Universitas Cenderawasih Repository
Not a member yet
    670 research outputs found

    Perbandingan Mutu Fisik Tablet Ketoconazole Generik Berlogo dan Bermerek Dagang Yang Beredar di Kabupaten Jayapura Papua

    No full text
    Lorenza,Evita.D.2023.PERBANDINGAN MUTU FISIK TABLET KETOCONAZOLE GENERIK BERLOGO DAN BEREMEREK DAGANG YANG BEREDAR DI KABUPATEN JAYAPURA PAPUA. Skripsi Program Studi Farmasi, Jurusan Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Cenderawasih, Jayapura, Papua. Sebagian besar masyarakat masih meragukan mutu obat generik karena melihat harganya yang jauh lebih murah dibandingkan obat dengan bermerek dagang. Padahal faktanya mutu obat generik berlogo dengan obat bermerek dagang mempunyai efektifitas yang sama. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui mutu fisik tablet ketoconazole generik berlogo yang beredardi Kabupaten Jayapura Papua, untuk mengetahui mutu fisik tablet ketoconazole bermerek dagang yang beredar di Kabupaten Jayapura Papua dan untuk mengetahui perbandingan mutu fisik tablet ketoconazole generik berlogo dan bermerek dagang yang beredar di Kabupaten Jayapura Papua. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan analisis data menggunakan aplikasi SPSS versi 26. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah tablet ketoconazole 200 mg generik berlogo dan bermerek dagang, kedua sampel diambil dari apotek berbeda yang adadi wilayah kabupaten jayapura. Mutu fisik yang dilakukan pada penelitian ini meliputi keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan tablet, kerapuhan tablet serta waktu hancur tablet. Hasil menunjukan bahwa dari 5 pengujian yang dilakukan semua memenuhi persyaratan yang ada. Kata kunci : Mutu fisik, ketoconazole, generik, generik bermere

    Penerapan Regresi Partial Least Square Dalam Mengatasi Multikolinearitas

    Get PDF
    Kelimagun, Sari Yanti. 2023. Penerapan Regresi Partial Least Square Dalam Mengatasi Multikolinearitas. Skripsi Program Studi Statistika Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Cenderawasih. Multikolinearitas adalah suatu kondisi adanya hubungan linear antara variabel independen dalam model regresi, dimana terdapat dua atau lebih variabel bebas yang saling berkorelasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan regresi Partial Least Square (PLS) dalam mengatasi multikolinearitas. Aplikasi PLS dimanfaatkan untuk menentukan variabel penjelas yang terlibat dalam model tersebut. Dalam penelitian ini parameter model akan diprediksi dan dianalisis melalui variabel tidak bebas terhadap prediktor . Prediksi akan dicapai melalui proses ekstrasi prediktor yang dipandang sebagai suatu himpunan variabel ortogonal. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa multikolinearitas pada set data cornell dapat diatasi menggunakan set data PLS. Kata kunci : Multikolinearitas, Regresi Partial Least Square (PLS), VIF

    Uji Mutu Fisik dan Penentuan Nilai SPF (Sun Protection Factor) Sediaan Lotion Ekstrak Etanol Daun Tegari (Dianella Nemorosa Lam.) Asal Papua

    Get PDF
    Panjaitan, Uli G.F. 2023. UJI MUTU FISIK DAN PENENTUAN NILAI SPF (Sun Protection Factor) SEDIAAN LOTION EKSTRAK ETANOL DAUN TEGARI (Dianella nemorosa Lam.) ASAL PAPUA. Skripsi Program Studi Farmasi, Jurusan Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Cenderawasih Jayapura. Daun tegari (Dianella nemorosa Lam.) mengandung senyawa fenolik yaitu flavonoid dan tanin yang memiliki potensi sebagai tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu fisik sediaan lotion ekstrak etanol daun tegari meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya lekat, daya sebar, dan tipe emulsi, dan menentukan nilai SPF (Sun Protection Factor). Penentuan nilai SPF dilakukan dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan sediaan lotion ekstrak etanol daun tegari dengan konsentrasi 1,5%; 3%; 4,5% memiliki warna hijau muda, hijau tua, dan hijau tua pekat, berbau khas ekstrak daun tegari, tekstur lembut dan tidak lengket, bersifat homogen, pH lotion memenuhi persyaratan SNI, daya lekat dan daya sebar lotion memenuhi syarat, tipe emulsi M/A. Nilai SPF yang diperoleh dari ketiga formula yaitu FI(1,5%), FII(3%), FIII(4,5%) berturut-turut: 32,10; 35,47; 38,21 yang termasuk dalam kategori proteksi ultra. Hasil mutu fisik dari setiap formula memenuhi persyaratan dan berpotensi sebagai tabir surya. Kata kunci : Lotion, Mutu fisik, SPF, Daun Tegari, Dianella nemorosa Lam

    Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Obat Malaria di Puskesmas Hebeybhulu Yoka Kota Jayapura Tahun 2021

    Get PDF
    Hetharia, Vicky Raditia. 2023. ”EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN OBAT MALARIA DI PUSKESMAS HEBEYBHULU YOKA KOTA JAYAPURA TAHUN 2021”. Skripsi Program Studi Farmasi Jurusan Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Cenderawasih Malaria adalah penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles yang mengandung Plasmodium. Provinsi Papua memiliki angka kejadian malaria yang sangat tinggi dibandingkan provinsi lain di Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah pengaruh perilaku dan pola hidup serta lingkungan yang kurang sehat sehingga memungkinkan untuk berkembang biaknya nyamuk malaria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Rasionalitas peresepan obat malaria yang diberikan untuk pasien di Puskesmas Hebeybhulu Yoka Kota Jayapura. Metode penelitian ini analisa deskriptif dan chi – square dengan pendekatan retrospektif yakni mengkaji data yang sudah didapat sebelumnya pada tahun 2021 kemudian data tersebut diolah menggunakan software SPSS. Jumlah resep yang diolah sebanyak 320 resep dengan hasil penelitian menunjukkan pada pasien yang menggunakan obat DHP terdapat 283 (88.4%) pasien yang rasional dan 37 (11.6%) pasien yang tidak rasional, sedangkan pada Primakuin terdapat 286 (89.4%) pasien yang rasional dan 34 (10.6%) pasien yang tidak rasional. Sehingga pada penelitian ini diperoleh pasien yang menggunakan DHP sebanyak 11.6% dan Primakuin sebanyak 10.6% yang tidak rasional. Hal ini dikarenakan adanya kesalahan dalam pemberian dosis sediaan obat malaria pada pasien malaria di Puskesmas Hebeybhulu Yoka. Kesimpulannya masih ditemukan resep yang tidak rasional dan dibutuhkan perbaikan untuk mendekati 100% rasionalitas sesuai dengan harapan peneliti mengenai rasionalitas obat malaria serta pencegahan resistensi pada penggunaan obat malaria. Kata kunci : Rasionalitas, Obat Malaria, Puskesmas Hebeybhulu, Jayapura, Dihidroartemisin, Primakui

    Jenis-Jenis Dan Pola Sebaran Pandan Merambat (Freycinetia) Di Kampung Nawa Mulya Distrik Yapsi, Kabupaten Jayapura, Papua

    Get PDF
    Indonesia menjadi salah satu pusat keanekaragaman hayati dunia dan dikenal sebagai Negara megabiodiversity. Papua merupakan Provinsi terluas di Indonesia memiliki keanekaragaman hayati tertinggi. Penelitian ini dilakukan di Papua khususnya di daerah Kampung Nawa Mulya, Distrik Yapsi, Kabupaten Jayapura, Papua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis dan pola sebaran pandan merambat (Freycinetia) di Kampung Nawa Mulya Distrik Yapsi Kabupaten Jayapura. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan deskrtiptif kuantitatif serta metode pengumpulan data yang digunakan adalah transek line dan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan 9 jenis Freycinetia yang ditemukan dilokasi penelitian yaitu F. aculeata Sinaga, F. andajensis Martelli, F. frutonumerata Sinaga, F. frutaspiralica Sinaga, F. iriana Sinaga, F. angustissima Ridl, Freycinetia sp.1, Freycinetia sp.2, dan Freycinetia sp.3. Pola sebaran dari 9 jenis Freycinetia memiliki nilai standar derajat morisita (Ip) berkisar -1 – 0,53 sehingga menunjukkan pola sebaran seragam dan mengelompok. Tujuh jenis dengan pola sebaran mengelompok yakni F. aculeata Sinaga, F. andajensis Martelli, F. frutonumerata Sinaga, F. frutaspiralica Sinaga, F. angustissima Ridl Freycinetia sp.1, dan Freycinetia sp.2. Dua jenis dengan pola seragam yakni F. iriana Sinaga dan Freycinetia sp.3

    Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemeriksaan Triple Eliminasi pada Ibu Hamil di Puskesmas Maripi Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat

    Get PDF
    Human Immunodeficiency Virus, Sifilis, dan Hepatitis B adalah Infeksi Menular Seksual yang dapat ditularkan oleh ibu hamil kepada bayi. Penanggulangan telah dilakukan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia melalui program Triple eliminasi yang mengacu pada rekomendasi WHO. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemeriksaan triple eliminasi di Puskesmas Maripi Kabupaten Manokwari. Jenis penelitian ini adalah Observasional analitik dengan rancangan cross sectional study. Populasi jumlah ibu hamil yang melakukan pemeriksaan K1 dan K2 di Puskesmas Maripi dan jumlah sempel sebanyak 54 orang dengan cara sampling jenuh. Data diperoleh menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan chi square test. Hasil penelitian diperoleh karakteristik Ibu hamil terbanyak berumur 20-35 tahun sebanyak 47 orang (87%), berpendidikan tinggi sebanyak 40 orang (74,1%), penghasilan rendah sebanyak 44 orang (81,5%), Status pernikahan sebanyak 51 orang (94,4%) kawin, berasal dari suku Papua sebanyak 37 orang (68,5%). Responden ibu hamil yang melakukan pemeriksaan triple eliminasi sebanyak 32 orang (59,3%) dan sebanyak 22 orang (40,7%) tidak melakukan pemeriksaan triple eliminasi. Ada pengaruh pengetahuan (P-value = 0,046 0,05)

    Skrining Fitokimia dan Analisis Kadar Mineral Sayur Lilin (Sacchrum edule Hassk)

    Get PDF
    Tanaman sayur lilin (Saccharum edule Hassk) atau terubuk merupakan jenis tanaman tebu-tebuan. Bagian bunga pada sayur lilin umumnya dikonsumsi oleh masyarakat Papua dan secara tradisional dipercaya bahwa sayur lilin memiliki kandungan gizi yang baik sehingga sangat baik dikonsumsi oleh anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder yang terdapat pada sayur lilin, serta menganalisis kandungan mineral yang terdapat pada sayur lilin. Variabel yang diamati yaitu (alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, terpenoid) dan kadar mineral (K, Ca, Mg, Na). Hasil yang diperoleh pada sayur lilin putih terdapat metabolit sekunder yang positif yaitu flavonoid,tanin, dan triterpenoid, kadar mineral kalium (K) 19,46%, kalsium (Ca) 0,071%, magnesium (Mg) 3,48%, natrium (Na) 1,38%

    Analisis Voltage Drop Jaringan Tegangan Menengah 20kV Menggunakan ETAP 19.0.1 pada Penyulang Rajawali PT. PLN (Persero) ULP Jayapura.

    Get PDF
    Kualitas pada suatu penyaluran tenaga listrik dipengaruhi oleh besar kecilnya jatuh tegangan. Semakin kecil jatuh tegangan maka kualitasnya akan semakin baik,apalagi dengan semakin berkembangnya jumlah penduduk maka akan semakin banyak beban yang mengakibatkan semakin dibutuhkannya energi listrik. Pada suatu saluran distribusi biasanya memiliki nilai jatuh tegangan yang paling besar. Maka PT. PLN (Persero) mengeluarkan SPLN No.72 Tahun 1987 sebagai titik acuan batas toleransi yang diizinkan, sehingga dapat diketahui apakah jaringan distribusi tersebut andal atau tidak. Penyulang Rajawali merupakan salah satu penyulang dari PLTD Yarmokh, yang memiliki panjang saluran 7,455 kms dengan mensuplai 33 gardu distribusi. Analisis jatuh tegangan diperlukan untuk mengetahui berapa kerugian yang terjadi pada sistem distribusi penyulang Rajawali yang dianalisa dengan menggunakan rumus atau simulasi ETAP 19.0.1. Metode yang digunakan adalah dengan observasi dan wawancara untuk mendapatkan data yang dibutuhkan yaitu data penghantar, single line diagram, beban trafo distribusi dari tahun 2019 sampai dengan tahun 2023, serta jarak antar trafo distribusi kemudian menghitung jatuh tegangan. Dari hasil analisis di atas dengan menggunakan rumus didapatkan jatuh tegangan sebesar 93,965 Volt dan persentase jatuh sebesar 0,471 %, dan dengan simulasi ETAP 19.0.1 didapatkan jatuh tegangan sebesar 60 Volt dan persentase jatuh sebesar 0,3 %, dari kedua hasil analisis tersebut masih dalam batas toleransi yaitu kurang dari 5 %. Dan untuk hasil analisis jatuh tegangan dari hasil proyeksi lima tahun ke depan, hasil persentase jatuh tegangan masih dalam standar yang berlaku, sehingga penyulang Rajawali masih dalam kondisi baik untuk lima tahun ke depannya

