p-value 0,606, RP 0,803), tidak ada hubungan peran teman sebaya dengan Penyalahgunaan Narkotika Golongan I nilai (p-value 0,333, RP 2,144)
Sintesis Dan Karakterisasi Adsorben Arang Aktif Dari Ampas Tebu Dan Tempurung Kelapa Sebagai Penjernih Minyak Jelantah
Minyak goreng yang telah digunakan berkali-kali (minyak jelantah) dimurnikan melalui proses bleaching menggunakan adsorben. Adsorben yang digunakan adalah karbon aktif yang terbuat dari limbah ampas tebu dan tempurung kelapa melalui proses karbonisasi dan aktivasi dengan H3PO4 3 M dan 6 M. Hasil ujikualitas kadar air, kadar abu, kadar zat mudah menguap telah memenuhi SNI 06-3730-1995. Karakterisasi FTIR menunjukkan bahwa karbon aktif ampas tebu dan tempurung kelapa memiliki sifat polar yang ditunjukkan oleh adanya gugus O – H, C – O, dan – CO2, sedangkan hasil GSA karbon aktif dari ampas tebu dan tempurung kelapa memiliki luas permukaan masing-masing sebesar 3,828 dan 2,340 m2/g. Pada proses penjernihan minyak jelantah adsorben arang aktif ampas tebu yang diaktivasi dengan H3PO4 3 M dan 6 M memiliki nilai asam lemak bebas dan bilangan peroksida masing - masing sebesar (0,12% dan 1,33 mek O2/kg) serta (0,11% dan 1,66 mek O2/kg), sedangkan arang aktif tempurung kelapa memiliki nilai asam lemak bebas dan bilangan peroksida sebesar (0,15% dan
2,33 mek O2/kg) serta (0,13% dan 2,66 mek O2/kg). Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka ampas tebu dapat digunakan sebagai adsorben karena memiliki luas permukaan besar, sehingga dapat meningkatkan mutu minyak jelantah
Analisis Hubung Singkat pada Jaringan Tegangan Menengah 20kV pada Penyulang Rajawali PT. PLN (Persero) ULP Jayapura.
PLN ini sendiri didirikan dengan tujuan untuk melayani masyarakat dalam bidang ketenagalistrikan. Gangguan itu sendiri dapat didefinisikan sebagai keadaan dimana arus yang mengalir pada saluran menjadi sangat besar melebihi
kemampuan saluran tersebut yang dapat menyebabkan kerusakaan pada peralatan sehingga membuat pendistribusian daya terganggu, kecelakaan kerja, ataupun kematian. Dengan adanya prediksi lokasi gangguan, diharapkan titik gangguan
dapat lebih mudah ditemukan Adapun metode yang di gunakan yaitu : Studi Literatur Metode ini dilakukan dengan mencari data dari literatur berupa buku, jurnal, internet, laporan atau thesis ilmiah lainnya guna melengkapi dan menunjang data yang diperlukan. Kemudian data yang di peroleh lewat
pengamatan langsung penelitian antara lain meliputi data single line diagram, dan data gardu distribusi pada penyulang Rajawali. Dapat diketahui besarnya arus gangguan hubung singkat terbesar terjadi pada gangguan hubung singkat tiga phasa dengan nilai 12902,84731 A sedangkan gangguan hubung singkat terkecil terjadi pada gangguan hubung singkat satu phasa ke tanah dengan nilai 593,2560354 A. Semakin jauh jarak titik gangguan maka semakin kecil arus gangguan hubung singkat yang terjadi begitupun sebaliknya, semakin dekat jarak titik gangguan maka semakin besar arus gangguan hubung singkat yang terjadi.Nilai arus gangguan hubung singkat akan semakin kecil apabila lokasi terjadinya gangguan semakin jauh dari titik sumber dan akan semakin besar jika lokasi gangguan semakin dekat dari titik sumber. Dapat diketahui besarnya arus gangguan hubung singkat terbesar terjadi pada gangguan hubung singkat tiga phasa dengan nilai 12902,84731 A sedangkan gangguan hubung singkat terkecil terjadi pada gangguan hubung singkat satu phasa ke tanah dengan nilai
593,2560354 A
Estimasi Sumber Daya Batubara Berdasarkan Metode Circular USGS 1983 Menggunakan Aplikasi Ventyx Minescape 5.7 pada Blok Selatan PT. XYZ, Kecamatan Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh.
Estimasi sumber daya didapatkan melalui data eksplorasi yang meliputi data hasil pengeboran dan survei atau pemetaan. Penelitian dilakukan di area penambangan PT XYZ yang terletak di daerah Kecamatan Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat,
Provinsi Aceh dengan luasan area ±1799.41 Ha. Diketahui pada daerah penelitian didapatkan 27 seam batubara dengan arah umum jurus (strike) berarah Barat Laut – Tenggara dan arah penunjaman lapisan batubara berarah Barat Daya dengan
kemiringan (dip) lapisan sekitar ±5º. Metode yang digunakan dalam estimasi sumber daya batubara adalah metode circular USGS 1983 dengan menggunakan aplikasi Ventyx MineScape 5.7. Data yang digunakan yaitu data litologi sebanyak 69 titik bor, data collar, serta data kualitas. Estimasi sumber daya dihitung berdasarkan standar klasifikasi SNI 5015:2019 pada 16 seam batubara dari 27 seam yang berada di daerah penelitian B, C, D, E, F, FU, FL, GU, GL, GL1, GL2, G1,
H, I, IL, dan IU. estimasi sumber daya batubara pada daerah penelitian menggunakan aplikasi Ventyx MineScape 5.7 didapatkan sebesar 101.330.885 tonase batubara dengan klasifikasi terukur (measured), 32.024.279 tonase batubara
dengan klasifikasi tertunjuk (indicated), dan 43.835.579 tonase batubara dengan klasifikasi tereka (inferred). Sedangkan estimasi manual menggunakan metode circular USGS 1983 pada daerah penelitian sebesar 105.643.034 tonase batubara dengan klasifikasi terukur (measured), 39.587.741 tonase batubara dengan klasifikasi tertunjuk (indicated), dan 48.415.581 tonase batubara dengan klasifikasi tereka (inferred)