Repositori Perpustakaan dan Kearsipan Unikarta
Not a member yet
34 research outputs found
Sort by
Pengaruh Modal Sosial Terhadap Kesejahteraan Petani Tomat Di Kecamatan Sebulu Kabupaten Kutai Kartanegara
Modal sosial merupakan salah satu faktor penentu pembangunan suatu negara selain modal finansial dan modal manusia. Kondisi modal sosial di perdesaan berbeda dengan di perkotaan. Perbedaan ini ditandai dengan kenyataan bahwa masyarakat perdesaan memiliki sistem kehidupan yang berkelompok atas dasar kekeluargaan, berbeda dengan masyarakat perkotaan yang seringkali mampu mengihidupi dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Apabila kondisi pertanian masyarakat baik maka kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat seperti pendapatan yang cukup, pendidikan dan kondisi kualtias kesehatan. Masyarakat perdesaan pada umumnya bergantung pada sektor pertanian Sama halnya dengan Kabupaten Kutai Kartanegara, pertanian merupakan salah satu sektor untuk meningkatkan perekonomian dan salah satu subsektor nya yaitu tanaman Tomat. Kecamatan Sebulu yang menjadikan tanaman Tomat sebagai komuditas yang banyak diproduksi.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh modal sosial yang terdiri dari kepercayaan, norma sosial, dan jaringan sosial terhadap kesejahteraan petani tomat di Kecamatan Sebulu Kabupaten Kutai Kartanegara, untuk mengetahui pengaruh secara simultan terhadap kesejahteraan petani tomat di Kecamatan Sebulu Kabupaten Kutai Kartanegara. pengambilan data melalui wawancara, koesioner, observasi dan dokumentasi yang ditujukan langsung pada petani yang tergabung pada kelompok tani di Kecamatan Sebulu sebanyak 162 responden dengan menggunakan teknik stratified random sampling. Analisis data dalam penelitian ini meliputi uji validitas dan uji reliabilitas, uji t, uji F dan uji asumsi klasik dengan bantuan SPSS ver. 26.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel kepercayaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan petani tomat, norma sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan petani tomat, jaringan sosial berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kesejahteraan petani tomat dan kepercayaan, norma sosial, jaringan sosial. berpengaruh secara simultan terhadap kesejahteraan petani tomat
Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Ayam Dan NPK Mutiara Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.)
Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan analisis faktorial 3 × 4 dengan ulangan sebanyak tiga kali. Faktor yang pertama adalah perlakuan pemberian pupuk kandang ayam yang terdiri atas 4 taraf ,k0 tanpa pupuk(kontrol), k1 20 t ha- (11,92 kg Petak-1),k2 40 ton ha-1 (3,84 kg Petak-1), k3 = 60 ton ha-1 (5,76 kg Petak-1).Faktor yang kedua adalah pemberian pupuk NPK mutiara yang terdiri atas empat taraf, n0 tanpa pupuk (kontrol), n1 125kg (12 g petak -1), n2 250kg (24 g petak -1), n3 375 kg (36 g petak -1 ).
Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk kandang ayam berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman,umur 20, 50 dan 80 hari, sampai hasil biji kering, jumlah polong per tanaman per hektar dan hasil biji kering t ha-1. Hasil biji kering tertinggi di dapat pada perlakuan k3 (2,24 t ha-1) dengan terendah pada k0 (1,75 t ha-1) .
Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk NPK Mutiara berpngaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 20,50 dan 80, jumlah polong per tanaman dan hasil biji kering t ha-1. Hasil biji kering tertinggi terdapat pada perlakuan n1(2,03 dan terendah pada n0 (2,14 t ha-1).
Pemberian pupuk kandang ayam dan NPK Mutiara berpengaruh tidak nyata terhadap semua hasil biji kering tertinggi terdapat pada perlakuan k1n2 (12,04 t ha1-) dan terendah pada perlakuan k0n0 (1,75 t ha-1)
Peran koperasi unit desa (KUD) Etam Jaya Mandiri Dalam Pola Kemitraan Inti Plasma Perkebunan Kelapa Sawit Dengan PT. Telen Prima Sawit Di Desa Senambah Kecamatan Muara Bengkal Kabupaten Kutai Timur
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran KUD Etam Jaya Mandiri dalam pola kemitraan inti plasma perkebunan kelapa sawit dengan PT. Telen Prima Sawit di Desa Senambah Kecamatan Muara Bengkal Kabupaten Kutai Timur. Penelitian ini dilaksanakan bulan Januari 2023 hingga Mei 2023 di Desa Senambah Kecamatan Muara Bengkal Kabupaten Kutai Timur.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif, teknik pengumpulan data primer dihimpun dengan observasi dan wawancara, data skunder dihimpun dari studi dokumentasi. Validitasi data menggunakan triangulasi metode dan trianggulasi sumber. Analisis data memakai metode deskriptif yaitu, melalui reduksi data, penguraian data, dan diakhiri kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kemitraan KUD Etam Jaya Mandiri dengan PT. Telen Prima Sawit termasuk kedalam pola kemitraan inti plasma, dimana PT. Telen Prima Sawit berperan sebagai inti dan KUD Etam Jaya Mandiri sebagai plasma. Selama ini peran KUD dalam mengelola dan menjalankan usaha perkebunan kelapa sawit (plasma) belum berjalan sesuai dengan keinginan dan harapan KUD. Hal ini dikarenakan oleh banyak faktor yang mempengaruhinya, seperti hama yang sering menyerang tanaman kelapa sawit, ketersediaan pupuk, dan jalan yang masih sangat bermasalah dimana sering rusak dan tergenang air atau banjir sehingga proses pengeluaran buah terganggu dan penghasilan untuk masyarakat berkurang. Pendapatan rata-rata anggota KUD yang diperoleh setiap anggota kurang lebih Rp 3-4 juta per 3 (tiga) bulan, karena pembagian pendapatan hasil produksi kelapa sawit dibagi rata oleh pengurus KUD kepada anggota setelah dipotong utang pembangunan kebun (plasma) kepada perusahaan inti dan biaya-biaya yang timbul dalam setiap bulannya. Hal ini menunjukkan bahwa perkebunan plasma kelapa sawit belum maksimal dalam meningkatkan perekonomian masyarakat dilihat dari hasil plasma kelapa sawit atau pendapatan yang diterima anggota masih sedikit
Analisis Kelayakan Usaha Tani Jahe Di Desa Jonggon Jaya
Salah satu tanaman obat (biofarmaka) yang dibudidayakan oleh petani adalah Jahe yang merupakan salah satu komoditas tanaman obat unggulan dan sejak lama telah diusahakan oleh petani secara intensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerimaan, biaya dan pendapatan kemudian apakah usahatani jahe ini layak. Penelitian dilakukan di Jonggon Jaya, dengan jenis penelitian kuantitatif dan analisis data yang digunakan yaitu. Untuk melihat hasil yang akan menunjukan tujuan penelitian digunakan data biaya produksi, biaya tetap dan biaya tidak tetap, termasuk didalamnya biaya tenaga kerja.
Hasil penelitian menunjukan bahwa penerimaan Rp. 1.757.000.000. Biaya yang dikeluarkan Rp. 525.840.333. Pendapatan adalah Rp. 1.234.159. Hasil analisis R/C Ratio sebesar 3.36, dari total penerimaan dikurangi biaya produksi. Hasil analisisi menunjukan usaha layak untuk dijalankan, karena R/C Ratio > 1. Dan Hasil dari perhitungan BEP atas dasar unit menghasilkan 937.060 unit dan hasil BEP atas dasar rupiah menghasilkan Rp 15.689,-