    Koordinasi Over Current Relay (OCR) dan Ground Fault Relay (GFR) pada Penyulang Garuda di Gardu Induk Skyline Jayapura.

    Get PDF
    Penyulang garuda dilengkapi dengan peralatan proteksi Over Current Relay (OCR) dan Ground Fault Relay (GFR) yang berfungsi mengamankan peralatan dari arus gangguan hubung sigkat, oleh karena itu diperlukan koordinasi antara komponen sistem proteksi, kedua relai tersebut harus membuat keputusan bahwa ada gangguan telah terjadi dan mengoperasikan pemutus tenaga (PMT). Salah satu relai yang terpasang harus memberikan keputusannya secepat mungkin, yakni konsisten untuk bekerja terhadap besarnya arus gangguan yang dirasakan dengan tujuan agar jika terjadi gangguan maka sistem proteksi mampu mengamankan atau mengisolasi bagian yang terganggu sehingga tidak terjadi kerusakan yang lebih besar, untuk itu diperlukan koordinasi antara komponen sistem proteksi Dalam penyusunan Proyek Akhir ini, perhitungan dilakukan dengan menggunakan Microsoft Excel 2013 selanjutnya akan digunakan untuk menentukan setting relai serta menganalisa kurva koordinasi proteksi pada Penyulang Garuda, agar memperkecil kesalahan sehingga dapat membandingkan setting relai OCR, GFR pada sisi incoming dan sisi penyulang. Hasil dari perhitungan diketahui bahwa gangguan arus hubung singkat terbesar terdapat pada arus gangguan 3 fasa pada panjang penyulang 0% yaitu, 11941,05 ampere, sedangkan arus gangguan terkecil terdapat pada arus gangguan 1 fasa ke tanah dengan panjang penyulang 100% yaitu, 592,23 Ampere, waktu kerja relai tercepat terdapat pada gangguan arus hubung singkat 3 fasa di sisi penyulang yaitu 0,299 detik sedangkan waktu kerja relai terlama terdapat pada gangguan arus hubung singkat 2 fasa di sisi incoming yaitu 26 detik

    Analisis Derajad Keasaman Tanah pada Lokasi Pertambangan Rakyat Buper Waena Kota Jayapura.

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi asam tanah dan air asam menggunakan potential Hydrogen (pH meter) di lokasi pertambangan rakyat Buper Waena, Kota Jayapura, provinsi papua. Dari hasil identifikasi pH Meter pada tanah berdasarkan Sembilan (9) titik pengukuran, maka didapat (6) titik yang teridentifikasi asam tanah yang tinggi yakni: BPRST-1, BPR ST-2, BPR ST-4, BPR ST-5, ST-6, dan BPR ST-9,. Sementara, BPR ST-3, BPR ST-7, dan BPR ST-8, ditemukan adanya asam tanah yang lemah atau rendah. Dari hasil pengukuran air asam di lokasi pertambangan, berdasarkan lima (5) titik pengukuran Air asam menggunakan pH Meter pada air maka didapat tiga (3) titik yang teridentifikasi air asam tambang yang lemah >6 yakni: BPR ST-1, BPR ST-2, dan BPR ST-3, kemudian BPR ST-4, dan BPR ST-5, air asam tambang yang tinggi atau <5.Berdasarkan hasil pengukuran lapangan menggunaka pH Meter pada tanah dan pH Meter pada air. Maka tambang rakyat buper menghasilkan air asam tambang yang tinggi

    271

    full texts

    670

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Cenderawasih Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